
Slitherio menggaruk kepalanya lalu bertanya, “Ada pertanyaan?”
Semua orang menggeleng. Slitherio mengangguk lalu berkata, “Kalau tidak ada, pertemuan akan aku akhiri...”
Slitherio berdiri lalu duduk lagi. Yang lainnya mengikuti gerakan Slitherio dan kembali duduk.
“Hei, pertemuannya sudah selesai, kalian boleh keluar...” Slitherio menatap dengan tatapan kebingungan.
“Jika aku mengatakan ingin bersantai disini, bagaimana?” Riana bertanya sambil tersenyum lebar.
LoghSeveria, Asvi, Ovyx, Lynx, Clarey, Renne, June, dan Whu mengangguk tanda menyetujui pertanyaan Riana.
“Sudahlah...” Slitherio mengayunkan tangannya lalu meletakkan kedua tangannya di belakang kepalanya dan bersandar.
Hari ini, sudah banyak hal yang terjadi disana. Mulai dari para penggemarnya yang mencari fotonya, wawancara, sampai pertemuan mereka yang sederhana.
Slitherio memejamkan matanya lalu membukanya kembali, ia melihat beberapa anggota guildnya keluar dan menyisakan Geisha, Tsuyoshi, LoghSeveria, dengan Riana saja.
“Baik, aku tahu kalau kalian memiliki pertanyaan, tetapi tidak mempertanyakannya saat pertemuan. Jadi, apa pertanyaan kalian?” Slitherio membuka pembicaraan.
“Begini, apa kau bisa memberi alasan kenapa kau sangat ingin Guild Sevens mengikuti perburuan ini?” tanya Riana.
“Sudah kukatakan sebelumnya, aku ingin beberapa anggota guild yang perkembangannya sedikit tertinggal ikut pergi ke Gate of Beast Hell untuk meningkatkan kemampuan mereka. Tetapi ada alasan lain...” Slitherio mengelus dagunya.
“Menyebarkan nama Guild Sevens? Mudah sekali...” LoghSeveria menepuk dahinya, pikiran ketuanya hari ini amat mudah ditebak.
“Itu juga menjadi alasanku ingin mengikuti perburuan ini, selanjutnya adalah untuk membuat sebuah hubungan diantara beberapa Guild Profesional.” Slitherio berkata sambil tersenyum tipis. Tentu ia tidak mengetahui apakah alasannya yang satu ini akan berhasil atau tidak.
“Mencari relasi diantara Guild Profesional?” tanya Riana, “Kau sudah berduel melawan Kaisar Naga Sean, siapa tahu ia mulai berpikir untuk menjadikanmu sebagai kawan dibandingkan lawan...”
Pikiran Riana ada benarnya juga, batin Slitherio. Perburuan ke Gate of Beast Hell diusulkan oleh Sean dari Guild Reister dan disetujui oleh Luvian dari Guild Darkness dengan WhiteFang dari Guild Archero.
Luvian lalu mengusulkan agar beberapa Guild Profesional lainnya mengikuti perburuan ini. Dari sepuluh Guild Profesional, hanya lima Guild Profesional sajalah yang menyetujui perburuan ini, termasuk Guild Reister, Guild Darkness, dan Guild Archero.
Satu Guild Profesional yang baru, yaitu Guild Sevens masih belum diketahui keputusan mereka apa, tetapi Luvian amat mengharapkan bantuan dari Guild Sevens.
Dengan begitu, jika Guild Sevens menyetujui usulan itu dan ikut perburuan di Gate of Beast Hell, maka akan ada enam Guild Profesional yang ikut pada perburuan ini.
__ADS_1
Slitherio hanya perlu mengirim seseorang dari Guildnya untuk melaporkan pada Guild Reister kalau Guildnya menyetujui perburuan itu dan akan bersiap kapanpun mereka dibutuhkan.
Tetapi, karena diantara 18 anggota Guild Sevens, hanya Slitherio dan Lynx saja yang memiliki kemampuan bernegosiasi. Sisanya mengaku tidak bisa.
“Nah, apa kalian sudah memahami maksud dari pertemuan yang aku buat kali ini?” tanya Slitherio yang dijawab dengan anggukan.
“Artinya, yang akan pergi ke markas utama Guild Reister adalah kau?” Geisha menyimpulkan, “Dan kami hanya perlu menunggu, kapan perburuan ini dilaksanakan, begitu?”
Slitherio mengangguk lalu mengalihkan pandangannya ke LoghSeveria, “Apa kau tahu dimana lokasi markas utama Guild Reister?”
LoghSeveria mengangguk lalu berkata, “Ada di Kota Verys, Wilayah Netral.”
Di Remaist Online, ada satu kawasan yang tidak menjadi kekuasaan suatu kerajaan atau kekaisaran. Kawasan itu disebut sebagai Wilayah Netral.
Wilayah Netral di Midvast sudah semakin sedikit, Kota Hostix, Kota Merchania, dan Altar of King adalah salah satu dari Wilayah Netral ini.
