Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
252. Final II


__ADS_3

Ryan memejamkan matanya, “Semoga kami menang!”


Ia langsung memainkan analognya dengan cepat menuju Offlane untuk mengacaukan safe Lane lawan.


Karena ia memakai Marx, ia berani mangacaukan lawan dengan berbagai skill unik milik Marx.


Marx sendiri memiliki role Warrior Assassin dan ia memiliki senjata pedang tipis. Ia bisa membersihkan Lane dengan cepat dan ia bisa mencuri monster lawan dengan cepat.


“Kawan, hati-hati. Lawan kita kali ini tak bisa diremehkan.” Ujar Hendra yang memakai Kano.


Ryan tak ingin pertandingan mereka gagal, sebab itulah ia menyerahkan Kano pada Hendra yang lebih menguasainya.


Ryan cukup mahir memakai Marx, tetapi ia takut kalau kali ini ia kalah. Ia tak ingin mempermalukan nama Indonesia di mata dunia, lagi.


Ryan selesai membersihkan Lane dan ia segera melihat peta. Dalam hal level, tim Indonesia memimpin karena memang tim Indonesia bisa dibilang lebih menekankan pada kenaikan level untuk bisa mengupgrade skill dan mendapatkan skill baru.


Tetapi dalam hal keuangan, jelas tim Jepang sedikit mengungguli 100 gold. Tetapi hal seperti itu takkan berpengaruh kalau offlaner seperti Ryan bisa mengendalikan situasi bersama Jungler, yaitu Rio.


Rio yang memakai PanMan memiliki satu spesialisasi yang unik, yaitu Jungle. PanMan bisa berkeliling Jungle dan menghabisi monster dengan cepat. Jika ditambahkan item Jungle, kenaikan level PanMan bisa dibilang mengerikan.


Saat menit ke-5, tim jepang segera bergerak menuju ke Buff Monster yang besar. Ryan yang melihat itu segera menunjuk pada Buff Monster dan mengajak semuanya kesana.


“Semuanya! Jangan biarkan tim Jepang mendapatkan Buff Monster!” ujar Ryan dengan keras, tetapi ia memastikan agar tetap tak didengar tim Jepang.


“Baik!” semua orang segera bergerak menuju Buff Monster dan menyerbu tim Jepang yang semuanya berada di sana. 3 Lane dibiarkan diisi oleh para Army.


“War pertama setelah sebagian pemain mencapai level 8 dimulai setelah mereka berkeliling mencari EXP di sekitar Jungle! Apakah tim Indonesia yang akan menang, atau tim Jepang?”


War berlangsung sengit dan masing-masing tim tak membiarkan lawan mereka lolos. Satu persatu pemain dihabisi oleh Marx sambil dibantu oleh PanMan yang memiliki 1 level lebih tinggi dari Oda yang memiliki level 8.


Oda sendiri berwujud samurai dengan jirah berwarna hitam dengan topeng berwarna hitam juga. Topengnya sendiri terlihat menyeramkan.


Tsuyoshi tentu tak mengetahui kalau PanMan bisa sekuat itu kalau di tangan orang yang tepat. Ia akhirnya mati di tangan Marx dan dengan begitu, tim Jepang dibantai oleh tim Indonesia.


“Langsung hancurkan!” 


Ryan berkata begitu dan tiga temannya yang masih hidup berpencar ke segala Lane dan mulai menghancurkan tower dengan ganas.


“Uwoohh, tim Indonesia langsung maju tanpa ragu menghancurkan setiap tower yang ada di Lane tim Jepang!” 

__ADS_1


“Apakah tim Jepang memiliki perlawanan balik?”


“Nampaknya tidak! Tim Jepang baru saja hidup lagi ketika tim Indonesia selesai menghancurkan base mereka!”


Penonton bersorak, tentu tak ada menyangka kalau tim Indonesia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang ada itu.


Siapapun yang berada di posisi tim Indonesia pasti memiliki keinginan untuk tak menyia-nyiakan kesempatan yang diciptakan mereka.


Meskipun sebelumnya ada yang selebrasi dulu di base lawan, tetapi tim Indonesia lain. Mereka langsung menghancurkan base lawan tanpa basa-basi sedikitpun.


“Baik, kita lanjutkan babak final ini setelah istirahat 15 menit!”


Setelah pembawa acara berkata begitu, kedua tim langsung melepas Headphone mereka dan langsung berdiskusi.


“Oke, untuk selanjutnya kita harus hati-hati karena kemungkinan tim Jepang mengetahui gameplay kita itu amatlah tinggi...” ujar Ryan. Semuanya mengangguk tanda setuju.


