Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
227. Pertempuran Heaven Empire IV


__ADS_3

Riana merasa menjadi orang tersial karena ia malah bertemu dengan salah satu dewa bawahan Benario, yaitu EarthSquare sendiri yang memiliki gelar Demon Sword God.


EarthSquare hanya melebarkan senyumannya saat bertemu dengan Riana, “Kita bertemu lagi, Nightmare Goddes Riana?”


“Memangnya kau kenal aku? Aku saja tidak kenal...” Riana mengenal EarthSquare karena dulu ia pernah duel dengannya.


“Baik-baik, kau boleh bertingkah seolah kau tidak mengenalku, tetapi ingatlah kalau kau akan mati di tanganku hari ini...” EarthSquare menyeringai.


“Kalau kau kalah lagi dariku, jangan pernah berpikir untuk menantang Slitherio lagi...” Riana tertawa geli. Sejak Slitherio bertemu dengan EarthSquare enam tahun lalu sampai saat ini, mereka berdua sudah berduel sebanyak lebih dari dua puluh kali.


“Tenang saja, aku pasti bisa mengalahkanmu lalu mengalahkan Flame Sword God Slitherio...” ujar EarthSquare lalu menarik pedang besarnya, “Lawan aku sekuat tenagamu!”


EarthSquare melesat dan menyerang Riana dengan cepat. Riana tersenyum dan berubah menjadi butiran cahaya berwarna hitam lalu menghilang sebelum ditebas oleh EarthSquare.


Skill yang tadi dipakai oleh Riana bernama Nightmare Step yang bisa membuat Riana melesat secepat kilat sebelum ditebas. Efeknya sendiri berbentuk butiran hitam sebelum pengguna melesat.


“Oi, apa yang kau lakukan?” ujar Riana sebelum mengayunkan kipasnya, “Fly Fan Technique: Black White Wave!”


Gelombang berwarna hitam putih melesat menuju EarthSquare dan EarthSquare gagal menghindarinya. EarthSquare terpental ke belakang.


Riana tersenyum sendiri dan melesat menuju EarthSquare dengan kecepatan tinggi. EarthSquare sendiri mengendalikan jatuhnya dan melesat menuju Riana.


Ketika Fly Fan dan Black Demon Sword bertemu, gelombang besar tercipta dan menghempaskan prajurit yang ada di sekitar mereka.


“Cih...” EarthSquare mundur setelah mengadu pedangnya dengan kipas Riana. Ia merasa kalau Riana tidak berbohong tentang kekuatannya.


“Apa? Apakah kau akan menyerah?” Riana tersenyum lebar. Ia berhasil memojokkan EarthSquare karena ia memiliki 90 kekuatan Spirit. Perkiraan Riana, EarthSquare mungkin memiliki 85- 89 kekuatan Spirit, mungkin lebih.


Di sisi lain, EarthSquare sendiri tidak percaya kalau kipas yang terlihat lemah seperti itu ternyata adalah senjata tingkat Myhtic yang mampu mengimbangi Black Demon Sword miliknya yang bertingkat Myhtic.


Keduanya melesat lalu mengadu senjata mereka, tanpa mengetahui kalau pihak Hell Empire kini dipojokkan oleh pasukan bantuan jauh di utara sana.

__ADS_1


***


JadeRed mengayunkan pedang ungunya dengan cepat dan ia melihat ke belakangnya. Black Demon God dan Death Demon God berhasil ia kalahkan setelah ia bolak-balik dari depan ke belakang secara terus menerus, membuat dua dewa bawahan Benario itu kesulitan.


Selain dikalahkan, JadeRed juga membunuh keduanya dengan sadis. Ia melakukannya karena tak tahan melihat wajah Death Demon God yang menyeramkan.


JadeRed menyarungkan pedangnya lalu menatap pasukan bantuan yang dibawanya. Situasi terlihat berubah setelah pasukan bantuan yang dibawanya datang.


Pertempuran berhasil dikuasai oleh pihak Heaven Empire dan Hell Empire semakin terpojok. Yah, hal ini terjadi pada pasukan mereka saja, bukan pada para pemimpin mereka dan para dewa mereka.


Para pemimpin pasukan lawan berhasil mengalahkan pasukan bantuan dan pasukan Heaven Empire dengan mudahnya, setidaknya itulah yang terlihat dari beberapa pemain yang mati setelah ditebas pasukan Hell Empire ataupun oleh para pemimpin mereka.


