
Slitherio melihat sebuah wajah sedang berdiri di antara kerumunan dan wajahnya seperti ingin mengatakan sesuatu.
Orang itu berbalik dan Slitherio memilih mengikutinya untuk mengetahui apa yang orang itu ingin katakan.
Orang itu berjalan masuk sebuah cafe dan Slitherio mengikutinya. Orang itu duduk dan Slitherio duduk di depannya.
“Apa yang ingin kau katakan, Vius?” Tanya Slitherio setelah orang itu duduk.
Vius memasang wajah terkejut, “Bagaimana kau tahu kalau aku ingin mengatakan sesuatu?”
Slitherio tersenyum tipis, “Aku hanya menebaknya...”
Orang itu adalah Vius, seorang pemain dengan job Soul Steal dan memiliki gelar sebagai One Punch. Gelar ini Vius dapatkan setelah ia berhasil mengalahkan 10 ekor Grey Bear dengan 1 pukulan untuk masing-masing beruang.
Tentunya tak ada yang mempercayai seorang pemain dapat memiliki kekuatan serangan sebegitu besarnya, tetapi sebuah video yang menjadi alasannya membuktikan segalanya dan tak bisa diragukan lagi.
Sebab itulah nama Vius muncul di posisi empat daftar Top Global dan mendapat gelar One Punch.
Ia bergabung dengan sebuah guild bernama Guild Lavaver dan hanya bergabung selama 5 hari saja. Ia mengaku tak menyukai bergabung dengan Guild karena ia tidak suka berburu dengan orang banyak. Menurutnya, hanya akan membuatku mengalami kelambatan naik level.
Setelah kabar ia keluar dari Guild Lavaver, ia menghilang seolah ditelan bumi dan tidak diketahui lagi kabarnya. Pihak IROO bahkan sampai hampir mengeluarkan nama Vius dari daftar Top Global, tetapi jendela informasi sekitar lima bulan lalu membuat IROO membatalkan rencananya itu.
Vius muncul dengan menyelesaikan 2 syarat menjadi dewa dan berhasil mengumpulkan Soul sebanyak 1.500 Soul lebih untuk salah satu skillnya, yaitu Fiery Blownya.
Vius muncul lagi dan kabar terbarunya ia berhasil mengumpulkan 5.000 Soul serta menyelesaikan 3 syarat menjadi dewa. 5.000 Soul itu baru setengah dari jumlah sesungguhnya untuk mampu menciptakan gelar One Punch yang sesungguhnya bagi Vius.
“Aku ingin menantangmu berduel...” Vius berkata sambil menunjukkan tangan kanannya yang memakai gauntlet besar berwarna hitam merah.
Gauntlet itu adalah salah satu dari 3 Equip yang dipakai oleh Vius, begitulah kabar yang didengar oleh semua orang.
3 Equip itu adalah Death Cloak, Fiery Gauntlet, dan Rapid Boots. Ketiganya termasuk Equip tingkat Heirloom.
“Apa kau yakin?” Slitherio menaikkan alisnya, tentu ia mengakui kalau Vius ini kuat, tapi tak ia sangka dia akan menantang pemain terkuat nomor dua sedunia.
“Apa kau takut?” Vius bertanya balik dengan senyuman lebar.
“Tidak, hanya saja tempat ini terlalu sempit untuk kita bertarung...” Slitherio berdiri lalu berjalan keluar, diikuti oleh Vius yang mengangkat alisnya.
“Apa-apaan dia itu? Apa dia meremehkanku?” gumam Vius sambil mengikuti Slitherio.
Perlu waktu sekitar sekitar tujuh menit hanya untuk keluar dari kota dan berjalan menuju sebuah lapangan luas yang berada di sebelah danau buatan Whu.
__ADS_1
Membicarakan tentang danau itu, Whu memilih memperbaikinya secukupnya dan merapikannya agar sedikit terlihat lebih baik.
Slitherio berhenti di tepi danau dan menatap Vius, “Disinilah kita akan berduel...”
“T-tunggu, apa kau yakin akan bertarung denganku?” Vius mengangkat kedua tangannya, tentu ia tak menyangka kalau tantangannya akan diterima oleh Slitherio.
“Memangnya kenapa? Apa kau membatalkan tantangan itu?” Slitherio mengerutkan dahinya.
“Bukan itu, maksudku adalah...” Vius menahan napasnya, “Apa kau yakin akan berduel melawan orang yang belum menyelesaikan 4 syarat menjadi dewa?!”
“Lho, bukankah kau menantangku? Itu artinya kau percaya dengan kekuatanmu...” Slitherio menunjuk Vius, “Dan karena kau memakai gauntlet saja, maka aku akan memakai gauntlet juga...”
