
Soul Knight yang putus asa memutuskan menjadikan Geisha sebagai sandera.
Slitherio dan 'Orang baru' itu terdiam dan menghentikan serangannya. Dengan cepat, Soul Knight yang melihat Slitherio dan 'Orang baru’ itu segera menahan Slitherio yang masih terdiam.
'Orang baru’ itu dibuat berlutut dan kedua pedangnya diambil. Dengan kondisi seperti itu sangat tidak mungkin Slitherio dan 'Orang baru’ itu melepaskan dirinya.
Tiba-tiba, Slitherio mendapat ide. Ia kemudian berseru, “Kalian kira dapat menghentikanku semudah itu? Hmph!”
Slitherio melepaskan Murderous Aura dan menekan semua orang, termasuk rekannya. Empat Soul Knight yang menahan Slitheriolah yang menerima tekanan paling besar dari Slitherio.
Memang setelah membunuh Soul Knight, Slitherio merasa Murderous Auranya terasa lebih kuat. Mungkin juga disebabkan oleh jiwa yang berhasil ia kumpulkan.
Keempat Soul Knight itu terjatuh dan melepaskan genggamannya pada Slitherio. Soul Knight yang tadi menyandera Geisha seketika mematung. Ia telah mencari masalah dengan orang yang salah. Tetapi perintah dari pemimpin keluarga HeavenSoul menyuruh mereka untuk memburu Slitherio dan menghabisinya segera. Tentu Soul Knights tidak tau tujuan dari perintah itu, tetapi mereka tetap melakukannya jika tetap ingin memiliki pekerjaan.
'Orang baru’ itu bangkit kemudian mengambil pedangnya yang tadi dirampas oleh Soul Knight dan menebas Soul Knight yang tadi mengambil pedangnya.
“Pergi kalian!” Slitherio melihat semuanya sudah beres sehingga ia mengusir pengganggu yang tadi mengganggu waktu istirahatnya, “Aku akan hitung sampai tiga...”
Soul Knights yang mendengar ucapan Slitherio memilih kabur sebelum Slitherio memulai hitungannya. Dengan sekejap, tempat itu sepi lagi.
Slitherio menoleh ke sekitarnya dan menemukan hutan itu sudah nyaris hancur. Jika bukan karena Slitherio saja yang mengerahkan Skillnya, mungkin saja hutan itu akan hancur sepenuhnya.
‘Orang baru’ itu membersihkan tubuhnya kemudian menoleh ke arah Slitherio.
Slitherio kemudian teringat sesuatu. Ia belum menanyakan nama orang yang membantunya tadi.
“Terima kasih atas bantuannya. Jika boleh tahu siapa namamu?” tanya Slitherio sambil tersenyum lebar.
“Tsuyoshi. Aku tadi hanya lewat saja dan memilih membantu karena aku pernah berada di posisi yang sama denganmu.” Jawab orang itu, “Siapa namamu?”
Slitherio serasa disambar petir saat mendengar nama itu. Ia melompat mundur dan mendarat di sebuah cabang pohon kemudian bertanya, “Kau kemari tidak akan mencari masalah denganku lagi, Tsuyoshi?” Slitherio kemudian menggenggam gagang pedangnya.
Tsuyoshi yang mendengar itu kebingungan. Ia meraih gagang pedangnya dan bersiap jika seandainya Slitherio serius menarik pedangnya.
“Apa kita sungguh memiliki masalah di masa lalu?” tanya Tsuyoshi.
__ADS_1
Slitherio berdiri dan berkata, “Aku adalah musuhmu saat final World Tournament Physical And Magic S3, Slitherio.”
Tsuyoshi yang mendengar itu mengeratkan genggamannya pada pedangnya. Ia masih ingat kejadian sembilan tahun lalu.
Sembilan tahun lalu, mereka pernah bertemu di World Tournament Physical And Magic S3 di Jepang. Mereka juga sempat bertanding bersama Squadnya masing-masing. Bisa dibilang pertandingan itu adalah pertandingan terseru saat itu.
Dalam pertandingan sejenis ini, pertandingan dilangsungkan sebanyak dua ronde. Jika salah satu Squad memenangi dua ronde itu maka Squad itu akan dinyatakan menang dan lolos ke babak selanjutnya.
Sedangkan, jika kedua Squad yang bertanding memenangi dua ronde itu maka akan dilangsungkan ronde penentuan.
Saat turnamen itu, ada sebanyak lima puluh Squad yang bertanding dan dua diantaranya akan bertanding di babak final untuk menentukan pemenangnya.
Saat itu, Squad N5S yang merupakan Squad asal SLITHERIO dan Squad Nishi yang merupakan Squad Tsuyoshi mendapat kesempatan bertanding di babak final. Saat itu, keduanya berhasil memenangi kedua ronde itu.
Saat ronde penentuan inilah saat yang sangat menegangkan. Apalagi saat Squad N5S dan Squad Nishi memperebutkan Buff Monster dan Lord. Akhirnya Squad N5S berhasil merebut Lord dan memenangkan ronde penentuan itu kemudian memenangkan turnamen itu.
