Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
105. Membangun desa


__ADS_3

Paginya, seluruh anggota Guild Sevens dan beberapa Phoenix bantuan dari Phoenix Gold Kingdom mulai membangun desa. Enam Pilar Naga juga diminta untuk membantu.


Menurut perkiraan Slitherio, waktu yang dibutuhkan untuk membangun desa hanya dengan bantuan sebanyak ini adalah selama empat bulan paling lama.


Sementara waktu jeda untuk menuju War Guild selama dua bulan. Slitherio ingin menyelesaikan pembangunan desanya selama waktu itu agar setidaknya Guildnya dikenal memiliki markas.


Kebanyakan Guild kecil memang hampir tidak memiliki markas tetap, Slitherio tidak menginginkan hal itu.


Para Phoenix dan Enam Pilar Naga mulai membangun desa dengan memotong pohon-pohon di hutan dekat desa Havesta lalu membangun beberapa bangunan sederhana.


Slitherio hanya akan bertindak sebagai pengatur. Meski banyak yang tetap menginginkan Slitherio ikut membangun, tetapi Slitherio memberikan alasan yang lumayan masuk akal.


“Jika aku ikut membangun, siapa yang akan mengatur pembangunan? Hanya aku seorang yang tahu rancangan sebenarnya desa ini.” Ujar Slitherio sambil menyeringai lebar.


Menurut rancangan Slitherio, bangunan yang harus pertama dibangun adalah markas Guild Sevens yang akan diletakkan di ujung tebing dekat dengan kediaman Slitherio.


Slitherio meminta agar kediamannya dibangun dengan sesederhana mungkin. Alasannya adalah untuk menghemat kayu.


Lima belas anggota yang lain akhirnya memutuskan untuk membangun kediaman mereka sama seperti kediaman Slitherio.


Ilith yang sebelumnya kembali ke rasnya akhirnya datang dengan membawa seluruh bawahannya kembali ke desa Havesta.


Para Ilith yang pandai dalam hal mencari kayu akhirnya ikut mencari kayu dan sebagiannya lagi membantu membangun.


Whu dan Riana yang sudah pergi saat pagi-pagi buta masih belum kembali, padahal kepala ras Ilith sudah memberitahu keduanya lokasi tempat tinggal para Dark Dwarf.


Bantuan dari BloodThirsty Kingdom datang saat hari mulai menjelang sore. Bantuan dari BloodThirsty Kingdom dibiarkan beristirahat terlebih dahulu setelah menempuh perjalanan panjang dari kerajaannya menuju Havesta.


Riana akhirnya kembali dengan membawa sekelompok besar makhluk yang tingginya sekitar setengah dari tinggi Slitherio dengan kulit berwarna abu-abu.


“Mereka ini adalah para Dark Dwarf, dan aku sudah membuat mereka mau tinggal disini.” Ujar Riana dengan wajah mengerikannya.


Beberapa Dark Dwarf yang mengikuti Riana bergetar ketakutan saat melihat wajah Riana yang bisa dibilang mengerikan.


“Terima kami sebagai pengikut anda!” semua Dark Dwarf itu langsung berlutut dengan kaki yang gemetaran.


[Desamu ingin dimasuki oleh 1.979 Dark Dwarf!


Terima?]


“Baiklah, aku akan menerima kalian...” Slitherio membawa mereka semua ke tempat istirahat yang sudah disediakan oleh Lynx.


Lynx sudah menyiapkan sekitar lima tempat istirahat yang akan digunakan untuk tempat istirahat sementara para penduduk baru desa ini.

__ADS_1


Membicarakan tentang ras baru yang muncul di Remaist Online, ras itu adalah Ilith dan pemain yang memilih ras itu akan dimunculkan di desa Havesta.


Desa itu bahkan baru selesai kurang dari seperempat dari rancangan awal setelah bekerja dari pagi sampai sore hari.


Bangunan yang baru selesai hanya markas, kediamannya Slitherio, kediaman Whu, kediaman Atra, kediaman LoghSeveria, dan kediaman Riana. Itupun baru kediamannya para petinggi.


Hal itu juga disebabkan karena kurangnya bahan yang dibutuhkan, meskipun ada hutan luas di antara tebing ataupun di sekitar desa.


Mereka akhirnya memutuskan untuk beristirahat, sementara Enam Pilar Naga dibiarkan berburu karena memang stamina keenamnya amatlah besar.


Setelah malam akhirnya datang, Whu datang dengan orang yang memiliki rambut panjang dan kulit sedikit putih.


“Slitherio, aku kembali...” Whu melambaikan tangannya sambil menyapa Slitherio.


Orang yang diajak masih diam meskipun ada kesempatan baginya kabur. Saat itulah Slitherio menyadari keberadaan satu orang tambahan.


