
Hari ini Faisal akan mengantarkan Yulia memeriksakan kandungannya. Awalnya dia mengajak Yulia untuk berangkat bersama, namun Yulia menolak nya. Dengan alasan belum beres-beres rumah. Akhirnya Faisal berangkat duluan ke rumah sakit. Faisal merasa bahagia karena sebentar lagi dia akan menjadi ayah. Usia kandungan Yulia sudah memasuki bulan ke tujuh. Tidak ada keluhan yang signifikan, hanya saja dia merasa lelah dan sedikit kram di perutnya.
Faisal mengendarai mobilnya dengan tergesa-gesa. Gara-gara berdebat dengan istrinya tadi membuat dia sedikit terlambat masuk kerja.
Ditengah perjalanannya menuju ke rumah sakit, tiba-tiba jalanan mendadak macet. Tidak seperti biasanya, meskipun jalanan padat tapi tidak sampai macet seperti saat ini. Faisal beberapa kali mengupat karena kemacetan yang dialami.
Tampak seorang tukang ojek online melintas disamping mobilnya, Faisal membuka kaca jendela mobilnya. Kemudian dia bertanya kepada tukang ojek tersebut..
"Mas.. di depan ada apa ya.. kok macet gini.. " Tanyanya Kepada tukang ojek itu..
"Ada kecelakaan mas, seorang wanita hamil tua tabrakan dengan minibus mas..." jelasnya..
"Oh.. terus kondisi nya gimana mas.." tanyanya lagi..
"Belum ada yang berani menolongnya mas, mereka takut.. Korbannya banyak mengeluarkan darah.. "
Sontak membuat Faisal menjadi kasihan, dia membayangkan kalau wanita itu Yulia. Akhirnya Faisal turun untuk melihat kondisi korban kecelakaan itu.
Saat sudah ada di tempat kejadian kecelakaan tersebut, Faisal seperti mengenali mobil korban kecelakaan. Faisal mendekati korban yang masih duduk bersimbah darah dikursi kemudi..
Faisal mengenali korban kecelakaan itu, sontak hatinya bagai teriris sembilu. Faisal membuka paksa pintu mobil tersebut, setelah pintu mobil terbuka, Faisal langsung membopong wanita yang menjadi korban kecelakaan itu. Faisal membawanya kemobil nya.
"Pak tolong sopirkan mobil saya..." ucapnya meminta pertolongan orang yang berada ditempat kejadian kecelakaan itu.
Faisal sesekali mengusap mukanya kasar, dia tidak tega melihat banyaknya darah yang Terus mengalir dari wanita itu..
__ADS_1
"Wel.. bertahan lah.." ucapnya dengan suara parau..
"Wel.. ku mohon bertahanlah..." Faisal menepuk-nepuk pipi Weli. Hatinya menjadi sakit..
"Wel.. Wel... bertahan lah demi aku.." Tanpa sengaja Faisal mengucapkan kata-kata itu. Kata yang tidak seharusnya dia katakan pada seorang wanita yang sudah menjadi istri orang lain. Sosok yang masih sama dimatanya, jangankan melihat kondisi nya yang sekarang, melihat dia menangis saja membuat hatinya ikut sakit. Detak jantungnya berdetak tak menentu, ada rasa ketakutan yang mendalam dari mimik wajahnya. Faisal tidak akan sanggup jika Weli pergi untuk selamanya, biarlah tak mengapa, dia tak bisa memiliki wanita yang dicintainya itu. Asal dia bisa melihat Weli bahagia.
Sesampainya dirumah sakit, Faisal langsung membopong Weli untuk masuk ke rumah sakit.
"Suster tolong,," seru nya pada seorang perawat yang melintas didepan nya. Faisal langsung meletakkan tubuh Weli di ranjang, kemudian didorong untuk masuk keruang UGD. Faisal lalu menghubungi Rio, suami Weli. Setelah nada tersambung..
"Yo kamu dimana sekarang.." ucapnya panik..
"Aku sedang diluar kota, ada apa Sal.." tanya Rio ikut panik setelah mendengar nada bicara Faisal.
"Inalillahi.. Gue pulang sekarang .." Rio langsung menutup telponnya, dan menyuruh asistennya untuk memesan tiket penerbangan secepatnya.
Rio memang sedang ada di luar kota, untuk melakukan tinjauan proyek yang akan dibangun di sana. Sebenarnya firasat nya sudah tidak enak, ketika akan berangkat ke luar kota. Ternyata benar, Weli kecelakaan disaat dia tidak ada dirumah.
Faisal berjalan mondar-mandir menunggu dokter Feri yang merawat Weli, sesekali dia memanjatkan doa untuk keselamatan wanita yang dia cintai..
"Dokter Faisal, sebaiknya anda bersihkan dulu pakaian dokter.." Ucap perawat yang melihat Faisal cemas. Faisal melihat keadaannya yang sekarang, baju dan tubuhnya penuh dengan darah Weli..
"Baiklah jika ada apa-apa segera hubungi saya, dan satu lagi.. Tolong bilang ke dokter Feri lakukan yang terbaik untuk menyelamatkan korban.." Ucapnya pada perawat itu. Perawat itu menggelengkan kepalanya, dia melihat ada yang aneh dengan Faisal. Ada hubungan apa dengan korban kecelakaan itu, batin perawat itu.
Faisal mengganti pakaian nya dengan pakaian yang dia bawa. Faisal memang selalu membawa baju ganti, berjaga-jaga kalau baju yang ia kenakan terkena darah.
__ADS_1
Setelah selesai mengganti pakaian nya Faisal kembali ke ruang UGD, tempat Weli dirawat. Ternyata Weli sudah tidak ada di sana,..
"Dimana korban kecelakaan tadi sus.." tanyanya pada suster Melsi.
"Sudah dipindahkan diruang operasi, dokter Faisal anda harus menandatangani surat pernyataan ini.. " Suster Melsi memberikan surat pernyataan pada dokter Faisal untuk prosedur yang harus dijalani.
" Bagaimana keadaannya sus..?" setelah menandatangani surat pernyataan tersebut Faisal menanyakan keadaan Weli.
"Sementara kepadanya masih kritis, dan detak jantung bayi yang ada dalam kandungan korban berhenti. karena itu dilakukan operasi dok.. " jelasnya..
"Terimakasih informasinya.." Faisal langsung menuju keruang operasi. Faisal menuggu di depan ruang operasi, perasaan cemas, khawatir menyelimuti hatinya sekarang. Sampai dia lupa ada janji dengan istrinya.
Happy reading gaes..
Huh gak konsen aku nya.. Gara-gara lagi banyak pikiran..
Terimakasih yang sudah setia dengan kelanjutan kisah Faisal dan Yulia..
Apa yang terjadi dengan Weli ya..
apakah dia akan selamat...
temukan jawabannya di part berikutnya ya...
terimakasih 😍💘💘💘💘💘
__ADS_1