
Malam itu Yulia tidak bisa tidur, dia mengingat-ngingat kejadian demi kejadian yang mengganjal dalam hatinya. Saat Faisal terang-terangan membenci Weli, kerap kali ditanya kenapa?, Faisal tidak pernah mau menjelaskan. Saat Faisal pulang-pulang dalam keadaan mabuk, saat Faisal menyembunyikan kotak yang berisi Poto kenangan nya bersama Weli. Namun, ada sedikit keraguan dalam hatinya. Yulia berniat akan menemui Dino, besok pagi. Dia ingin memastikan sendiri, bahwa apa yang ia pikirkan itu benar adanya.
Pagi itu, kebetulan hari Sabtu. Itu tandanya, Dino tidak praktek hari ini. Keadaan Faisal masih sama, hanya dia tidak menyebut lagi nama Weli. Yulia menemui dokter Gerald, untuk berkonsultasi mengenai kesembuhan Faisal.
"Dokter, lalu saya harus bagaimana,? agar suami saya cepat sadar..."
"Bu Yulia, lebih baik anda temukan dokter Faisal dengan seseorang yang disebut namanya, di alam bawah sadar nya dokter Faisal.." Jelas Dokter Gerald memberi solusi.
Setelah mendapatkan saran dari dokter Gerald, Yulia berniat akan mempertemukan Faisal dan Weli. Sudah hampir dua tahunan Faisal dan Yulia, tidak pernah lagi bertemu dengan Weli.
Yulia menunggu Ibu Sari datang ke rumah sakit, untuk gantian menjaga Faisal. Yulia berniat akan langsung menemui Dino, setelah itu baru pulang ke rumahnya.
"Assalamualaikum Yul, ini Ibu bawakan kamu sarapan, kamu makan dulu ya nak.." Ibu Sari yang menenteng rantang berisi makanan mendekati Yulia yang sedang duduk disebelah ranjang Faisal.
"Waalaikumussalam Bu, Yulia masih kenyang Bu.." Tolak Yulia.
"Kamu harus makan nak, nanti kamu sakit.. Kasihan Sisi kalau kamu juga sakit nak.." Ibu Sari yang melihat Yulia akhir-akhir ini tidak makan dengan baik, langsung membuka rantang itu. Disiapkan makanan itu untuk Yulia, kemudian langsung memberikannya pada Yulia.
"Kamu harus makan ini..." Yulia mau tidak mau mengambil makanan yang diberikan ibu mertua nya itu.
"Yul, mata kamu sembab nak..? Apa kamu menangis semalaman.." Ibu Sari memperhatikan Yulia, matanya memang sembab, dan terlihat pucat.
"Gak Bu, Yulia hanya kurang tidur Bu.." ujar Yulia berbohong.
Bagaimana dia tidak menangis, disaat tidak sadarkan diri saja, suaminya malah mengingat wanita lain, bukan dia atau anaknya. Yulia tidak ingin masalah nya diketahui mertuanya, bahkan orang tuanya. Dia tidak mau jika, mereka semua akan ikut sedih. Biarlah dia seorang diri yang menanggungnya.
"Bu, Yulia titip mas Faisal ya, Yulia mau tengok Sisi. Yulia kangen Bu dengan Sisi.." Yulia minta izin akan menengok putrinya, sekaligus bertemu dengan Dino.
' Iya nak, Kamu temui dulu Sisi, kasihan dia.." Dengan mudah Yulia mendapatkan izin dari ibu mertuanya. Ditengah perbincangan nya dengan Ibu Sari, pak Hermawan datang. Beliau datang terlambat karena harus ke toilet dulu. Yulia kemudian meminta izin juga pada ayah mertuanya. Pak Hermawan pun mengizinkan Yulia. Beliau sebenarnya kasihan dengan menantunya itu. Yulia harus mengurus Faisal, harus mengurus Sisi juga di rumah Felisa. Yulia jarang pulang kerumahnya, jika ada kesempatan untuk pulang, dia memilih menemui putrinya.
__ADS_1
Dengan mengendarai taksi online Yulia menuju ke rumah Dino, dia tidak sanggup jika harus mengendarai motornya sendiri. Badan nya lemas, tak bertenaga. Bukan karena ia kurang makan ataupun kurang tidur saja, tapi juga lemas karena dia takut untuk menerima kenyataan yang akan ia dengar. Sepanjang jalan Yulia hanya melamun, membayangkan apa yang akan terjadi setelah ini. Jika benar Weli lah yang selama ini, orang yang dicintai suaminya. Apa yang akan Yulia lakukan setelah ia tahu.
