
Markas utama IROO di Amerika Serikat...
Malam itu, adalah hari dimana SuperSoft Corporation mengadakan ulang tahun Remaist Online yang ke pertama.
Hari itu juga, beberapa petinggi IROO dan beberapa pemain profesional di Amerika Serikat. Sebut saja Luvian, JadeRed, dan Carey.
Perayaan terasa meriah karena memang sudah berlalu sekitar satu tahun sejak Remaist Online diluncurkan dan ada lebih dari 20.000.000 pemain di seluruh dunia yang bermain Remaist Online.
20.000.000 pemain ini tidak hanya diturunkan di Benua Midvast, tetapi juga di empat benua besar lainnya.
Sudah hampir enam bulan berlalu sejak Chapter 07 dimulai dan sebulan berlalu sejak Chapter 08 dimulai.
Yang menyelesaikan Chapter 07 tentunya adalah Flame Sword Emperor Slitherio yang menemukan lokasi Hell Empire yang berada di Death Valley, di selatan Sahara Desert.
Dengan bantuan Endless Clone King Whu, Black White Witch Riana, Silver Wolf Atra, Vile Knight FastStone, dan anggota Guild Sevens lainnya yang berhasil membuat gelarnya di Midvast, mereka semua berhasil menemukan lokasi Hell Empire.
Selama enam bulan ini, ada empat pemain yang berhasil menyelesaikan empat syarat menjadi dewa, yaitu Sean, Slitherio, Li, dan Lore. Bisa dibilang, keberhasilan Chapter 08 ini ditentukan oleh kemampuan empat orang ini.
Sekarang ini, hampir seluruh pemain angkatan pertama dan kedua berhasil mencapai level 400 sampai level 500. Kekuatan dan tekad para pemain ini memang patut diacungi jempol.
Meski hanya permainan, pemain-pemain ini mengingat sebuah kutipan dari Slitherio sebulan lalu, “Permainan ini mungkin mencerminkan keinginan kalian di dunia nyata yang tidak bisa kalian wujudkan. Hanya disinilah keinginan kalian bisa terwujud.”
“Aku yakin, keinginan kalian di dunia nyata mungkin ada yang sama denganku. Yaitu melihat kedamaian yang di dunia nyata tak ada yang bisa mewujudkannya.”
Ucapan Slitherio ini membuat seluruh pemain bertekad untuk mempertahankan kedamaian yang langka ini.
Perayaan itu berlangsung sampai tengah malam. Karena diadakan langsung di markas IROO, dua penyelenggaranya, Neil Young dan Alberto Aquilani memilih berdiam dahulu di markas itu sebelum pulang.
“Apa kau yakin ingin memberikan para pemain NPC yang super kuat dan diberi kemampuan berpikir? Ini seperti bukan NPC...” ujar Alberto di ruangan pribadinya.
“Aku tidak membuat NPC biasa, tetapi AI...” Neil Young menatap Alberto senang, “Aku memang membuat NPC, tetapi aku juga membuat NPC itu memiliki kemampuan berpikir yang amat hebat...”
“Mirip NPC dengan Super Account?” tanya Alberto. Neil Young mengangguk.
“Aku ingin melihat kemampuan para manusia sekarang, yang mampu melewati susahnya kehidupan di masa lampau...” Neil Young berkata sambil tersenyum lebar.
“Aku membuat Remaist Online karena ingin membuat impian semua orang di masa lampau, yaitu mencari tantangan langsung dengan tubuhnya sendiri.”
“Memang sulit untuk mempercayainya, tetapi akhirnya itu tercipta bukan?” tanya Neil. Alberto mengangguk.
“Aku penasaran, setelah enam bulan berlalu, apa rencana para pemain ini untuk menghadapi tantangan di depan?” gumam Alberto pelan.
***
Enam bulan berlalu dengan ketegangan dan kewaspadaan karena selalu dituntut untuk berjaga-jaga dari serangan mendadak Hell Empire.
__ADS_1
Mata-mata dari Guild Thiefer dan Guild Crimson terus melaporkan hal-hal yang biasa selama ini pada Sean.
Membicarakan tentang hal ini, 11 Ketua Guild Profesional beserta 3 penguasa terbesar di Midvast memilih membuat sebuah aliansi untuk mempertahankan benua ini.
Serioza, Trestio, dan Zaburo tanpa ragu langsung menyetujui permintaan itu serta sepakat menjadikan Sean sebagai ketua aliansi itu.
Sean yang mendapat beban berat seperti itu berpikir kalau kemampuannya masihlah kurang, jadi ia mulai mencari solusi agar kemampuanya meningkat pesat.
Untung saja, Expert Alchemist Clover mau melakukan permintaan Slitherio waktu itu dan membuat EXP Potion.
Siapa yang mengira kalau efek dari EXP Potion itu bisa amat hebat, mampu menaikkan level pemain sebanyak 5-7 level. Slitherio mengetahui kalau efek ini disebabkan oleh tingginya tingkat Skill Masterynya yang bisa dibilang melebihi rata-rata Alchemist lainnya.
Slitherio memerintahkan Clover untuk membuat sebanyak mungkin EXP Potion dan Slitherio yang menjualnya.
Ternyata Potion buatan Clover banyak dicari oleh pemain, apa lagi setelah Zero yang ikut membelinya menyebarkan kemampuan Potion itu.
Beberapa guild yang tidak mendapat Potion itu akhirnya mengirim Alchemist mereka untuk belajar pada Clover dan Clover langsung mengajarinya.
Dengan begitu, seluruh Alchemist yang sempat belajar pada Clover membuat Potion mereka sendiri dan mengedarkannya sesuai perintah Clover. Perintah Clover ini sebenarnya adalah perintah Slitherio juga.