Slitherio memakai gauntlet serta sepatu dan jubahnya lalu memasang posisi, “Ayo...”
Vius menghela napasnya, ia lalu membuat sebuah undangan duel untuk Slitherio.
[Dari: Vius
Tipe: PvP
Waktu: tak terbatas
Terima?]
Waktu jeda muncul sekitar tida detik sebelum duel dimulai. Waktu itu digunakan untuk keduanya mempersiapkan diri.
Saat waktu menunjukkan angka 0, keduanya melesat dan mengadu serangan masing-masing.
“Fiery Blow!”
“Flame Palm!”
Saat keduanya mengadu pukulan dan telapak tangan, gelombang debu tercipta dan menerbangkan tanah yang ada disekitar mereka.
Saat Vius melepaskan pukulannya, terlihat gauntletnya mengeluarkan api-api kecil dan Slitherio mengeluarkan skill andalannya kalau tidak memakai pedang.
Tangan Slitherio mengeluarkan api dan menahan Fiery Blownya Vius dengan kuat.
“Harus kuakui, baru kau seorang yang mampu menahan pukulan mautku ini...” Vius tersenyum lebar, ia lalu melompat ke belakang, “Gelar Flame Sword God bukanlah omong kosong belaka...”
“Kuucapkan terima kasih karena kau mengetahui gelarmu, tapi apa kau tahu kalau aku bukan hanya bisa mengayunkan pedang saja?” Slitherio tersenyum lebar.
__ADS_1
“Tentu, kejadian tadi membuktikan kalau kau mampu menggunakan serangan tanpa senjata meskipun kau masih harus mengandalkan skill.” Ujar Vius. Ia lalu melesat sambil bertanya, “Bagaimana kalau kita saling mengadu serangan tanpa skill?”
Slitherio tersenyum makin lebar lalu berseru, “Kenapa tidak!” ia lalu melesat dan menghampiri Vius kemudian memukul kepala Vius dengan kuat.
Vius menghindari pukulan Slitherio kemudian melepaskan satu pukulan kuat. Slitherio yang melihatnya segera menahannya dengan sebelah tangannya.
Pertukaran serangan tanpa skill terjadi dan harus keduanya akui kalau lawan mereka adalah orang yang amat tangguh.
Mereka memisahkan diri setelah puluhan kali mengadu pukulan dan menghindari serangan lawan.
Napas Vius sudah tidak teratur, sedangkan napas Slitherio masih teratur. Ini adalah perbedaan kekuatan mereka yang terbilang lumayan jauh.
“Kau... Berapa levelmu?” tanya Vius dengan nada tak terlalu keras.
“Level 520, masih rendah...” jawab Slitherio kemudian duduk di atas tanah, “Berapa levelmu?”
“Ti-tidak mungkin...” Vius memegang kepalanya, “Bagaimana mungkin ada seorang pemain yang mampu imbang melawanku yang merupakan pemain level 522?”
Vius akhirnya duduk kemudian berkata dengan nada terputus, “Aku menyerah...”
[Pemenangnya adalah Slitherio!]
Slitherio menghembuskan napas panjang, “Inikah perbedaan kekuatan antara pemain bergelar dengan pemain Profesional?”
“Seharusnya itu aku yang mengatakannya...” Vius mengatur napasnya, “Aku ini 2 level lebih tinggi darimu dan juga point STRku sudah melebihi 1.220, bagaimana mungkin aku bisa kalah?”
“Ditambah dengan Equip Heirloom, bagaimana mungkin aku bisa kalah?” Vius lalu menjatuhkan dirinya ke atas tanah lalu berbaring.
“STRku sejumlah 1.231...” Slitherio berkata sambil tertawa kecil, “Aku memiliki point STR lebih banyak darimu...” Slitherio lalu berdiri.
“Dan juga aku memakai gauntlet Legendary...” Slitherio lalu tertawa kecil.
“Ap-?” Vius berniat berteriak, tetapi Slitherio melesat dan menutup mulutnya.
“Diam...” Slitherio lalu menatap ke arah hutan, “Ada yang mendekat...”
“Uummhh?!” Vius berusaha berbicara, tetapi tangan Slitherio terasa keras.
“Diam sebentar...” Slitherio menekankan tangannya ke mulut Vius, membuat Vius akhirnya diam dan ikut menyimak.
“Apa kau yang bernama Slitherio? Flame Sword God?” seorang pria dengan pedang besar berwarna hitam di punggungnya berjalan mendekat sambil tersenyum lebar, “Seharusnya kau adalah One Punch Vius?”
__ADS_1
“Aku bukan Slitherio...” Slitherio melepas tangannya dari mulut Vius lalu berdiri, “Tapi orang-orang memanggilku Dewa Pedang Api...”