Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
132. Pertemuan Guild Sevens


__ADS_3

“Pada pertemuan kali ini, aku ingin membahas tentang...” Slitherio memulai pembicaraannya yang dipotong oleh LoghSeveria.


“Ingin Guild Sevens mengikuti perburuan di Gate of Beast Hell? Tujuan ini amat jelas...” LoghSeveria meletakkannya kedua tangannya di belakang kepalanya dan bersandar.


“Benarkah? Bukankah kau hanya ingin membuat nama Guild Sevens dikenal luas? Urusan itu, biar para anggota Guild saja yang mengurusnya...” Naze berkata sambil tersenyum tipis.


“Bukan tentang menyebarkan nama Guild Sevens, tetapi soal menyelesaikan Chapter 06 yang sudah dimulai...” Slitherio berkata sambil menggaruk kepalanya.


“Jika soal itu, aku akan memilih untuk mengikut saja...” Asvi mengangkat tangannya lalu menatap yang lainnya. Sepertinya pikiran semua orang sama dengannya.


“Kami hanya akan mengikuti keputusan ketua...” Tsuyoshi berkata mewakili beberapa orang yang mungkin memiliki pikiran yang sama dengan Asvi.


Tentang Tsuyoshi, ia memilih untuk bergabung dengan Guild Sevens mengingat dirinya masih memiliki urusan dengan Slitherio. Slitherio tetap menerimanya meskipun alasan Tsuyoshi tidaklah baik baginya.


“Yang paling penting adalah ikut serta dalam perburuan ini untuk meningkatkan level dan status kita. Bisa jadi juga disana Weapon Mastery kita meningkat pesat.” Slitherio melanjutkan dengan sebuah alasan yang mungkin dapat meyakinkan anggota yang masih ragu untuk ikut.


“Bukan soal  kenaikan kekuatan yang pesat, tetapi keberadaan Guild Archero yang mungkin dapat mempersulit Naze sewaktu-waktu...” Zynga berkata sambil menatap Naze yang wajahnya berubah saat mendengar nama Guild Archero.


Semua orang di sana mengetahui tentang keluarnya Black Sword Naze dari Guild Archero untuk bergabung dengan Guild Sevens. Beberapa mengetahui kalau Naze bergabung dengan Guild Sevens untuk membuat tujuh mantan anggota Squad N5S kembali berkumpul.


Tidak jika hanya enam mantan anggota Squad N5S saja yang membentuk Guild. Apalagi, Nazelah yang mengusulkan pembentukan Guild ini.


“Tentang itu, nanti akan aku pikirkan. Yang perlu aku bahas sekarang adalah siapa saja anggota yang ingin pergi kesana?” Slitherio berkata sambil mengeluarkan selembar kertas dan pena, ia akan menuliskan siapa saja yang akan ikut.


“Tapi ingat, hanya akan ada beberapa anggota saja yang akan ikut dan beberapa lagi menjaga kota. Aku tak ingin insiden kemarin itu kembali terjadi...” Slitherio memejamkan matanya, tidak bisa ia bayangkan jika saja Enam Pilar Naga tidak ada disini dengan Tsuyoshi, Wilhelm, dan Crysant, mungkin Kota Hostix akan kembali menjadi reruntuhan lagi.


“Tentang itu, kita bisa bicarakan sekarang, bukan?” Riana mengangkat kedua bahunya.


“Tentang Bola Kegelapan yang dicari oleh 1.000 Hell Knight itu, apa mungkin mirip dengan Dark Orb yang dimaksud oleh Senior FolkChase?” Slitherio bergumam.


“Kemungkinannya jika iya, maka kita memerlukan dua Remaister untuk menjaga Kota Hostix, jika tidak, maka kita bisa meninggalkan satu Remaister untuk menjaga kota ini.” Li mengusulkan karena ia mendengar gumaman Slitherio.


“Kau kira keberadaan Remaister sama seperti keberadaan para pemain biasa yang berkeliaran dimana-mana?” Riana menunjuk Li. Li mengangkat alisnya.


“Jika seorang pemain biasa mati maka tidak akan dipermasalahkan, tetapi jika Remaister mati...” ucapan Riana terhenti ketika merasakan tatapan membunuh dari Atra dan Whu.

__ADS_1


“Heh, kau menyindir kami?” Atra menatap Riana dingin ditambah dengan tatapan bercanda.


LoghSeveria, Naze, Geisha, Clarey, dan Riana menelan ludah mereka, sisanya menepuk dahi dan menghela napas panjang.


Slitherio berdeham lalu berkata, “Dari empat Remaister yang dimiliki Guild Sevens, siapa saja yang akan ikut ke Gate of Beast Hell?”


Atra, Whu, dan Riana mengangkat tangannya, yang lainnya kembali menepuk dahi mereka bersamaan.


