
Slitherio, Whu, dan Atra mengangguk. Sisanya menggeleng. Hanya tiga Remaister saja yang mengetahui tentang Hell Dragon Visidha karena mereka hampir saja melawannya andai FolkChase tidak datang dan membawa pergi Visidha.
Baru FolkChase akan melanjutkan, Slitherio berdiri dan menarik tangan Geisha kemudian berkata, “Senior silahkan duduk disini, biar kami yang duduk dibawah.”
Slitherio menarik tangan Geisha dan mengajaknya duduk di tempat yang lebih rendah dibanding FolkChase. Yang lainnya mengikuti Slitherio dan duduk dihadapan FolkChase.
“Baiklah...” FolkChase duduk kemudian melanjutkan.
Ada sebuah desa di ujung Utara Midvast. Desa itu hancur disebabkan karena kedatangan para makhluk aneh yang berniat mengambil harta yang terkubur di bawahnya.
WhuWhu mengangkat tangannya dan bertanya, “Harta apakah itu?”
“Entahlah, tetapi yang pasti harta itu memiliki kekuatan yang amat dahsyat.” FolkChase melanjutkan.
Desa itu hancur bersama dengan seluruh penduduknya, kecuali enam orang anak kecil yang berhasil selamat.
“Tunggu sebentar, apa nama desa itu?” tanya Slitherio. Jika ada angka enam, mungkin saja itu adalah desa tempat Asheuin besar bersama kelima temannya.
“Entahlah...” FolkChase menggeleng, “Apa kalian masih ingat dengan harta yang tadi kumaksud?”
Semua orang mengangguk. FolkChase kemudian melanjutkan, “Setelah puluhan tahun desa itu hancur, aku merasa ada yang tidak beres...”
FolkChase kembali ke desa itu dan menyelidiki seluruh isi desa itu, berharap menemukan kunci dari masalah yang mengganjal pikirannya. Saat itu, nama Enam Pendekar Naga Hijau sudah terkenal akan kemampuan mereka yang amat hebat.
“Setelah kuselidiki, enam orang anak kecil itu dibawa menuju sebuah kerajaan oleh seorang ksatria yang bernama Kerajaan Naga Hijau.” FolkChase mengatakan seluruh hasil penyelidikannya yang belum pernah ia ucapkan pada siapapun.
Slitherio seperti mengenali hasil penyelidikan FolkChase. Ia kemudian bertanya, “Apa kau mengetahui kehidupan selanjutnya keenam anak itu?”
“Manaku tau! Yang aku ketahui adalah keenam anak itu berkembang sampai dikenal oleh orang-orang sebagai Enam Pendekar Naga Hijau.” FolkChase menunjuk Slitherio dan menjawab pertanyaannya.
Slitherio tersenyum lebar, “Ya, kita akan pergi ke desa itu dan menjadikannya sebagai markas Guild Sevens.”
“Apa kalian akan tetap kesana setelah aku mengatakan kalau di desa itu terdapat harta yang berbentuk bola yang disebut dengan Dark Orb?” FolkChase bertanya. Seketika suasana menjadi sepi.
“Dark Orb?” tanya Li dan Riana.
“Dark Orb adalah salah satu dari tiga pusaka milik Hell Empire. Ketiganya berbentuk bola, pedang, dan sebuah batu.” Jawab FolkChase.
“Pedang?” Slitherio kemudian mengeluarkan pedang yang ia dapatkan saat di Hell Castle.
“Ya, ini dia...” mata FolkChase melebar saat melihat pedang itu, “Pastikan agar pedang ini tidak sampai jatuh ke tangan Leone.”
“Leone?” tanya Geisha.
__ADS_1
“Leone adalah kaisar kedua Hell Empire. Ia adalah salah satu dari Tujuh Dosa Mematikan dan ia adalah yang terkuat.” Sahut FolkChase. Ia kemudian melanjutkan, “Kalian harus berhati-hati karena desa itu dekat dengan pintu masuk Hell Empire yang satu lagi.”
“Tenang saja, kami akan menjaga diri.” Slitherio menepuk dadanya pelan.
“Baiklah...” FolkChase berdiri dan melambaikan tangannya sebelum pergi menuju kediamannya lagi.
Tepat setelah FolkChase pergi, sebuah jendela informasi mengejutkan mereka semua yang ada disana.
[Kalian gagal mengambil Crystal Magic Stone!
Crystal Magic Stone adalah salah satu dari Tiga Pusaka Hell Empire yang hilang.
Level kalian akan turun 5 level, All Stat-10, dan kalian menambah masalah dengan para bangsawan.
Selesaikan semua permasalahan ini secepatnya sebelum menimbulkan kesalahpahaman yang lebih besar!]
“Apa?!”
***
Level semua anggota Guild Sevens berkurang 5 level, termasuk Li yang merupakan anggota terlemah diantara mereka.
“Maafkan aku...” Slitherio menunduk, merasa bahwa ini semua adalah kesalahannya.
