
Acara selesai tepat pukul 00.00 waktu Midvast. Seluruh tamu undangan telah kembali ke kediaman mereka masing-masing, termasuk Zaburo dan Trestio. Juga Sean, Luvian, dan Gorzsha yang kembali ke markas
Slitherio, Atra, dan Whu berjalan ke gang yang sepi dan sempit. Slitherio berniat menanyakan sesuatu pada Whu.
“Whu, apa kau akan ikut kami melanjutkan perjalanan?” Tanya Slitherio.
Whu menggelengkan kepalanya, “Aku ingin berpetualang seorang diri lagi...” Whu mengangkat kepalanya, “Tapi aku pasti akan kembali jika kalian meminta.”
Slitherio tersenyum mendengar jawaban itu, “Tentu saja. Sesekali aku akan mengabarkan kondisi kami padamu.”
Whu tersenyum menatap Slitherio, “Terima kasih telah memberiku hidup ini. Aku tidak akan melupakan kejadian ini.”
Selesai berkata demikian, Whu berbalik dan pergi meninggalkan mereka untuk menuju dunia yang lebih luas.
Slitherio menoleh pada Atra dan bertanya, “Apa kau akan melakukan hal yang sama dengan yang Whu lakukan?”
Belum Atra menjawab seruan terdengar dari jauh, “Slitherio, Atra, aku belum mendaftarkan kalian menjadi temanku!” seruan itu adalah milik Whu. Ia berbalik dan bertemu dengan Slitherio bersama Atra.
“Ah, benar...” Slitherio mengirimkan permintaan pertemanan pada Whu.
[Selamat, kau telah berteman dengan Whu]
Whu mengirimkan permintaan pertemanan pada Atra dan Atra menerimanya.
“Ya sudah, sampai jumpa.” Whu berjalan menjauh.
Setelah Whu tidak terlihat Atra menjawab pertanyaan Slitherio, “Aku akan terus berpetualang bersamamu. Selama aku masih bernapas di Midvast, aku akan selalu menemanimu menghadapi dunia.”
Slitherio merasa terharu saat mendengar jawaban Atra, “Baiklah...”
Atra tersenyum padanya sebelum ia memutuskan sambungan.
“Hm, aku memiliki teman baru lagi...” Slitherio menatap langit sambil tersenyum lebar. Ia kemudian memutuskan sambungan.
***
Ryan melepaskan V-Gearnya. Ia melihat ke jam dan jam menunjukkan pukul 14.45. Hari ternyata masih siang.
Ryan meninggalkan kamarnya dan melihat ke dalam kulkas, “Kosong?”
Isi kulkas Ryan hanyalah sebotol air yang belum dibuka, beberapa kotak yang isinya sayur beku, dan beberapa daging beku.
“Mana mungkin aku hanya meminum air saja?” Ryan kembali ke kamarnya, berniat mengambil jaket dan memakai celana panjang untuk pergi menuju minimarket dekat rumahnya.
Setelah memakai jaket dan topinya, ia meraih kunci rumah dan mengunci rumahnya agar aman selama ia keluar. Ia juga berniat untuk berolahraga sedikit.
Ryan berjalan dengan santai melewati beberapa rumah tetangganya. Sesekali ia juga menyapa beberapa tetangganya yang ia temui.
__ADS_1
Letak minimarket tersebut tidaklah jauh dengan rumah Ryan dan minimarket itu juga bersebelahan dengan toko elektronik.
Kini, toko elektronik tersebut sepi dan hanya ada beberapa orang yang terlihat sedang menonton sebuah siaran dari salah satu televisi yang memang disediakan untuk ditonton bersama.
“Sepertinya ada siaran yang menarik...” Ryan berjalan mendekati toko itu dan menonton siaran televisi tersebut.
Siaran itu memberitakan tentang IROO yang merilis daftar seratus pemain terkuat saat ini. IROO merilis daftar itu.
Ada beberapa video yang diputar untuk mengiringi pemberitaan yang disiarkan. Salah satu dari video itu menampilkan tiga orang yang bertarung melawan Orc yang kurus bersama seorang pria berjirah biru.
Tak lama, seorang pria yang membawa pedang berwarna putih ikut menyerang Orc itu. Beberapa saat kemudian, seorang pria melesat dari jauh untuk membantu orang-orang itu sambil membawa sebilah pisau.
Pria yang tadi membawa pisau memasukkan pisaunya dan mengeluarkan sabit yang amat besar. Ia kemudian berseru, “Sambutlah, Schyte of Dark Star Light!”
