
Setelah menemui Yulia, Weli menghubungi Rio, suaminya.
📞 "Sayang, kamu dimana..?"
📞 "Aku diparkiran, apa kamu sudah selesai...?"
📞 " Iya, aku ke sana ya..tunggu aku..."
Setelah mengetahui keberadaan Rio, Weli bergegas menuju ke parkiran. Weli tahu perasaan Rio saat ini, karena itu dia akan menjelaskan semuanya. Agar tidak ada lagi kesalahpahaman. Weli sengaja tidak memberitahu Yulia tentang perasaan Faisal padanya, karena dia ingin Faisal lah yang memberitahu langsung pada Yulia. Kalau saja ia yang memberitahu Yulia, apakah Yulia akan mempercayai kata-kata nya. Weli yakin, kesalahpahaman ini akan segera berakhir.
Saat telah sampai di parkiran, Rio sudah menyambut nya dengan senyuman yang penuh arti. Rio tidak memperlihatkan kesedihan nya pada Weli. Weli langsung menghampiri Rio kemudian memeluknya. Pelukan penuh cinta untuk pertama kalinya, setelah ia menyadari. Rio lah cinta sejatinya, Rio lah belahan jiwanya. Untuk saat ini, nanti dan selamanya. Rio yang mendapatkan pelukan secara tiba-tiba dari istrinya, hanya bisa pasrah dan membalas pelukan Weli.
Weli menangis dalam pelukan Rio, bukan tangis kesedihan, namun tangis haru. Karena selama ini dia sudah mengabaikan cinta tulus dari seorang Rio Andrian Pratama. Lelaki yang setia menemaninya dalam susah maupun senang. Lelaki yang tetap bertahan, meski tahu kekurangannya.
Weli melepaskan perlahan dirinya dari pelukan Rio, diusapnya air mata yang masih setia mengalir.
"Kenapa kamu menangis sayang..?" Rio pun tak kuasa, ikut meneteskan air matanya.
"Apa Faisal sudah sadar sayang...?" Weli mengangguk menanggapi pertanyaan Rio.
"Kita pulang sekarang ya.. aku lelah..." Weli mengajak Rio untuk kembali kerumahnya, Rio hanya menuruti kemauan Istrinya.
Dalam perjalanan menuju ke rumahnya, Weli maupun Rio sama-sama diam. Mereka larut dalam pikirannya masing-masing. Suasana didalam mobil itu sunyi. Rio sesekali menoleh ke arah Weli, diperhatikan nya wajah istrinya.
Saat sudah tiba di rumahnya, Rio membukakan pintu mobil Weli. Mereka berjalan beriringan. Tidak ada percakapan diantara keduanya, sampai mereka tiba dikamar nya. Rio yang mendapati istrinya murung, dia berniat akan memberikan Weli waktu untuk sendiri. Saat Rio hendak keluar kamar lagi, Weli menarik tangannya.
" Jangan pergi, tetaplah disini.." Pinta Weli, Rio beralih memandang Weli.
__ADS_1
"Apa kamu dan Faisal..."
"Sttt, dengarkan aku baik-baik.." Suasana canggung yang terjadi di kamar itu, kini menjadi tegang.
"Aku mencintai kamu suamiku...Rio Andrian Pratama..Aku mencintai kamu..." Weli meraih kedua tangan Rio, digenggam nya erat-erat tangan Rio. Rio yang mendengar ungkapan cinta dari Weli tersenyum bahagia, air mata kebahagiaan pun lolos ke pipinya..
"Apa...apa aku tidak salah dengar...sayang..." Rio masih tidak percaya dengan ungkapan cinta dari Weli..
"Aku mencintai kamu... Rio... Suamiku... sayangku..." Weli memperjelas ucapan nya. Rio sontak memeluk tubuh Weli. Kini penantiannya menunggu kata-kata itu dari bibir istrinya, Kini ia dengar sudah. Penantiannya selama hampir lima belas tahun, kini terbayar sudah dengan balasan cinta Weli untuknya.