“Tidak apa, lagipula level hanyalah angka...” Whu menepuk pundak Slitherio, berusaha menenangkannya.
“Benar, level hanyalah angka...” Slitherio mengangkat wajahnya, menatap semua orang yang sedang duduk disana.
Pertempuran kemarin berlangsung hampir dua jam, pertempuran itu dimulai tepat saat tengah malam. Ditambah dengan mendengar penjelasan FolkChase, hari itu mereka sudah berdiam di tempat itu selama tujuh jam.
“Kita akan pergi menuju desa di Utara...” Slitherio berkata sambil menunjuk ke arah Utara, “Dan kita akan menjadikan tempat ini sebagai markas sementara.”
“Kita perginya kesana sekaligus atau bertahap?” tanya Li. Ia paling tidak suka jika diajak pergi ramai-ramai.
“Tentu saja bertahap.” Jawab Slitherio kemudian melanjutkan, “Kalau kita pergi kesana sekaligus, yang ada kita akan dianggap ancaman oleh penduduk sekitar.”
Yang lain mengangguk. Riana kemudian mengangkat tangannya kemudian bertanya, “Apa alasanmu ingin pergi ke desa itu?”
Slitherio terdiam kemudian berkata, “Kita memerlukan tempat untuk pulang ketika kita lelah menghadapi dunia. Aku menyadari hal itu ketika aku selalu tidur beralaskan jubah dan berselimutkan langit.”
“Ambisiku semakin bertambah ketika melihat Heaven Mansion dan Void Hill. Mereka dapat tidur dengan nyaman di atas tempat tidurnya, sedangkan aku selalu tidur beralaskan tanah. Itulah alasan kenapa kenapa aku sangat ingin pergi ke desa itu.” Slitherio mengakhiri jawabannya yang menjelaskan seluruh alasannya kenapa ia ingin pergi ke desa itu.
“Menurut senior FolkChase, disana ada salah satu pusaka Hell Empire. Apa kau tidak takut dengan ancaman dari Hell Empire?” tanya Geisha.
__ADS_1
“Untuk apa aku takut, jika aku memiliki kalian yang akan selalu mendukungku, bukan?” jawab Slitherio.
Orang-orang merasa terharu saat mendengar itu. Semuanya akhirnya sepakat bahwa mereka akan pergi secara bertahap.
Riana, Geisha, Clarey, Renne, June, Asvi, Lynx, Zynga, Ovyx, Naze, dan Whu akan membersihkan seluruh tempat itu.
Mereka tidak akan membangun ulang Void Hill karena tempat itu hanya akan dijadikan markas sementara. Karena markas sebenarnya berada di desa yang akan menjadi milik Slitherio sepenuhnya.
Atra, Slitherio, dan LoghSeveria akan pergi ke desa itu bersama dengan Asheuin. Lima Pilar Naga yang lain menunggu di Void Hill sembari membantu anggota Guild Sevens yang lain bersih-bersih.
Mereka akan pergi nanti pagi, karena sekarang masih tengah malam dan pembantaian tadi berlangsung sebelum tengah malam.
Mereka akan menginap disana sebelum pergi ke desa di Utara. Untung saja Void Hill sangat luas, sehingga seluruh anggota dan Enam Pilar Naga memiliki kamarnya sendiri-sendiri.
“Aku akan memeriksa desa itu dengan baik, jika desa itu hancur, dengan pekerjaanku sebagai arsitek, aku dapat membangun desa itu dengan lebih baik.” Jelas Slitherio sebelum mereka semua pergi ke kamar masing-masing.
Saat di kamarnya, Slitherio menyempatkan diri untuk memeriksa Statusnya.
“Status.”
[Slitherio/Phoenix/Flame Knight/level 205
STR (531) INT (473) VIT (232) DEX (465)
HP: 52.500
Murderous Point: 1.450
Mana: 1 Spirit/15.000 Mana
Sword Mastery: Advance level 17
Dapat memberikan tambahan Physical Damage+200 setelah memakai skill.
Skill Mastery: Advance level 5 (Secara keseluruhan Mastery skill dihitung)
Skill pasif: Immortal Beast
Pemilik skill ini dapat bangkit dari kematian, mati berkali-kali dapat memperpanjang Cooldown skill ini. Cooldown: 1 hari]
“Murderous Aura milikku terasa kuat, apa ini efek dari keseringan membunuh?” gumam Slitherio pelan.
Weapon Masterynya masih di tingkat Advance. Itu terasa lambat dibanding saat dirinya berada di tingkatan Intermediate.
__ADS_1
“Apa mungkin karena sudah banyak pemain yang mencapai Advance sebab itu perkembangan pemain di tingkat Advance melambat?” gumam Slitherio. Ia tersenyum kemudian merebahkan dirinya.
“Lebih baik aku memutuskan sambungan saja sambil mengisi waktu...” kata Slitherio kemudian memutuskan sambungan.