Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
245. Negeri Sakura II


__ADS_3

“Aku akan coba hubungi yang mengirim kita...” ujar Ryan.


“Bukankah kau pernah menunjukkan sebuah kertas saat kita di pesawat?” tanya Fredy. Ia lalu menunjuk tas Ryan, “Mungkin kau masih menyimpannya disana...”


Ryan bangun dan menyalakan lampu di kamar itu lalu memeriksa tasnya, “Yang ini?”


“Ya, coba kau lihat lagi apa isinya...” Ujar Fredy lalu duduk. Rio, Agus, dan Hendra ikut duduk.


“Isinya tentang peraturan dan negara yang ikut serta...” Ryan membalik kertas itu, “Ada jadwal hari pertama saja...”


“Itu sudah cukup. Kita hanya perlu mengikuti proses selanjutnya...” ujar Leo yang masih berbaring.


“Oh ya, kapan pembukaannya?” tanya Justin sambil duduk. Ryan membaca kertas itu lagi.


“Dua hari lagi...” ujar Ryan menjawab pertanyaan Justin.


“Kalau begitu, kita bisa keliling kota dulu sebentar, bukan?” tanya Agus dengan antusias.


“Boleh saja, tetapi jangan sampai lupa tujuan utama kita kesini...” ujar Ryan lalu memasukkan kembali kertas itu ke dalam tasnya.


“Tidur, besok kita jalan-jalan...” ujar Ryan sambil membaringkan dirinya di futon bagiannya.


***


“Berarti Squad N5S adalah Squad yang pertama sampai?” tanya Rayhan. Ryan menggeleng.


“Kira-kira, ada sekitar lebih dari lima puluh negara yang ikut dalam turnamen ini...” Ryan lalu berpikir lagi, “Lebih dari enam puluh deh...”


“Kalau diperkirakan dengan jarak beberapa negara yang ada di sekitar Jepang, ada sekitar lima atau enam Squad yang sudah datang sebelum kami...” ujar Ryan.


“Ayah, ceritakan saat ayah dan teman-teman ayah keliling kota!” seru Ria. Hari sudah bergerak menuju sore dan tadi seharusnya mereka istirahat.


“Hmm, coba ayah ingat...” Ryan lalu berpikir sebentar, “Sepertinya ayah lupa deh...”


Rayhan dan Ria menepuk dahi mereka sambil berseru, "Ayah!”


“Acara pembukaannya ayah masih ingat kok...” Ryan lalu menenangkan dua anaknya itu, “Dua hari kemudian, malamnya, acara pembukaan dilaksanakan...”


***


“Oi, bangun! Tidur saja!” Ryan menepuk pipi Rio berkali-kali. Hari sudah sore dan malam ini adalah acara pembukaan. Teman-temannya yang lain sudah bersiap dan tersisa Rio seorang yang masih tidur.

__ADS_1


“Oi bodoh, bangun! Sekarang acara pembukaan!” Fredy berteriak dengan keras. Suaranya sedikit bergema karena kamar mereka lumayan luas.


“Kalau tetap tak bisa, kita bangunkan paksa...” Hendra terlihat membawa segayung air dari kamar mandi. Ryan mengenali gayung itu karena Hendra mengaku kalau ia membawanya dari Indonesia.


“Angkat Rio. Aku akan melemparinya air dingin...” ujar Hendra dengan wajah mengerikan.


Ryan dan Fredy tersenyum-senyum. Mereka lalu mengangkat Rio dan membawanya ke kamar mandi.


Di kamar mereka hanya ada satu kamar mandi dan itulah sebabnya mereka bangunnya bersamaan dan mandinya bergantian.


Ada bathtub di kamar mandi itu dan keduanya mendudukkan Rio di dalam bathtub itu. Keduanya segera berlari keluar dan terdengarlah sebuah teriakan.


“Uaahh, jangan siram aku!” suara itu adalah suara Rio yang berteriak.


Hendra berjalan keluar dengan gayung kosong di tangan kanannya. Rio berdiri di dalam kamar mandi dengan wajah kusut dan baju yang basah, “Ambilkan baju dan handukku di dalam koper berwarna hitam milikku...”


Leo dan Justin hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan teman-temannya. Aneh tapi seperti itulah kalau ketujuhnya sampai berkumpul, ramai.


Ryan menyerahkan segala yang diperlukan Rio ke dalam kamar mandi dan Rio menerimanya dengan kesal.


