
Sudah berlalu sekitar dua bulan sejak gugurnya Yang Mulia Zaburo di Sahara Desert dan sejak itu pula Land Empire tidak memiliki penguasanya lagi.
Kekuasaan Land Empire seharusnya jatuh ke anak Zaburo satu-satunya yang merupakan seorang perempuan. Tetapi beberapa penduduk Land Empire menolak seorang perempuan menguasai Land Empire.
Alasannya, karena selama ini penguasa Land Empire selalu seorang pangeran dan hanya setelahnya Zaburo saja yang penerusnya adalah seorang perempuan.
Keputusan petinggi Land Empire adalah meminta sang putri mencari pasangan dan pasangan itu akan memerintah Land Empire dengan seluruh kemampuannya.
Nama sang putri adalah Princess Belle dan tahun ini ia sudah berusia 19 tahun. Ia dirumorkan merupakan pengagum rahasia Prince Xaviero dari Sky Empire.
Kedua kekaisaran ini memang sudah bersahabat sejak dulu kala karena memang pendiri kedua kekaisaran ini adalah dua makhluk yang bersahabat sejak dunia baru terbentuk, yaitu Sky Dragon dan Earth Dragon.
Ketiak umur keduanya semakin matang, Serioza berniat menikahkan mereka dan menjadikan Prince Xaviero sebagai penguasa di Land Empire.
Tentu keputusannya ini ditentang banyak orang, tetapi penasihat kekaisaran Chassie yang mengusulkan hal itu pada Serioza.
Prince Xaviero hanya menyetujui permintaan Serioza dan menikah dengan Princess Belle. Keduanya terlihat bahagia ketika menikah, tetapi ketika sudah tinggal di Land Empire Prince Xaviero selalu merenung.
Setelah pernikahan itu, selang seminggu kemudian Prince Xaviero lalu diangkat menjadi penguasa Land Empire. Beberapa penduduk Land Empire mengetahui tentang Prince Xaviero dan mereka menerima kedatangan Prince Xaviero.
Setelah itu, Serioza akhirnya tinggal seorang diri di Sky Empire dan ditemani oleh satu jendralnya yang masih tersisa, yaitu Despian.
Lyne gugur di Sahara Desert karena dikeroyok oleh banyaknya prajurit Hell Empire yang ganas itu.
Sebenarnya, kekuatan tiga kekaisaran sudah berkurang lumayan banyak sebab dari pertempuran itu. Tetapi harga itu setara dengan kedamaian sementara yang sudah mereka ciptakan itu setelah pertempuran berakhir.
Setelah ditelusuri makin dalam, ternyata Underworld Empire bersekongkol dengan Hell Empire dan membantu Hell Empire menjalankan rencana mereka.
Kehancuran organisasi Demon Hunter juga disebabkan oleh kaisar tersembunyi Underworld Empire yang membunuh semua Demon Hunter dengan kekuatannya serta menyerahkan kepala pemimpin organisasi itu kepada Leone. Juga tak terhitung kejahatan yang sudah Underworld Empire ciptakan selama berdiri di barat Midvast itu.
Sebab dari perbuatan mereka itulah tiga kekaisaran terbesar berniat menghancurkan Underworld Empire, tetapi karena mengetahui kekuatan di belakangnya membuat mereka mundur dahulu dan memikirkan rencana untuk mencoba menghancurkan Underworld Empire.
__ADS_1
“Memang sulit, tetapi hanya inilah yang harus kita lakukan jika menginginkan Midvast kembali damai...” ujar Xaviero ketika melakukan pertemuan dengan dua penguasa lainnya, yaitu ayahnya sendiri dan Trestio.
“Kita tidak mengetahui rencana selanjutnya Hell Empire...” Serioza berpikir sejenak, “Dan juga kita harus bisa memulihkan kembali kekuatan kita semua...”
“Setelah pertempuran berakhir, banyak dari petinggi pasukan kita yang gugur di Sahara Desert.” Ujar Trestio. Ia lalu menatap Xaviero.
“Kalau senior semua berkenan, maukah anda menggabungkan ketiga kekaisaran menjadi satu dan membuat kekaisaran besar yang melebihi besarnya tiga kekaisaran?” usul Xaviero. Hanya itulah ide yang ada dipikirannya dalam pertemuan ini.
“Aku lebih memilih mencari Heaven Empire dan bergabung dengan mereka...” Trestio mengelus dagunya sambil tersenyum tipis. Ia tak mengira hal itu sebelumnya.