“Siapa kau?” Slitherio sedikit menurunkan kepalanya karena orang itu memiliki tubuh yang sedikit pendek.


“Aku? Moon Elf...” orang itu menunduk saat mengatakan hal itu.


“Moon Elf?” tanya Slitherio yang dijawab dengan anggukan orang itu.


“Desanya diserang oleh sekelompok Demon dan untung saja aku datang setelah mendengar ada sedikit keributan.” Whu menceritakan kejadian yang membuatnya bisa bertemu dengan Moon Elf ini.


“Apa kau mau bergabung di desa kami?” Slitherio bertanya sebelum mengedarkan pandangannya dan menemukan beberapa orang sedang menunggu mereka.


“Apapun itu, yang penting adalah kami tidak akan diserang lagi.” Moon Elf itu langsung membungkuk dan mengangguk saat mendengar pertanyaan Slitherio.


[Desamu akan dimasuki oleh 72 Moon Elf!


Terima?]


“Ya.” Slitherio mengangguk lalu meminta Whu memanggilkan sisa dari Moon Elf yang datang kemari.


Saat itulah, Slitherio berpikir bahwa mencari penduduk itu tidaklah sesulit yang ia bayangkan sebelumnya.


Ia berharap Asheuin dan yang lainnya dapat menemukan ras baru yang bisa dijadikan penduduk tambahan.


Slitherio dengan Whu berjalan menuju kediamannya yang sudah ramai oleh anggota Guild Sevens. Mereka kesana untuk mendengarkan rencana selanjutnya. Ini adalah saran dari Li.


Slitherio membuka pintu kediamannya dan melihat tiga wakil ketua beserta sebelas anggota Guild Sevens sedang berdiri di dalam rumahnya yang hanya berisi sebuah meja.


“Ehem...” Slitherio berdeham dan semua orang langsung menatap Slitherio yang datang bersama Whu.

__ADS_1


“Kita harus membahas rencana selanjutnya, bukan?” LoghSeveria bertanya lalu mengeluarkan denah buatan Slitherio.


LoghSeveria meletakkannya di atas meja yang sudah disediakan, “Selama sehari, kita baru membuat kediaman untuk lima petinggi guild dan sebelas kediaman lagi belum dibuat.” Ujar LoghSeveria.


“Kita perlu membuat air mancurnya untuk menandakan pusat desa.” Riana menunjuk air mancur yang Slitherio buat berada di depan jalur menuju kediaman anggota Guild Sevens.


“Iya, Riana...” Atra, Whu, Geisha, Renne, dan Whu berkata sambil menatap Riana.


“Kata-kata Riana benar, kita harus membuat air mancurnya dulu.” Slitherio meletakkan kedua tangannya diatas meja.


“Setelah air mancurnya, kita membuat tujuh restoran ini?” Asvi menunjuk tujuh rumah yang mengelilingi air mancur.


“Aku membuat rancangan ini agar berbentuk seperti lingkaran, yang artinya kita harus membangun desa ini dari tengah.” Slitherio berkata.


“Apa kita akan mendirikan perpustakaan?” tanya Atra.


“Apa isinya?” tanya Riana sambil menatap Atra.


“Bukulah isinya, bodoh!” Whu menatap Riana tajam.


“Saran Atra akan aku buat disini.” Slitherio menunjuk ke sebelah kediaman June. Kediaman June sendiri berada paling ujung jalur yang dekat dengan air mancur.


“Besok, kita akan mulai membangun air mancur ini...” ucapan Slitherio terhenti karena ia memikirkan sesuatu.


“Ada apa?” tanya Atra.


“Darimana kita akan mendapatkan air untuk air mancur ini?” tanya Slitherio sambil mengusap dagunya.


Semua orang lalu terdiam saat mendengar pertanyaan Slitherio. Yang memiliki pikiran terbaikpun tidak dapat memikirkan hal itu.


“Dari laut? Di bawah tebing ini ada laut lepas, bukan?” usul Ovyx.


“Dengan apa kita akan membawa air itu kemari?” tanya Slitherio.


“Pipa...” jawab Zynga santai.


Dunia Remaist Online amatlah nyata, bahkan jika kau ingin memotong hewan maka kau harus memotongnya dengan pisau langsung.


Semua yang ada di dunia ini dibuat seperti dunia nyata, yang membedakannya adalah kehilangan atau kematian monster. Jika di dunia nyata ada makhluk mati maka makhluk itu akan meninggalkan bekas kematian.


Di Remaist Online, monster yang mati akan menjatuhkan daging, kulit, dan beberapa Life Core. 


“Aku tahu satu orang yang dapat mengendalikan air...”

__ADS_1


__ADS_2