Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku

Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku
Seratus empat


__ADS_3

Delia meminta Bu Sundari untuk mengantar ke rumah orang tua kandungnya. Dia berharap, tidak ada kebohongan lagi dari Bu Sundari. Bu Sundari menepati janjinya, untuk mempertemukan Delia pada pak Sukamto dan Bu Siti. Tapi Bu Sundari tidak mengatakan, kalau Delia itu benar Yulia. Beliau tidak ingin, putrinya kembali ke rumah Pak Sukamto.


Mereka sekarang sudah berada di depan rumah pak Sukamto. Beliau kebetulan ada di rumah, terlihat motornya terparkir di halaman rumahnya. Dengan perasaan gugup, Delia sudah tak sabar ingin bertemu dengan kedua orang tua kandungnya.


Bu Sundari mengetuk pintu rumah pak Sukamto."Assalamualaikum" Delia mengucapkan salam.


"Waalaikumussalam" sahut Pak Sukamto, beliau membukakan pintunya. Pak Sukamto terkejut melihat Bu Sundari dan Delia.


"Mbak Ndari!"


"Siapa Pak?" Tanya Bu Siti yang sudah ada di ambang pintu juga. Mereka berdua diam sejenak, menetralkan pikiran nya. Mereka masih menyakinkan apa yang mereka lihat, itu benar adanya. Bukan sebuah halusinasi semata.


"Mbak Ndari, Del..lia" Mereka tidak menyangka, kalau kakaknya akan datang menemui mereka. Setelah Bu Sundari membawa Delia pergi dari rumahnya. Beliau memang sudah tak pernah lagi bertemu.


"Ayo masuk, silahkan duduk." Bu Siti mempersilahkan Bu Sundari dan Delia untuk masuk ke dalam rumahnya, kemudian mempersilahkan untuk duduk.


Pak Sukamto masih bingung, atas kedatangan kakaknya. "Ma.. apa mereka orang tua kandung Delia." Delia yang sudah tidak tahan lagi untuk bicara, akhirnya menanyakan hal itu pada Bu Sundari.


"Ii..ya." Delia dengan reflek memeluk kedua orangtuanya secara bergantian.


"Apa kamu lupa pada kami, Nak?" tanya Bu Siti pada Delia.


"Maksudnya, apa sebelumnya saya pernah bertemu dengan Ibu?" Delia bingung dengan pertanyaan Bu Siti. Dia menyangka, kalau selama ini belum pernah ketemu dengan orang tua kandungnya.


"Iya Nak, terakhir kamu kesini, waktu Mbak mu kecelakaan. Tujuh bulan yang lalu," jawab pak Sukamto.

__ADS_1


"Jadi bener, kalau Delia punya saudara kembar." Delia ingat kata-kata Faisal, yang mengatakan kalau dia mempunyai saudara kembar.


"Iya sayang, kamu memang punya saudara kembar. Mbak mu sudah meninggal, dia sudah menikah dan punya anak."


"Dan nama anaknya Sisi, nama suaminya Faisal?"


"Dari mana kamu tahu semua itu sayang?" Bu Sundari terkejut saat Delia menyebutkan nama anak dan suami kembarannya. Padahal mereka belum pernah bertemu sebelumnya.


"Delia tahu semuanya Ma, sekarang tolong Mama jawab jujur, apa kecelakaan yang menimpa Delia itu sama waktu kejadiannya dengan kecelakaan yang menimpa Yulia?" tanya Delia lagi, dia ingin memastikan kalau apa yang di katakan oleh Faisal benar atau tidak.


"Iya sayang, benar apa yang kamu katakan itu memang benar." Kali ini, Bu Sundari berkata jujur. Beliau sudah tidak bisa berkilah lagi. Kalaupun dia berbohong, Delia tidak mungkin akan berdiam diri untuk menyelidikinya.


"Ya Allah, apa yang dikatakan Mas Faisal itu semuanya benar. Apa mungkin aku ini adalah istrinya, Bundanya Sisi." Batin Delia. Tubuhnya terasa lemas, dia bingung menerima kenyataan ini. Perasaan nya bercampur aduk, sekarang tinggal mencari bukti, kalau dia adalah Yulia.


