Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku

Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku
30. Teruslah seperti ini mas....


__ADS_3

Pagi-pagi Faisal terbangun, dilihatnya jam menunjukkan pukul empat pagi. Dia beranjak dari tempat tidur nya, dan bergegas ke kamar mandi. Setelah mensucikan diri untuk sholat, Faisal membangunkan Yulia. Perlahan dia usap pipi Yulia, mata Faisal tertuju pada wajah polos Yulia saat tidur.


"Kamu cantik juga ya yull, kenapa selama ini aku tidak memperhatikan mu.. Wanita tulus seperti mu patut mendapatkan perhatian lebih dariku.. maafkan kelalaian ku ya..." ucap Faisal yang sekarang menyentuh bibir Yulia. Faisal mendekatkan wajahnya pada wajah Yulia, seakan tertarik magnet untuk sekedar mengecup bibir merah muda istrinya. Namun ketika semakin dekat dari wajah Yulia, mata Yulia pun terbuka. Dia kaget mendapati suaminya yang sudah ada dihadapannya..


"Eh.. mas..udah bangun", Faisal terkejut, istrinya ternyata sudah bangun. Hampir saja dua mencium istrinya dalam keadaan tidur, Faisal jadi salah tingkah..


"Iya Yul...mas mau membangukanmu, tapi kamu udah bangun duluan.. ayo subuh dulu Yul.." Faisal terpaksa berbohong, dia tidak punya keberanian untuk mengatakan kalau dia mau mencium Yulia..


"Iya mas Yuli ke kamar mandi dulu ya.." Yulia bergegas ke kamar mandi diikuti oleh Faisal.


Mereka sholat subuh berjamaah, setelah itu mengaji bersama. Rasanya ada perasaan tenang dalam hati Faisal. Namun terbesit di kepalanya, akan lebih indah lagi bila yang dihadapannya ini adalah Weli. Wanita yang dia cintai. (Haduh di Faisal mah,,, bikin pusing aja,, sebentar-sebentar perhatian sama Yulia, ingin melupakan Weli tapi masih nginget-nginget terus. Dasar cowok plin plan..). Faisal segera membuang pikiran nya itu, otaknya kembali waras. Dia bersyukur memiliki pasangan yang umurnya masih muda tapi cara berpikirnya lebih dewasa dibandingkan dengan dirinya.


Seusai mengaji Faisal menyuruh Yulia untuk duduk ditepi ranjang, kemudian dia berjalan menuju dapur untuk membuatkan susu hamil buat Yulia. Segelas susu putih rasa vanilla sudah ada ditangan Faisal. Dia memberikan nya pada istrinya, Yulia tampak kaget namun hatinya senang karena perhatian Faisal..


"Segelas susu untuk kamu Yul, dan dedek yang ada disini.." Faisal memegang perut istrinya.


"Makasih mas ..Yuli seneng banget..mas perhatian sama Yuli.." Yulia meraih gelas yang berisi susu itu lalu meneguknya perlahan.


"Emang sudah seharusnya kan mas kasih perhatian ke kamu..." Faisal mengusap rambut istrinya. " Maafin semua kesalahan mas ya Yul.. mas janji akan lebih memperhatikan kamu.." Faisal mengecup kening Yulia, Yulia hanya tersenyum manis..


"Sudah mas.. yang lalu biarlah berlalu..mas harus belajar dari kesalahan mas, dan memperbaiki selagi masih ada kesempatan.." Yulia menghabiskan susu buatan suaminya.


Setelah menghabiskan susunya, Yulia dan Faisal turun kebawah menuju kedapur.


"Kamu mau mas buatin makanan apa Yul.." tanya Faisal mendudukkan Yulia dikursi meja makan.

__ADS_1


"Mas gak usah repot-repot masakin buat Yuli, Yuli bisa sendiri mas.. Itu tugas Yulia Melayani mas Faisal termasuk memasak buat Faisal.." Yulia merasa tidak enak jika suaminya mengambil peran yang seharusnya dia lakuin.


"Tapi tidak untuk hari ini...mas yang akan buatkan makanan buat kamu.." Faisal mentoel hidung Yulia, Yulia tersenyum.


"Ok kalau itu maunya mas.. mas mau buatin apa aja pasti Yuli makan." giliran Yulia yang memencet hidung Faisal. Faisal meringis kesakitan..


