Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
81. Permintaan Duke Lavenia


__ADS_3

Slitherio menatap kediaman di hadapannya dengan sedikit terkagum-kagum, karena mansion ini besarnya kurang lebih sebesar Heaven Mansion.


“Silahkan...” Orang-orang itu mempersilahkan Slitherio dan yang lainnya untuk masuk dan mengikutinya.


Slitherio, Atra, Whu, Naze, dan Geisha dengan segera menarik perhatian semua orang yang ada disana, apa lagi Atra yang datang dengan memakai jubah dan topeng tercakar.


Kediaman itu menutupi bukit, dimana rumah utama diletakkan di puncak bukit dan dibuat besar. Di bawah rumah utama, dibuatlah beberapa bangunan yang Slitherio ketahui sebagai tempat tinggal para pelayannya.


Saat dalam perjalanan kemari, banyak ladang yang terhampar sepanjang perjalanan. Si pemandu mengatakan kalau ladang itu adalah ladang bahan makanan untuk seluruh penghuni kediaman itu.


Rumah utama dikelilingi oleh kebun bunga yang semakin mempercantik rumah utama yang terbilang sangat mewah itu.


Si pemandu mengetuk pintu kemudian masuk. Slitherio dan yang lainnya masuk mengikuti pemandu mereka itu.


Sekali lagi, mereka terkagum-kagum dengan interior rumah utama itu. Berbagai lukisan diletakkan di dinding-dinding. Beberapa pojok ruangan diisi dengan guci-guci antik.


Si pemandu berjalan menaiki tangga yang ada dihadapannya. Slitherio mengikutinya dari belakang.


Atra, Whu, Naze, dan Geisha berniat ikut tetapi Slitherio berkata, “Diam saja disini, biar aku yang mendengar permintaannya...”


Whu mengangguk kemudian mencari tempat duduk. Atra dan Naze mengikuti Whu kemudian mencari tempat duduk.


Geisha masih berdiri melihat Slitherio yang naik kemudian berbelok ke kanan dan menghilang bersama dengan pemandu mereka.


“Duduk saja...” panggil Atra sambil melambaikan tangannya.


Geisha menoleh kemudian mencari tempat duduk. Ia kemudian duduk di anak tangga paling bawah kemudian menatap tiga orang di depannya yang ikut menatapnya.


“Apa-apaan tatapan itu?” tanya Geisha.


“Bukankah kau sendiri yang menatap kami?” tanya Whu balik.


“Aku tidak sengaja...” Geisha langsung memalingkan wajah.


Naze menepuk dahinya, sedangkan Atra mengusap wajahnya. 


“Sepertinya kita akan berada dalam situasi seperti ini dalam waktu lama, bukan?” tanya Naze berusaha mencairkan suasana.


“Sepertinya...” gumam Whu sedikit keras.


Akhirnya mereka menunggu dalam diam.


***

__ADS_1


“Selamat datang, tuan 'Si Pedang Api’...” seorang pria kurus langsung menyambut Slitherio saat si pemandu berhenti di depan sebuah ruangan sebelum mengetukkan pintu dan membiarkan Slitherio masuk.


Pria kurus itu kemudian mengajak Slitherio masuk dan memintanya duduk. Ia kemudian memperkenalkan dirinya.


“Namaku adalah George Lavenia, gelarku saat ini adalah Duke. Dan bolehkah kutahu nama anda?” ujar Duke Lavenia kemudian meminta Slitherio memperkenalkan dirinya.


“Namaku adalah Slitherio. Lebih dari nama tidak akan kuberitahu.” Jawab Slitherio.


“Begitu ya...” Duke Lavenia mengangguk, ia kemudian berkata, “Ada sebuah alasan kenapa aku meminta anda kemari...” ia kemudian mengatakan permintaannya.


Duke Lavenia meminta tolong pada Slitherio untuk membantunya mencari sebuah batu yang bernama Crystal Magic Stone. Duke Lavenia berniat membuat sebuah Accessory berbentuk cincin.


“Cincin?” tanya Slitherio.


“Ketahuilah, keluarga Lavenia tidak pernah memiliki benda peninggalan yang hebat. Terakhir kalinya kami memiliki pusaka adalah sebuah pedang, tetapi pedang itu patah ketika salah satu komandan pasukan kami tewas saat mempertahankan kediaman ini dari serangan makhluk buas.” Ujar Duke Lavenia.


“Jadi, apa anda mau menerima permintaanku?” tanya Duke Lavenia.


Sebuah jendela informasi muncul di depan Slitherio dan ia pun membacanya.


