Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
152. Guild Azure Dragon Vs Dragon Tailed Ape


__ADS_3

Dragon Tailed Ape terus berjalan menyusuri hutan, berharap menemukan kembali jalur menuju selatan.


Entah apa yang terjadi, dia malah tersesat di dalam hutan. Padahal ia sendiri penguasa tempat itu, tetapi malah dia yang tersesat disana.


Dragon Tailed Ape yang bernama Maxe terus berjalan sampai pada akhirnya ia bertemu dengan seorang pria yang membawa pedang besar di punggungnya.


Pria itu menatap Maxe dengan alis terangkat, “Kau siapa?”


“Aku Maxe, aku sedang mencari jalan menuju Hell Empire...” Maxe menjawab pertanyaan pria itu.


Pria itu sebenarnya adalah Zero, pemain yang dipanggil dengan gelar Azure Slash.


Zero dan Maxe saling menatap dalam diam, keduanya sedang berusaha menganalisa  kemampuan lawan mereka masing-masing.


“Dia amat kuat, aku tidak akan mampu menghadapinya...” Zero menggigit giginya, ia sudah merasa bingung harus mengambil jalan apa sekarang, kabur atau melawannya.


Hal sebaliknya terjadi pada Maxe. Maxe tertawa lepas saat menyadari kekuatan Zero berada jauh di bawahnya.


“Oh ya, bukankah kau adalah orang yang membantu Slitherio sialan itu menyelesaikan Gate of Beast Hell itu, bukan?” Maxe mengenali wajah Zero karena ia melihat pertarungan di Gate of Beast Hell lima hari lalu.


“Kau mengatakan Slitherio itu sialan? Jaga mulutmu!” Zero menarik pedang besarnya kemudian maju menyerang Maxe.


Meski tahu akan kalah dari Maxe ini, setidaknya Zero sudah berusaha. Ia yakin pada kekuatan pedangnya yang bertingkat Legendary.


Pedang besarnya bernama Blue Stone Sword, pedang besar yang memiliki tingkatan Legendary. Skill pasif pedang ini adalah Blue Energy, membuat penggunanya memiliki kemampuan regenerasi Mana dalam waktu cepat. Skill aktifnya bernama Slash, penggunanya memberikan sedikit Mana kemudian mengayunkan Blue Stone Sword dengan memutar tubuh dengan cepat.


Zero sudah merancang dirinya agar memiliki tubuh kekar serta memiliki tenaga yang kuat untuk dapat mengangkat pedang itu. 


Selain tubuhnya yang kekar serta kuat, ia juga memiliki STR yang tinggi, membuatnya menjadi pengguna pedang terkuat nomor tiga setelah Sean dan Slitherio.


Maxe mengangkat tangannya dan menahan pedang besar itu dengan tangan kosong. Zero yang melihatnya membelalakkan matanya.


“Ti-tidak mungkin...” Zero menarik pedangnya dan menatap Maxe dengan kebingungan.


“Apa? Bingung melihatku yang mampu menahan pedang itu dengan tangan kosong?” Maxe berjalan mendekati Zero.


“Itu karena aku adalah salah satu jendral Hell Empire dan juga sekaligus sebagai salah satu makhluk kuno yang mampu melewati batas makhluk hidup serta mencapai Gods Island.” Maxe menarik pedang Zero dan berniat merampasnya.

__ADS_1


Tetapi Zero segera menguat pegangannya kemudian menarik kembali pedangnya. Tarik-menarik antara Zero dengan Maxe terjadi.


Saat Zero merasa pedangnya sudah berada pada kendalinya, hal yang membuat harga dirinya turun terjadi.


Maxe melepaskan pegangannya dan menendang Zero lalu mementalkannya sampai jatuh terduduk di hadapan Maxe.


Maxe mendekat dan saat Maxe hampir menjambak rambut Zero, tangan yang berbentuk seperti cakar naga menghentikan tangan Maxe.


Seorang wanita dengan tangan yang diselimuti api biru yang membentuk cakar naga berdiri memasang posisi siaga.


“Bangunlah Zero!” wanita itu berseru lalu maju mencakar Maxe dengan cakar naganya.


Wanita itu bernama Lune, seorang pemain dengan job Warmage dan bergelar Blue Dragon serta menduduki posisi nomor dua lima di daftar Top Global.


Lune mencakar Maxe dengan cepat sebelum akhirnya lehernya berhasil di dapatkan oleh Maxe.


“Kau cepat, tetapi lebih cepat aku...” Maxe mencekik Lune dengan kuat, memaksa Zero untuk berdiri dan berniat memotong tangan Maxe.