"Kamu tunggu disini dulu ya.. mas bikinin sandwich buat kita sarapan." Faisal menuju kedapur untuk menyiapkan sarapan pagi ini. Yulia hanya memperhatikan dari meja makan. Hatinya seketika berubah bahagia, setelah semalam dia merasa tidak dihargai sebagai seorang istri oleh Faisal. Beberapa potong sandwich tertata rapi di piring yang dibawa Faisal, dengan hati-hati dua meletakkan di atas meja. Faisal mengambil sepotong sandwich lalu menyuapkan kedalam mulut Yulia...


"Aaaaaaa"


" Mas... ihhh aku bisa sendiri.." Yulia merasa malu diperlakukan manja oleh Faisal, dengan cara menyuapi makanan nya di mulutnya.


"Nggak Yul biar mas yang suapin kamu...ayo cepat buka mulutmu...aaaaaaa" tolak Faisal yang bersikukuh untuk menyuapi istrinya. Akhirnya Yulia menuruti kemauan suaminya, dia memakan sandwich yang disuapkan oleh Faisal. "Yul.. kamu berhenti saja ya kursus menjahitnya, mas takut kamu kelelahan." ucap Faisal yang melarang Yulia untuk melanjutkan khursus menjahitnya.


" (Teruslah seperti ini mas, meskipun Yuli belum sepenuhnya memenangkan hatimu, tapi Yuli bahagia dengan perhatian mu. Itu sudah lebih dari cukup untuk Yuli)" gumam Yulia dalam hati.


 


Ditempat lain seorang wanita yang sedang cemas menunggu kepulangan suaminya. Beberapa kali dia menghubungi ponsel suaminya, namun tak ada jawaban.


"kamu kemana sih Yo.. setiap ada masalah pasti gak pulang.. Aku tahu aku yang salah, tapi harunya kamu gak giniin aku. Apalagi aku sedang hamil sekarang.." Kecemasan Weli yang menunggu Rio tak kunjung pulang.


Sementara Rio dan Dino sedang menikmati sarapannya, nasi goreng spesial yang disiapkan pelayanan rumahnya segera mereka santap.


"Sekarang Lo mau kemana Yo.." tanya Dino sambil menyuapkan nasi goreng ke mulutnya.

__ADS_1


"Gue mau pulang... Kasihan Weli pasti dia cemas saat ini.." Rio menghidupkan ponselnya, dan benar saja banyak nontifikasi pesan diwhatsapp nya. Dilihatnya satu per satu chat masuk..Banyak chat masuk dari Weli, sekertaris nya, dan papanya, psk Andrian. Yang menjadi pusat perhatian nya adalah chat dari pak Andrian, dibukanya chat tersebut.


"Kamu kemana Yo...kenapa gak pulang ke rumah semalam.." Rio mengernyitkan dahinya.."( Darimana papa tahu aku gak pulang semalaman, apa Weli yang memberi tahu..ah.. rasanya gak mungkin...oh aku tahu pasti papa mengirim pengintai untuk memata-matai kami..)" gumam Rio dalam hati.


"Kamu kenapa Yo... apa ada masalah" Dino melihat ada aura berbeda dari wajah Rio..


"Iya kayaknya papa gue tahu, kalau gue gak pulang semalaman" Rio menceritakan tentang isi chat papanya.


"Terus siapa yang memberi tahu.." Dino yang sudah menghabiskan nasi goreng nya, kemudian menyeruput teh hangat yang ada hadapannya.


"Gue rasa papa mengirim orang untuk memata-matai gue dan Weli.." Rio memberi tahu kecurigaan nya pada Dino...


" Ya udah Lo selesaikan dulu sarapan Lo, gue berangkat duluan ya.. gue mau mampir ketempat sepupu gue, mau ngambil cincin pernikahan gue.." Dino menepuk pundak Rio kemudian meninggalkan Rio yang masih menghabiskan makanannya.


Dino keluar dari rumahnya, hendak masuk ke mobil tiba-tiba ponselnya berdering. Dilihatnya siapa yang menelpon, auranya langsung sumringah karena kekasih pujaannya yang menelpon dia. Tak menunggu lama Dino langsung menggeser tombol telponnya.


"Selamat pagi bidadari nya mas Dino..." Godanya..


"Apa ketemu.. dimana sayang..."


"Ok ok mas Dino langsung otw ya.. kamu tunggu aku ya my Hany...muachhgh" telponnya terputus.


"(Tumben ngajak ketemu pagi-pagi gini...)" gerutunya..


Yang sudah kangen Ama mas Faisal dan Yulia, semoga terobati ya...

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, dan votenya ya ..


makasih...love you pooolllllll


__ADS_2