Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
39. Gugurnya Prince John


__ADS_3

Luvian mengayunkan sabitnya dengan jangkauan serang yang sangat luas, bahkan seperti tidak memberi kesempatan pada yang lain untuk ikut menyerang.


Disebabkan sabit Luvian yang jarak serangnya yang luas membuat Slitherio tidak memiliki pilihan lain selain melepaskan skill terkuatnya, Spirit Boom.


Wagata merasa tubuhnya tidak bisa digerakkan, Luvian memanfaatkan hal itu untuk menebas Wagata.


Whu memilih menyimak saja karena seluruh skill miliknya lebih berguna untuk pertarungan jarak dekat, berbeda dengan Slitherio yang memiliki skill jarak jauh dan skill jarak dekat.


Sean tidak mau kalah, ia kemudian melepaskan sebuah skill, “Dragon Sword Technique:Light of Holy Sword.” Cahaya keputihan melesat dari pedang Sean dan membentur tubuh Wagata. Cahaya itu kemudian menghilang begitu berbenturan dengan tubuh Wagata.


Kombinasi serangan mereka bertiga membuat Wagata merasa kesulitan, HP Wagata terus turun hingga akhirnya HP Wagata lenyap tak bersisa di tangan Luvian.


“Kalian... Akan berhadapan... Dengan...” kata-kata terakhir Wagata tidak sempat terselesaikan karena kepala miliknya terpisah dari tubuhnya karena ditebas oleh Luvian.


[Selamat, kalian telah membunuh murid dari Hell Dragon Visidha, Dark Ruler Wagata!


Mendapat title baru, 'General Orc Killer'


Memberikan tambahan STR+10 setiap berhadapan dengan Orc General]


Jendela informasi tersebut muncul di hadapan Slitherio, Sean, dan Luvian. Whu sedikit menyesal tidak ikut membantu dalam memberikan serangan terakhir bagi Wagata.


Zen melompat mundur memisahkan diri dari Serioza ketika melihat Wagata tewas tidak jauh dari dirinya. Ia masih tidak percaya hingga akhirnya memilih melanjutkan perangnya di lain hari.


Di atas awan, Visidha melihat kematiannya muridnya saat sedang bertarung dengan FolkChase, “Wagata, kenapa kau tewas?!” seru Visidha dari atas awan yang dapat terdengar hingga sampai di permukaan.


“Kau lihat, pemuda berjubah merah itu mampu melawan seluruh rekan 4 Jendral Hell Empire jika diberikan waktu lebih untuk berkembang.” Ujar FolkChase menanggapi seruan Visidha.


“Kau! Aku akan berhadapan dengan kau dan seluruh bawahanmu nanti setelah aku memiliki kekuatan lebih.” Visidha berkata sebelum ia melesat menuju selatan dengan kecepatan tinggi.


Dari bawah, terlihat dua orang yang berbicara sejenak sebelum salah satu dari mereka menghilang entah kemana.


Ini juga merupakan salah satu alasan  mengapa Zen memilih mundur daripada melanjutkan pertempuran. Ia menduga salah satu dari dua orang yang menghilang itu adalah Visidha guru dari Wagata.


FolkChase melakukan sesuatu pada Flame Phoenix Sword sebelum memperhatikan suasana. Suasana masih sedikit kacau. Ia memilih memperhatikan karena ia merasakan akan terjadi sesuatu yang mengejutkan setelah ini.


Situasi di bawah masih sedikit kacau. Para Orc tidak menerima keputusan Zen, termasuk Fisvion.

__ADS_1


Fisvion berniat melakukan sesuatu yang menurutnya disebut kontribusi, yaitu mengambil kepala Serioza dan menyerahkannya pada Zen.


Menurut pikiran Fisvion, jika ia mendapatkan kepala Serioza ia mungkin akan mendapat jabatan yang lebih tinggi.


Ia juga sekaligus ingin mengambil pedang Fadexion untuk disimpan. Ia mempersiapkan kapaknya dan memasang posisi.


Zen dan yang lainnya tidak menyadari niat Fisvion, mereka terus menjauh hingga akhirnya Fisvion memisahkan diri dari rombongan besar itu dan melesat bersiap menebas kepala Serioza.


Serioza masih berbicara dengan dua mantan jendral yang tersisa. Lawan bicara Serioza menyadari ada seseorang yang melesat menuju Serioza. Terlihat dari gerakannya ia berniat membunuh Serioza bagaimana pun caranya.


Ketika semuanya sudah menyadari niat Fisvion, hanya ada satu orang yang memilih maju menahan serangan. Ia adalah Prince John.


Ia berlari menuju ke belakang Serioza yang masih belum menyadari kedatangan satu orang baru. Ia berniat menarik pedangnya, namun terlambat.


