Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
221. Heaven Empire II


__ADS_3

Slitherio melirik yang lainnya, “Apa aku saja yang akan pergi?”


“Memangnya siapa lagi? Yang dicari hanya kau...” Wilhelm menaikkan bahunya, “Kalaupun ada, hanya Sean yang mungkin mau menemanimu kesana...”


Sean menatap Wilhelm datar lalu menghela napas, “Baiklah...”


Slitherio dan Sean berjalan mengikuti pria itu menuju tempat Daishi menunggu. Disebabkan karena luasnya Heaven Empire membuat mereka berjalan selama hampir setengah jam hanya untuk mencari Daishi.


Saat sampai pun, mereka harus menunggu lagi untuk dibiarkan masuk oleh Daishi. Di sebuah ruangan yang ditempati oleh empat orang adalah ruangan tempat Daishi menunggu.


“Selamat datang, Slitherio dan Sean...” seorang pria dengan tubuh sedikit gemuk tetapi terlihat kekar menyambut Slitherio dan Sean, “Silahkan duduk dulu...”


Slitherio dan Sean mengangguk lalu mencari tempat duduk di dekat pria yang sebelumnya mereka kenal dengan nama Dragon God Chao. Di sebelah Chao sendiri ada Ware sang Jade Dragon God.


Pria dengan tubuh gemuk yang tadi menyambut Slitherio merupakan kaisar kedua Heaven Empire, sang White Sage, Daishi.


Lalu pria yang sejak tadi mengajak semua orang berkeliling bernama Xue, sang Life God. Ia sendiri duduk menghadap Chao.


“Nah, ini tentang gerakan yang terjadi di dekat Benua South...” Daishi memulai pembicaraan. Ia lalu melirik Ware yang jelas terlihat tenang saat Daishi berkata begitu.


“Pergerakan ini kita duga adalah pergerakan Benario, tetapi aku sendiri tidak terlalu mempercayai itu karena tak biasanya Benario akan mengerahkan pasukan sebesar itu...” Xue lalu melanjutkan ucapan Daishi.


“Kira-kira berapa jumlah pasukan yang dikerahkan Benario?”  tanya Sean. Ia ingin memutuskan apakah Guildnya akan ikut membantu Heaven Empire mempertahankan kekaisarannya atau tidak.


“Aku tidak menghitungnya karena aku benci berhitung, tetapi menurut perkiraanku sendiri ada sekitar lebih dari 500.000 prajurit yang dikerahkan oleh Benario.” Jawab Xue.


“Oh tidak...” Slitherio menjambak rambutnya, “Apa kalian bisa bertahan?”


“Seharusnya bisa, tetapi itu jika segel ilusi yang sebelumnya kami pakai masih aktif. Kalau sekarang...” Daishi terdiam, “Mungkin tidak akan bisa...”


Sean lalu menyikut Slitherio, “Bagaimana kalau kita memanggil rekan kita?”

__ADS_1


“Boleh saja, hanya saja apakah mereka mau menerima bantuan kita?” tanya Slitherio sambil berbisik.


“Kami akan tetap menerima bantuan apapun yang kalian berikan...” Xue tersenyum usil. Ia bisa mendengar pembicaraan Sean dan Slitherio.


“Kita akan meminta bantuan dari mereka, tentu saja kita harus memberikan bantuan bagi mereka...” bisik Sean. Slitherio tersenyum.


“Baiklah, kami akan meminta bantuan pada teman-teman kami di benua lain kalau saja pergerakan itu benar-benar akan terjadi...” Slitherio tersenyum lebar. Xue mengangguk.


“Baiklah, karena tujuan kami kemari kira-kira sudah tercapai, maka kita sudah impas...” Sean terkekeh kecil. Tak ia sangka kalau bisa saja kebetulan Hell Empire menyerang Heaven Empire saat mereka ada disana.


“Impas?” tanya Xue sambil menaikkan alisnya.


“Impas, artinya tujuan kami kemari sudah tercapai dan kita membalas kebaikan kalian...” jawab Slitherio.


“Kebaikan?” tanya Daishi yang tidak bisa menangkap maksud Slitherio. Xue, Chao, dan Ware sendiri tidak memahami maksud Slitherio.


Sean menghela napas panjang lalu menceritakan seluruh rencana jahat Hell Empire saat di Midvast yang berhasil mereka hentikan serta pertempuran di Sahara Desert yang terbilang menghilangkan hampir separuh kekuatan para pemain yang turun di pertempuran itu.


