Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
24. Kediaman FolkChase


__ADS_3

Slitherio dan yang lainnya terus melompati ranting-ranting pohon selama seharian penuh. Ketika mereka melihat peta, mereka telah sampai di sebuah desa yang berada tidak jauh dari Ibukota Sky Empire.


“Menurut perkiraanku, jika kita melanjutkan perjalanan nanti pagi, ada kemungkinan sekitar siang kita akan sampai di Everest Mountain.” Ujar Slitherio sambil mereka menuju penginapan.


Mereka berniat beristirahat sedikit sebelum melanjutkan perjalanan saat matahari belum terbit sepenuhnya.


Slitherio mendapat posisi tempat Magic Cube sebelum dicuri dari Whu yang mendapat pencerahan dari jiwa Shounnya.


Everest Mountain adalah pegunungan panjang yang hampir membelah Sky Empire menjadi dua jika saja ujung dari masing-masing pegunungan itu menyentuh perbatasan Sky Empire.


Dikatakan bahwa Everest Mountain adalah tempat tinggal dari salah satu mantan jenderal tertinggi Heaven Empire, Heaven Dragon FolkChase.


Mereka beristirahat sambil memakan makanan yang tadi mereka pesan di restoran yang buka 24 jam.


Slitherio selesai paling pertama disusul Whu dan terakhir Atra menyelesaikan makanannya. Mereka berniat duduk dahulu saat Magic Cube mengeluarkan reaksi tidak biasa.


Magic Cube mengeluarkan sebuah cahaya yang mengarah pada suatu arah yang mereka ketahui adalah letak Everest Mountain.


Dengan cepat, mereka bertiga melesat meninggalkan restoran tanpa ada yang tau mereka belum membayar pesanan mereka tadi.


Mereka terus melesat menuju arah yang dituju sampai matahari terbit dari timur. Sinarnya yang terang tidak mengurangi kecepatan mereka.


Mereka melesat cepat, bahkan sampai melewati sebuah kota kecil dan melompati atap bangunan-bangunan itu sambil tatapan mereka terus kearah cahaya Magic Cube dituju.


Dengan cepat, mereka akhirnya sampai di Everest Mountain. Tetapi bukannya meredup malah cahaya Magic Cube bertambah terang seolah saat itu adalah saat terakhir ia bersinar.


Slitherio berjalan pelan karena cahaya itu mulai meredup secara perlahan dan akhirnya menghilang ketika mereka sampai di depan sebuah gerbang tak berpintu.

__ADS_1


“Siapa yang tinggal disini?” Atra bergerak ke belakang Slitherio ketika ia merasakan aura tidak enak terpancar dari bangunan itu.


“Kurasa, inilah tempat tinggal Senior FolkChase.” Slitherio menarik kesimpulan ketika melihat ukiran naga yang terdapat pada bangunan gerbang tersebut.


Mereka masuk dan disuguhkan pemandangan yang sangat indah Di mata mereka bertiga.


Terdapat sebuah meja dengan satu kaki dikelilingi oleh kolam kecil. Ada sebuah bangunan yang menutupi meja itu.


Pilar-pilar yang membentuk bangunan itu berukirkan naga dan ditutup oleh sebuah lempengan beton yang sangat kokoh.


Dibelakangnya trdapat sebuah rumah yang mirip dengan rumah khas China. Pintu rumah itu tertutup rapat seolah tidak ada orang disana.


Pohon-pohon menghiasi sekitar dari tempat itu dan mengisi bagian yang kosong. Slitherio maju dan melihat ke arah rumah yang masih tertutup rapat.


“Sudahlah, letakkan saja disana...” Atra mendorong Slitherio menyuruhnya lebih cepat.


Cahaya keunguan menyebar dengan cepat menuju perbatasan Sky Empire, sebuah cahaya yang mirip seperti yang menuntun Slitherio dan rekannya mengembalikkan Magic Cube memancar ke atas jauh sekali ke atas hingga akhirnya cahaya itu meredup dan menghilang digantikan sesosok pria paruh baya berdiri memandang Slitherio dan lainnya sambil tersenyum hangat.


“Halo penyelamatku...” sapa pria itu dengan senyum hangat menghiasi wajahnya yang masih terlihat sedikit tampan meskipun termakan usia.


Disaat tubuh pria itu selesai terbentuk, sebuah jendela informasi muncul dihadapan Slitherio dan rekannya serta seluruh pemain Remaist Online yang tersambung.


[Magic Cube telah dikembalikan ke Sky Empire oleh Slitherio, Whu, dan Atra dengan melalui perjalanan panjang yang penuh pertarungan dan cerita sederhana.


Dengan dikembalikannya Magic Cube ke tempat asalnya, maka berakhirlah Chapter 01: Magic Cube dan berlanjut ke Chapter 02: Attack


Batas level naik menjadi level 300!]

__ADS_1


Jendela informasi tersebut muncul dan menghebohkan seluruh Midvast.


Beberapa orang menyadari akan terjadi seperti ini, sebagian lagi memilih melanjutkan perburuannya menaikkan level, sedangkan yang lain heboh karena tak sampai sebulan kabar Remaister pertama muncul malah Chapter 02 diselesaikan olehnya juga bahkan bersama teman Remaisternya.


***


Ketika kehebohan terjadi di seluruh Midvast, di Ibukota Sky Empire yang bernama Syacht kondisinya cukup tenang dengan adanya penguasa yang sangat kuat yang bernama Serioza.


Di masa mudanya dahulu ia berkelana hampir ke seluruh penjuru Midvast dan dikenal sebagai Pendekar Palu Biru.


Kini ia menduduki tahta setelah berjuang habis-habisan saat sang ayah meninggal karena sakit keras. Ia berjuang mendapatkan dukungan dari rakyat yang meragukannya akan kemampuannya memimpin sebuah kekaisaran terbesar kedua di Midvast.


Meskipun memiliki kekuatan yang sangat besar, tidak membuatnya memilki kemampuan memimpin yang baik. Ia memilih belajar bersama Chassie, Royal Mage sekaligus penasihat utama Sky Empire.


Beberapa bulan kemudian barulah ia mulai diakui oleh rakyatnya sendiri. Tak lama, Serioza dianggap sebagai penguasa terkuat diantara seluruh penguasa sebelumnya di Sky Empire sekaligus di seluruh Midvast.


Hari ini, ia mendapat laporan dari salah satu Captain 3-Star yang bertugas berjaga di perbatasan tenggara. Tak lama ada seorang Captain 2-Star yang berjaga di barat memberikan laporannya.


“Lapor yang mulia, di dekat perbatasan barat ada pasukan berjumlah besar sedang memantau Sky Empire.”


“Lapor yang mulia, kemarin ada tiga orang dengan kemampuan tinggi melesat melewati perbatasan tanpa lapor terlebih dahulu.”


Laporan itu berhasil membuat dahi Serioza mengerut, “Bagaimana dengan tim pencari Magic Cube? Apa ada kabar?”


Belum sempat sang pelapor berkata, secara tiba-tiba langit bersinar sangat terang, bedanya langit sedikit berwarna.


“Pertanyaan tadi, tidak usah kau jawab...” Serioza mengibaskan tangannya, meminta pelapor untuk meninggalkannya sendiri.

__ADS_1


Secara tiba-tiba, muncul lagi seorang prajurit dan memasuki ruangan dan berkata sambil berusaha mengatur napasnya, “Kita... Kita diserang!”


__ADS_2