Saat sudah sampai di rumah, Bu Sundari pergi ke kamarnya. Begitupun juga dengan Delia. Dia memilih untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu. Usai mandi, Delia sholat ashar, dia berdoa mohon petunjuk atas kebimbangannya.


Sementara Bu Sundari, beliau menelpon Devan untuk mengajak ketemuan. Beliau ingin membicarakan sesuatu pada Devan. Setelah berganti pakaian, beliau pergi lagi menuju tempat janjiannya dengan Devan.


Disebuah cafe yang dekat dari rumahnya, Bu Sundari menunggu kedatangan Devan. Beliau memesan cafe latte dan roti bakar, sembari menunggu. Dari kejauhan Devan sudah kelihatan. Setelah melihat Bu Sundari, Devan segera menghampirinya.


"Tante, apa kabar?" sapa Devan


"Tante baik, kamu sendiri gimana?


"Alhamdulillah baik juga tanya, oh ya ada perlu apa Tante mengajak ketemuan Devan"

__ADS_1


"Tante mau, kamu dan Delia segera menikah. Kalau bisa bulan depan, kalian harus sudah menikah."


"Tapi kenapa harus buru-buru Tan?"


"Tante gak mau menundanya lagi, Tante ingin cepat menimang cucu." Bu Sundari mempercepat rencana pernikahan Delia dan Devan. Karena beliau takut, Faisal akan merebut Delia dari tangannya. Beliau merencanakan Delia dan Devan menikah, beliau akan mengajak mereka pindah ke luar negeri.


"Nanti biar Tante yang urus semuanya."


Devan menyetujui permintaan Bu Sundari. Dia akan menikahi Delia satu bulan lagi. Tapi kenapa perasaan Devan tidak bahagia, padahal pernikahan itu yang sangat di idamkan selama ini. Devan juga merasa, kalau Delia tidak mencintainya.


Delia begitu kepikiran dengan ucapan Faisal, kalau dia adalah Yulia. Kalau dilihat secara logika, memang ada benarnya juga. Kenapa KTP Delia ada di tas Yulia. Delia ingat dengan sebuah tas yang ia temukan beberapa saat lalu. Delia berfikir, mungkin tas itu bisa memberi dia petunjuk. Delia keluar dari kamarnya menuju ke kamar Bu Sundari. Delia tahu, mamanya sedang keluar. Jadi, dengan leluasa dia bisa mencari tas itu di sana.


Di mulai dari lemari tas, yang berada di kamar mamanya. Delia mengecek satu persatu koleksi tas mamanya. Tapi, Delia tidak menemukan tas itu disana. Delia beralih ke laci meja rias mamanya, tapi tetap tidak tersimpan disana tas itu. Delia mencari di bawah kolong tempat tidur mamanya, bahkan di sebuah koper yang terletak di pojok lemari pakaian. Di bukanya koper itu, di periksa nya satu persatu isi di dalam koper itu. Sayang sekali tas itu juga tidak ada di dalam koper itu.


Delia kemudian keluar dari kamarnya, dia berfikir kira-kira dimana tempat yang aman untuk menyembunyikan sebuah barang. Delia tahu di mana tempatnya, Delia menuju ke gudang yang ada di sebelah kamar tamu.


Pintu gudang itu tidak di kunci, jadi Delia bisa masuk dengan mudah. Banyak tumpukan barang yang sudah tidak terpakai di sana. Delia mencarinya satu persatu barang yang tersimpan diwadahi besar yang ada di gudang itu.


Lelah mencari tas itu di keranjang besar itu, Delia beralih di sebuah lemari kayu yang sudah usang. Dibukanya perlahan pintu lemari itu, dan ternyata benar. Tas itu memang ada didalam lemari itu. Delia mengambil tas itu dari dalam lemari. Dia beranjak pergi dari gudang itu. Saat akan pergi ke kamarnya, Delia menabrak assisten rumah tangga yang bekerja di sana. Delia terjatuh dengan tas nya, dengan perlahan Delia kembali bangun dan meminta maaf pada asisten rumah tangga disitu. Delia langsung masuk kamarnya. Saat Delia akan membuka tas itu, ternyata resleting nya sudah terbuka.


To be continued...


Wah kira-kira Delia bisa gak ya menemukan bukti itu dari dalam tas itu..


Tunggu up berikutnya ya...

__ADS_1


__ADS_2