Setelah kekalahan itu, Tsuyoshi berambisi akan menjadi yang terhebat. Ambisi itu terus ada hingga saat ini.
“Pantas aku merasa tidak asing denganmu, ternyata kau Slitherio yang itu.” Ia menarik kedua pedangnya dan bilah pedang yang berwarna hitam keunguan terlihat bersinar saat terkena cahaya bulan.
Tsuyoshi tidak menjawab. Ia memilih melesat menyerang Slitherio yang menanggapinya dengan menghindari serangannya dengan santai.
Tsuyoshi tidak menyerah, ia terus menyerang Slitherio dengan kombinasi tebasan dan tusukan. Terkadang tusukan Tsuyoshi sedikit mematikan.
“Aku takut menyerang balik karena seranganku mungkin mengandung kekuatan api yang sangat dahsyat.” Slitherio kemudian melompat mundur. Ia kemudian menyentuh tanah kemudian bergumam, “Flame Warmage Technique: Stream of Fire...”
Api merah keemasan merambat di tanah, namun tidak menyebabkan rumput-rumput yang tumbuh di sekitarnya terbakar. Api-api itu kemudian menjalari Tsuyoshi dan mengurungnya dalam lilitan api.
Slitherio mengangkat tangannya, kemudian berseru, “Kalian lihat teknikku yang ini, Flame Warmage Technique: Flame Palm!”
Slitherio melesat dan memberikan serangan tapak api ke tubuh Tsuyoshi. Yang menerima tidak bisa mengelak ataupun menyerang balik sehingga ia terkena serangan itu dan terpental jauh ke belakang. Bahkan sampai keluar hutan.
Geisha yang melihat itu menggosok matanya. Slitherio mengalahkannya hanya dalam dua Skill saja!
Slitherio mendekati Tsuyoshi yang terkapar di luar hutan. Untung hutan ini jauh dari kota sehingga tidak menimbulkan sedikitpun keributan.
__ADS_1
HP Slitherio tersisa kurang dari separuhnya setelah dikeroyok Soul Knights tadi. Ditambah dengan beberapa serangan Tsuyoshi yang mengenainya membuat HP Slitherio tersisa kurang dari 40%.
HP Tsuyoshi juga berkurang lebih dari separuhnya ketika bertarung melawan Soul Knights tadi. Dengan serangan Slitherio membuat HP Tsuyoshi tersisa hingga 10%. Bisa dikatakan Tsuyoshi dalam keadaan sekarat.
Slitherio menatap Tsuyoshi yang terkapar tidak bergerak. Ia berniat memeriksa nadinya, tetapi kemudian ia menyadari usahanya akan sia-sia karena saat ini ia berada di dalam permainan.
Ia memeriksa Inventorynya dan mencari Red Potion. Sayangnya ia tidak memilikinya dan ia memintanya pada Geisha. Untung Geisha memiliki Red Potion yang banyak dan ia memberikannya.
Slitherio menerimanya dan memberikannya pada Tsuyoshi. Dengan cepat, HP Tsuyoshi bertambah sedikit. HP Tsuyoshi bertambah hingga 25%.
Tsuyoshi bangun dan menatap Slitherio, “Kenapa kau menolongku?”
Slitherio menggaruk kepalanya sambil tersenyum canggung, “Masalah lama sebaiknya dilupakan saja, kita berteman dari sekarang.” Slitherio mengulurkan tangannya, mengajak Tsuyoshi berdiri dan berjabat tangan.
Tsuyoshi menyambut uluran tangan Slitherio dan berdiri. Ia mengambil kedua pedangnya dan menyarungkannya.
Slitherio melihat pedang Tsuyoshi dan bertanya, “Apa jobmu? Kenapa kau memakai dua pedang lengkung itu?”
“Oh, pedang ini namanya Katana dan Jobku adalah Ni Kenshi.” Jawab Tsuyoshi kemudian memperlihatkan pedangnya.
“Ni Kenshi? Aku baru tau ada job seperti itu di Remaist Online.” Geisha berkata sambil melihat pedang Tsuyoshi yang tersarung di pinggang kanannya. Disana tersarung dua pedang yang berbeda panjangnya.
“Entah kenapa aku teringat sesuatu saat melihat dirimu.” Ujar Slitherio sambil mengelus dagunya.
“Mungkin perasaanmu saja...” ujar Tsuyoshi sambil menepuk pundak Slitherio.
Catatan Penulis:
Bonus Chapter sudah habis. Saya ingin membuat Bonus Chapter lagi, tapi saya lagi mikir apa tujuan dari Bonus Chapter ini.
Intinya saya mengucapkan terima kasih pada semua pembaca yang sudah membaca karya saya sampai sejauh ini. Perjalanannya masih panjang, ini masih awal dari masalah yang akan muncul setelah ini.
Dan juga saya ingin mengatakan jangan lupa Likenya karena saya sangat membutuhkannya, entah untuk apa.
Ya sudah, itu aja. Salam dari saya sendiri untuk pembaca yang bersedia membaca karya saya yang pertama.
__ADS_1
Bonus Chapter: 10/10