
Zero mengangkat pedang besarnya sebelum melesat maju dan menyerang Boss Behemoth yang masih menggeram pada mereka semua.
Sesuai perintah Sean, para Support dan pemain posisi tengah yang kekuatannya terbilang rendah mundur dan mencari posisi aman agar tidak terkena setangan nyasar yang gagal mengenai target.
Slitherio meminta pada FastStone untuk melepaskan keenam pedangnya dan menjadi Defender dengan Gorzsha. FastStone mengangguk saja sebelum melemparkan kembali keenam pedangnya dan membiarkannya mengamuk.
Karena keenam pedang itu tidak dipegang langsung oleh FastStone dan dibiarkan begitu saja, serangan keenam pedang itu bisa dibilang rendah.
Riana diberikan perintah untuk memanggil Asheuin, Adhie, dan Bhiosa kemudian meminta mereka untuk ikut membantu.
Ketiganya berada di posisi tengah dan mereka sedang menunggu perintah Slitherio, kapan akan membantu. Meskipun mereka tau kalau kekuatan pemain yang lain mungkin melebihi mereka bertiga.
Slitherio menarik kedua pedangnya lalu berseru, “Serang monster itu bersama-sama!”
Sembilan Ketua Guild Profesional, kecuali Gorzsha, melesat ke depan dan mengerahkan serangan terbaik mereka.
Meski serangan itu terkesan tergesa-gesa, serangan kesepuluh orang terkuat diantara para pemain yang menaklukan Gate of Beast Hell.
Slitherio, Sean, FastStone, Zero, Kurei, Alex, Gorzsha, dan Asheuin maju menyerang dari depan. Adhie, Bhiosa, Carey, Fei, Qiun, Luvian, dan Riana menyerang dari belakang Boss Behemoth. WhiteFang memilih menyerang dari jauh karena memang spesialisasi jobnya menyerang dari jauh.
Pemain posisi tengah dan para Support memegang dada mereka masing-masing. Jika sampai kombinasi serangan sebelas Ketua Guild Profesional kalah, kemungkinan Gate of Beast Hell akan melepaskan seluruh makhluk neraka menjadi semakin besar.
“One Hundred Heaven Dragon!” Asheuin melompat mundur sebelum menyerukan nama skill yang sering ia latih selama setengah bulan ini.
Naga transparan turun dari langit-langit Dungeon dan menerjang Boss Behemoth kemudian melilitnya.
Slitherio menancapkan Flame Phoenix Sword sebelum berseru, “Flame Sword Technique: Stream of Fire!”
Gelombang api muncul dan mengenai Boss Behemoth itu. Mata Slitherio melebar saat menyadari skillnya tidak mampu mendorong mundur monster itu.
“Dragon Sword Technique: Cuts White Dragon!” Sean melesat dan menebaskan pedangnya ke kaki Boss Behemoth.
Boss Behemoth langsung kehilangan keseimbangan dan terjatuh. FastStone dan Gorzsha yang tepat berada di depannya langsung mengangkat perisai mereka dan menahan tubuh Boss Behemoth.
__ADS_1
Qiun meregangkan cambuknya lalu berkata, “Kau akan menyesali perbuatanmu hari ini...” Qiun lalu berseru, “Long Blood Whip!”
Cambuk Qiun berubah warna menjadi semerah darah, itu adalah skill yang membuat Qiun dikenal sebagai Scarlet Whip.
Qiun lalu bergumam, “Long Whip Strike...” Qiun mengayunkan cambuknya dan cambuknya segera memanjang kemudian kaku.
Qiun mengayunkan cambuknya berkali-kali ke tubuh Boss Behemoth dan kulit Boss Behemoth tidak tergores sedikitpun.
Zero dan Kurei melompat kemudian mengayunkan senjata masing-masing dan menebaskan senjata mereka ke tubuh Boss Behemoth.
Boss Behemoth mengeraskan tubuhnya sebelum berdiri dan mengayunkan tangan kanannya ke atas lantai.
FastStone menggunakan perisainya dan menahan tangan Boss Behemoth yang terlihat kuat itu.
Benturan antara tangan Boss Behemoth dan perisai FastStone menciptakan suara yang keras. Selagi Boss Behemoth berusaha mendorong FastStone, ketua Guild yang lain segera maju dan menebas perut serta punggung Boss Behemoth.
