Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
91. Persiapan Guild


__ADS_3

Ryan melepas V-Gearnya dan menatap keluar. Hari masih siang dan jam menunjukkan pukul setengah tiga sore.


Ryan berjalan keluar dari kamarnya dan menuju kulkasnya. Kulkasnya hanya berisi bahan makanan beku yang Ryan simpan untuk beberapa minggu.


Ryan mengambil sayuran beku dan memasaknya untuk diri sendiri. Entah mau enak atau tidak, yang paling penting adalah Ryan kenyang.


Ryan memasaknya sedikit dan memakannya langsung tanpa nasi. Sejak ia berlatih bersama Zon, ia sudah tidak pernah membeli beras untuk dimasak menjadi nasi.


Terakhir ia memasak nasi hanya untuk teman-temannya saat pertemuan di rumahnya. 


Ryan menyelesaikan makanannya kemudian membersihkan semua alat makannya beserta alat memasaknya dan memilih memeriksa forum.


Forum sekarang hanya membicarakan tentang penaklukan Oxyvian Labyrinth olehnya dan kabar tentang Remaister kelima.


Masih banyak yang tidak mempercayai kabar tentang penaklukan Oxyvian Labyrinth oleh Slitherio bersama teman-temannya, tetapi bukti di jendela informasi telah menjelaskan semuanya.


Salah satu dari Five Guardian bahkan mengirimkan undangan untuk memasuki Guildnya. Ia adalah Sean, sang Gold King. Gelarnya sudah diperbarui oleh IROO sejak penaklukan Dungeon tersulit ketiga oleh Guild Reister.


Ryan tidak mempedulikan undangan itu dan menghapusnya. Yang paling penting sekarang adalah caranya untuk membuktikan bahwa keluarga Lavenia adalah bangsawan pengkhianat yang dimaksud dalam Chapter 04: Deicever Nobleman.


“Artinya, jika Lavenia benar-benar keluarga pengkhianat yang dimaksud, maka seharusnya keluarga itu sudah membunuhku sejak dulu dan aku pasti sudah menghancurkan kediamannya.” Ryan mengelus dagunya.


“Tetapi kenapa Lavenia malah memintaku untuk melakukan sesuatu?” gumam Ryan sambil menatap laptop miliknya.


“Apa mungkin...” satu pemikiran sudah melintas di pikiran Ryan, tetapi Ryan tidak ingin mengakuinya.


“... Cincin itu digunakan untuk membantu Hell Empire?” Ryan kembali berpikir keras.


“Tidak, tidak ada bukti kuat untuk mendukung hal itu.” Ryan menggeleng dan menyandarkan punggungnya ke tempat duduknya.


“Tetapi aku tidak tau fungsi dari Crystal Magic Stone itu...” Ryan berpikir. Tetapi pikirannya sedang kacau karena dirinya yang mulai jarang tidur.


“Sudahlah...” Ryan kemudian memejamkan matanya dan tertidur dengan posisi duduk.


***


Ryan membuka matanya dengan sedikit enggan. Ia sudah tertidur selama enam jam dan sekarang sudah pukul setengah sembilan malam. Terlihat malas sekali, tetapi ia sangat membutuhkan istirahat setelah mengalami kejadian seperti itu.


Ryan membersihkan dirinya dan menyiapkan makan malam untuk dirinya sendiri. Setelah jadi, Ryan memakannya dengan perlahan karena rasanya yang sedikit asin.


Selesai makan, Ryan menutup semua pintu di rumahnya dan masuk ke kamarnya lalu mengunci pintu kamarnya.


Ryan meraih V-Gearnya kemudian bersiap mengenakannya di kepalanya, tetapi satu pesan muncul di ponsel miliknya.


Ryan yang penasaran meletakkan kembali V-Gearnya dan mengambil ponselnya kemudian membaca pesan yang baru masuk.


“Apa kita jadi membentuk Guild?” tanya Leo.


“Tentu saja!” sahut Fredy dengan tambahan tanda seru di belakang jawabannya.

__ADS_1


“Kalau jadi, biar aku yang mengurus pembentukan Guild yang sebesar 1 Platinum.” Ujar Hendra kemudian mengetik lagi.


“Serahkan semua nama karakter kalian di Remaist Online.” Ujar Hendra yang kemudian dibalas pertama oleh Ryan.


“Aku Slitherio dan Rio Naze.”


“Aku Asvi.” Selanjutnya adalah Leo.


“Zynga.” Justin kemudian menjawab.


“Lynx. “ Agus menjawab setelahnya Justin.


“Ovyx.“ Fredy menjawab setelah menyimak selama beberapa menit.


“Baiklah, bersama denganku semua anggota Guild masih tujuh orang.” Hendra berkata. Ia kemudian mengetik lagi.


“Ryan, siapa nama dua temanmu itu yang akan bergabung dengan kita?” tanya Hendra.


“Whu dan Atra.” Jawab Ryan. Ia kemudian tersenyum lebar.


“Atra dan Whu?!” Agus bertanya dengan menambahkan tanda tanya dan seru di belakang kalimatnya.


“Mereka Top Global nomor sepuluh dan nomor enam sekarang.” Jelas Justin. Ia kemudian mengetik lagi.


“Artinya baru sembilan orang saja? Yang benar saja!” Justin berkata.


“Tenang saja, aku akan mencari lagi.” Ryan menjawab dengan tenang. Ia kemudian mematikan ponselnya dan langsung tersambung.


***


Slitherio berdiri kemudian bertanya, “Apa kalian ingin masuk guild?” 


