Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
201. Perpustakaan II


__ADS_3

Slitherio meninggalkan Atra, FastStone, dan Li lalu berjalan menuju tempat Atra biasanya duduk membaca buku.


Di ruangan itu ada sebuah meja berukuran lumayan besar yang kira-kira bisa menampung sekitar sepuluh orang diletakkan disana. Alasan Vin adalah untuk pembaca yang ingin duduk santai membaca buku. 


Meja-meja seperti ini banyak ada di luar ruangan itu. Alasannya juga sama. Perancang perpustakaan ini bukan lain adalah Vesta yang mengaku suka membaca dan sesekali ia juga mampir kesini hanya untuk membaca buku yang sudah puluhan kali ia baca ulang.


Slitherio duduk di hadapan Geisha dan Clarey lalu membaca buku itu dalam diam. Memang kebiasannya untuk membaca dalam diam.


Li dan FastStone sudah kembali dan ikut bergabung dengan Slitherio, sedangkan Atra berjalan menuju kamarnya dan tak lama terdengarlah sebuah keributan.


“Aarggh, kalian apakan kamarku ini?!” teriak Atra dari kamarnya.


Slitherio hanya menepuk dahinya saat mendengar suara cekikikan Sean dan Naze dari kamar Atra disusul suara sesuatu yang jatuh.


“Bisakah kalian meminta teman kalian itu untuk diam?” tiba-tiba saja Vin sudah berdiri di dekat Slitherio dan meletakkan kedua tangannya di pinggangnya.


“Ehehe, lupakan saja mereka. Mereka memang suka ribut begini saat di Midvast, apalagi saat di perpustakaan...” Slitherio menggaruk kepalanya sambil tersenyum canggung, ia tidak menyangka kalau Sean dan Naze bisa memiliki sifat usil seperti itu.


“Kalau nanti malam kalian ribut lagi, kutendang kalian dari sini saat itu juga...” Vin menunjuk Slitherio lalu berbalik pergi.


Setelah Vin pergi, Slitherio menghela napasnya. Meskipun Vin mendapat tugas menjaga perpustakaan, kekuatannya tidak main-main. Yaitu sekitar 50 kekuatan Spirit, begitulah Zein berkata sekitar lebih dari seminggu lalu.


Slitherio memilih membuka buku yang tadi ia ambil lalu membacanya.


Flame Man Vile adalah sebuah skill dimana penggunanya bisa membuat dirinya diselimuti api dan seluruh atributnya akan meningkat dalam jangka waktu tertentu.


Skill ini adalah pengembangan dari salah satu Original Skill Soul Remaist, yaitu Flame Man Vile. Namanya sama, tetapi atribut yang ditingkatkan berbeda dan jumlahnya juga berbeda.


Original Skill Soul Remaist milik Slitherio terdiri dari dua skill, yaitu Great Holy Phoenix Mode dan Flame Man Vile. 


Great Holy Phoenix Mode berguna untuk berubah menjadi Phoenix besar seutuhnya dan meningkatkan atribut Kecepatan serta kekuatan. 

__ADS_1


Flame Man Vile membuat penggunanya berubah menjadi seorang manusia api dan meningkatkan kecepatan, kekuatan, dan semua atribut. Dengan kata lain, ini adalah skill Buff terkuat yang pernah ada di Remaist Online.


Slitherio sendiri mendapatkan skill in saat ia berhasil menjadi Remaister pertama.


Membicarakan tentang Remaister, tidak ada lagi pemain yang berhasil mendapatkan Soul Remaist. Tidak ada satupun. Yang artinya, hanya akan ada lima Remaister saja di Midvast.


Seluruh Beast Remaist tinggal di Midvast dan seharusnya mereka cukup berbeda penampilannya ataupun pancaran kekuatannya. Tetapi kenapa tidak ada pemain generasi pertama dan generasi baru yang berhasil menemukan salah satu Beast Remaist?


Slitherio tak habis pikir dengan hak itu semua. Bagaimana jika seandainya Chapter terakhir itu benar-benar akan muncul dan jika saat itu tiba, bukankah kekuatan Midvast masih kurang?


Meski dengan bantuan pemain generasi awal yang berhasil menyetarai dewa dan delapan diantaranya berhasil menjadi dewa sesungguhnya, siapa tahu kalau Neil Young memiliki rencana terhadap Chapter terakhir ini.