"Jadi kamu dan Faisal..." Rio masih tidak percaya, ia takut jika Weli mengungkapkan perasaannya itu hanya tidak ingin melihat dia bersedih.
"Kisah cinta Weli dan Faisal sudah berakhir, yang ada saat ini adalah kisah cinta Weli dan Rio, Faisal dan Yulia. Mereka juga saling mencintai.. Faisal amat sangat mencintai Yulia..." Rio tersenyum lega setelah mendengar penjelasan Weli. Cintanya yang selama lima belas tahun bersemi, kini terbalas sudah. Semua itu karena ketulusan cinta Rio....
Â
Yulia berjalan dari mushola ke ruang Faisal dirawat. Dia mencoba menyiapkan diri untuk bertemu dengan Faisal, setelah dia tahu semuanya. Bukan hal yang mudah, bertemu dengan orang yang sudah membohongi nya selama bertahun-tahun. Dengan langkah gontai dia sudah berada di depan pintu ruang rawat Faisal. Yulia masih ragu, apakah dia akan sanggup bertemu dengan suaminya sekarang. Dadanya masih sesak, sakit menahan marah, dan sedihnya. Tapi lagi-lagi akal sehatnya mengalahkan egonya. Dibukanya perlahan pintu itu,dengan ragu Yulia masuk ke dalam. Dilihatnya suaminya yang sudah terlihat segar, dari saat ia tinggalkan tadi. Yulia berhenti diambang pintu, masih menatap Faisal dengan tatapan yang sulit diartikan. Faisal yang menyadarkan kehadiran Yulia, menyambut dengan senyuman hangat. Tanpa beban rasa haru bisa melihat istrinya lagi menderu dalam pikirannya. Faisal dengan hati-hati mengulurkan tangannya, ingin disambut oleh Yulia..
"Yul, sa...yang...ku.. apa ka..mu.. tidak ingin..me..me..Luk suamimu..." Faisal berbicara masih terbata-bata, pengaruh sarafnya yang belum normal semua.
Yulia terisak, perasaan nya kelu.. dengan pelan ia berjalan mendekat ke arah Faisal. Yulia meraih tangan Faisal, tangan yang selama ini digunakan untuk mencari nafkah.. Tangan yang selalu mengelus rambutnya saat ia akan tertidur. Namun terbesit lagi dalam pikiran Yulia, kebohongan Faisal selama ini. Dengan perlahan ia lepaskan tangan Faisal..
"Yul...Kemari...lah..." Faisal mencoba meraih lagi tangan Yulia.
"Mas...huhuhu...."
Yulia sudah tidak tahan melepaskan rindu, rindu pada suaminya. Disambutnya pelukan Faisal, dengan posisi Yulia diatas tubuh Faisal. Meski hatinya sakit, namun Yulia tidak mau menunjukkan nya pada Faisal. Faisal belum pulih, dia takut akan terjadi hal buruk lagi dengan Faisal.
__ADS_1
"Terim..kasih...Yul... terimakasih..." Yulia perlahan melepaskan pelukannya dari tubuh Faisal.
"Mas, mas Faisal harus segera pulih.. kasihan Sisi..dia rindu mas Faisal...." Yulia masih bisa tersenyum manis, meskipun hatinya sakit.
"Dimana...Sisi..."
"Sisi dirumah mas Dino, Selain disana Sisi gak mau ditinggal..." Terang Yulia mengenai keberadaan putrinya.
"Yul..."
Yulia menoleh kearah Faisal, tatapan mereka terkunci. Terlihat jelas ada cinta dari keduanya... Yulia masih sangat mencintai Faisal, meski ia menganggap Faisal tidak pernah mencintai nya. Sementara Faisal, dia baru sadar kalau selama ini dia sangat mencintai istrinya...
To be continued...
Udah dulu ya baper-baperan nya,
Disambung sore nanti...
Faisal bakal nyesel pokoknya....
Waduh jadi gak sabar pengen baca yah...
Sabar ihhh..
Author nya lagi mikir nih....
Mau dibawa kemana hubungan Faisal dan Yulia...
__ADS_1