Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
142. Gate of Beast Hell II


__ADS_3

Setengah bulan lalu...


Seorang pria sedang duduk mengelilingi sebuah meja bundar bersama dengan 6 orang lainnya.


Tujuh orang itu bukan lain adalah Seven Deadly Sins. Mereka sedang membicarakan tentang kegagalan yang berhasil dibuat oleh Visidha.


“Untuk pertama kalinya, kau gagal. Apa penyebabnya?” Leone bertanya pada Visidha yang sedang menunduk.


“Jika aku gagal, memangnya kenapa?” Visidha menatap Leone dingin.


Visidha berani melakukan hal itu karena kekuatannya berhasil meningkat pesat karena ia berhasil mencoba bermeditasi lebih dalam lagi. Kekuatan Spiritnya meningkat dan ia yakin dapat membunuh tujuh orang yang ada di ruangan itu dengan seluruh kekuatannya yang sekarang, meski ia dikeroyok sekalipun.


Sueta berdeham sejenak sebelum bertanya, “Leone, apa begitu sikapmu pada orang yang lebih tua?”


Visidha melepaskan aura yang amat kuat, menekan semua orang yang ada disana dengan amat kuat. Ketujuh orang disana membenturkan kepala mereka ke atas meja dengan keras karena tekanan aura yang amat kuat.


Inikah kekuatan makhluk kuno dari awal dunia?, Batin mereka dalam hati.


“Aku berani menghancurkan kekaisaran ini dengan sebelah tanganku jika aku menginginkannya, tetapi karena janjiku dengan Death God, aku memilih untuk melindungi kekaisaran ini.” Visidha menarik perlahan auranya.


Perlahan, tujuh orang yang ada disana bisa menarik napas dan menghembusnya dengan lega. Tak pernah mereka sangka kalau kekuatan para makhluk kuno dari awal dunia bisa sekuat itu.


“Jadi, apa lagi yang ingin kalian perintahkan padaku?” Visidha bertanya dengan nada merendahkan. Ia yang sekarang merasa kalau dirinya sudah amat kuat dan ia sudah muak dengan kekuasaan Leone yang seperti memberatkan dirinya.


“Kami sudah berdiskusi sebelumnya, kami Seven Deadly Sins memutuskan untuk memanggil seluruh Dewa Iblis yang ada di Death Realm dan membuat mereka mendapatkan kemabli tubuh mereka.” Sueta berkata dengan suara sedikit pelan. Ia sudah merasakan kekuatan asli Visidha dan ia tidak berani untuk mencari gara-gara lagi dengannya.


“Lalu? Apa kalian akan memanggil Benario juga?” Visidha menatap Leone, tatapan yang seperti mengharapkan sesuatu padanya.


Benario adalah salah satu dari Twelve First Gods dan ia menyandang gelar Death God atau Darkness God serta dianggap sebagai salah satu dewa terkuat keempat di antara para dewa-dewi.


Karena suatu kesalahan, ia dikirim kembali ke Midvast dan diletakkan di Death Realm dengan seluruh kekuatan para dewa setelahnya Twelve First Gods.


Leone mendapatkan sebuah perintah dari Death God dengan perantara telepati yang dibuat oleh Death God sendiri. Sebab itulah ia berniat mengambil Magic Cube sebagai tubuh baru bagi Death God.


Sayangnya, Visidha gagal dan ia malah membuang 100.000 Hell Knight yang dikumpulkan dengan susah payah sejak perencanaan ini dimulai.


Sebab itulah, Leone mengirimkan beberapa jendral Hell Empire ke Gate of Beast Hell, sebagai penghancur kekuatan Midvast. Hal itu akan dimulai dari sekitar Forgotten Forest.

__ADS_1


“Ya, ya, ya, kau mengatakan hal yang sama sejak berbulan-bulan lalu dan rencana itu bahkan belum tercapai seperempatnya.” Demino memukul meja dan meja retak. Jelas kalau dirinya yang amat tidak sabaran, ia ingin membantai penduduk Midvast dengan tangannya sendiri.


“Astaga, bagaimana aku bisa melaksanakan rencanaku jika seluruh kekuatan Midvast masih tersatu? Aku saja masih bingung karena akhir dari rencana ini adalah peperangan besar.” Leone menjambak rambutnya yang berwarna hitam.


“Tunggu apa lagi, ayo kita berperang!” Bagune mengangkat tangannya, berharap mendapatkan balasan yang sesuai dengan pikirannya, tetapi yang terjadi tidaklah seperti di pikirannya.


“Sudahlah...”


