Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
87. Oxyvian Labyrinth III


__ADS_3

Setelah Asheuin berseru, raungan keras segera memenuhi ruangan itu.


Tanpa mereka ketahui asalnya darimana, seekor naga yang transparan melesat turun dari atas ruangan itu dan menerjang semua yang menghalangi jalannya.


Para Skull yang tidak menyadari kedatangan makhluk baru terus maju menyerang dan tidak mengetahui bahwa akhir dari gelombang itu akan segera tiba.


Sang naga transparan terus menerjang para Skull dan membunuhnya sampai pada akhirnya seluruh Skull dapat dibersihkan.


Ruangan itu kembali sepi setelah sang naga transparan mengalahkan para Skull sendirian.


“He-hebat!” Atra yang amat kelelahan segera berseru dengan sisa tenaganya sebelum tumbang ke lantai ruangan dan kehilangan kesadarannya.


Slitherio yang masih memiliki sedikit kekuatan terbang dengan perlahan dan membawa turun Naze bersama Geisha yang menyaksikan semua itu dari atas.


Setelah sampai di bawah, Slitherio berkata, “Kita harus melanjutkan...” dengan nada tidak beraturan dan napas yang terengah-engah. 


Tak ada yang menjawab perkataan Slitherio. Slitherio tidak memedulikan itu dan berjalan sendirian menuju pintu yang sudah terbuka untuk menuju ruangan selanjutnya.


Tetapi, belum sampai sepuluh langkah Slitherio akhirnya tumbang dan kehilangan kesadarannya.


***


“Hah, dimana aku?” Slitherio terbangun setelah ia merasakan telah tertidur lama.


“Tuan, akhirnya tuan sadar...” sosok yang amat dikenali oleh Slitherio menyambutnya yang sedang berusaha bangun dan duduk. Sosok itu adalah Asheuin.


“Tuan sudah tidak sadarkan diri selama hampir lima jam.” Asheuin berkata sambil membantu Slitherio duduk.


“Dimana yang lain?” tanya Slitherio setelah dirinya duduk.


“Tuan Whu ikut tak sadarkan diri setelah Tuan tak sadarkan diri.” Dee datang sambil membawa sebuah botol yang berisi cairan berwarna merah, “Silahkan diminum.”


Slitherio mengambilnya dan meminumnya. Ia kemudian merasa sedikit baikan setelah meminumnya.


“Berapa teman kalian yang tewas?” tany Slitherio.


“Empat.” 

__ADS_1


“Bangkitlah, Sen!” Slitherio mengangkat tangannya, tetapi sebuah jendela informasi muncul di depannya.


[Kau tidak bisa membangkitkan kembali seseorang yang tewas di dalam Dungeon!


Bangkitkan di luar Dungeon setelah kau menyelesaikannya]


“Maaf, aku tidak bisa membangkitkan teman kalian.” Ujar Slitherio. Ia kemudian menatap sekelilingnya.


Naze dan Geisha sedang duduk sambil meminum minuman. Di sebelah mereka terbaring tubuh Atra dan Whu yang sedang tak sadarkan diri.


Atra akhirnya bangun setelah Naze menepuk pipinya. Whu juga bangun setelah pipinya ditepuk oleh Naze.


Keduanya mencoba untuk berdiri dan berhasil, meskipun masih sedikit tubuh mereka masih sedikit tidak tegap.


“Apa kita akan melanjutkan lagi?” tanya Naze. Tiga dari lima penyerang berat mereka sempat tak sadarkan diri, sebab itu mereka berdua tidak berani melanjutkan hanya dengan empat orang saja.


“Ya...” sahut Slitherio sambil berusaha berdiri.


“Apa tuan masih sanggup bertarung?” tanya Asheuin yang sedikit kasihan melihat tuannya.


“Apa kau meremehkan semangat juang seorang Phoenix?” umpat Slitherio sambil menunjuk Asheuin.


“Ambil ini!” Atra melemparkan sebuah botol pada Whu dan Slitherio.


Whu dan Slitherio menerimanya dan meminumnya. Mereka tau nama cairan yang ada di dalam botol itu.


Namanya adalah Stamina Potion. Potion ini ditemukan oleh mereka saat berkunjung ke Altar of King.


Mereka mendapatkannya setelah mengalahkan Great Dragon Knight Asheuin dan menerima Magic Cube.


Mereka bertiga mengambil seluruh Stamina Potion yang disimpan oleh Asheuin dan membawanya sambil menyelesaikan tiga Chapter Plot of Hell Empire.


Seketika tubuh Slitherio dan Whu bertenaga kembali. Mana mereka pun kembali ke jumlah awal.


