Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
111. Event War Guild dimulai!


__ADS_3

Renne menggenggam tongkatnya dengan erat. June yang mendengarnya lalu bertanya, “Benarkah? Kukira kau adalah Mage biasa...”


“Aku ini Magic Caster!” Renne mengetukkan tongkatnya ke lantai.


“Apa bedanya?” Tanya Ovyx.


Ada yang mengatakan kalau Magic Caster dan Mage itu sama. Tetapi sebenarnya keduanya berbeda jauh.


Mage hanya dapat menggunakan satu elemen saja untuk setiap skillnya, sedangkan Magic Caster bisa menggunakan banyak elemen sekaligus, bahkan termasuk skill peningkatan ataupun pemulihan. 


Magic Caster merupakan  satu-satunya job yang akan terus dipakai sampai melewati level 200 yang merupakan titik terakhir seseorang mengganti jobnya yang artinya Magic Caster ini sama dengan Special Job


Slitherio tersenyum lebar lalu berkata, “Saatnya kita membagi tim...”


Pada beberapa pertandingan awal, Slitherio akan turun bersama dengan Atra, Naze, Geisha, Lynx, Clarey, dan Ovyx. 


Jika ada salah satu dari mereka yang ingin tukar, maka Riana akan turun menggantikan salah satu diantara ketujuhnya.


Sembilan anggota yang lain, termasuk Riana akan menunggu giliran. Slitherio akan mengumumkan jika ada salah satu diantara mereka yang harus ganti.


Li akan disimpan sampai pada pertandingan semifinal untuk menggantikan Naze. Clover tidak akan diturunkan karena jobnya sebagai Alchemist.


Alchemist tidak bisa melakukan apapun selain membuat Potion dan membantu dari belakang.


Lynx bersenjatakan pedang, Ovyx bersenjatakan tombak, Asvi hanya memakai kepalan tangannya, LoghSeveria memakai cambuk panjang, dan Zynga memakai pisau.


Zynga merupakan satu-satunya Assassin diantara seluruh anggota Guild Sevens dan ia sudah mengambil Grand Jobnya, yaitu Grand Assassin.


“Zynga, kau akan aku simpan sampai Atra mundur dari pertandingan. Kau akan menggantikan Atra sebagai penyerang cepat kita.” Ujar Slitherio sambil meletakkan kertas peraturan di atas meja.


“Naze, kau akan maju sampai pertandingan terakhir babak penyisihan, yang akan menggantikanmu adalah LoghSeveria.” Slitherio lalu menatap LoghSeveria.


“Aku akan digantikan oleh Whu saat pertandingan semifinal nanti.” Ujar Slitherio lalu menatap Whu yang langsung mengangguk saat ditatap oleh Slitherio.


“Clarey akan bertarung sampai akhir pertandingan babak penyisihan sebelum digantikan oleh June.” Slitherio menatap Clarey dan June bergantian.


“Lalu aku?” Geisha bertanya sambil menunjuk dirinya sendiri.


“Kau sendiri adalah orang yang kumaksud akan digantikan oleh Riana.” Jawab Slitherio sambil tersenyum lebar.


“Aku?” Ovyx menunjuk dirinya sendiri.


“Sebagai Blue Spear, kau tidak akan digantikan oleh siapapun kecuali oleh Li seorang.” Jawab Slitherio santai.


Baru Ovyx akan melakukan protes, Slitherio melanjutkan, “Diantara kita berenam belas, hanya kau yang memiliki stamina diluar pikiran kita semua.”


“Tapi jika kau ingin ganti, maka Li akan menggantikanmu dan aku batalkan rencana aku akan menyimpan Li sampai final nanti.” Lanjut Slitherio mengakhiri penjelasannya. Ovyx menunduk dan mengangguk.

__ADS_1


“Ada protes lagi?” tanya Slitherio.


Semua orang menggeleng. Li yang selalu berada di depan orang-orang ramai sudah terbiasa dengan seruan orang-orang, tetapi ia tidak tau apakah teman-temannya memiliki sikap yang sama dengannya.


Ini tidaklah menyangkut tentang kuat atau tidaknya guild mereka, tetapi tentang berani tidaknya mereka menampilkan kekuatan hebat mereka di hadapan orang banyak.


“Baik, apa ada diantara kalian yang gugup atau masih tidak terlalu siap dengan pertandingan dia hari lagi?” Li memecah gelengan orang-orang dan bertanya.


Semua orang mengangkat tangannya, menandakan kalau mereka semua mengalami hal yang disebut dengan gugup.


“Eh?!” Li tersedak kata-katanya sendiri. Ia menenangkan dirinya lalu berkata, “Baiklah, aku punya trik untuk mengatasi gugup ini...”


***


Dua hari kemudian...


Syacht Stadium kondisinya amat ramai, baik itu para penonton ataupun para peserta.


Yang menarik perhatian pemain disana adalah sekelompok pemain dimana semua orangnya memakai topeng dan jubah. Di topeng mereka ada ukiran lingkaran yang bentuknya rapi dengan garis yang membentuk rangka bintang.


Penampilan mereka bisa dibilang paling aneh diantara yang lainnya. Sekelompok pemain itu bukan lain adalah Guild Sevens.