Mereka lalu tertawa-tawa sambil menunggu satu anggota mereka mandi. Tawa mereka terhenti ketika suara ketukan pintu terdengar.


“N5S, bersiap. Acara pembukaan akan berlangsung tiga puluh menit lagi di lantai satu.” Ujar orang yang mengetuk pintu.


Di kamar itu juga ada pengisi daya ponsel sebanyak sembilan buah dan tujuh diantaranya sudah dipakai oleh mereka.


Mereka mengambil satu persatu ponsel mereka dan menyimpannya di kantong celana panjang mereka.


Mereka memakai seragam yang dirancang oleh Ryan serta celana panjang berwarna hitam. Celana panjang ini merupakan rancangan Ryan juga, bedanya celana ini mereka beli sendiri-sendiri.


Tak lama, Rio keluar dengan rambut basah dan wajah yang sedikit lebih rapi. Tetapi rambutnya masih berdiri karena Rio sepertinya membersihkan rambutnya tadi.


“Kita sudah dipanggil ke bawah.” Ryan memberitahu Rio. Rio mengangguk.


“Ambil ponselmu dan kita akan turun ke bawah...” ujar Hendra lalu berjalan keluar. Yang lainnya mengikuti.


“Apa kalian sudah memakai Auto Translator?” tanya Rio dengan keras.


“Sudah!” balas semuanya dari luar.


Setelah semuanya di luar, Ryan mengunci kamar itu dan membawa kunci kamarnya untuk dititipkan di resepsionis.

__ADS_1


***


“Dan Squad yang kurang terkenal di negerinya sendiri akan menjadi Squad terakhir yang datang ke arena ini!”


Ryan dan seluruh anggotanya berjalan keluar dan terlihatlah puluhan orang dengan pakaian berbeda-beda tengah berdiri di tengah arena.


Mereka sampai saat acara sudah dimulai dan pemandu yang kemarin sempat mengajak mereka jalan-jalan langsung mengantar mereka ke tempat para player masuk ke arena.


“Ada kabar yang beredar kalau Top Global season ini akan mewakili negaranya langsung dalam turnamen ini, apakah itu benar?”


“Benar juga. Kalau Top Global itu berasal dari Indonesia, maka rekor kemenangan Jepang yang sudah sebanyak dua kali akan langsung dipatahkan oleh Indonesia.”


“Tapi kita takkan tahu apakah Top Global ini bisa membawa negaranya pada kemenangan...”


Suara pembawa acara terdengar di arena itu. Ryan menaikkan alisnya, apa mereka tengah membicarakannya?


“Ada kabar juga kalau Top Global nomor dua dan tiga juga mewakili negara mereka.”


“Di turnamen sebelumnya juga seperti itu, tetapi tak sampai sebanyak ini. Mungkin ada permainan yang bisa menghibur kita.”


Rio menyikut Ryan, “Apa kau tahu nickname dari Top Global nomor dua?” 


Ryan mengangguk, “Geom apalah itu, kan? Dia pasti dari Korea...”


“Setelah ini, kita hanya harus mengikuti apa yang terjadi selanjutnya, bukan?” tanya Leo. Ryan mengangguk.


“Sepertinya Squad N5S dari Indonesia merupakan Squad yang unik...”


“Unik, ya? Benar juga sih...”


“Anggota mereka hanya tujuh, bisa jadi kalau sebenarnya ada sembilan dan yang kita lihat sekarang hanyalah sebagian dari anggota mereka...”


“Tapi menurut permainan, Squad N5S ini memang beranggotakan tujuh orang, dengan setiap anggotanya kurang lebih memiliki Title tertentu...”


“Kalau saya lihat dari sini, Indonesia diwakili oleh Top Global dan orang itu sepertinya masih berusia belasan...”


“Cih, dia meremehkan ahli strategi Squad N5S...” Fredy berkata dengan sedikit kesal. Terlihat kalau ia tidak suka dengan kata-kata pembawa acara itu.


“Ucapannya benar. Kita masih belasan dan kebanyakan peserta turnamen rata-rata berusia dua puluhan tahun...” ujar Ryan.


“Kalau aku lihat Squad dari Korea, sepertinya kaptennya berumur sama denganmu, Ryan...” ujar Hendra sambil melirik seorang pemuda yang memiliki mata sipit dan warna kulit tipis serta rambut yang disisir rapi.

__ADS_1


“Pembukaan hari ini kami isi dengan beberapa nyanyian dan pidato dari pencipta Physical and Magic serta pemenang World Tournament Physical and Magic S3!”


__ADS_2