“Tetapi, bagaimana kita akan melakukan fase Draft Pick untuk selanjutnya? Kita tak mungkin melakukan hal yang sama dua kali, bukan?” tanya Rio.


“Untuk itulah aku sekarang akan mempelajari gameplay dari tim Jepang...” ujar Ryan.


“Apakah kau berpikir kalau ada kemungkinan kita bisa tahu gameplay lawan hanya dengan melihat replaynya saja?” tanya Hendra. Ryan mengangguk.


“Kau tak usah mengatakan kami ini bodoh...” Justin menatap Ryan datar.


“Ya... Itukan pendapatku saja...” Ryan menatap Justin datar.


“Kalau begitu, kita akan melakukan gameplay yang sama seperti sebelumnya?” tanya Fredy. Ia samar-samar mendengar pembicaraan tim Jepang.


Untung saja kali ini Fredy memakai Auto Translator, sehingga ia bisa mendengar apa yang dibicaraka oleh tim Jepang.


“Berbeda. Kali ini kita akan bermain dengan santai lagi, aku masih perlu mempelajari gameplay tim Jepang...” ujar Ryan.


“Kalau kita kalah?” tanya Rio. Kalah adalah hal yang ia takutkan dalam turnamen ini.


“Ada ronde penentuan, bukan?” tanya Ryan balik. Ia tahu tentang ronde ini karena sebelumnya ia sempat melihat pertandingan dua negara sebelum final dan mereka memakai ronde penentuan.


Tentu saja ini juga karena sebelumnya mereka sempat mendapat ronde penentuan karena mereka kalah sekali.


“Baik, kita hanya perlu bermain seperti biasa, dan tim Jepang harus kita kendalikan diam-diam...” ujar Ryan. 

__ADS_1


***


“Ronde kedua, dimulai!”


Fase Draft Pick ronde kedua bertambah tegang. Para penonton sekalipun bahkan sampai menahan napas mereka saking tegangnya.


Berkali-kali tim Indonesia dan tim Jepang saling memojokkan lawan mereka, tetapi tak ada satupun yang merasa dipojokkan.


Ketika fase Draft Pick selesai, terlihatlah kalau tim Jepang seperti berusaha menekan tim Indonesia dengan langsung masuk ke wilayah musuh. Saat ini sedang dilakukan fase Match.


Dalam pertandingan seperti ini, ada empat fase yang akan dilakukan setiap ronde. Yaitu fase Prep, fase Draft Pick, fase Match, dan fase Ending.


Fase yang ditunggu setiap orang adalah fase Match, sama seperti saat ini. Tim Indonesia perlahan dipojokydan tim Jepang berhasil mendapat First Blood.


“Ternyata begitu...” gumam Ryan.


“Mereka mencoba menghambat perkembangan kita?” Rio berkomentar setelah ia dihabisi pertama kali oleh Tsuyoshi. Ia memakai Hero bertongkat, Wukong.


“Sepertinya begitu...” ujar Hendra. Ia hampir saja dihabisi kalau saja ia tak sempat merampas monster merah yang sebelumnya ia akan ambil.


Permainan berlanjut dan dari pandangan pembawa acara, terlihatlah kalau sebenarnya tim Jepang sedang berusaha untuk menghambat perkembangan tim Indonesia.


Tentunya tim Jepang menyadari kalau tim Indonesia bisa menang berkat kemampuan mereka membersihkan Jungle dengan cepat.


Tetapi tim Indonesia tak kehabisan pikiran. Mereka langsung membersihkan Lane lalu mengambil monster dengan cepat.


“Tak ada lagi war? Betul-betul aneh!”


Tak lama, sebuah war tercipta karena Fredy yang memilih membuka war dan situasi sengit tercipta.


“Lihat Tank milik tim Indonesia! HPnya amat tebal!”


Bisa dilihat kalau sejak tadi Fredy diserang, tetapi ia masih belum mati. Saat dilihat jumlah HP yang dimilikinya, semua penonton, tim Jepang, dan pembawa acara terkejut bukan main.


“Hanya 9932 bisa menghambat tim lawan selama itu?”


Ryan menyeringai, tentu saja ia yang meminta Fredy untuk mencari physical defense setelah melihat rata-rata Hero lawan memakai Hero dengan serangan bertipe physical damage.


“Tapi tunggu....” pembawa acara bahkan terlihat kebingungan.

__ADS_1


Setelah pembawa acara berkata begitu, tim Indonesia akhirnya dibantai oleh tim Jepang dan tim Indonesia dinyatakan kalah dalam ronde keduanya.


__ADS_2