
Di luar stadium...
Wagata, Zen, Fadexion, dan Fisvion menunggu Hell Dragon Visidha memberikan perintah selanjutnya.
Seingat Fisvion, hanya Fadexion dan Wagata saja yang dibangkitkan oleh penguasa Hell Empire yang berinisial L.
Siapa sangka, Zen meminta L untuk menambahkan kekuatannya secara paksa. Dengan begitu, kekuatan Wagata, Fadexion, dan Zen berada jauh di atasnya.
Untung saja Zen masih ingat dengan Fisvion, jika tidak mungkin L akan membangkitkan 4 orang dalam sehari.
Fisvion yang merasa kurang dengan kekuatannya meminta pada L untuk menambahkan kekuatannya secara paksa dan L menyanggupinya.
Dengan begitu, Fisvion memiliki kekuatan yang setara dengan Fadexion dan yang lainnya.
Hari ini, mereka menyerang Sky Empire langsung dengan dipimpin langsung oleh Visidha dan jumlah pasukan sebesar 100.000 Hell Knight level rendah, sudah dipastikan bahwa Sky Empire pasti akan hancur.
Tetapi hal yang ada diluar dugaan Visidha ialah kemunculan tiga lawan Wagata di perang perbatasan empat bulan lalu, yaitu Slitherio, Atra, dan Whu.
***
Slitherio menebaskan kedua pedangnya dengan puluhan kali tebasan ke tubuh Visidha, tetapi tubuh Visidha seperti tidak tergores sedikitpun.
“Hihi...” Visidha menangkis semua serangan Slitherio sambil tertawa cekikikan.
Di sisi lain, Whu juga ikut menyerang dengan satu clonnya, tetapi Visidha memasang perisai mana di seluruh tubuhnya sehingga serangan Whu hanya mengenai tubuh Visidha sebentar lalu menghilang.
Riana yang memakai kipas pun tidak diuntungkan karena tubuh Visidha yang lentur menghindar kesana-kemari dengan lincahnya sampai Riana tidak bisa membidik tubuh Visidha dengan benar.
Atra mungkin yang tercepat diantara kelimanya, tetapi ia tetap tidak mampu mengejar Visidha, bahkan sampai ia mengerahkan Original Skill Soul Remaist dan Wind Stepnya.
Selena berada di kondisi yang sedikit menguntungkan. Serangan-serangannya mengenai tubuh Visidha dan sialnya Visidha tidak tergores sedikitpun.
Untuk pertama kalinya, lima Remaister menghadapi lawan yang sangat tangguh.
Sebuah petir menyambar dengan dahsyatnya ketika Slitherio, Atra, Whu, Riana, dan Selena terpental jauh terkena serangan Visidha.
“Heh, begini saja kekuatan para pewaris kekuatan Soul Remaist? Lemah...” Visidha menatap ke langit.
Sesosok pria paruh baya mengangkat senjatanya yang berupa palu yang diselimuti petir biru lalu melompat tinggi dan berseru, “Sky Splitting Technique: War Mode Hammer!”
__ADS_1
Pria itu bukan lain adalah Serioza, kaisar Sky Empire yang sekarang. Penampilan Serioza yang sekarang mirip dengan Thunder God.
Serioza mengangkat palu besarnya tinggi-tinggi lalu melompat dan mendarat di atas arena sampai menghancurkan arena di sekitarnya. Ketika Serioza mendarat, suara dentuman keras terdengar sampai keluar kota Syacht.
Petir biru menyambar turun ke arena dan menyelimuti tubuh Serioza. Serioza memakai seluruh perlengkapannya sehingga tubuhnya terlihat besar dan kekar.
Serioza mengangkat palunya lalu melesat maju menyerang Visidha yang menanggapi Serioza dengan tangkisan sederhana dan mementalkan Serioza ke sebelah Slitherio dan yang lainnya.
“Maaf terlambat...” Serioza menggunakan palunya untuk berdiri lalu membantu Slitherio dan yang lainnya berdiri.
Air-air menetes ke atas arena ketika Serioza selesai membantu Slitherio dan yang lainnya berdiri. Seorang pria yang membawa tombak bermata tiga melayang di atas mereka sambil mengangkat senjatanya.
“Rain...” tetesan air semakin bertambah banyak ketika pria itu mengucapkan sebuah skill. Pria itu bukan lain adalah Trestio.
Trestio membawa pusaka kekaisarannya, yaitu Trident of Sea God. Trisula ini adalah senjata milik Christie, sang Ocean Goddess.