***


“Baik, ada satu orang yang diduga memanggil kembali seluruh pasukan yang gugur di Sahara Desert enam tahun lalu...” Alberto Aquilani berbincang pada dua Game Master yang terlibat langsung membantu Neil Young menciptakan Remaist Online.


“Menurut kami sendiri, Neil sudah meluncurkan satu Super Account untuk mengacaukan Midvast lagi...” seorang Game Master yang memiliki penampilan seperti pria kesepian berbicara.


“Dan Neil sekarang sudah menyelesaikan peningkatan pada NPC AI yang sebelumnya mati di Sahara Desert serta Super Account ini direncanakan akan menyerang sebuah kekaisaran di dunia sana...” ujar satu Game Master lagi.


“Sejarah dunia sana sudah berlangsung lebih dari dua ribu tahun, membuat kekacauan besar disana sudah dekat dengan puncak konfliknya...” ujar Neil Young yang sejak kapan sudah duduk di sebelah Alberto Aquilani.


Memang benar kalau mereka sudah menciptakan dunia Remaist Online sejak mereka mencoba menciptakan sebuah permainan VRMMORPG pertama di dunia. 


Mereka menciptakan sekitar seratus orang dengan ras berbeda-beda serta menciptakan seorang manusia dengan julukan Sky Man atau Manusia Langit. Selain itu, mereka juga menciptakan lima benua sebagai tempat orang-orang ini hidup.

__ADS_1


Dari seratus orang-orang ini, hanya sebelas saja yang berani menapaki jalan keabadian  bersama satu orang dari ras lain.


Karena menyadari kalau butuh waktu lama sampai muncul sebuah era baru, Neil Young memutuskan untuk membuat sebuah program dengan nama Time Acceleration dengan perbandingan 1:100 yang artinya satu hari disini adalah seratus jam di dunia sana.


Merasa masih kurang, Neil Young lalu menambahkan perbandingan sampai 1:500 dan selesailah dunia yang mereka tunggu sampai konfliknya.


Sekitar lima tahun berlalu karena Neil Young menurunkan Time Acceleration menjadi 1:350 dan membuat percepatan disana menjadi melambat. 


Satu orang ditugaskan untuk memeriksa dunia setiap saat dan dari sana diketahuilah kalau konflik baru saja dimulai dan saat itu juga, Remaist Online diluncurkan.


“Yah, aku tidak menyangka hasil kerja keras kita selama lebih dari sepuluh tahun bisa berakhir seperti ini...” Neil Young menaikkan bahunya.


“Nah, karena ada pergerakan rahasia yang disebutkan oleh Gold Dragon God dan Flame Sword God di forum, maka aku akan meluncurkan secara diam-diam seluruh pasukan Hell Empire yang mati di Sahara Desert...” ujar Neil Young sambil tertawa lepas.


***


“Pergerakan di dekat Benua South?” tanya Luvian. Ia mendengarkan cerita Sean saat Slitherio dan dirinya dipanggil.


“Benar, dan aku mengkhawatirkan Qiun dan Kurei...” Sean mengelus dagunya.


“Apanya yang perlu dikhawatirkan? Yang perlu kau khawatirkan adalah nasib mereka yang menyerang Qiun...” Zero tertawa kecil, ia masih ingat dengan kegilaan Qiun dulu saat ia diejek karena berlevel rendah.


Saat itu Qiun langsung mengamuk dan tak sengaja membunuh orang-orang yang mengejeknya serta otomatis mendapat Murderous Aura. Tambahan, Qiun adalah pemilik Murderous Aura tertebal setelah Carey dan Slitherio.


“Kau benar juga, tetapi masalah ini bukanlah masalah biasa mengingat lawan kita saat ini adalah salah satu dari Twelve First Gods yang memiliki 100 kekuatan Spirit...” ujar Slitherio setelah sedari tadi diam.


Saat ini, kekuatan Spirit mereka rata-rata berada di angka 90-95 kekuatan Spirit. Bisa dibilang kalau ini adalah hasil kerja keras mereka setelah berjuang habis-habisan di Midvast.


“Seharusnya kita imbang dengan Benario itu, bukan?” tanya Carey.


“Kalau dikeroyok, mungkin?” Whu mengelus dagunya. Slitherio menggeleng.

__ADS_1


“Akan memalukan kalau kita mengeroyok seorang dewa dengan kekuatan kita saat ini...” Slitherio menatap semua orang, “Biar aku saja yang mengurus Benario...”


__ADS_2