Gerakan Fisvion lebih cepat dari gerakan Prince John menarik pedangnya. Fisvion mengayunkan kapaknya dan memberikan luka tebasan yang sangat lebar, terluka dari bahu kiri sampai ke pinggang kanan.


Fisvion menggunakan kedua kakinya untuk melompat dan menendang tubuh Prince John yang terluka kemudian melompat mundur. Ia mendarat dengan baik dan menatap niatnya yang gagal.


“Fisvion, apa yang kau lakukan?!” Zen kembali dengan cepat begitu menerima laporan dari prajuritnya yang mengatakan Fisvion hilang dari rombongan.


Ia memilih kembali ke medan pertempuran dan melihat seseorang yang memegang kapak yang mirip dengan milik Fisvion dan pedang yang mirip dengan milik Fadexion.


Fisvion menjawab pertanyaan Zen, “Maaf, aku terpaksa melakukan ini.” Fisvion melompat mundur. Ketika mendarat dengan baik ia memilih melesat menuju tempat Zen berdiri.


Zen memilih diam saat Fisvion bertanya dimana para pasukan sekarang.


Sean awalnya berniat mengejar mereka berdua, tetapi ia ragu untuk mengejar karena menyadari mungkin saja hal yang terjadi tadi adalah jebakan. Meskipun dirinya menjadi pemain terkuat Remaist Online, ia tetap tidak memiliki kemampuan untuk bertarung saat dikeroyok ribuan Orc.


Slitherio dan Whu mendapat pesan bahwa Atra berada di Syatch untuk menunggu petualangan mereka selanjutnya.


Tak lama, sebuah jendela informasi muncul di hadapan seluruh pemain Remaist Online, termasuk Slitherio, Whu, Sean, dan Luvian yang berada di medan perang bersama dengan anggota Guild Reozsya. Gorzsha sendiri sudah tewas saat terkena serangan api hitam milik Wagata tadi.


[Selamat, Chapter 02: Attack sudah selesai!


Pasukan pimpinan Zen, Fisvion, dan Fadexion telah dipukul mundur dari Sky Empire oleh Slitherio, Atra, Whu, Luvian, Sean, Guild Reozsya, dan Sky Knight.


Dengan demikian, Chapter 03: Corruption Nobleman dimulai dan batas level dinaikkan menjadi 400]

__ADS_1


Jendela informasi yang sama diterima oleh seluruh pemain di Midvast. Banyak yang berpikir, ada kemungkinan Plot of Hell Empire akan tamat hanya dalam waktu setahun sejak permainan ini dirilis.


Ada juga yang tidak peduli dan memilih menaikkan level karena batas level kembali dinaikkan.


Di medan perang sendiri, tidak lama setelah percobaan pembunuhan Serioza terjadi sebuah pedang jatuh dari langit.


Slitherio melihat pedang itu dan ternyata pedang itu adalah pedang miliknya sendiri. Ketika ia mencoba mengangkat pedang itu, ia merasa pedangnya sangat berat.


“Slitherio, aku memasang segel di pedangmu. Kau harus berteriak 'FolkChase tampan' sebanyak lima kali barulah segel itu terlepas.


Dari temanmu, FolkChase.”


Slitherio merasa malu jika ia berteriak hal memalukan itu sehingga ia berseru, “FolkChase, perbaiki pedangku!”


***


Di sisi lain, di dunia nyata sebuah video perang beredar di forum. Ada yang mengirimkan video itu dan mengatakan bahwa orang-orang yang ada di video itu adalah tiga Remaister dan tiga dari lima ketua Guild terkuat saat ini.


Banyak orang yang membicarakan video itu dan tidak menyangka bahwa kekuatan tiga Remaister pantas disamakan dengan sepuluh pemain terkuat.


Banyak orang yang memberikan julukan bagi tiga Remaister ini, ada yang menyebut Flame Sword, Long Eyebrow Mask, dan Silver Cloak. 


Namun hal ini akan menjadi keputusan dari IROO selaku organisasi dunia Remaist Online. Organisasi ini sedang mengumpulkan kurang lebih seratus pemain terkuat saat ini dan diakui dunia.


Nama ketiga Remaister itu juga masuk dalam daftar seratus pemain terkuat yang diakui dunia.


Saat ini, sedang ada rapat petinggi IROO untuk membahas tentang seratus pemain terkuat dan juga membahas tentang Guild yang akan masuk dalam jajaran Guild terkuat.


Catatan Penulis:


Seperti yang sebelumnya sudah saya katakan, saya akan memberikan bonus Chapter setelah jumlah Likenya sudah mencapai 250 Like.


Siapa sangka target itu tercapai lebih cepat dari yang saya perkirakan. Malah saya santai nonton Anime (Kasian liat pilot Gundam mati)


Jadi saya akan memberikan 10 bonus Chapter untuk pembaca semua.


Bonus Chapter: 1/10

__ADS_1


Salam,


Rio.


__ADS_2