Trestio mengangkat trisulanya dan memanggil seluruh air yang ada di sekitar tempat itu, entah itu air kotor atau air bersih, semua Trestio panggil dan ia bentuk menjadi bulat. Ia lalu mengarahkan trisulanya ke arah Visidha dan air bulat itu melesat dengan cepat dan mengguyur Visidha dengan campuran air kotor dan air bersih.
Tepat setelah Trestio melemparkan bola air campuran air kotor dan air bersih, enam pedang terbang dengan cepat dan menggores tubuh Visidha.
Seseorang berdiri di sebelah Slitherio lalu berkata, “Aku tidak bisa meninggalkan ketua Guildku bertarung dengan orang tak dikenal...”
FastStone menarik pedangnya yang berbentuk lengkung yang tersarung di pinggang kirinya lalu berkata, “Kami akan membantu...”
“Kami?” tanya Slitherio sambil mengangkat alisnya.
FastStone menunjuk ke arah belakang dengan pedangnya tanpa membalikkan tubuhnya. Slitherio menoleh dan melihat hampri semua anggota Guild Sevens kembali ke arena, kecuali Clover.
“Serang dia bersamaan! Wind Arrow!” Naze yang berada di depan menunjuk Visidha dengan anak panahnya lalu membidikkan panahnya pada Visidha dan melepaskannya.
“Simple Earthquake!”
“Six Sword Control!”
“Light of Whip!”
“Armament!”
“Healing the soul!”
__ADS_1
“Clones Technique: Endless Staff!”
Berbagai skill dikerahkan oleh para anggota Guild Sevens dan itu cukup membuat Visidha tergores sedikit.
Slitherio tersenyum, tetapi ketika ia melihat jumlah HP Visidha, ia berseru kencang.
“Apa?!” Slitherio berseru sambil menarik rambutnya.
HP Visidha sebesar 1.500.599 dan itu adalah jumlah keseluruhannya. Mereka baru berhasil mengurangi satu poin HP saja.
“Apa?!” semua orang berseru setelah mereka melihat jumlah HP Visidha yang terbilang hampir tak terbatas.
“Tidak ada pilihan selain memanggil mereka, bukan?” Naze mengangkat tangannya dan mengarahkan sesuatu ke atas. Ia lalu berseru, “Datanglah, Enam Pilar Naga!”
Benda di tangan Naze bersinar terang dan berwarna hijau. Visidha yang melihatnya tersenyum lebar, “Kalian memanggil bantuan? Aku juga akan melakukan hal yang sama...” Visidha lalu mengangkat tangannya.
Cahaya berwarna hitam keunguan melesat ke atas dan saat itulah, dua cahaya bantuan naik ke atas secara bersamaan, cahaya hijau dan cahaya hitam keunguan.
“Sekarang!” Slitherio maju sambil berseru dan menyerang Visidha dengan cepat. Yang lainnya lalu mengangkat senjata mereka masing-masing dan mengikuti Slitherio.
Li yang ikut kesana memilih memainkan Storm Harp dan menggunakannya untuk mengacaukan gerakan Visidha.
Efek dari permainan musik Li ternyata tidak hanya berdampak di dalam arena saja, bahkan sampai keluar stadium.
Terbukti gerakan Visidha menjadi tidak terlalu cepat karena terkena musik Li.
Disaat situasi di dalam menjadi sedikit lebih baik, situasi diluar malah sebaliknya.
***
Para Hell Knight yang melihat para penonton keluar dari stadium memutuskan untuk membunuh mereka dibanding membiarkan mereka menyebarkan kabar itu keluar.
Saat cahaya berwarna hitam keunguan terlihat di langit, para Hell Knight semakin gencar untuk menghabisi para penduduk sekitar
Meski awalnya mereka berhasil menghabisi para penonton yang keluar dari stadium maupun para penduduk, suara musik menghancurkan gerakan mereka dan beberapa pemain memberikan perlawanan yang lumayan sengit.
Ketika itulah, Zen muncul dan menghabisi para pemain yang awalnya memberikan perlawanan dan berjalan masuk ke stadium. Ia mengajak serta Wagata, Fadexion, dan Fisvion.
Beberapa markas Guild Profesional di Syacth sudah dihancurkan oleh Wagata dan para penghuninya sudah ia habisi juga.
__ADS_1
Ketika mereka sampai di dalam stadium, pertarungan dahsyat langsung menyambut mereka bertiga.