
“Tak kusangka kita bisa kembali hidup-hidup...” Alex menghirup udara segar di luar gerbang tepat setelah mereka keluar dari Gate of Beast Hell dengan portal.
“Hmm...” Zero mengangguk.
Hari sudah menuju sore saat mereka keluar dari Gate of Beast Hell dengan sisa anggota kurang dari seperempatnya jumlah awal pasukan penakluk Gate of Beast Hell.
Satu hal yang masih berada di pikiran semua orang, kenapa hanya Guild Sevens saja yang tidak mengalami kehilangan anggota? Sedangkan mereka yang sudah lebih dulu membangun kekuatan bahkan dianggap tidak memiliki kekuatan oleh Mide.
“Aku yakin kalian pasti memikirkan hal yang tadi itu...” Slitherio menatap Sean yang memasang wajah serius seperti sembilan Ketua Guild Profesional lainnya.
“Apa?” Qiun, Alex, Carey, Sean, Gorzsha, dan Luvian menatap Slitherio bersamaan. Zero, Kurei, Fei, dan WhiteFang hanya menepuk dahi mereka.
“Penasaran boleh saja...” Slitherio mengelus dagunya pelan sambil menyeringai lebar, “Tapi aku tidak yakin alasan ini dapat membuat kalian mempercayai asal kekuatan para anggotaku...”
Slitherio lalu mengatakan hal yang membuat para anggotanya menjadi kuat.
“Kau pasti bercanda...” Qiun menarik cambuknya, jelas kalau ia tidak percaya dengan ucapan Slitherio.
“Bohong...” Alex menatap Slitherio tajam, membuat Slitherio menaikkan alisnya.
Slitherio berkata, sebuah Guild Profesional ataupun Guild One-Star setidaknya harus memiliki satu wilayah kekuasaan untuk meningkatkan level ataupun kemampuan para anggotanya.
Lalu setiap seminggu sekali, Slitherio mengajak beberapa anggotanya berburu ke Dungeon tingkat Hard dan tidak membuat party.
Kalau sedang berburu bersama pun Guild Sevens tidak akan membuat party. Karena menurut Slitherio pribadi yang sudah sering berburu party ataupun sendiri, terkadang berburu sendiri dapat memberikan EXP yang banyak dan uang yang juga banyak.
“Dia berkata yang sebenarnya...” Clarey menepuk pundak Slitherio pelan, “Setidaknya itulah yang kami rasakan selama bersama Slitherio...”
“Berkatnya, aku bisa mendapatkan kekuatan yang sejak dulu kuinginkan...” Naze mengepalkan tangannya erat. WhiteFang langsung menatap Naze dengan tatapan bersalah.
Mungkin WhiteFang merasa bertanggung jawab atas keluarnya Naze dari Guild Archero, sampai sekarang.
“Sepertinya kita bisa mencoba cara Flame Sword Emperor...” Kurei mengelus dagunya.
“Satu lagi, fokuslah untuk mengembangkan kekuatan anggota dan carilah anggota yang kuat...” ujar Slitherio sebelum kembali menggunakan Door Everywhere yang sebelumnya ada disana.
“Hah, pada akhirnya banyak juga yang berhasil melewati kita, bukan?” Zero menatap Door Everywhere yang tertutup setelah dimasuki oleh Slitherio dan para anggotanya. Vue juga ikut karena memang hanya Slitherio seorang yang mampu melepaskan Flame Seal yang ada di tubuhnya.
__ADS_1
Semua orang yang tersisa disana menatap Zero, menatapnya dengan tatapan bertanya.
***
Pembangunan Kota Hostix memang sudah selesai. Tetapi para petinggi Guild Sevens masih ingin mengembangkan kota itu lebih jauh lagi.
Contah seperti hari ini. Whu berniat membuat sungai dari White Lotus Lake menuju ke hutan di sekitar Kota Hostix lalu membuat sebuah danau di dekat Kota Hostix.
“Apa kau yakin ingin membuatnya?” Zynga menemani Whu bersiap.
“Tentu saja, apa kau pernah melihatku tidak yakin?” Whu menatap Zynga dengan senyuman lebar.
“Pernah, saat kau menahan para penggemar Slitherio yang menggila kira-kira sebulan lebih lalu...” Zynga berpikir sebelum menatap Whu.
“Tetap saja, apa kau yakin akan membuat sungai dengan tongkat emasmu itu dari Wilayah Netral antara Land Empire dengan Midvast Utara?” Li datang dengan tatapan bingung.
“Hehehe, kalian akan melihat kemampuan seseorang yang akan dipanggil dengan sebutan Staff God!” Whu mengangkat Golden Staffnya tinggi-tinggi lalu berlari keluar kota.