“Hei, apa kalian mendengar tentang kabar sosok yang konon katanya memiliki kekuatan menyetarai Slitherio yang berani menghancurkan beberapa kota kecil?” tanya Clarey setelah hampir setengah jam mereka duduk dalam diam. Clarey sempat memutuskan sambungan sebentar dan ia mendapat berita itu dari forum Guild Sevens.


“Berita itu, ya?” Slitherio mengelus dagunya, tetapi ia tidak memalingkan wajahnya dari buku, “Apa dia berani datang saat kita kembali kesana?”


“Entahlah, tetapi jangan bilang kau ingin duel dengannya?” FastStone menatap Slitherio.


“Sudahlah...” Geisha mengayunkan tangannya lalu berjalan meninggalkan Slitherio yang tersenyum lebar, diikuti oleh Clarey.


FastStone dan Li hanya menghela napas panjang lalu melanjutkan kegiatan mereka membaca buku.


Slitherio hanya tersenyum lalu melanjutkan membaca buku yang ia ambil.


***


Slitherio memegang pedang berwarna hitam yang dulu diberikan oleh Atra sebelum ia menjadi Remaister dan memiliki pedang Legendary.


Di hadapannya berdiri FastStone yang memegang pedang yang bilahnya berwarna perak dan gagangnya yang diselimuti kulit berwarna coklat.


Hari ini keduanya akan berduel, adu pedang tanpa skill. Tentu saja tanpa skill karena jika mereka sampai melepaskan skill, pedang mereka akan langsung hancur tak tersisa karena besarnya kekuatan skill yang keduanya miliki.

__ADS_1


Keduanya sudah meminta izin pada Vin dan Vin mengizinkan dengan alasan jangan sampai merusak rumput-rumput halaman perpustakaan.


Slitherio dan FastStone hanya menghela napas mereka, mana bisa berduel tanpa membuat rumput-rumput ini kusut. Tetapi keduanya setuju dengan syarat Vin.


Karena mereka akan duel di halaman perpustakaan dan kebetulan hari itu perpustakaan ramai, mereka dengan cepat menjadi pusat perhatian.


Slitherio berniat duel dengan FastStone dan Sean bergantian. Alasannya untuk menguji pelajaran pedang dari Zein.


Alasan FastStone dan Sean menerima duel ini karena mereka juga ingin menguji kemampuan mereka pada ahli pedang terbaik di Midvast dulu.


Salah satu dari Slitherio dan FastStone akan berduel lagi dengan Sean. Begitulah aturan kedua yang mereka sepakati setelah aturan tanpa memakai skill saat duel.


“Apa kau yakin ingin melawanku?” tanya Slitherio pada FastStone. Yang ditanyai hanya terkekeh kecil.


“Kenapa takut? Aku yakin akan kekuatanku dan aku yakin juga kalau aku pasti bisa mengalahkanmu...” FastStone menghunuskan pedangnya, “Maafkan aku karena menghunuskan pedangku pada ketua Guildku...”


Tepat setelah FastStone mengatakan itu, ia langsung melesat dan menyerang Slitherio dari atas.


Slitherio mengangkat pedangnya dan menahannya dengan pedang di tangan kanannya. Gelombang angin tercipta dari pertukaran serangan itu. Keduanya memisahkan diri lalu menjauh.


“Heh...” Slitherio mengeratkan genggamannya pada pedangnya lalu melesat menyerang FastStone.


Duel seperti ini biasa dan kedua pemain tidak akan kehilangan HP jika langsung bertarung seperti ini. 


Lain ceritanya kalau keduanya bertarung dengan undangan dari salah satu pemain. Bisa saja kalau HP mereka bisa berkurang.


FastStone menahan serangan itu dan menyerang dada Slitherio yang terlihat terbuka setelah Slitherio melompat menjauh. Tetapi refleks Slitherio jauh lebih cepat.


Slitherio mendarat dulu barulah melompat ke atas. Tentunya FastStone tidak mengira kalau Slitherio akan mengambil langkah seperti itu. Ia lalu melompat mundur.


Slitherio turun dengan cepat lalu melesat menghampiri FastStone dengan ceoat laku mengayunkan pedangnya dari kiri ke kanan lalu dari kanan ke kiri bawah dengan cepat.

__ADS_1


FastStone bisa menahan semua serangan itu, tetapi ia lupa kalau Slitherio bisa melakukan serangan balasan hanya dalam waktu yang sulit dipahami.


__ADS_2