“Dua!” Slitherio menggaruk punggung tangannya yang dilapisi oleh Flame Phoenix Gauntlet lalu memukul meja. Ia memang biasa memakai Equip itu untuk berjaga-jaga.


LoghSeveria, Asvi, Ovyx, Zynga, Lynx, dan Naze mengerutkan dahi mereka, sedangkan Clarey, Renne, June, Li, dan Clover menepuk dahi mereka. FastStone dan Tsuyoshi memilih bersiul.


Atra dan Whu menurunkan tangannya, jadi yang ikut dengan Slitherio hanya Riana seorang.


“Nah, begini lebih baik...” Slitherio menuliskan nama Riana lalu bertanya, “Siapa lagi?”


Semua orang mengangkat tangannya, kecuali Clover tentunya. 


“Eh?” Slitherio yang awalnya mengangkat penanya untuk menulis menghentikan gerakan penanya dan penanya kini melayang di udara.


“Aku yang akan ikut...” FastStone mengangkat pedangnya yang masih tersarung lalu menggunakannya untuk menarik kertas yang ada di dekat Slitherio, Slitherio lalu menurunkan penanya.


Atra mengeluarkan cakarnya lalu menggunakannya untuk menahan gerakan pedang FastStone.


Whu mengangkat tongkatnya yang mengecil lalu menggunakannya untuk menarik pena yang ditarik oleh FastStone.


“Hei-hei, apa kalian ingin mengeroyokku?” FastStone berkata dengan nada meledek.


Tatapan Whu dan Atra menjadi tajam, “Biar kami yang menulisnya...” ujar keduanya bersamaan.


“Tidak...” Li mengeluarkan serulingnya dan memakainya untuk menarik kertas itu, “Aku ada di pihak netral...”


Whu, Atra, dan FastStone melepaskan kertas serta pena itu lalu membiarkan Li menuliskan nama anggota yang akan ikut.


“Jangan pernah kau menuliskan namamu disana...” Lynx mengingatkan, “Kau tidak memiliki kemampuan serang yang menyetarai pemain Top Global yang sebenarnya...”

__ADS_1


Ucapan Lynx benar. Li memang masuk daftar Top Global dan mendapat posisi nomor tujuh puluh, tetapi kekuatannya tidaklah sekuat yang diperkirakan orang-orang.


“Biar kau berkembang dulu barulah kau berani menghadapi kesulitan di depan...” Zynga berkata. Semua orang mengangguk.


“Aku harus ikut!” FastStone mengangkat tangannya, “Aku ingin mengembangkan Sword Masteryku agar lebih kuat dari kalian semua!”


“Dariku?” Slitherio tersenyum tipis.


“Kau tidak dihitung...” FastStone menggaruk kepalanya sambil tertawa kecil.


Semua menepuk dahi mereka dan menghela napas mereka pelan.


“LoghSeveria, aku, Riana, Asvi, Lynx, FastStone, Clarey, June, dan Naze akan pergi ke Gate of Beast Hell, sisanya akan menjaga kota.” Slitherio membacakan isi kertas itu, “Ada yang protes?”


Geisha mengangkat tangannya, “Kenapa kau tidak menuliskan namaku?”


“Ada alasannya, nanti akan kuberitahu...” Slitherio tersenyum lebar. Atra, Whu, Naze, Clarey, Renne, June, dan LoghSeveria berdeham. Li dan FastStone bersiul.


“Oh ya, bagaimana caranya bersiul?” Slitherio bertanya sambil memajukan bibirnya, “Begini, bukan?”


PFFT!


Hujan air ludah terjadi dan hampir saja mengenai kertas yang berisi nama anggota Guild yang ikut ke Gate of Beast Hell. Naze meraih kertas itu.


“Bukan begitu, begini...” Naze menyontohkan dan suara merdu terdengar dari mulutnya.


WHIUU!


“Aku juga...” Naze mencoba dengan mulutnya sendiri. Suara merdu kembali terdengar di sana.


FHHIIUUU!”


Asvi, Zynga, Ovyx, Clarey, June, Atra, Whu, dan Riana mencoba. Sisanya tidak mau dan malas untuk memamerkan kemampuan siul mereka


“Kenapa kau menanyakan hal itu pada kami?” tanya Naze yang penasaran dengan alasan Slitherio mencoba belajar bersiul.

__ADS_1


“Karena... Aku tidak bisa bersiul...” Slitherio menggaruk kepalanya, merasa kalau hanya dirinya seorang yang tidak bisa bersiul.


Semua orang disana menghela napas panjang. Siapa sangka pemain dengan gelar Sword Emperor dan menjadi pemain terkuat ketiga serta mampu mengalahkan puluhan ribu pasukan penyerang Sky Empire tidak bisa melakukan hal yang menurut mereka sepele, yaitu bersiul.


__ADS_2