
Faisal menunggu Yulia sudah hampir satu jam waktu janjian mereka. Faisal juga sudah menghabiskan tiga gelas minuman, namun Yulia tak kunjung datang. Beberapa kali Faisal melihat jam ditangan nya..
"Kok kamu gak Dateng sih Yul.. Apa kamu sudah tahu kalau aku yang ingin bertemu dengan mu.. sehingga kamu tidak dateng" gumam Faisal dalam hati.
Faisal memilih datang langsung kerumah orang tuanya Yulia. Setelah membayar semua makanan dan minuman yang dia makan, Faisal langsung menuju ke rumah Yulia.
Faisal mengetuk pintu rumah Yulia, namun belum juga ada yang membuka. Faisal sempat putus asa, apa tidak ada orang dirumah orang tua Yulia. Sementara Yulia yang mendengar suara ketukan pintu bergegas menyelesaikan sholat ashar nya, Yulia mengira itu kurir di toko ibunya belanja tadi pagi. Yulia menuju keruang tamu untuk membukakan pintunya.. ceklek... Sontak membuat Faisal tersenyum lega..
"Yulll.." ucapnya.. Yulia berusaha menutup pintunya kembali namun ditahan oleh Faisal.. Dia gak mau membuang kesempatan ini, Yulia sudah ada dihadapannya..
"Yull... dengerin mas dulu..
izinkan mas masuk... mas mohon Yul....berikan mas kesempatan untuk menjelaskan semua..." Faisal mencoba menahan pintu agar tidak tertutup, sembari memohon pada Yulia..
"Apalagi mas yang harus dijelaskan.. mas lebih memilih berduaan dengan mantan mas ketimbang pulang tepat waktu untuk merayakan Anniversary pernikahannya.." Yulia meneteskan air matanya jika mengingat kejadian malam itu...
"Karena itu mas datang kesini mau menjelaskan kesalahpahaman itu Yul... beri mas kesempatan untuk bicara..." Faisal tidak menyerah, dua berusaha agar Yulia tidak menutup pintunya. Hatinya begitu perih, saat istrinya meneteskan air matanya. Selama ini Yulia tidak pernah memperlihatkan kesedihan nya pada Faisal. Yulia selalu terlihat bahagia, saat hidup bersamanya.
"Yul..mas mohon...'
Saat mereka sedang berbincang ibu Siti dan pak Sukamto datang dari kondangan tetangganya...
"Eh... nak Faisal sudah lama disini..." Faisal langsung menengok kearah pak Sukamto..
"Iya pak..saya kesini mau menjemput Yulia pulang.." Faisal melepaskan tangannya dari pintu yang sejak tadi ia pegang.. Yulia langsung pergi ke kamarnya, keberuntungan berpihak padanya, dia belum sanggup bertemu dengan Faisal. Meski hatinya rindu, namun sakit hatinya mengalahkan, egonya untuk bertemu dengan Faisal.
__ADS_1
"Ayo nak masuk..." Ibu Siti mempersilahkan menantunya masuk kedalam, beliau tahu putrinya masih enggan bicara dengan Faisal.
Mereka bertiga masuk kerumah, Faisal duduk diruang tamu bersama pak Sukamto. Sedangkan Bu Siti kedapur membuatkan minuman untuk Faisal. Setelah selesai, Bu Siti mempersilahkan menantunya untuk meminumnya.
Faisal menceritakan semua kejadian yang dialami dia dan Yulia, namun tidak dengan perasaan nya. (Auto langsung dipecat jadi menantunya, jika Faisal menceritakan kalau dia belum mencintai Yulia 🤭).
Setelah mendengar cerita Faisal Ibu Siti berniat akan berbicara pada Yulia, membujuk supaya dia mau menemui suaminya. Ibu Siti juga kasihan melihat keadaan Faisal yang sekarang, lebih kurusan saat terakhir mereka bertemu. Ibu Siti menuju ke kamar Yulia.
"Yul..." Ibu Siti duduk disebelah putrinya, diusapnya punggung Yulia..
