Remaist Online: Return Of The Legend

Remaist Online: Return Of The Legend
158. Panggilan darurat


__ADS_3

LoghSeveria akhirnya sampai di pusat kota. Ia dan Six Dragon Pillar sampai saat malam sudah tiba.


Itu disebabkan karena memang memerlukan proses jika memakai Door Everywhere, berbeda dengan Portal.


Portal akan langsung memindahkan seseorang menuju tempat tujuan, tetapi kekurangannya adalah hanya dapat menghubungkan satu portal dengan portal lainnya. Bisa dibilang portal adalah salah satu benda yang digunakan untuk bepergian jarak jauh dalam waktu singkat, tetapi sedikit yang meminatinya karena kekurangannya itu.


Door Everywhere dapat menghubungkan segala tempat, tanpa membutuhkan Door Everywhere lainnya di tempat lain. Kalau kembali tinggal menggunakan kristal yang diberikan oleh penjaga Door Everywhere dan menyebutkan tujuan, maka akan tersedia Door Everywhere di hadapan kemudian langsung mengirimkan seseorang ke tempat tujuan.


LoghSeveria meminta Six Dragon Pillar untuk ikut kembali ke kediaman Slitherio, sekaligus juga untuk bertemu dengan Vue.


Saat sampai disana, pemandangan yang terbilang aneh langsung menyambut LoghSeveria.


Semua anggota Guild Sevens tidur di kamar Slitherio, kamar Slitherio terbilang besar dan mampu menampung semua orang. Tetapi posisi tidur mereka membuat LoghSeveria menaikkan alisnya.


Semua orang, kecuali Geisha, tidur bersandar pada dinding kamar. Geisha sendiri bersandar pada pundak Slitherio sambil tersenyum lebar. Sisanya ada yang bersandar pada pundak temannya.


LoghSeveria berjalan perlahan dan menepuk pipi Slitherio pelan, “Hoi, bangun...”


Six Dragon Pillar berdiri di pintu kamar, menatap LoghSeveria yang berusaha membangunkan Slitherio kembali.


Slitherio membuka matanya dan menatap LoghSeveria yang berdiri di hadapannya, “Kenapa?”


LoghSeveria menaikkan alisnya, “Aku kembali membawa dua orang keluarga Vue lainnya...” LoghSeveria menunjuk Vie dengan putrinya yang sedang bertegur sapa dengan Vue.


“Oh, bawa mereka ke markas utama dan biarkan mereka istirahat disana...” Slitherio kemudian kembali menutup matanya.


LoghSeveria menggaruk kepalanya, ia akhirnya membawa Vue, Vie, dan putrinya ke markas utama yang ada di sebelah kediaman Slitherio.


“Nah, kalian bisa tinggal disini untuk sementara...” LoghSeveria menunjukka markas utama Guild Sevens yang terlihat sedikit besar dari kediaman Slitherio.


“Tenang, kami membiarkan kalian berbicara tadi karena ingin kalian tinggal disini tanpa terpaksa sedikitpun.” LoghSeveria berkata dengan tatapan lembut setelah menyadari tatapan ketiganya yang terlihat seperti takut pada semua orang disana.


“Baiklah...” Vue akhirnya mengajak keluarganya masuk ke markas dan menutup pintu.


LoghSeveria menghembuskan napas lega kemudian menatap Six Dragon Pillar yang menatap LoghSeveria dengan tatapan kagum.


“Tak kusangka LoghSeveria mampu membuat mereka takut pada kita...” Asheuin mendekat sambil tersenyum tipis.


“Tentu...” LoghSeveria membusungkan dadanya bangga.


“Tapi lebih hebat Slitherio, bukan?” tanya Adhie dengan santai.


“Emm, lupakan saja...” LoghSeveria menggaruk kepalanya, “Apa kalian ingin kembali ke Cincin Roh masing-masing?”


Asheuin, Sen, Adhie, Dee, Zeo, dan Bhiosa mengangguk. Mereka kemudian pergi menuju perpustakaan dan meninggalkan LoghSeveria seorang diri di depan markas utama.

__ADS_1


“Hmm, mereka yang didalam memiliki rutinitas mereka yang indah...” gumam LoghSeveria kemudian berjalan menuju kediamannya sendiri.


***


Slitherio menatap sekelilingnya, ia merasakan kalau tadi ia dibangunkan oleh LoghSeveria dan ia hanya bangun sesaat.


Slitherio menemukan kalau kamarnya dijadikan tempat tidur gratis oleh anggotanya sendiri. Ia juga tidak menemukan Vue di seluruh sudut kamarnya.


“Mungkin ia sudah dibawa ke markas...” gumam Slitherio pelan.


Ia lalu melihat ke sampingnya dan melihat dirinya yang sedang merangkul Geisha yang sedang tertidur di pundaknya dengan santainya.


“Eh?” Slitherio menatap lama hal itu, ia sendiri tidak merasa kalau ia yang melakukan hal itu.


Slitherio menggeser Geisha perlahan kemudian berseru, “Bangun semua!”


Tidak ada respon, batin Slitherio. Ia laku mencoba berseru lagi, “Sudah pagi, oi!” 


Serempak semua orang bangun dan menatap Slitherio yang wajahnya masih berantakan.


Whu menatap ke jendela kamar Slitherio yang masih terlihat gelap, “Kepalamu pagi...” ujar Whu sambil menguap. Ia lalu menatap ke sampingnya. Atra, Asvi, dan Li menjadikan tubuhnya sebagai tempat tidur mereka, “Eh?”


“Kembali ke rumah kalian masing-masing!” Slitherio menunjuk pintu masuk.