“Apa kau membicarakan tentang Guild yang akan dibentuk oleh Squad N5S?” tanya Naze. Tentu saja ia tau karena ia sendiri yang mengajukan hal itu.


“Squad N5S akan membentuk Guild?” tanya Whu. Ia adalah salah satu dari penggemar berat Squad N5S.


“Tentu saja dan aku adalah mantan kapten Squad N5S...” sahut Slitherio sambil membusungkan dadanya bangga.


“Oh, pantas tidak asing...” Atra jongkok kemudian menggambar lingkaran dengan cakarnya.


“Rencananya adalah aku akan mengajak kalian bertiga masuk ke Guild yang akan kami buat.” Slitherio berkata sambil menatap sekelilingnya.


“Bergabung?” Tanya Atra dan Whu bersamaan. Sementara Geisha sudah menangkap maksud dari Slitherio.


“Oh, jadi itu alasan gerbang rumahmu waktu itu terbuka sedikit?” tanya Geisha. Ia kemudian berpikir keras sebelum berkata, “Aku akan bergabung bersama tiga temanku.”


Atra berdiri kemudian menatap Slitherio, “Aku akan bergabung...”


Whu berpikir sebelum menjawab, “Aku akan memikirkannya nanti setelah Chapter 04 diselesaikan.”

__ADS_1


“Sebenarnya ada alasan kenapa aku mengajak kalian bergabung dalam Guild yang akan kami buat...” Slitherio kemudian menjelaskan tentang Event yang akan diadakan setelah Chapter 04 diselesaikan.


“Event War Guild?” tanya Whu. Ia jelas mengetahuinya karena itu adalah salah satu rencana dari Neil Young, selaku pencipta permainan Remaist Online ini.


“Benar. Dan aku akan menjadi ketua Guild tersebut.” Slitherio berkata sambil menggenggam pedangnya.


“Yang penting adalah siapa saja tiga orang temanmu itu?” Atra segera memahami penjelasan Slitherio dan bertanya sambil menunjuk Geisha, “Jika mereka hanya beban maka aku tidak mengizinkannya.”


“Clarey, Renne, dan June. Mereka adalah ketiga temanku yang akan aku buat mereka masuk guild itu.” Sahut Geisha.


Mata Atra melebar, tangannya masih menunjuk Geisha. Ia mengetahui ketiga nama itu karena mereka adalah para pemain hebat yang berada di posisi tengah Top Global.


“Apa Li akan kita ajak? Siapa tau dia akan direkomendasikan menjadi Top Global.” Usul Naze. Ia jelas kasihan saat melihat nasib Li yang hebat tetapi tidak diakui.


“Tentu akan kita ajak.” Slitherio tersenyum.


“Kau?! Kau lagi?!” seorang wanita datang sambil menunjuk mereka semua yang sedang berdiskusi.


“Oh, Remaister kelima? Kukira siapa...” Slitherio menoleh dan menatap wanita itu. Dia adalah Riana.


“Aha, kita ajak saja sialan ini masuk Guild, bagaimana?” Whu mengusulkan sambil menunjuk Riana.


“Guild apa? Aku tidak mau.” Riana berdiri tegak kemudian memalingkan wajahnya. 


Riana kembali menatap Slitherio kemudian berkata, “Aku kembali lagi dengan kekuatan yang lebih besar... Hadapi aku!”


Riana mengeluarkan senjatanya yang berupa kipas berwarna hitam putih, “Aku memiliki jiwa Nightmare Peacock yang memperkuat seluruh skill milikku.”


Slitherio mengangkat bahunya kemudian berkata, “Aku akan menghadapimu, tetapi dengan satu syarat...”


“Jika kau kalah, maka kau harus masuk Guild yang akan kami buat.” Lanjut Slitherio yang dibalas dengan ucapan oleh Riana.


“Dan jika kau kalah, maka aku tidak akan menyetujui syaratmu tadi dan menghabisimu di tempat.” Ujar Riana sambil menyeringai.


“Tidak adil!” Atra berniat maju, tetapi ditahan oleh Naze, “Biarkan mereka yang mengurus semuanya...” ujar Naze.


“Hadapi aku dengan semua kemampuanmu...” Riana memasang posisi kemudian melesat. Sebagai Nightmare Peacock yang juga terkenal akan kecepatannya, Riana menjadi memiliki kecepatan yang amat tinggi.


Tetapi ia telah memilih lawan yang salah. Slitherio juga memiliki Soul Remaist yang juga menekankan pada kecepatan tinggi, ditambah dengan skill Wind Step membuat kecepatan Slitherio menjadi bertambah tinggi.


Mereka melesat sambil menyerang satu sama lain, mengadu pedang dengan kipas yang terbuat dari besi.


“Fly Fan Technique: Twin Element Fan!” Riana melompat mundur kemudian membuat kipasnya mengeluarkan cahaya putih dan hitam.


“Weapon Skill: Red Sword...” pedang Slitherio kemudian berubah menjadi merah dan diselimuti sedikit api.


“Flame Sword Technique: Flame Wave!”


“Fly Fan Technique: Black White Wave!”

__ADS_1


Riana mengeluarkan gelombang hitam putih yang langsung melesat menuju Slitherio yang ikut melepaskan gelombang api yang sangat besar. Kedua gelombang itu bertabrakan dan menciptakan ledakan yang amat dahsyat.


Semua orang tidak mampu melihat apa yang terjadi di dalam ledakan itu sampai pada akhirnya sebuah seruan menyadarkan mereka bahwa keduanya masih belum mati.


__ADS_2