
"Yul..aku kangen kamu..huhuhu" tangis Faisal pecah, dia tidak bisa mengontrol emosinya. Delia yang tiba-tiba dipeluk Faisal, berusaha untuk melepaskan dirinya. Dia menganggap apa yang dilakukan Faisal sudah keterlaluan.
"Apa-apaan Mas, kenapa Mas Faisal memeluk saya seperti itu. Saya bukan istri Mas Faisal, kita bukan muhrim" ucapnya dengan nada tinggi.
"Kamu Yulia, kamu istriku, kamu ibu dari anakku.." racau Faisal memegang kembali tangan Delia.
"Lepaskan saya, saya tidak menyangka Mas akan berbuat itu pada saya. Istri Mas Faisal sudah meninggal. Saya bukan istri Mas Faisal."
"Kamu Yulia, apa kamu tahu, kalau kamu mempunyai saudara kembar?" tanya Faisal dengan nada rendah.
"Maksudnya?"
"Kamu adalah putri dari Pak Sukamto dan Bu Siti Zulaikha. Kamu hanya anak angkatnya Bu Sundari, dan beliau mengetahui semuanya. Kami mempunyai saudara kembar yang bernama Yulia Rachmawati. Tapi saya juga tidak tahu, bagaimana caranya saya membuktikan kalau kamu itu Yulia, bukan Delia." Faisal mencoba menjelaskan semuanya yang dia ketahui.
"Saya tahu, kamu hilang ingatan kan? karena itu, kamu tidak mengenali kami sebagai keluarga mu. Dan itu dimanfaatkan oleh orang tua angkat mu untuk tetap bersama mereka," sambung Faisal. Perkataan Faisal sedikit demi sedikit di cerna oleh Delia.
"Kenapa Mas Faisal berfikiran seperti itu, menjelekkan orang tua saya. Saya kecewa dengan Mas Faisal." Delia, kemudian pergi meninggalkan Faisal dan Sisi. Sisi yang menyadari kalau bundanya pergi, berteriak memanggil-manggil nama bundanya.
Mendengar teriakkan Sisi, Delia menoleh, dia menghentikan langkahnya. Dia tidak tega jika melihat Sisi menangis. Delia berbalik arah mendekati Sisi.
"Sayang, Bunda pamit dulu ya Nak! besok Bunda kesini lagi. Bunda sayang Sisi." Delia kemudian memeluk Sisi. Ikatan batin antara anak dan ibunya, memang tidak diragukan lagi. Meskipun Delia tidak ingat, siapa Sisi itu sebenarnya. Dia begitu menyayangi Sisi dengan tulus.
"Bunda janji ya, bunda jangan marahin Ayah. Ayah kasihan Bunda, Ayah sering nangis kalau Bunda pergi," adu Sisi pada Delia. Delia hanya melirik sekejap Faisal yang berdiri di dekat Sisi.
Delia melepaskan pelukannya dari Sisi, dia akan beranjak. Faisal mencoba mencegahnya, di panggilnya lagi Delia.
__ADS_1
"Tunggu, aku mohon percayalah pada ku, aku akan tunjukkan kamu sesuatu. Tolong tunggu disini sebentar. Aku janji setelah kamu melihatnya, aku gak akan mencegah mu pergi." Delia mengurungkan niatnya untuk cepat beranjak dari rumah Faisal. Dia juga penasaran dengan apa yang akan ditunjukkan Faisal padanya.
Dirasa Faisal berhasil mencegah Delia pergi, Faisal ke kamarnya untuk mengambil tas ya g berisi KTP Delia. Setelah mengambil tas itu, Faisal kembali lagi ke ruang tamu.
"Coba lihat ini, ini adalah tas yang diberikan oleh pihak rumah sakit, waktu kecelakaan itu." Faisal menyerahkan tas itu pada Delia, Delia mencoba membukanya. Dikeluarkan dari per satu benda yang ada di dalam tas itu. Yang terakhir adalah dompet yang berisi foto serta KTP Delia. Delia mengamati foto dan KTP itu, memang sangat mirip dengannya. Tapi, foto yang ada di situ, terlihat lebih tomboi dari dia. Delia juga berfikir, kenapa di foto itu, dia tidak mengenakan jilbab. Sedangkan hati nuraninya, selalu berfikir, dia adalah muslimah yang baik. Dia tidak pernah melepas jilbabnya, dalam keadaan apapun. Delia menjadi bingung, dengan apa yang dia lihat dan apa yang dia rasakan.
