
Tiba-tiba nenek Yati tak sadarkan diri disamping Weli, semua orang panik melihat kondisi nenek Yati. Rio mengangkat tubuh nenek dan membawanya ke kamar.
"Panggilkan dokter Mike.. sekarang juga.." Perintah pak Andrian pada pelayan rumahnya. Semua orang masuk ke kamar nenek, Weli memegangi tangan nenek Yati..
" Nek maafkan Weli..." air mata nya pun langsung mengalir melihat kondisi nenek Yati.
"Sudah Wel..nenek akan baik-baik saja, tenangkan dirimu" Rio menenangkan Weli yang kelihatan terpukul dengan kondisi neneknya.
lima belas menit kemudian dokter Mike datang beliau memeriksa keadaan nenek. beberapa kali menghela nafas, Ibu Fany mendekati dokter Mike setelah selesai memeriksa keadaan nenek.
"Bagaimana kondisi ibu saya Mike " terlihat jelas kekhawatiran dari wajah ibu Fany.
"Nenek shock sehingga membuat jantungnya lemah lebih baik segera dibawa kerumah sakit.." ujar dokter Mike memberi penjelasan tentang kondisi nek Yati.
"Segera telepon ambulance sekarang juga.." perintah ibu Fany kepada semua orang yang ada disitu. Beliau sangat panik, nenek Yati memang sangat menyayangi Weli. Sampai-sampai beliau ingin menjodohkan cucunya dengan Weli. Dengan alasan tidak ada pria yang bisa menyanyangi setulus hati kecuali Rio. Rio memang sering curhat pada nenek Yati tentang perasaan Nya, jadi belaiu tahu betul ketulusan hati Rio pada Weli..
Nenek Yati perlahan membuka matanya, seolah mencari sosok yang ingin dia cari.
Pandangan matanya beralih ke sosok wanita cantik yang ada disampingnya.
"Menikah lah dengan Rio nak,, anggap saja ini.. permintaan terakhir dari nenek..." beliau menatap melas pada Weli.
"Iya nek,, Weli akan penuhi permintaan nenek.. tapi nenek harus sembuh dulu ya..." Weli berusaha meyakinkan nenek Yati, kalau dia setuju dengan permintaan nenek Yati..
" berjanjilah kalian tidak akan berpisah untuk selamanya.." seolah tahu isi hati Weli, nenek Yati membuat permintaan lagi kepada Rio dan Weli..
"Iya nek kami berjanji..." Weli dan Rio menggenggam tangan nenek Yati, memberikan keyakinan untuk menepati janji mereka.
"Tiba-tiba mata nenek Yati perlahan menutup, seulas senyum terpancar dari bibirnya, menandakan kelegaan padanya. Semua orang panik, nenek Yati tak sadarkan diri lagi.
Dokter Mike yang masih disitu memeriksa kembali kondisi beliau. dokter Mike memeriksa denyut jantung dan denyut nadinya. Ternyata nenek Yati sudah dipanggil oleh yang maha kuasa.
"Inalillahi wa innailaihi rojiun.." ucap dokter Mike membuat seluruh keluarga histeris. Weli tak henti-hentinya memegangi tangan nenek Yati berharap masih bisa membuat nenek Yati hidup kembali.
__ADS_1
Setelah selesai pemakaman nenek Yati, semua keluarga berkumpul diruang tengah. Mereka membahas tentang pernikahan Weli dan Rio. Semua keluarga sepakat bahwa pernikahan mereka akan diselenggarakan bulan depan. Weli dan Rio hanya pasrah dengan keputusan keluarganya.
Weli benar-benar sudah kehilangan kesempatan untuk memperjuangkan Faisal. Weli tidak tahu lagi harus bagaimana, dia berusaha untuk menerima takdir yang Allah gariskan untuknya. Dia akan meninggalkan Faisal, cinta pertama nya. Weli tidak sanggup untuk mengatakan semuanya pada Faisal. Dia memblokir nomor Faisal dan mengganti kartu. Agar Faisal tidak dapat menghubungi nya, dia tidak sanggup bila harus berhadapan dengan Faisal.
Siang itu Weli berjalan menuju cafe yang berada di sebrang jalan kantor pak Andrian. Weli hendak menemui teman kuliah nya dulu, namun dia tidak fokus melihat kanan kiri jalan. Hingga sebuah sedan warna hitam menghantam tubuhnya ke aspal. Orang-orang disekitarnya membantu membawa Weli kerumah sakit. seseorang yang mengenali Weli, menghubungi pak Andrian bahwa putrinya mengalami kecelakaan.
Pak Andrian langsung pergi ke rumah sakit disusul oleh Rio dan Bu Fany. Sesampainya di ruangan tempat Weli di rawat, psk Andrian, Rio, dan Bu Fany langsung mendekati Weli yang terkapar tak berdaya ditempat tidurnya.
Keadaan nya belum sadar, karena benturan yang keras mengenai kepalanya. Pak Andrian khawatir jika terjadi apa-apa pada putri angkatnya.
"Pa.. kita tunggu diluar saja biar Rio yang ada disini.." ujar Bu Fany yang merasa suaminya malah akan mengganggu Weli karena terus menerus manggil-manggil namanya..