"Temui suamimu nak,, kasihan dia,," ucapnya mulai membujuk Yulia. Yulia hanya terdiam..
"Berikan suamimu waktu untuk menjelaskan semuanya, terkadang apa yang kita lihat tidak sesuai dengan kenyataan nak..." Ibu Siti memberi nasehat pada Yulia, namun Yulia masih diam...
"Ibu tahu kamu masih mencintai nya kan, jangan sampai dengan sikapmu yang seperti ini akan membuat kamu menyesal nantinya..." Yulia menatap kearah ibunya,,,
"Temui suamimu ya nak.. kasihan dia sudah menunjukkan penyesalan nya padamu..."
"Bu... apa Yulia bisa bahagia...jika terus bersama mas Faisal....hiks hiks... "
"Berikan suamimu kesempatan kedua untuk memperbaiki sikapnya, jika suamimu belum bisa berubah.. ikuti kata hatimu nak... sekarang temui suamimu ya Yul...." Ibu Siti masih membujuk Yulia.. beliau tidak ingin rumah tangga anaknya hancur, apalagi pernikahannya yang masih seumur jagung.
"Yulia belum bisa menemui mas Faisal sekarang Bu... Katakan pada mas Faisal untuk menemui Yulia Minggu depan di taman depan.." Ucap Yulia memberi keputusan. Minggu depan ulang tahun Yulia yang ke dua puluh satu, Yulia ingin mengetes Faisal. Apa dia ingat momen penting dalam hidupnya..
Setelah mendengar keinginan Yulia, Ibu Siti menyampaikan kepada Faisal untuk menemui Yulia seminggu lagi ditanam dekat rumahnya. Hati Faisal merasa lega, setidaknya masih ada kesempatan untuk membujuk Yulia memaafkan nya. Dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan Yulia padanya.
__ADS_1
Faisal pulang dengan wajah yang sedikit berbinar. Faisal akan memberikan kejutan untuk Yulia, sebagai pengganti kejutan yang gagal malam itu.
Faisal memberitahu Dino, bahwa hari ini dia tidak berhasil membawa Yulia pulang. Dia juga menceritakan keinginan Yulia bertemu dengannya Minggu depan. Faisal juga meminta bantuan Dino untuk mempersiapkan kejutan untuk Yulia. Ada rasa sedikit kesal di hati Dino. Namun mengingat kembali tujuannya, yaitu membuat Yulia bahagia. Dino lantas dengan senang hati membantu Faisal. Dino juga senang, akhirnya Faisal dan Yulia bisa bersatu kembali..
Hari-hari telah berlalu, Faisal sudah tidak sabar untuk menunggu hari yang dijanjikan Yulia padanya. Faisal lebih bersemangat bekerja. Seperti hari ini, Faisal menyelesaikan semua pekerjaan nya dengan baik. Saat dia sedang istirahat sejenak ada seorang perawat masuk menemuinya..
"Dokter Faisal anda diminta keruangan Pak Darul... "
Pak Darul adalah pemilik tunggal rumah sakit tempat Faisal bekerja saat ini. Beliau jarang ada dirumah sakit, karena beliau sibuk dengan beberapa perusahaan lain milik beliau. Hari ini beliau ingin bertemu dengan Faisal..
Faisal pergi menuju keruangan psk Darul, Faisal sendiri juga bingung. Ada masalah apa sehingga dia dipanggil pak Angga ke ruangan nya.
"Permisi Pak..." ucap Faisal saat sudah tiba di ruangan Pak Darul
"Dokter Faisal.. senang bertemu langsung dengan anda.." Pak Darul dan Faisal kemudian berjabat tangan. Mereka memang belum pernah bertemu..
"Fais...." Seorang wanita menyapa Faisal...
To be continued...
Maaf ya baru bisa up hari ini...
Doain author banyak rezeki ya... biar bisa beli kuota...biar up nya juga lancar..🤭. ihh kok jadi curhat gini...hhhhhh
maklum lah mak-mak banyak kebutuhan...
__ADS_1
Like komen vote nya jangan lupa ya🙏🙏🙏😍😍