Ia melesat dengan kecepatan tinggi sampai pada akhirnya dia berhenti di depan sebuah danau yang airnya berwarna biru cerah.
“Maafkan aku yang akan melakukan tindakan bodoh dengan tongkat saktimu, oh Shoun yang terhormat dan hebat...” Whu memberikan hormatnya pada danau di depannya.
Whu masuk ke tepi danau kemudian memutar Golden Staff di sekeliling tubuhnya lalu mengarahkannya ke Utara dengan menempelkan ujung tongkatnya ke tepian danau.
“Clones Technique: Endless Staff!” Whu berseru lalu tongkatnya memanjang terus, menembus tanah dan membuat cekungan selebar tongkatnya.
Golden Staff akan terus memanjang sampai membentur tembok ataupun penghalang, setidaknya itulah yang dibaca oleh Whu di deskripsi skill ini. Whu ingin mencobanya dengan penghalang berupa manusia.
Sebelumnya, Whu sudah berdiskusi dengan Tsuyoshi, Atra, Sen, dan Dee. Keempatnya setuju dan akan mencoba menghentikan tongkat Whu yang akan memanjang tanpa batas.
Atra bersiap di lokasi Whu akan membuat danau, yaitu di dekat gerbang masuk kota dan disana akan dibuat lubang oleh Whu untuk menampung air dari White Lotus Lake.
Atra melihat sebuah debu dari dalam hutan dan ia lalu berseru, “Sen, bersiap!”
Sen meletakkan tangannya di depan jalur tongkat itu dan ketika keduanya berbenturan, Sen langsung melangkah mundur.
Jelas terlihat kalau Sen sedang berusaha menahan tongkat itu dengan segala kekuatannya.
__ADS_1
Atra mendekat dan menggunakan Super Remaist lalu membantu Sen menahan tongkat itu.
Meski memakai Super Remaist, tetap saja tongkat itu berusaha maju. Dengan sedikit kekuatannya, Atra berseru pada Dee, “Dee, kemari!”
Dee menarik tongkatnya dan menahan laju tongkat Whu dengan ujung tongkatnya juga.
Dua Equip Legendary saling beradu dan tampak bahwa Golden Staff lebih kuat dibanding tongkat hijau milik Dee.
Tsuyoshi tak ada pilihan selain membantu Dee dengan katananya yang langsung retak ketika berbenturan dengan Golden Staffnya Whu.
Tsuyoshi menyarungkan pedangnya lalu berkata pada Li yang kebetulan ikut dengan mereka untuk melihat proses membuat danau oleh Whu, “Katakan pada wakil ketua Whu, jalurnya sudah jadi dan ia hanya perlu kembali untuk membuat lubangnya...”
Li mengangguk lalu mengirim pesan pada Whu yang menjawabnya dengan lama.
“Tenang saja, aku akan kesana!” balas Whu.
Tak lama, Golden Staff berkurang panjangnya sampai pada akhirnya Golden Staff menghilang dari pandangan mereka.
“Tak kusangka kekuatan tongkat sakti milik Whu bisa menghancurkan tanah sampai seperti itu.
“Oh, ada pesan lagi dari Whu...” Li membacakan isi pesan Whu, “Nanti akan ada air mengalir di jalur yang sudah kubuat. Hentikan air itu bagaimanapun caranya sampai aku datang...”
Atra, Sen, Dee, dan Tsuyoshi membuka mulut mereka. Dengan apa mereka akan menghentikan aliran air itu?
Tapi yang ditunggu mereka tidak datang, yaitu airnya. Malah Whu sendiri datang sambil menggunakan tongkatnya untuk menahan aliran air beberapa saat kemudian, sekitar lima belas menit kemudian.
“Siapapun, tahan air ini! Aku akan membuat lubang bersama Dee!” Whu berseru sambil menatap semua orang yang sedang berpikir keras.
Tsuyoshi membuka matanya yang tadi terpejam lalu melesat sambil menarik katananya dan menebas salah satu pohon yang ada di sekitarnya dengan Katananya.
Tsuyoshi menyarungkan katananya lalu mengangkat pohon itu dengan susah payah. Sen berlari dan membantu Tsuyoshi kemudian meletakkan pohon itu sampai menghentikan laju air.
Whu menarik tongkatnya lalu membuat sepuluh clon dan berseru, “Dee, bantu aku!”
Tanpa basa-basi, Dee menarik tongkatnya dan mulai memukuli tanah bersama Whu dengan sepuluh clonnya.
Lubang besar terbentuk setelah keduanya memukuli tanah selama hampir setengah jam dan ketika Atra dengan Tsuyoshi mengangkat pohon itu, aliran air yang deras masuk ke lubang itu dan perlahan mengisinya dengan air berwarna biru cerah.
__ADS_1
Tanpa ada yang mengetahui, air di White Lotus Lake mulai berkurang.