
" Mas Faisal, kenapa ada disini.. terus siapa gadis yang bersama dia.." gumam Yulia lirih Sehingga tidak terdengar dengan Felisa. Meskipun Yulia tahu keberadaan Faisal tidak lantas dia menjumpai suaminya. Yulia masih tetap melanjutkan perjalanan mereka.
Sesampainya di rumah Felisa menghentikan motornya, Yulia turun dari motor Felisa, dan menyerahkan helm yang dia pakai pada Felisa.
"Mampir dulu yuk Fell," ajak Yulia pada Felisa untuk mampir kerumahnya..
"Ini rumah kamu Yul,. wah besar juga yaa..kamu cuma tinggal berdua dengan suami mu...?" ujar Felisa balik bertanya pada Yulia
"Ehh, gak kok Fell, ini kami masih ngontrak.. Kami belum punya rumah sendiri.. Iya aku tinggal cuma dengan mas Faisal. Orang tuaku tinggal gak jauh kok dari sini" Yulia menjawab semua pertanyaan Felisa. kini Yulia dan Felisa sudah masuk ke dalam rumah Yulia..
"Silahkan duduk Fell, aku buatin minum dulu ya.." ujar Yulia mempersilahkan Felisa duduk diruang tamu. sementara Felisa duduk, Yulia pergi menuju ke dapur untuk membuat minum tamunya. Setelah selesai membuat minum, Yulia menuju keruang tamu di mana Felisa berada...
"Silahkan diminum Fell," Yulia meletakkan gelas berisi air es jeruk dimeja dan mempersilahkan untuk diminum Felisa..
"Makasih Yul, pake repot-repot segala.."
Felisa meminum es jeruknya..
"Gak repot kok Fell, lagian kamu pasti haus kan,, udara diluar sangat panas.."
Setelah selesai berbincang-bincang ria, Felisa mohon pamit pada Yulia. Karena hari sudah semakin sore. Siang itu mereka habiskan dengan saling berbagi cerita tentang kehidupan mereka. Yulia juga menceritakan tentang pernikahannya dengan Faisal yang sangat hambar, seperti tidak ada cinta dari keduanya. Namun Felisa memberikan support dan semangat untuk Yulia bisa mengambil hati suaminya. Yulia merasa senang mempunyai teman yang baik dan dewasa, sehingga dia bisa bertukar pikiran dengan nya.
Yulia ingat pesan mamanya tadi, untuk berkunjung kerumahnya. Yulia memutuskan untuk memberi tahu kepada Faisal lewat telepon, agar dia bisa langsung pulang kalau pekerjaan nya sudah selesai.
__ADS_1
Yulia memencet tombol telpon dan mencari nama suaminya lalu menekan tanda memanggil...Tut..tutt.. suara diseberang
"Assalamualaikum Yul, " Faisal mengakat telponnya
"Waalaikumusalam mas, mas Yuli mau memberi tahu mas. Tadi mama telpon, kita disuruh berkunjung ke sana..mama kangen sama Yuli.." Yulia memberitahu pesan mamanyaa pada suaminya..
"Oh ya sudah mas akan segera selesaikan pekerjaan mas, setelah itu mas bisa pulang cepat." ujar Faisal pada yulia agar bisa pulang cepat.
"Iya mas,,aku tunggu dirumah ya,,
mas hati-hati ya, Jaga hati.. jangan godain pasien nya Lo.. apalagi yang cantik-cantik gituu .." goda Yulia pada suaminya. mengingat tadi dia melihat suaminya jalan berdua dengan gadis lain, dan kelihatan bahagia banget...
"Apaan sih yul, ya udah aku lanjut kerja dulu..
assalamualaikum.." jawab Faisal datar dan mengakhiri telponnya...
Setelah telponnya berakhir Yulia menuju dapur untuk membuat makanan kesukaan papa dan mamanya. Dia membuat bolu pisang kesukaan mereka..
Yulia memang pandai kalau urusan masak memasak.mama nya selalu mengajarkan Yulia pekerjaan rumah tangga, sehingga saat menikah dia sudah tidak perlu khawatir lagi.
Sementara Yulia masih berkutat di dapur nya, Faisal yang saat itu sibuk memeriksa pasien merasa bersalah karena belum bisa bersikap manis pada istrinya. Setelah selesai memeriksa semua pasien nya Faisal berniat menemui sahabatnya, Dino teman sekaligus sahabat nya yang sama-sama bekerja di rumah sakit itu. Dino seorang dokter umum juga sama seperti Faisal. Kalau Faisal memilih untuk melanjutkan kuliah nya, Tapi kalau dino, dia tidak berminat untuk melanjutkan kuliahnya..
Saat memasuki ruangan Dino,
__ADS_1
"Din, kamu sibuk gak,," Faisal menarik kursi didepan sahabat nya itu. dan mendudukkan diri dengan nyaman.
"Kebetulan pasien ku sudah selesai semua aku periksa. Tumben nih keruangan gua.." dijawab nya oleh Dino sambil memainkan handphone nya..
"Lo tau kan kalau gue tuh gak cinta sama Yulia, gue bingung harus bagaimana bersikap padanya. Gue gak mau mengecewakan dia. Yulia selalu berusaha baik sama gue.. Tapi gue belum bisa sepenuhnya menerima dia.." Faisal Mulai menceritakan yang menjadi kegelisahan nya pada sahabat nya itu.
" Sekarang gue tanya siapa yang mengajak Yulia menikah" tanya nya pada Faisal.
" Gue, gue yang mengajak dia menikah" Jawab Faisal menunduk
"Lalu apa tujuan low ngajak dia menikah" tanyanya lagi
"Saat itu gue sakit hati pada Weli, yang tiba-tiba menikah dengan Rio tanpa memutuskan hubungan nya dengan gue" jawab Faisal yang sekarang matanya mulai berkaca-kaca mengingat kejadian beberapa waktu lalu..
"Tujuan Lo menikahi dia saja sudah salah, Lo sudah melibatkan orang yang gak tau apa-apa ke masalah loe. Sekarang setelah dia terlibat jauh Lo tidak mau tanggung jawab. Loe tau betul kan perasaan Yulia ke Lo. Bayangin kalau sampai Yulia tahu loe menikahinya hanya untuk pelarian loe ke Weli, betapa sedihnya dia sal. Loe Juga harus bisa menghargai perasaan istri Lo. Lo jangan egois sall. Belajar lah menerima kenyataan yang ada. Lo gak bisa terus-terusan begini. lupakan Weli dan mulai lah belajar mencintai istri Lo. sebelum loe kehilangan dia, karena gak tahan dengan sikap Lo..."
"Cinta itu memang tidak bisa dipaksakan, tapi cinta juga seegois itu juga, jika cinta yang lama menyakitkan, Lo harus melepaskan cinta itu. dan mulai memupuk cinta yang baru. "
"Yulia gadis baik sal, dia masih mau menerima Lo. Meskipun Lo memperlakukan dia sangat tidak baik sebagai istri Lo. Belajar lah mencintai nya,, dengan bersikap manis padanya.." Dino menasehati sahabat nya itu, yang masih belum bisa move on dari mantan nya. Dino memang tahu kisah percintaan Faisal, sehingga dia bisa memberikan saran yang terbaik untuk sahabat nya.. Dino cuma kasihan pada Yulia. Dino mau Yulia dan Faisal bisa hidup bahagia layaknya suami istri yang saling cinta..
Terimakasih ya readers yang sudah mau baca karya ku...
jangan lupa vote, like nya yaa
__ADS_1
makasih
love you you you😍😍😘😘😘😘