
Yulia sudah bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit, dia mencoba menghubungi Faisal. Namun tidak ada Jawaban dari Faisal. Handphone nya tidak aktif. Akhirnya dia memutuskan untuk jalan sekarang, Yulia membawa bekal makan siang sekalian untuk Faisal. Yulia memesan taksi online lewat aplikasi nya, setelah taksi yang dia pesan datang. Yulia langsung menuju ke rumah sakit.
Jam sudah menunjukkan pukul 11.00 siang, sebentar lagi jam istirahat datang. Yulia membuat janji pada dokter Monica, dokter kandungan nya untuk melakukan pemeriksaan kandungan nya setelah jam makan siang. Jadi Yulia agak santai tidak terlalu terburu-buru. Yulia berencana akan makan siang berdua dengan Faisal dirumah sakit. Jadi dia membawa bekal lumayan banyak, dia kembali menghubungi handphone suaminya, namun tetap tidak aktif. Yulia sempat khawatir, padahal sebelum berangkat tadi, Faisal sudah mewanti-wanti untuk menghubungi dia kalau udah mau jalan. Tapi kenyataannya Faisal tidak bisa dihubungi..
Dia bingung harus menghungi siapa, selain no handphone suaminya, dia tidak punya nomor handphone teman kerja Faisal. Tempo hari juga mau minta no handphone Dino, dia tidak ingat. Yang membuat dia heran, Dino selalu ada disaat dia butuhkan.
Tempo hari saat Yulia pulang dari swalayan dekat rumahnya, Dino tiba-tiba ada di situ. Dan menawarkan bantuan untuk membawakan belanjaan nya. Bukan cuma itu aja, waktu dia kecopetan saat menebus obat di apotik Dino juga yang menolongnya. Dino bagaikan pahlawan yang siap siaga disaat dia butuhkan.
Saat ini Yulia sampai dirumah sakit tempat dia memeriksakan kandungannya, sekaligus tempat suaminya bekerja. Yulia langsung menuju keruangan Faisal, Yulia membuka pintunya. Namun dia harus menelan kekecewaan karena Faisal tidak ada di ruangannya.
Yulia berjalan keluar menuju ke ruang receptionis untuk mengecek keberadaan Faisal.
"Maaf mbak dokter Faisal hari ini berangkat gak ya...?" tanya Yulia pada petugas receptionis rumah sakit.
"Dokter Faisal tadi datang kerumah sakit, tapi hari ini beliau tidak praktek.. Beliau sekarang sedang menolong korban kecelakaan mbak.." petugas receptionis menjelaskan keberadaan Faisal.
" Sekarang dokter Faisal nya ada dimana.. Soalnya dari tadi saya menelponnya, namun ponselnya tidak aktif.." Yulia jadi penasaran, siapa yang sedang ditolong oleh suaminya. Sampai-sampai nomor ponselnya tidak di aktifkan, yang lebih parah lagi, Faisal melupakan janjinya pada Yulia.
"Sebentar mbak, saya cek dulu ya..." petugas receptionis mengecek di latar komputer, pasien yang digulingkan Faisal dirawat.
__ADS_1
" Dokter Faisal ada di ruangan operasi mbak ." Setelah menemukan ruangan tempat Weli dirawat, petugas receptionis memberi tahu Yulia.
" Ok.. mbak terimakasih.." Yulia bergegas ke ruangan yang ditunjukkan oleh receptionis tadi. Dia mengecek-ngecek seluruh kamar, sampai akhirnya dia bertemu dengan Dino..
"Assalamualaikum Yulia.. Ada apa kesini.." Dino langsung menghampiri Yulia yang kelihatan sedang mencari sesuatu.
"Waalaikumusalam mas Dino, Yuli sedang mencari mas Faisal.." jawab Yulia dengan mimik wajah yang tidak bisa di tebak.
"Faisal hari ini tidak praktek Yul.. Kenapa kamu mencarinya kesini.." Setahu Dino Faisal tidak hadir hari ini, Dino tidak tahu apa yang terjadi antara Weli dan Faisal.
"Iya mas Yuli tahu.. Mas Faisal sekarang ada diruang operasi mas.. Mas Faisal tadi menolong korban kecelakaan, jadi dia menunggu orang itu mas.." jelas Yulia.
Mereka berjalan menuju ke ruang operasi tempat Weli dan Faisal berada. Dino tidak mendapat kabar apapun dari Faisal tentang keadaan Weli, mungkin Faisal tidak ingat atau dia sedang kesal pada Dino yang akhir-akhir ini bersikap aneh di depannya.
Sedangkan Faisal masih setia menunggu kabar baik dari dokter Feri dan dokter Monica. Keluarga Rio juga sudah nampak di sana, pak Andrian dan istrinya sudah berada di rumah sakit sejak satu jam yang lalu.
Pintu ruangan operasi terbuka, pertanda operasi nya sudah selesai. Dokter Monica dan dokter Feri keluar bersamaan. Pak Andrian, istrinya, dan Faisal langsung mendekati mereka berdua..
"Bagaimana keadaan menantu saya dok.." tanya pak Andrian, dia merasa khawatir dengan keadaan Weli. Jika terjadi apa-apa dengan Weli, maka semua aset perusahaan dan kekayaan Weli akan jatuh ditangan panti sosial. Begitu yang tertulis didalam surat wasiat orang tua Weli..
__ADS_1
"Tenang pak..." Dokter Feri mencoba menenangkannya pak Andrian dan istrinya yang sejak dari tadi tak henti-hentinya menangis.
Dengan berat hati dokter Feri menyampaikan keadaan Weli. " Mohon maaf pak, buk, bayi dalam kandungan ibu Weli tidak bisa diselamatkan.." Belum berhenti dokter Feri bicara, istri pak Andrian pingsan sehingga membuat suasana semakin riuh..
Pak Andrian dan salah satu perawat membawa keruang rawat istri pak Andrian.
Sementara Faisal masih berada ditempat itu bersama dokter Monica dan dokter Feri..
" Lalu bagaimana dengan keadaan pasien dok.." tanyanya dengan penuh kekhawatiran.
" Ibu Weli saat ini sedang koma, beliau belum melewati masa kritisnya. " Ucap dokter monica, sontak membuat Faisal melemas.
Happy reading gaessss..
ini up kedua ya..
Ayo dukung author dengan like komen dan votenya.. Biar tambah semangat....
terimakasih 😍💘
__ADS_1