“Nah, sekarang baru kita lanjutkan...” Slitherio kemudian berjalan memimpin mereka dan membuka pintu yang sejak tadi terbuka setelah mereka mengalahkan empat gelombang Skull.


***

__ADS_1


Ghost Trap adalah jenis jebakan yang amat mematikan. Dibutuhkan kemampuan Scout kelas Advance untuk dapat menemukan Ghost Trap ini.


Dan inilah situasi yang sedang dihadapi oleh Slitherio bersama kawan-kawannya. 


Sepanjang perjalanan menuju ruangan ketiga Oxyvian Labyrinth, banyak sekali Ghost Trap yang tersebar di sepanjang jalur perjalanan itu.


Meski berhasil melewatinya secara beruntung, tetap saja diantara mereka ada yang terkena Ghost Trap. Yang terkena adalah Naze dan Atra secara bergantian.


Naze terkena Ghost Trap setelah salah menginjak lantai yang ternyata adalah tombol untuk mengaktifkan Ghost Trap yang tersebar di dinding-dinding labirin. Ghost Trap itu adalah pisau lempar yang memiliki kecepatan yang hampir menyetarai kecepatan gerak Atra.


Naze gagal menghindarinya dan akhirnya tewas dengan tertusuk lebih dari sepuluh pisau lempar.


Selanjutnya adalah Atra. Ia terkena Ghost Trap setelah mencoba menyentuhkan tangannya ke dinding labirin untuk menjaga keseimbangan karena lantai di sekitarnya memang sedikit licin.


Sialnya adalah dinding tempat Atra mencoba menyeimbangkan tubuhnya adalah sebuah tombol untuk mengaktifkan Ghost Trap yang berupa lubang besar yang berisi jarum besar yang langsung menusuk tubuh Atra yang terjatuh ke dalamnya.


Untung saja tidak ada Equip Legendary yang jatuh setelah Atra dan Naze tewas. Jika iya mungkin mereka akan kesulitan mengambilnya untuk diberikan kembali pada Atra dan Naze.


Slitherio yang merupakan orang terkreatif diantara mereka mengambil sekantong besar yang berisi batu dan melemparkan batu-batu itu ke lantai-lantai di depan mereka. Ia juga melemparkan batu-batu itu ke dinding labirin itu.


Hasilnya, kurang lebih sekitar lima Ghost Trap ada dihadapan mereka dan wujudnya amatlah sadis. Puluhan pisau dilemparkan dari dinding, papan kayu yang berisi pisau besar, pedang yang melintas dari dinding labirin, lubang besar tepat di tengah-tengah jalur, dan hujan pisau dari atas jalur.


Mereka langsung menelan ludah mereka masing-masing, jebakan yang amat sadis. Mereka akhirnya membiarkan Slitherio yang menjadi Scout mereka dan mengikutinya dari belakang.


Mereka terus melanjutkan perjalanan sampai pada akhirnya mereka sampai di depan pintu ruangan selanjutnya.


Sejauh perjalanan setelah kematian Atra dan Naze, sudah ada sekitar lima puluh Ghost Trap yang tersebar di sepanjang jalur perjalanan.


“Siap?” tanya Slitherio yang dibalas dengan anggukan cepat.


Slitherio, Whu, Geisha, Asheuin, dan Dee menarik senjata mereka masing-masing kemudian langsung mendorong pintu dan membukanya dengan lebar. Isi dari ruangan itu membuat mereka terpana untuk beberapa saat.


Setumpuk pedang berwarna hitam kebiruan dan abu-abu cerah berserakan di depan mereka. Ada juga tumpukan Silver yang berjumlah amat besar ada disana. Beberapa kotak yang berisi permata menambah kekayaan luar biasa ruangan itu.


“I-ini?” mereka berkata dengan gemetaran. Tak pernah mereka sangka akan bertemu dengan kekayaan sebanyak ini dalam hidup mereka.


“Ada yang tidak beres...” Whu bergumam setelah berhasil mengendalikan dirinya. Slitherio juga menyadari hal itu.

__ADS_1


“Apa lagi? Kita ambil saja kekayaan ini agar ruang bertarung kita lebih luas.” Geisha berkata sambil berjalan kearah tumpukan barang-barang itu. Ia masih menggenggam senjatanya.


Geisha langsung meraih banyak pedang kemudian menyimpan semuanya ke dalam Inventorynya. Ia juga mengambil beberapa Silver dan menyimpannya. Tepat setelah ia memasukkan Silver-Silver itu ke dalam Inventorynya, puluhan manusia batu berjalan keluar dari beberapa pintu di sisi yang lain.


__ADS_2