[Quest: Permintaan Duke Lavenia *** (Hard)


Duke Lavenia ingin membuat sebuah cincin untuk generasi selanjutnya. Ia membutuhkan Crystal Magic Stone untuk dijadikan salah satu hiasan di cincin tersebut.


Crystal Magic Stone: 0/1


Reward : hubungan baik dengan Duke Lavenia+20, Charisma+100, dan 500 Gold]


“Baik, akan kuterima.” Jawab Slitherio setelah membaca jendela informasi itu.


[Quest diterima!]


“Tapi, dimana aku bisa mendapatkan Crystal Magic Stone ini?” tanya Slitherio.


“Di Oxyvian Labyrinth.” Jawab Duke Lavenia.


“Kami sudah melakukan riset berkali-kali di berbagai tempat dan mencarinya di segala penjuru tempat dengan bantuan banyak sekali pendeteksi batu mulia. Dari seluruh riset, kami hanya mampu menemukan batu itu dan letaknya ada di ruangan terakhir Oxyvian Labyrinth.” Jelas Duke Lavenia.


Slitherio mengerutkan dahinya. Nama Oxyvian Labyrinth memang terkenal karena memang tempat itu termasuk dalam daftar 'Ten Place Impossible Out’ dan labirin ini diletakkan di posisi nomor dua Dungeon tersulit.


“T-tentu saja, akan kami carikan...” Slitherio menjawab dengan gugup. Penaklukan Dungeon peringkat nomor tiga oleh Guild Reister saja hampir gagal, apalagi Dungeon tersulit peringkat kedua.


Berita tentang penaklukan Dungeon tingkat ketiga tersulit oleh Guild Reister memang menjadi berita utama minggu itu.

__ADS_1


Dalam penaklukan itu, sang ketua Guild Reister, Sean memimpin penaklukan itu langsung dan memimpin sebanyak lebih dari seratus anggota Guild Reister yang terbaik.


Dalam penaklukan itu, diantara seluruh pemain yang ikut serta dalam penaklukan itu, hanya Sean saja yang masih bertahan hidup. Sisanya tewas tak tersisa.


Andai saja saat itu Sean tidak mengeluarkan skill andalannya, mungkin saja Guild Reister akan gagal menaklukkan Dungeon itu dan nama baik Guild Reister akan tercoreng.


Dan sekarang, Slitherio diminta memasuki Oxyvian Labyrinth yang menduduki posisi Dungeon tersulit tingkat kedua. Apalagi bersama dengan empat temannya.


Bisa dibilang misi ini adalah misi bunuh diri.


“Tetapi aku tidak tau apa kita akan mampu menaklukkan...” gumaman Slitherio terhenti ketika satu pikiran melintas dipikirannya.


“Itu dia!” Slitherio berseru dan ia lupa ia sekarang sedang berada dimana.


“Ada apa?” tanya Duke Lavenia kebingungan.


“Ah, tidak ada...” jawab Slitherio cepat, “Jadi, kapan aku dapat melakukan permintaan ini?”


“Kapanpun dan kami bersedia menyediakan apapun yang anda butuhkan.” Jawab Duke Lavenia.


“Baiklah, aku akan kembali ke teman-temanku dan menyampaikan semuanya. Waktu melaksanakan misi akan aku kabari nanti.” Ujar Slitherio kemudian memberi hormatnya dan berjalan keluar.


Setelah Slitherio keluar, Duke Lavenia tersenyum lebar, “Tuan, permintaan tuan akan dikabulkan oleh target anda sendiri...”


Duke Lavenia tertawa kecil, ia merasa sedikit senang dapat melaksanakan permintaan dari petinggi ajarannya.


***


“Apa?! Oxyvian Labyrinth?!” teman-teman Slitherio semua terkejut saat Slitherio menjelaskan permintaan Duke Lavenia.


“Apa-apaan itu Duke Lavenia? Meminta kita pergi ke Dungeon tingkat kedua tersulit.” Gerutu Naze dengan keras. Ia menolak permintaan itu.


“Apa kau yakin? Rewardnya sekitar 500 Gold.” Ujar Slitherio.


“Meski dengan 500 Gold apa mampu mengembalikan level kita yang hilang saat melakukan misi itu?” Atra juga menentang misi itu. Setidaknya dua orang dari lima orang disana sudah menolak misi itu.


Whu dan Geisha masih tidak menunjukkan akan menerima atau tidak. Mereka masih berpikir.


“Aku akan menerimanya.” Ujar Whu.


“Aku juga.” Ujar Geisha setelah selesai berpikir, “Aku yakin dengan kemampuan kita, jika Guild Reister saja bisa, kenapa kita tidak bisa?”


Pertanyaan Geisha berhasil membuat Atra dan Naze terdiam seribu bahasa.

__ADS_1


__ADS_2