Slitherio selaku ketua Guild Sevens menyerahkan kertas pendaftaran yang sebelumnya ia dapatkan setelah mendaftarkan Guild Sevens untuk mengikuti event War Guild.


“Silahkan masuk lewat sini...” pemain yang mengurus penerimaan kembali kertas pendaftaran menunjuk pintu di sebelahnya dan meminta keenam belas pemain itu masuk lewat sana.


Semua peserta masuk melalui pintu sisi kiri petugas dan penonton masuk ke sisi kanannya.


Untuk setiap guild sudah disediakan satu ruangan yang terbilang besar di bawah tanah yang dapat digunakan untuk berdiskusi sejenak sebelum memulai pertandingan.


Karena hari masih pagi, bisa dibilang guild peserta yang baru datang masih sedikit dan diluar yang terlihat hanya para penonton dan beberapa guild peserta yang mungkin berbincang dengan temannya.


Guild Profesional diwakili oleh ketua Guild mereka sendiri dan mungkin beberapa wakil ketua Guildnya.


Sebut saja Guild Reister yang diwakili oleh Sean bersama dengan tiga wakil ketuanya, Guild Darkness yang juga diwakili oleh Luvian dengan lima wakil ketuanya, dan Guild Profesional lainnya.


Menurut pemain yang tadi menerima kertas pendaftaran, pertandingan pembuka akan dilaksanakan pada pukul sepuluh pagi waktu Midvast, yang artinya masih tersisa sekitar satu jam lagi.


Sambil menunggu, mereka akhirnya memutuskan untuk berdiam di ruangan yang sudah disediakan oleh panitia untuk mereka.


***


Satu jam kemudian...


Whu, Atra, Lynx, Zynga, LoghSeveria, Ovyx, dan FastStone tertidur dengan pulas, sedangkan Slitherio, Li, Clover, Naze, dan Asvi  masih berusaha mempertahankan kesadarannya meskipun akhirnya menyerah lalu tertidur.


Geisha, Riana, Clarey, Renne, dan June berbincang dengan ramainya, tetapi keramaian para perempuan ini tetap tidak mampu mempertahankam kesadaran para laki-laki di hadapan mereka.

__ADS_1


“Guild Sevens!” suara orang memanggil dari luar tidak mampu menembus keramaian yang dibuat oleh para perempuan, setidaknya sampai Geisha yang memiliki insting yang menyetarai Naze menyadari kedatangan seseorang.


“Kalian sudah dipanggil ke arena...” ucap orang itu lalu berlari lagi menuju arena.


“Ke arena? Lalu mereka kita apakan?” Renne mendekat lalu menanyai Geisha.


“Ajak saja...” jawab Geisha santai.


“Tenang saja, aku sudah bangun...” Naze yang pertama membuka matanya, “Aku akan membawa Phoenix, kera, dan serigala ini ke arena...” Naze meraih jubah Slitherio, Whu, dan Atra bersamaan lalu berlari keluar sambil menyeret ketiganya.


“Li dan Clover kita apakan?” tanya June. Ia berdiri lalu mendekati dua orang yang tadi ia tanyakan.


“Astaga, kita seret saja mereka semua ke arena...” Geisha meraih sedikit pakaian LoghSeveria, Lynx, dan Asvi lalu berlari menyusul Naze.


Clarey, Renne, June, dan Riana menatap Naze bersama Geisha dengan tatapan aneh. Tetapi mereka menggelengkan kepalanya bersamaan lalu menyeret siapapun yang ada di dekat mereka.


Aksi Naze, Geisha, Riana, Clarey, Renne, dan June menyeret teman-temannya menarik perhatian para penonton saat mereka sampai di arena.


Slitherio dan Whu yang paling pertama bangun. Mereka masih mengantuk dan mereka terbangun saat merasakan tubuh mereka terseret di atas tanah.


“Halo...” Slitherio dan Whu melambaikan tangan mereka dengan lunglai. 


Yang lainnya lalu terbangun melambaikan tangannya. Naze yang berdiri mendapat sebuah pertanyaan dari Geisha.


“Apa tujuan kita melakukan hal seperti tadi?” tanya Geisha.


“Tidak ada alasan khusus...” Naze tersenyum lebar.


“Baiklah, karena Guild terakhir yang kami panggil sampai, dengan ini kami umumkan bahwa Event War Guild resmi dimulai!” 


Tepat ketika pembawa acara menyelesaikan ucapannya, suasana stadium seketika menjadi ramai, baik itu seruan menyemangati Guild idola mereka ataupun sekedar teriak agar terdengar ramai saja.


Catatan Penulis:


Sekarang saya lagi kejar target 60.000 kata dalam sebulan.


Setelah memperhitungkan dalam-dalam, akhirnya saya membuat satu keputusan penting sejak awal bulan.


Sejak tanggal 1 Juli, Remaist Online akan Update dua chapter dalam sehari dengan jumlah kata per chapter sebanyak 1.000 kata.


Awalnya saya ingin buat satu chapter dengan junlah kata 2.000, tetapi otak saya tidak mampu melewati batasan itu.


Dukung terus penulis dengan Like, komentar, vote, favorit, share, dan bila memungkinkan Tip (Tanda penulis miskin) :)


Sekian saja kata akhir hari ini, sampai jumpa di chapter selanjutnya.


Salam,

__ADS_1


Rio.


__ADS_2