Hari ini, adalah hari tepat setahunnya Remaist Online berjalan dan bisa dibilang Slitherio menikmati 10 bulannya di Midvast.
Dirinya berhasil menjadi salah satu dewa biasa setelah berhasil mengalahkan seekor monster yang levelnya amatlah tinggi dengan susah payah dan mencapai tingkat Master untuk setiap Masterynya.
Dia sekarang sudah berusia 26 tahun dan seharusnya ia menikmati kehidupannya di dunia nyata dengan aman, tetapi ia malah mengurus kedamaian di Midvast.
“Apa?” tanya Slitherio.
“Sejak kau menjadi dewa biasa, kau selalu menyendiri, bahkan Geisha pun kau lupakan...” Whu berkata sambil menatap Slitherio.
Whu juga berhasil menyelesaikan tiga syarat menjadi dewa, sebab itulah peringkatnya di pemain terkuat ada jauh di bawahnya.
Slitherio mengangkat Li menjadi wakil ketua kelima dan Li mendapatkan gelarnya sendiri di Midvast, yaitu Musician God.
Membicarakan tentang pemain terkuat sedunia, daftar Top Global dan sebelas Ketua Guild Profesional digabung menjadi satu serta seluruh pemain di Midvast memiliki peringkatnya sendiri-sendiri.
“Hmm, itu hal biasa bukan?” Slitherio menatap Whu.
“Biasa? Aku malah kasihan pada Geisha yang kesepian...” Whu menggaruk kepalanya.
“Dia kesepian?” Slitherio bergumam, “Tinggalkan aku sendiri disini...”
Whu menepuk pundak Slitherio pelan kemudian meninggalkannya. Setelah Whu menghilang, Slitherio menoleh ke arah markas utama dan berseru, “Siapapun yang ada disana, silahkan kemari...”
Seorang pria muncul dan berdiri di hadapan Slitherio, “Bagaimana anda bisa tahu keberadaan saya?”
__ADS_1
Pria itu bukan lain adalah Vue BloodStream, salah satu dari lima petinggi Hell Empire yang ditangkap oleh Slitherio dan dibawa ke Kota Hostix enam bulan lalu.
“Apa tujuanmu kemari?” tanya Slitherio. Ia lalu mendekati Vue.
“Apa alasan anda menerima kami disini?” tanya Vue.
“Alasannya...” Slitherio berpikir sebentar, “Karena aku ingin membuat kota ini semakin ramai...”
Vue menepuk dahinya, tidak ia sangka alasannya sesederhana itu. Tetapi ucapan Slitherio selanjutnya membuat Vue menaikkan alisnya.
“Dan karena aku ingin menciptakan sebuah keragaman ras di kota ini, anggap saja sebagai sebuah sejarah jika seandainya benua ini hancur di kemudian hari...” secara tidak langsung, Slitherio mengatakan kalau ia tidak yakin dengan kekuatannya mempertahankan Midvast.
“Tak usah seperti itu, saya yakin anda pasti mampu mempertahankan Midvast ini...” Vue tersenyum lebar lalu memberi hormatnya sebelum berbalik dan kembali.
Slitherio tersenyum lalu menatap lagi ke suatu arah, “Siapapun yang diam disana, silahkan kemari...”
Seorang perempuan muncul dari balik pohon dan berlari menuju Slitherio. Saat ada dihadapan Slitherio, perempuan itu menatap Slitherio dengan senyuman lebar.
Perempuan itu adalah Geisha, seorang pemain yang dijuluki Brave Ranger Geisha dan berhasil menyelesaikan tiga syarat menjadi dewa.
Slitherio menatap Geisha dengan lembut, “Apa?”
Geisha menarik tangan Slitherio kemudian mengajaknya ke ujung tebing, sejak tadi Slitherio memang berdiri di Tebing Keabadian dan ia kini diajak ke ujungnya.
“Temani aku melihat laut...” pinta Geisha. Slitherio tersenyum tipis lalu mengangguk.
Mereka kemudian duduk di ujung tebing dan duduk dalam diam. Hari sudah malam dan sebuah fenomena alam yang disebut dengan Full Moon Curse terjadi malam itu.
“Kau melemah?” tanya Geisha. Ia mengingat kalau kemarin malam Slitherio terlihat amat kuat, tetapi hari ini ia melemah.
Slitherio tersenyum lalu berkata, “Tak apa, ini adalah takdirku karena memilih menjadi Remaister...”
Setelah mendengar itu, Geisha tersenyum lebar dan menyandarkan kepalanya di pundak Slitherio. Mereka biasa melakukannya saat malam hari di Midvast. Di dunia nyata tidak karena biasanya Rio akan menggagalkan momen itu.
Terkadang, di Midvast Naze juga sering tak sengaja menggagalkan momen itu.
“Ehem, aku akan kembali nanti...” Naze melambaikan tangannya kemudian berlari kembali meninggalkan kedua orang itu.
Momen itu berlangsung sampai larut malam dan akhirnya keduanya memutuskan untuk memutus sambungan mereka.
Skipnya kejauhan...
**Saya menggambarkan ucapan Neil Young diatas itu dengan situasi kita saat ini. Ucapan itu seperti doa saya agar seluruh manusia di dunia tidak menyerah dalam menghadapi situasi sekarang ini.
Mungkin terdengar aneh bagi seorang remaja mengatakan hal seperti itu, tetapi saya yakin kalau beberapa orang di dunia juga memiliki pikiran yang sama dengan saya.
__ADS_1
Sampai jumpa di chapter selanjutnya**.