“Jika begitu hanya akan membuat Hell Empire semakin berambisi menguasai Midvast...” Serioza memijat keningnya.
“Tujuan Hell Empire sepertinya bukan hanya ingin menguasai Midvast jika dilihat dari cara bekerja mereka...” Trestio kembali memijat keningnya, ia kemudian berpikir keras.
“Mungkinkah...” Serioza dan Xaviero menatap Trestio.
“Benar...” Trestio menatap dua orang itu, “Pasti mereka ingin menguasai dunia...”
“Dengan apa? Petinggi dan penguasanya saja sudah mati, bagaimana bisa menguasai dunia hanya dengan kekuatan sebegitu kecilnya itu?” tanya Xaviero.
“Death God bisa saja memengaruhi seluruh Demon yang ada di dunia untuk ikut bersamanya dan menguasai dunia...” Trestio menarik napas, “Jangan juga lupa kalau Demon tidak hanya ada di Midvast saja.”
“Bisa jadi kalau Demon di luar sana jauh lebih kuat dibanding Demon yang ada di Midvast...” Serioza mengelus dagunya.
“Kita harus mencari Heaven Empire dan berusaha bergabung dengan mereka?” tanya Xaviero. Jelas kalau ia sulit mengikuti pembicaraan dua orang di hadapannya kini.
“Dendam Death God dengan Life God takkan bisa diselesaikan dengan adu mulut saja sepertinya jika Era Kekacauan sampai berlangsung selama ini.” Ujar Serioza.
“Satu cara yang kupikirkan...” Xaviero mengangkat telunjuknya, “Yaitu membunuh Death God dan membuatnya menghilang selamanya dari muka bumi ini...”
“Cara yang terdengar sederhana tetapi sulit dilakukan...” Trestio menatap Xaviero dingin.
__ADS_1
“Darimana kau mendengar kata-kata itu?” Serioza menatap dingin Xaviero.
“Tidak sulit, kita minta tolong saja pada Dewa Pedang Api Slitherio...” Xaviero berkata dengan santai.
“Tidak, aku menolaknya...” Trestio menggelengkan kepalanya, “Slitherio yang sekarang pasti takkan bisa melawannya dengan sepenuh kekuatannya...”
“Death God juga tidak akan tinggal diam setelah Hell Empire nyaris dihancurkan...” Serioza mengelus dagunya.
“Benar, hanya itu saja sepertinya yang bisa mengembalikan Midvast ke Era Kedamaian...”
***
Dunia nyata, Ameria Serikat, markas utama IROO...
Neil Young sedang duduk sambil memainkan bolpoinnya ketika Alberto Aquilani dan seorang pria datang dan menyapa Neil Young.
Neil Young mengenali pria itu sebagai salah satu Game Masternya yang paling pintar, ia bernama Steve Vai.
“Senior, setelah Plot of Hell Empire selesai, apa ada rencana untuk melanjutkan Remaist Online?” tanya Steve Vai.
“Aku sudah membuat satu Chapter lagi untuk diselesaikan, yaitu Chapter 09...” Neil Young tertawa kecil, “Judulnya adalah Vengeance...”
“Di Chapter terakhir ini, aku akan memunculkan kembali petinggi Hell Empire dan meningkatkan level serta kemampuan mereka ke level Max. Yang artinya para pemain takkan bisa mengalahkan .ereka semua dengan mudah...” Neil Young menyeringai lebar. Steve Vai hanya menghela napas.
“Jika kau membuat NPC seperti itu, bukankah akan memakan waktu yang lama agar semuanya bisa selesai?” tanya Alberto Aquilani.
“Begitulah, tetapi aku tidak lupa pada salah satu dari 12 Super Account yang kita luncurkan beberapa bulan sebelumnya...” Neil Young mengeluarkan ponselnya lalu memperlihatkan sesuatu.
“Kau berniat memunculkan Benario ini untuk melancarkan Chapter 09 ini?” tanya Alberto Aquilani.
“Terlalu berbahaya...” Steve Vai menarik ponsel Neil Young, “Jika seperti itu, bukankah Remaist Online akan berakhir?”
__ADS_1
“Tidak akan semudah itu aku meluncurkannya...” Neil Young mengambil kembali ponselnya dengan paksa.
“Biar beberapa bulan ini mereka santai, setelahnya aku akan mengirim Death God ke Midvast dan memerintahkannya untuk memporak-porandakan Midvast dengan kejamnya...” Neil Young tertawa lepas.