" Yo..buat dia sadar..." Perintah papanya.
pak Andrian dan Bu Fany akhirnya menunggu diluar, tersisa Rio dan Weli di ruangan itu. Rio mendekati Weli, membelai rambut atas Weli.
"Bangunlah Wel.. bangun..Aku janji kalau kamu bangun aku akan mengabulkan semua permintaan mu.. termasuk...menggalakan rencana pernikahan kita...aku akan ngomong sama papa untuk menarik semua rencananya.. Wel ku mohon bangun lah.." Rio mengusap rambutnya, beberapa kali menggenggam tangan Weli memberi energi positif agar Weli segera tersadar.
"Yo.." kata itu mengagetkan Rio yang saat itu tertunduk ditepi ranjang Weli.
"Kamu sadar Wel..aku akan meminta papa untuk menggalkan pernikahan.." ucap Rio kegirangan, namun yang terlihat jelas dimatanya adalah rasa ketakutan. ketakutan jika dia tidak bisa memiliki Weli, namun apapun akan dia lakukan demi melihat Weli tersenyum bahagia.
"Tidak Yo...aku akan tetap menikah dengan mu.., mungkin saat ini aku belum bisa mencintai mu, tapi aku akan belajar..Aku tak ingin nenek kecewa disana, kita sudah berjanji pada beliau.." Weli menyakinkan Rio, bahwa dia akan menerima pernikahan itu. Selain menepati janji pada nenek Yati tapi juga wujud pengabdian nya pada keluarga Rio yang sudah merawat dan membesarkan dia.
Satu bulan berlalu, akhirnya mereka menikah juga. Weli mengundang Faisal melalui ponsel Rio, karena dia sudah menghapus kontak apapun yang Faisal punya. Tampak jelas diwajah Weli, tak ada sedikitpun rasa bahagia yang dia tunjukkan. Meskipun dia sering tersenyum, namun bukan senyum bahagia yang terlihat.
Malam pertama mereka pun mereka lakukan malam itu juga, Weli tidak ingin menundanya lagi. Karena orang tua Rio yang menuntut agar mereka segera memberi cucu. Weli menyerahkan mahkotanya pada Rio malam itu juga, awalnya Rio menolak karena dia tak mau melakukan dengan unsur paksaan. Namun Weli menyakinkan bahwa memang dia sudah siap.
Setiap malam Rio selalu melihat Weli menatap laptopnya, membuat dia curiga. Sebenarnya apa yang sedang Weli kerjakan malam-malam begini. Saat istrinya tertidur dia mengecek laptopnya, ternyata tidak dikunci. Jadi dengan mudahnya dia mengotak stik laptop istrinya. Hingga berhenti di galeri, disitu banyak Poto kenangan nya bersama Faisal. Dimulai saat mereka baru dekat, saat jadian, saat wisuda dan saat liburan di pantai.
Hati Rio menangis, inikah selama ini yang istrinya kerjakan. Memandangi Poto mantannya sebelum dia tertidur.
Rio selalu menanyakan apakah pernikahan ini harus dilanjutkan atau tidak, dia tidak tega melihat Weli yang banyak murungnya. Namun Weli bersikukuh akan mempertahankan rumah tangganya, dia ingin melupakan Faisal. Lebih-lebih Faisal sudah memiliki istri, jadi tidak ada alasan untuk dia berpisah dari Rio. Weli juga meminta untuk memberikan waktu, agar dia bisa menerima Rio sepenuh hati nya. Apalagi dia mengandung anak Rio, dia yakin perlahan akan bisa melupakan Faisal.
__ADS_1
Flashback off..
"Oo..jadi begitu ceritanya, rumit..terus sekarang apa yang akan Lo lakuin..?" tanya Dino yang sudah mengerti permasalahan Rio.
"Gue akan tetap mempertahankan Weli Din
. sesuai janji kami ke mendiang nenek.." Jawab Rio dengan yakin.
"Gue setuju...Lo harus sedikit bersabar dengan Weli...lagian kasihan Yulia kalau sampai Weli pisah dari Lo, dan Faisal kembali dengan Weli" Ada sedikit simpati Dino pada Yulia, yang selama ini dia tau betul bahwa wanita itu sangat terluka..
" Iya..gue juga lihat, Yulia itu tulus mencintai Faisal. Tapi Faisal nya..." Dino memotong kata-kata Rio..
" Lo jangan salah, sebenarnya Faisal itu udah mulai jatuh cinta tau sama Yulia..." Rio terkejut dengan apa yang dia dengar ..
"Seriusan Lo.." Rio tidak mempercayai ucapan Dino..
"Iya dasar Faisal nya aja yang ****..gak menyadari cinta nya pada Yulia.." terang Dino lagi..
"Gue semakin yakin akan mempertahankan Weli.." Rio nampaknya semakin yakin dengan tekadnya, apalagi dia mendengar Faisal sudah ada rasa pada Yulia. Jadi tidak akan ada penghalang lagi dalam rumah tangga nya..
BERSAMBUNG....
segini aja ya part Rio dan Weli...
takutnya ada yang kangen sama Faisal dan Yulia...
Ayo dong dukung aku..
like komen dan votenya.. ditunggu
terimakasih yang sudah mendukung...
love love pokoknyaaa
__ADS_1