Tidak terasa Yulia sudah sampai didepan rumah Dino dan Felisa. Dengan langkah buru-buru Yulia menekan bel pintu rumah Dino. Selang beberapa saat, pintu dibukakan oleh assisten rumah tangga Dino dan Felisa.
"Eh mbak Yulia, masuk mbak.. non Sisi baru saja selesai sarapan..." Sapa Bik Jumiati, assisten Rumah tangga Dino.
"Iya Bik, Mbak Felisa dan mas Dino nya ada bik.?"
"Ada mbak, syok masuk.." Yulia masuk ke rumah Dino, diruang tengah tampak Sisi dan Bilqis sedang bermain Boneka. Sisi yang melihat Yulia datang, berlari memeluk Bundanya...
"Bunda..."
"Iya sayang.. Sini anak Bunda..." Yulia memeluk Sisi.
"Bunda, Sisi mau ketemu Ayah.. Sisi kangen sama Ayah.." Sisi meneteskan air matanya, Yulia tahu putrinya amat sangat rindu dengan Ayahnya.
"Sabar ya sayang... Ayah belum sembuh, nanti kalau Ayah sudah sembuh, Bunda ajak Sisi temui Ayah.." Yulia ikut meneteskan air matanya.
"Iya Sha, aku barusan kok.. belum lama.." Yulia melepaskan pelukannya dari Sisi, setelah ia sadar Felisa menyapa nya.
"Kita sarapan dulu yuk.."
"Nggak Sha, aku sudah sarapan tadi. Aku ingin bertemu dengan Mas Dino, ada yang ingin aku sampaikan kepada mas Dino, mengenai mas Faisal.." Dino yang mendengar namanya disebut-sebut, lantas menghampiri Yulia.
"Ada apa Yul, apa ada masalah dengan Faisal..?" Tanya Dino khawatir.
"Lebih baik kita tidak bicara di sini, kita bicara di luar saja mas, Sha.."
"Sisi dan Bilqis, kalian main disini dulu ya nak, bunda mau ngobrol sama ante Felisa dan Om Dino.." Yulia membujuk Sisi untuk tidak ikut dengan nya. Sisi pun mengangguk, dan kembali bermain boneka bersama Bilqis.
__ADS_1
Mereka bertiga berjalan menuju taman samping rumah Dino. Di sana ada kursi santai. Tempat yang tepat untuk ngobrol.
"Ada apa Yul, sepertinya penting sekali..?" Dino penasaran dengan apa yang akan Yulia sampaikan.
"Mas, Yulia mohon jawab dengan jujur pertanyaan Yulia..." Sebelum memulai mengatakan semuanya, Yulia meminta untuk Dino berbicara jujur padanya.
"Ini ada apa Yul, jangan bikin kami penasaran.." Felisa yang sudah tidak sabar ingin mendengar apa yang ingin Yulia sampaikan, ikut angkat bicara.
"Mas Dino, apa benar Wanita yang selama ini dicintai mas Faisal itu, mbak Weli.." Air mata Yulia sudah lolos kepipinya.
"Jawab mas, jawab dengan jujur..."
"Dari mana kamu tahu tentang itu..." Dino tidak menyangka rahasia yang selama ini ditutup-tutupi oleh dia, Faisal dan Weli, akhirnya terbongkar..
"Berarti benar kan mas...." Tangisnya pecah, hatinya hancur saat mendengar ucapan Dino. Secara tidak langsung Dino mengakui kalau Weli adalah cinta pertamanya Faisal.
Felisa pun ikut terkejut mendengarnya.
"Kenapa mas, kenapa mas Dino gak memberi tahu pada Yuli mas...huhuhu..." Yulia masih menangis di pelukan Felisa.
"Yul, dari awal aku sudah ingin memberi tahu hal itu padamu. Tapi apa kamu tidak ingat, kamu pernah mengatakan. Kalau kamu ingin mendengar langsung dari mulut Faisal. Dan aku hargai keputusan mu itu...' Sejak awal Dino memang akan memberi tahu semuanya pada Yulia, namun Yulia ingin mendengar sendiri dari Faisal. Yulia mengingat kembali saat Dino hampir saja membongkar rahasia itu padanya, namun dia sendiri lah yang menolaknya.
Dino menceritakan semua kisah Faisal dan Weli, sejak awal bertemu, sampai mereka terpisah karena Weli harus menikah dengan Rio. Dino juga bercerita tentang alasan Faisal mengajak Yulia menikah. Semua rahasia yang selama ini ditutupi, dibongkar oleh Dino. Yulia hanya diam, dengan air mata yang terus mengalir.....
To be continued..
Up kedua ya...
Jangan lupa like komen dan votenya..
__ADS_1
Up ketiga, ditunggu nanti malam ya ..
Terimakasih...