Zero, Kurei, Sean, Luvian, dan Qiun menyerang perut Boss Behemoth karena memang hanya mereka sajalah yang berada di depan Boss Behemoth.
Kecepatan tangan WhiteFang tidak bisa diremehkan. Dengan satu tangan mampu melepaskan sekitar sepuluh anak panah dalam lima detik.
Gorzsha masih bersama Carey dan mereka membantu menyerang kaki Boss Behemoth. Sebab itulah, rekan mereka dapat melakukan serangan mereka dengan baik.
Carey yang bersenjata pisau yang lumayan besar menggores kaki Boss Behemoth yang memang tidak monster itu pikirkan tentang keselamatannya.
Karena itulah, Boss Behemoth terlambat menyadari kedatangan Carey dengan Gorzsha. Meski ia menginjak-injak lantai, memang kecepatan sebelas Ketua Guild Profesional sulit untuk diremehkan, meskipun spesialisasi job mereka adalah Defender sekalipun.
Zero terus menyerang perut Boss Behemoth bergantian dengan Kurei. Kekuatan keduanya memang terasa mengerikan, pemain yang memang telah berada di level 200 dalam waktu yang lama memang sulit diremehkan.
Luvian dengan sabitnya berhasil memotong tanduk Boss Behemoth dan melompat mundur lalu mendarat di sebelah WhiteFang.
“Kau harus membidik kedua mata monster ini, serahkan urusan yang lain pada kami...” ucap Luvian sebelum kembali melesat ke depan.
Alex dengan panah mekaniknya berhasil mengurangi kecepatan gerak Boss Behemoth dengan skill Art of Thief.
__ADS_1
Jauh sebelum perburuan ini dimulai, Slitherio memberikan skill ini pada Alex dan memintanya untuk mempelajarinya.
Menurut Slitherio, skill ini dibutuhkan oleh Alex untuk memperkuat skill Lightning Stepnya. Sebagai seorang Thief Expert, kecepatan tangan amat dibutuhkan karena spesialisasi job Thief lebih menekankan pada kecepatan gerak tangan untuk merampas apapun yang ada di depannya.
Slitherio terus memakai Weapon Skill, Red Sword untuk melapisi kedua pedangnya dengan mana dan membuat kedua pedangnya berubah warna menjadi merah gelap.
Slitherio mengayunkan kedua pedangnya dan terus berusaha menggores tubuh Boss Behemoth yang memang terbilang keras untuk ukuran monster level 500.
Secara tiba-tiba, tubuh Boss Behemoth mengeras lagi. Tetapi masalahnya, mereka semua tidak dapat menyerangnya lagi dengan cara biasa.
“Aku akan coba dengan skill!” WhiteFang mengangkat busurnya lalu berseru, “Scarlet Wind Arrow!”
Panah berwarna merah tercipta dari busur WhiteFang dan melesat dengan kecepatan tinggi menuju Boss Behemoth.
Saat anak panah WhiteFang mengenai Boss Behemoth, sebuah tulisan muncul di atas kepala Boss Behemoth.
[Immune]
Slitherio segera melompat mundur dan berseru, “Dia tidak akan bisa diserang dengan skill ataupun serangan biasa! Kita harus mundur!”
Slitherio segera melesat mundur dan berdiri di sebelah WhiteFang. Ia melihat kalau Kurei, Zero, Sean, Luvian, Qiun, Carey, Riana, dan FastStone masih terus menyerang dengan berbagai cara.
“Mundur!” Slitherio berseru lebih keras. Tak ada yang mendengar.
Slitherio menggaruk kepalanya sebelum meletakkan telapak tangannya di atas lantai lalu bergumam, “Flame Warmage Technique: Stream of Fire...”
Sulur api menjalar di atas lantai dan segera mengikat kaki Boss Behemoth. Tapi sialnya, skillnya tidak bekerja pada kaki Boss Behemoth.
“Tunggu, seperti ada suara di belakang...” WhiteFang menepuk pundak Slitherio dan memasang wajah serius. Ia lalu mencoba mendengarkan lebih tajam.
Slitherio ikut mendengarkan dan memejamkan matanya, mencoba menajamkan pendengarannya.
Suara berisik terdengar dari belakang, seperti teriakan meminta tolong. Slitherio menoleh ke belakang dengan cepat dan matanya melebar saat melihat hal yang terjadi di belakang.
__ADS_1