“Oke...” semua orang bangun dan berjalan perlahan keluar, “Terima kasih atas tumpangannya...” ujar Atra sambil menguap.


“Apa aku sudah melakukan sebuah kesalahan?” gumam Slitherio pelan. Ia menggelengkan kepalanya dan memilih merebahkan dirinya di tempat tidurnya kemudian memejamkan matanya.


Tak lama, geisah datang dan melihat Slitherio yang tertidur dengan pulas. Geisha sendiri tersenyum kemudian ikut tidur di sebelah Slitherio sampai pagi datang.


***


Pagi...


Slitherio membuka matanya, ia merasa kalau ia tidur dalam waktu singkat. Ia akhirnya merubah posisinya menjadi duduk dan melihat ke sampingnya.


“Ada Geisha...” Slitherio menguap kemudian memalingkan pandangannya. 


Sesaat kemudian, ia menyadari kalau seharusnya Geisha tidak ada di kamarnya. Ia kahirnya kembali menoleh dan melihat Geisha yang sedang tidur dengan nyenyak di sebelahnya.


Slitherio melompat menjauh dan menatap Geisha dalam-dalam, “Sebarusnya ia tidak ada disini...”


Slitherio berdiri di pintu masuk kamar sampai Geisha bangun dan menatap Slitherio, “Pagi...”


Slitherio mengangkat tangannya sambil tertawa kecil, “Hehehe, pagi...”

__ADS_1


“Aku kembali dulu...” Geisha berdiri kemudian berjalan keluar dan melewati Slitherio.


“Terima kasih atas tumpangannya...” Geisha menepuk pundak Slitherio pelan kemudian berjalan keluar.


Slitherio menatap Geisha sampai ia keluar kemudian ia bergumam, “Kapan ia masuk?”


Slitherio menggelengkan kepalanya kemudian memutuskan sambungan.


***


Di dunia nyata sudah malam saat Ryan melepas V-Gearnya dan menatap keluar. Sudah berlalu sekitar lima hari sejak penaklukan ke Gate of Beast Hell.


Ryan juga sudah melakukan beberapa gerakan sederhana untuk memulihkan kelenturan tubuhnya yang hilang sejak bermain Remaist Online. 


Ryan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya sampai bersih. Ia sudah merasa tubuhnya lebih segar sebelum ia memasak makanan sederhana. 


Ia mendapat bahan-bahannya dari ibunya Rio karena ibunya Rio sudah mengetahui identitas asli Ryan yang diberitahu oleh Rio sendiri. Sebab itulah ibunya Rio memberikan sedikit bahan makanan untuk Ryan.


Selesai memasak, Ryan duduk di depan televisi sambil memakan hasil masakannya. Memang sederhana, tetapi Ryan tidak memiliki pilihan lain.


Berita yang menarik perhatiannya adalah kekalahan telak Guild Azure Dragon dari seekor monster tak dikenal yang diketahui memiliki level yang melebihi Sean, bahkan Lore.


Tentang Lore, ia menjadi God karena hanya berdiam di Sahara Desert dan sebab itulah ia hanya dikenal sebagai Top Global nomor tiga puluh dengan gelar Desert Tyrant.


Dari hasil penyelidikan IROO, Lore ternyata berlevel 370, melebihi level Sean yang dianggap sebagai pemain dengan level tertinggi, yaitu level 365. Berbeda lima level saja.


Ada sebuah kabar dari Ocean Empire, dua ekor makhluk raksasa yang diduga adalah jendral Hell Empire muncul dan nyaris saja membunuh Trestio. Kabar itu didapat dari salah satu pemain yang kebetulan melihat pertarungan itu.


Kabar terakhir adalah panggilan darurat bagi 11 Ketua Guild Profesional dari sang Dragon Emperor Sean.


Slitherio menaikkan alisnya lagi, sudah tak terhitung lagi Ryan terus menaikkan alisnya. Alasannya karena berita di televisi sekarang.


Ryan menghabiskan makanannya kemudian membereskan segalanya yang ada di dapur sebelum mengambil laptopnya dan melihat forum.


Kabat kekalahan Guild Azure Dragon dari seekor makhluk misterius sudah menjadi Trending di forum itu. 


Banyak yang menyayangkan kekalahan itu, ada juga yang menilai kalau kekuatan 11 Ketua Guild Profesional hanyalah bualan belaka.


Ryan yang melihatnya menjadi kesal, ia melihat kalau orang yang mengatakan itu hanya pemain baru yang belum mengetahui tentang kekuatan sebenarnya 11 Ketua Guild Profesional.


Ia juga melihat EarthSquare yang ikut berkomentar di forum,  “Jika kabar itu benar, maka kekuatan sang Azure Slash itu hanyalah kebohongan, bukan? Apalagi kekuatan Flame Sword Emperor itu.”


“Paling hanya karena ia adalah mantan Top Global Physical And Magic dan kapten dari Squad N5S yang ikut bertanding di Jepang bertahun-tahun lalu, sebab itulah ia bisa menjadi pemain terkuat nomor tiga, padahal kekuatannya tak bisa dibandingkan dengan si Desert Tyrant itu.”


Ryan mengepalkan tangannya, ia sedikit geram dengan orang-orang itu. Jelas-jelas tak punya kekuatan malah menyindir orang, batin Ryan.

__ADS_1


Ryan kemudian membuka menu pertemanannya. Ia melihat sebuah lesan dari Sean.


“Slitherio, kumohon segeralah datang ke Kota Verys. Ada sebuah hal yang harus 11 Ketua Guild Profesional bicarakan!”


__ADS_2