Tetapi satu pesan mampu mengubah semua yang dilihat oleh JadeRed. Pesan itu sendiri berasal dari salah satu anggota Guild Reister yang mati. Isi pesannya adalah:


“JadeRed! Hati-hati dengan tebasan pedang prajurit Hell Empire! Pedang itu bisa membuat level karaktermu hilang dengan mudahnya jika HPmu menyentuh angka 0!”


Pesan itu membuat JadeRed terkejut bukan main. Kalau ia mati, ia bisa kehilangan seluruh levelnya, bukan tidak mungkin kalau seluruh kekuatannya menghilang dan musuh-musuhnya yang dulu bisa saja muncul kembali untuk balas dendam.


Tak lama setelah ia bergumam begitu, seekor naga berwarna ungu gelap terlihat dari kejauhan melesat menuju JadeRed.


“Warna itu... Hell Dragon Visidha?!” JadeRed menarik pedangnya dan bersiap. Tepat setelah ia memasang posisi, seorang pria dengan jirah berwarna emas dengan pedang berwarna emas dan putih di tangan kanannya berdiri di hadapannya.


“JadeRed, ajak sisa pasukan bantuan untuk pergi menemui Slitherio dan mintai perintahnya. Dia adalah pemain dengan kekuatan tertinggi diatas semua pemain terkuat.” Ujar pria itu yang bukan lain adalah Gold Dragon God Sean.


Sean menghunuskan pedangnya, “Biarkan aku yang akan mengalahkan Visidha, lagi...”


JadeRed mengangguk dan  berseru, “Semuanya! Ikuti aku!”


JadeRed melesat dan meninggalkan Sean yang sedang berdiri dengan percaya diri menghadap Visidha yang sudah berubah menjadi manusia setengah naga yang amat tinggi.


“Oi, jangan kira kau bisa mengimbangiku seperti dulu...” Visidha menaikkan tangannya, “Dragon Claws!”

__ADS_1


Kedua tangan Visidha berubah menjadi cakar naga dan salah satu jarinya menunjuk Sean, “Bersiaplah!”


Visidha melesat dan menyerang Sean yang masih berdiri dengan cepat. Sean mengangkat pedangnya dan menahan cakar Visidha dengan satu tangan lalu tangan yang tidak memgang pedang mengepal.


“God Skill: One Thousand Heaven Dragon!” Sean menghempaskan cakar Visidha dan mengabgkat tangannya, memanggil God Skillnya.


Seratus naga transparan turun dari langit dan menerjang Visidha dengan keras. Visdha melindungi kepalanya dengan kedua cakarnya.


“Bagaimana... Kau bisa memiliki kekuatan sebesar ini?!” Visidha menatap Sean tidak percaya. 


Enam tahun lalu, Visidha bisa mendorong mundur Sean dengan mudahnya dan sekarang, malah kebalikannya. Sean bisa mendorong mundur dirinya yang sudah memiliki 80 kekuatan Spirit dengan mudahnya, bahkan berani menahan serangannya hanya dengan satu tangan.


Sean tersenyum dan ia melesat dengan cepat sambil menusukkan pedangnya. Visidha ikut tersenyum dan menerima serangan Sean.


Benturan dua orang yang memiliki kekuatan dewa itu membuat gelombang besar dan menghempaskan prajurit di sekitar mereka.


Sean dan Visidha mengambil jarak, “Menyenangkan bisa bertarung seperti ini lagi!” Visidha merentangkan tangannya.


“Sean, mundur! Biarkan aku melawannya untuk yang terakhir kalinya!” seekor naga berwarna hijau melesat dari barat bersama dengan seekor rubah di atas kepalanya. Naga hijau itu bukan lain adalah Heaven Dragon FolkChase. Rubah itu bukan lain adalah Nine Tailed Fox atau July.


FolkChase berubah menjadi manusia naga dan July berubah menjadi manusia dengan ekor berjumlah sembilan. 


“Sean, pergi. Biarkan aku mengalahkannya untuk sekali lagi...” FolkChase mengangkat tangannya, “Cepat!”


Aura kuat keluar dari tubuh FolkChase dan setelah itu, FolkChase melesat dengan kecepatan tinggi menuju Visidha.


“Ayo kita lakukan!” Visidha tertawa lepas dan menghadapi FolkChase.


Keduanya bertukar serangan dengan dahsyatnya, menyebabkan beberapa prajurit terpental karena gelombang yang diciptakan dari pertukaran serangan itu.


Sean menatap FolkChase lalu bergumam, “Kuserahkan Visidha pada Senior...” Sean meraih tangan July lalu berkata, “Ikuti aku, kita akan menemui Semipa...”

__ADS_1


__ADS_2