“Kita harus melemahkan kekuatan Midvast?”


“Bagaimana kalau aku yang pergi ke keramaian di Midvast?”


Semua orang segera menatap Vet dan menaikkan alisnya, kecuali Bagune.


“Aku... Dikacangi?” Bagune masih mengangkat tangannya, wajahnya tersenyum canggung.


“Lupakan saja, yang penting adalah kita harus membuat kekuatan Midvast...” belum selesai Leone berbicara, semua orang segera memotong.


“... Berkurang dan barulah kita menyerang mereka?! Sederhana sekali pikiranmu, Leone bodoh!” seru semua orang yang ada disana, kecuali Bagune dan Visidha.


***


Seekor monster yang memiliki tanduk di atas kepalanya dengan tubuh seperti banteng besar menghadang mereka ketika belum seluruhnya monster yang menghadang mereka dikalahkan.


“Monster apa ini?” gumam Sean di sebelah Luvian. Luvian sendiri mengangkat bahunya, “Entah...”


Monster itu meraung dan sebuah jendela informasi muncul di hadapan semua orang.


[Boss Behemoth (Boss Monster) level 500


Atk: 200-500


Def: 1.000-1.500


HP: 500.999]


“Eh?!”

__ADS_1


“Apa?!”


Ssmua orang yang membaca jendela informasi itu terkejut bukan main. Level 500? Pemain terkuat saja baru berlevel sekitar level 300.


“Apa kalian pernah berpikir, kenapa Dungeon ini dinamai Gate of Beast Hell?” Slitherio menatap Sean, Luvian, dan Zero bergantian.


“Karena apa?” tanya Luvian. Ia sebenarnya mengetahui alasannya, tetapi ia ragu kalau itu benar.


“Karena makhluk di depan kalian ini kira-kira adalah jendral Hell Empire atau petinggi Hell Empire.” Slitherio berkata sambil menjatuhkan obor yang ada di tangannya. Obor itu langsung menghilang.


Slitherio menarik kedua pedangnya lalu berbisik pada Zero, “Tanya ketua Sean, langkah apa yang harus kita ambil sekarang...”


Zero menaikkan alisnya, tetapi ia memilih berjalan mundur dan berbicara dengan Sean sebentar kemudian kembali pada Slitherio.


“Dia berkata kalau hanya 11 Ketua Guild Profesional saja yang akan menghadapi Boss Behemoth ini.” Zero berkata sambil mengangkat pedang besarnya itu.


Sean yang dibelakang segera berseru, “Sebelas Ketua Guild Profesional maju melawan monster ini dan sisanya segera mundur sejauh mungkin!”


Perintah Sean bergema di dalam Dungeon itu. 7 ketua guild yang ada di posisi tengah segera berjalan maju dan berkumpul dengan Sean dan Luvian.


Para pasukan elit sepuluh Guild Profesional tak ada yang percaya kalau mereka diminta untuk mundur sedangkan 11 Ketua Guild Profesional akan menghadapi bahaya.


“Kami tidak akan membiarkan para ketua menghadapi bahaya seorang diri...” FastStone berkata sambil memanggil kembali keenam pedangnya dan menyarungkannya kembali. Riana berjalan di sebelahnya.


Slitherio menatap FastStone dan Riana kemudian menatap Sean yang mengangkat alisnya bingung.


“Apa kedua anggotamu ini sudah kehilangan akalnya?” Sean menunjuk FastStone dan Riana.


“Sebaiknya kau tidak meremehkan keduanya...” Slitherio menjelaskan secara singkat kekuatan keduanya dan mereka yang mendengarnya menjadi tidak percaya.


“Empat Remaister dalam satu Guild?!” Kurei, Alex, Fei, Carey, WhiteFang, dan Zero menatap Riana yang sedang menatap Boss Behemoth di depannya.


“Tidak ada waktu untuk santai...” belum selesai Slitherio berbicara, Boss Behemoth langsung melancarkan serangan pertamanya dan tidak main-main, sepuluh Defender yang bertugas melindungi pemain posisi tengah seketika mati.


Tiga belas pemain yang ada di barisan terdepan, yaitu sebelas ketua Guild Profesional dengan FastStone dan Riana melompat ke samping dan menarik senjata masing-masing.


“Biar monster ini melihat kekuatan sebenarnya 11 Ketua Guild Profesional yang dikenal itu...” Gorzsha mengangkat pedangnya sebelum maju sambil menahan setiap serangan yang diberikan oleh Boss Behemoth itu.

__ADS_1


__ADS_2