Mata Ryan membuka lebar, “Itu... Luvian? Dan pastinya pemuda berjubah merah itu adalah aku?” Ryan menutup matanya, ketika ia membuka matanya, ia melihat sebuah daftar.
Top Global:
Flame King - Slitherio - Flame Knight - No Guild
Vile Hunter - Leon - Berserker - No Guild
Ilusition King - BlackDream - Ilusition Master - Guild Reozsya
One Punch - Vius - Soul Steal - Guild Lavaver
Long Eyebrow Mask - Whu - Staffmaster - No Guild
Brave Ranger - Geisha - Ranger - No Guild
Dragon Hero - JadeRed - Dragon Knight - Guild Reister
Holy Light - Riea - Priestess - Guild Hydro
Clawed Mask - Atra - Mechanic Claw - No Guild
Mata Ryan kembali melebar, “Apa? Namaku paling atas lagi?!” Ingin rasanya ia berlari ke markas utama IROO dan menanyai mereka kenapa namanya bisa ada paling atas.
“Nama Remaister pertama memang terkenal di kalangan pemain, bukan karena identitasnya sebagai mantan MVP Player saat World Tournament PaM S3, tetapi karena ia mencapai kekuatannya saat ini kurang dari sebulan.”
“Memang pantas dirinya berdiri di urutan paling atas daftar itu...”
Bisikan tentang dirinya terdengar masih terdengar di telinganya, membuat gatal saja, batin Ryan kesal. Setelah sepuluh orang pertama terlihat, siaran itu memberikan sebuah website yang bisa digunakan untuk melihat keseluruhan nama pemain yang termasuk dalam Top Global sekaligus informasi lainnya. Banyak orang yang memotret bagian itu. Slitherio memotret website itu untuk dikirimkan pada Rio, siapa tau ia juga termasuk di dalam daftar itu.
Berita selanjutnya adalah daftar lima Guild terkuat. Tiga dari ketua guild tersebut membantu Slitherio saat melawan Wagata.
Berikut daftarnya.
__ADS_1
Five Guild:
#1. Guild Reister - Sean
#2. Guild Darkness - Luvian
#3. Guild Archero - WhiteFang
#4. Guild Reozsya – Gorzsha
#5. Guild Thiefer – Alex
Ryan tersenyum sendiri melihat empat nama yang tertera paling atas. Tetapi ia merasa agak asing dengan ketua Guild Thiefer.
“Ah, mungkin memang aku tidak pernah mendengarnya...” Ryan tersenyum tipis.
Kelima ketua Guild itu juga memang sudah terkenal sebelum daftar ini dikeluarkan.
Five Guardian:
#1. Sean – Gold Dragon
#2. Luvian – Dark Schyte
#3. WhiteFang – White Archer
#4. Gorzsha – Blue Defense
#5. Alex – Black Fast
Kerumunan orang semakin berkurang saat siaran itu berakhir. Hanya menyisakan Ryan dan seorang perempuan yang mengenakan kacamata sedang menatap ponselnya.
“Ayolah, lebih cepat...” wanita itu menggigit bibirnya, sedikit tidak sabaran terhadap ponselnya, “Coba saja aku tadi bangun lebih awal pastinya aku tidak akan ketinggalan seperti ini...” gumam wanita itu.
Ryan mendengar gumaman itu tetapi ia tidak mempedulikannya, toh juga perempuan itu tidak menganggapnya ada.
Mereka berdiri dalam diam, masih pada urusannya masing-masing. Ryan menonton televisi yang masih menyiarkan beberapa berita yang menarik, salah satunya tentang informasi pemain yang terkenal lainnya. Ryan merasa ia sudah melewatkan sesuatu yang besar lainnya selama ini sehingga ia memilih menyimak berita itu.
“Hm, jika mereka dibiarkan berkembang mungkin mereka akan melewatiku nanti...” pikir Ryan sambil tersenyum tipis.
Siaran telah berganti ke siaran politik, Ryan tidak terlalu menyukai politik sehingga ia memilih pergi membeli barang yang ia inginkan.
Ketika ia ingin melanjutkan kegiatannya, perempuan yang disampingnya berseru kegirangan, “Ada namaku!”
Sontak saja Ryan menoleh pada perempuan itu dan tatapan mereka bertemu. Seolah waktu terhenti, Ryan sedikit terpana pada kecantikan perempuan itu. Kecantikannya mengingatkan Ryan pada seseorang.
“Ryan?” tanya perempuan itu.
__ADS_1
Ryan merasa dirinya tidak mengenal perempuan itu akhirnya bertanya, “Apa kau mengenalku?”
Bonus Chapter : 3/10