Maxe menoleh dan melihat Zero yang berputar di udara. Serangan Zero seperti berniat memotong tangan Maxe.


Zero yang tidak menyangka serangannya akan ditahan memilih mengayunkan pedangnya lagi, tetapi kembali ditahan oleh Maxe.


Pertukaran kurang dari sepuluh serangan terjadi dan semakin terlihat posisi Zero terpojok serta terdesak.


Disaat Zero semakin terdesak, suara seruan terdengar dari arah timur, “Serang dia!”


Terlihat sepuluh orang dengan jirah berwarna biru dan jubah berwarna biru langit melesat dari timur lalu ikut menyerang Maxe. Lambang naga melingkar berwarna biru di masing-masing jirah serta jubah mereka memberitahu kalau mereka berasal dari salah satu sebelas Guild Profesional, Azure Dragon.


Ada yang memakai tangan kosong, ada yang memakai tombak, tongkat, pedang, busur, pedang dengan perisai, sampai kapak. Ada juga yang menyerang dengan serangan magic.


Dragon Tailed Ape meraung keras lalu memanjangkan ekornya dan menggerakkannya dengan cepat.


Meski begitu, dua belas orang dari Guild Azure Dragon berhasil menghindari serangan ekor itu. Mereka membuktikan bahwa nama besar Guild Azure Dragon sebagai Guild Profesional bukanlah sekedar gelar biasa.


Mereka langsung maju dan mengeroyok Maxe. Zero dengan pedang besarnya memilih melihat situasi terlebih dahulu.


Sepuluh orang yang datang itu adalah sepuluh orang terkuat dari pasukan elit Guild Azure Dragon.

__ADS_1


Sementara Lune adalah salah satu dari empat wakil ketua Guild Azure Dragon dan disebut sebagai yang terkuat diantara empat orang tersebut. 


Lune ikut bertarung bersama sepuluh orang itu dan mengeroyok Maxe bersamaan.


Meski dikeroyok sekalipun, Maxe tidak menunjukkan wajah terdesak ataupun terpojok sekalipun. Malah, Maxe terus tersenyum lebar.


“Apa-apaan itu?” Lune bergumam pelan. Ia lalu mengepalkan tangannya kemudian berseru, “Azure Fist!”


Lune memukul lengan Maxe dan memukul mundur Maxe. Maxe yang menerima itu merasakan kalau tulangnya sedikit bergeser.


Harus Maxe akui, meskipun menunjukkan wajah tak terdesak, ia merasa kalau dirinya semakin terpojok. Ia lalu menatap Zero yang berdiri tak jauh dari mereka.


“Sudah cukup main-mainnya!” Maxe melepaskan Murderous Aura yang sejak tadi ia simpan dan menekan sebelas orang yang mengeroyoknya.


Murderous Auranya mampu menekan sepuluh orang dari pasukan elit Guild Azure Dragon dan juga Lune lalu membuat mereka berada pada efek Stun.


Maxe tersenyum lebar, “Apa begini saja kekuatan kalian?”


Sepuluh orang beserta Lune tak mampu menjawab, mereka berada pada situasi yang membuat mereka tak bisa menggerakkan tubuh mereka, bahkan rahang mereka.


Zero melesat dan mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, membuat Maxe harus memperhatikannya terlebih dahulu.


Maxe melompat mundur dan saat itulah, Murderous Auranya berkurang sedikit. Sebelas orang yang tadi terkena Stun berdiri dan mengejar Maxe yang terus menghindari Zero.


“Sialan kalian!” Maxe menggunakan kedua tangannya untuk melindungi kepalanya, kepalanya adalah sesuatu yang penting baginya.


Tangan Maxe yang tadi tak mengalami perubahan apapun akhirnya berubah warna setelah diserang terus menerus oleh Zero dan anggota guildnya.


Tangan Maxe dan sekujur tubuhnya berubah warna menjadi hitam seluruhnya kemudian melepaskan aura yang amat kuat.


Zero dan sebelas anggota Guildnya merasa sedikit tertekan, saat itulah Maxe langsung menggunakan tangannya untuk menghabisi orang-orang yang mengeroyoknya.


Tangan Maxe bergerak cepat meraih leher seluruh pengeroyoknya dan menghancurkan lehernya dengan kuat. 


Ketika tangan Maxe berniat meraih leher Zero, Zero menghindar dan memberikan serangan balasan dengan menebas pinggang Maxe yang terlihat celahnya.


Maxe melompat tinggi dan menghilang, meninggalkan Zero yang berusaha mencerna situasi dengan baik.

__ADS_1


__ADS_2