“Dan juga, aku memiliki sebuah hadiah untuk Geisha...” Slitherio lalu mengeluarkan sebuah benda yang bentuknya seperti kotak, tetapi di dalamnya ada seekor singa kecil yang sedang tertidur.
Warna tubuh singa itu putih, dengan sayap kecil yang berwarna emas di sisi kana dan kirinya. Di ruangan itu, tidak ada yang mengetahui tentang makhluk itu. Hanya Whu, Slitherio, dan Asheuin saja yang mengetahui nama makhluk itu.
Saat Oxyvian Labyrinth berhasil ditaklukan, Gold Winged Lion berubah menjadi kecil dan masuk ke Inventorynya langsung dan terlupakan.
“Makhluk apa ini?” tanya Geisha. Ia merasa seperti pernah melihat Gold Winged Lion.
“Dia ini monster yang menyelamatkanmu saat di Oxyvian Labyrinth.” Slitherio memecahkan kotak itu dan Gold Winged Lion keluar kemudian duduk di depan Slitherio, “Dia akan kujadikan sebagai kartu as Guild Sevens.”
Tsuyoshi mengangkat tangannya, “Apa ketua ingin meninggalkannya disini?”
“Panggil aku Slitherio saja dan jangan panggil aku ketua!” Slitherio berseru sambil menunjuk Tsuyoshi, “Aku akan pergi dan makhluk ini, jika dia sudah mencapai Level Max, dia memiliki kekuatan yang melebihiku...”
Slitherio berdiri lalu bertanya, “Apa disini ada Door Everywhere?”
“Seharusnya ada dan sudah jadi...” LoghSeveria berkata sambil berdiri dan berjalan keluar, “Ikut aku...”
Slitherio berjalan dan meninggalkan Tsuyoshi, Geisha, dan Riana dengan Gold Winged Lion yang menatap mereka semua dengan penasaran.
***
__ADS_1
Markas Guild Reister ada di tengah-tengah Kota Verys dan berbentuk seperti gedung bertingkat. Mungkin tempat inilah yang menjadi bangunan tertinggi di kota itu.
Slitherio berjalan dengan pakaian biasa yang ia beli di sekitar tempat itu dan menyamar. Ia berusaha untuk menyembunyikan identitasnya karena identitasnya kini sebagai pemain terkuat nomor tiga, bukan lagi Top Global nomor satu.
Identitasnya yang sekarang amat mengerikan, siapapun yang melihatnya pasti akan terdiam untuk waktu yang lama karena gelarnya yang terlihat menakutkan, yaitu Sword Emperor atau Kaisar Pedang.
Slitherio menggelengkan kepalanya dan berjalan mendekati markas utama. Langkahnya terhenti ketika dua pemain dengan Jirah sederhana menghalanginya dan bertanya, “Ada perlu apa anda kemari?”
“Aku ingin bertemu dengan Ketua Sean...” Slitherio langsung masuk ke intinya dan tidak ingin berbasa-basi dulu.
“Ada undangannya?” penjaga itu bertanya lagi.
“Itu...” Slitherio tidak ada pilihan selain mengeluarkannya, Flame Phoenix Sword dan Darkness Fire Sword.
“Bohong, kau pasti mencuri dari Flame Sword Emperor...” penjaga itu menunjuk Slitherio dan kedua pedangnya.
“Eh, sudah diubah ya?” Slitherio bergumam.
“Kau pasti tidak tau...” penjaga itu berkata dengan nada mengejek, “Sword Emperor Slitherio gelarnya diubah menjadi Flame Sword Emperor karena kehebatan pedang apinya yang tak ada yang mampu melawannya...”
Slitherio menghela napasnya lalu memakai Flame Phoenix Gauntlet yang ia simpan di balik jubah biasanya itu.
“Bagaimana? Apa aku masih dituduh mencuri dari Flame Sword Emperor Slitherio?” Slitherio tersenyum lebar.
Bisa memiliki tiga Equip khas Slitherio, orang ini tidak bisa diremehkan, batin penjaga itu sambil melihat Slitherio yang sedang menatap sekelilingnya.
“Oh, ada satu lagi...” Slitherio mengeluarkan medali yang diberikan oleh Neil kemarin.
“Hormat pada Ketua Slitherio!” kedua penjaga itu langsung berlutut dan memberi hormat mereka pada Slitherio.
“Aduh, jangan begitu. Angkat kepala kalian...” Slitherio menyentuh kedua pundak penjaga itu, ia merasakan getaran yang amat hebat di pundak keduanya.
“Mana berani kami mengangkat kepala kami setelah menyinggung anda!” kedua penjaga itu berkata dengan bersamaan.
Slitherio menepuk dahinya, bingung dengan situasi yang baru saja ia timbulkan.
Disaat berada pada kebingungan, seorang pria dengan jirah lengkap dan sebuah pedang berwarna putih berukirkan naga keemasan tersarung di pinggangnya datang menyambut Slitherio.
__ADS_1