"Kalau memang itu milik Yulia, harusnya KTP itu namanya Yulia. Tapi, kenapa disitu tertulis nama Delia. Aku juga gak tahu, kenapa itu bisa terjadi. Kenapa kamu ada di dalam mobil Delia, dan Delia yang mengendarai motor kamu. Aku yakin kamu adalah Yulia, cara berbicara mu, cara kamu berpakaian, cara kamu memandang aku sama dengan Yulia." Faisal berusaha meyakinkan Delia kalau dia adalah Yulia, istrinya.
Delia terdiam, dia bingung apakah harus mempercayai Faisal atau tidak. Tapi dia tidak yakin dengan ucapan Faisal. Delia kemudian berlari keluar rumah Faisal. Perasaannya tak menentu, dia ingin percaya, tapi kenapa dia tidak bisa mengingatnya barang sedikit saja. Delia memutuskan untuk pulang kerumahnya. Disepanjang perjalanan, dia terus kepikiran dengan ucapan Faisal. Dia tidak bisa tinggal diam, dia juga harus menyelidikinya sendiri.
Sampai dirumahnya, Delia langsung mencari Bu Sundari. Kebetulan beliau ada di dapur, Delia Langsung menemuinya. "Maa...ada yang ingin Delia tanyakan pada Mama!" seru Delia sudah ada di belakang mamanya.
"Eh sayang, kamu sudah pulang, Nak?" Bu Sundari langsung memeluk Delia.
"Maa, ada yang ingin Delia tanyakan pada Mama." Delia mengulang ucapannya, mama Sundari sedikit bingung, dengan raut wajah Delia yang serius.
"Apa benar Delia bukan anak kandung Mama?" Tanpa basa-basi lagi Delia Langsung menanyakan hal itu pada Mamanya. Bu Sundari yang mendengar pertanyaan Delia, syok, tidak tahu harus menjawab apa. Dia juga berfikir, darimana Delia tahu tentang rahasia yang selama ini disimpan nya rapat-rapat.
"Kenapa kamu bicara seperti itu, Nak?" raut bingung, takut menjadi satu di wajah Bu Sundari.
"Jawab yang jujur, Delia mohon, jangan ada lagi yang ditutup-tutupi dari Delia." Delia memegang kedua tangan mamanya, dia memohon agar mamanya berkata jujur.
"Darimana kamu tahu tentang hal itu, Del?" Akhirnya Bu Sundari mengakui pertanyaan Delia, secara tidak langsung.
"Berarti benar, Delia bukan anak Mama dan Papa"
__ADS_1
"Kamu anak kami Sayang, kamu gak boleh ngomong itu pada Mama"
"Siapa orang tua kandung Delia ma?" tanya Delia lagi, dia ingin semuanya jelas. Delia ingin mengetahui masa lalunya, termasuk dia adalah Delia atau Yulia.
"Orang tua kamu sudah lama meninggal,"
"Mana jangan bohong lagi Ma, mama katakan dengan jujur, siapa orang tua kandung Delia." Delia menatap intens mamanya, dia tidak ingin dibohongi lagi.
"Mama gak bohong, sayang"
"Cukup Maa, kenapa Mama menyembunyikan jati diri Delia. Kenapa Ma?" Delia sangat kecewa pada mamanya, yang sudah jelas-jelas ketangkap basah tentang kebohongannya.
"Karena Mama gak mau kehilangan kamu...huhuhu" tangis Bu Sundari pecah, dia tidak akan menyangka kalau rahasianya akan terbongkar secepat ini.
"Maa, Delia gak akan meninggalkan Mama. Delia sayang dengan Mama, Delia juga gak mau pisah dari Mama. Tapi menyembunyikan jati diri Delia itu bukan cara yang baik untuk Delia tetap ada disamping Mama." Delia memeluk mamanya, dia tahu apa yang dirasakan oleh mamanya.
"Tolong antarkan Delia menemui orang tua kandung Delia, Ma!" seru Delia setelah melepaskan pelukannya dari Bu Sundari.
To be continued..
Jeng...jeng...apakah itu artinya Delia akan tahu siapa dirinya...
hihihi pengen ketawa aku nya..
kayak MC yang membawakan acara gosip artis aja...
__ADS_1
Besok lagi ya....