Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku

Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku
22. Mas Faisal sakit.


__ADS_3

Mohon dukungannya ya para readers yang udah mampir ke novel "Suamiku tidak pernah mencintaiku 😭😭", minta dukungan like komen dan vote nya ya... Insyaallah sebelum tahun baru novel ini akan saya usahakan tamat. Jadi sekali lagi mohon dukungannya ya.. Yang cinta sama Yulia mohon didukung ya.. terimakasih


 


Sesampainya dirumah, Dino memapah Faisal yang sudah tak sadarkan diri. Dia membawa Faisal ke kamarnya, lalu merebahkan tubuh Faisal ketempat tidur Dino. Dino membuka sepatu Faisal, dan kancing bajunya, agar udara bisa masuk ke tubuh Faisal. Dino bingung dengan apa yang menimpa sahabatnya itu. Dino merasa kasihan pada Faisal yang tak kunjung bisa move on dari Weli. Tiba-tiba ponsel Faisal berdering, Dino Segera mengambil ponsel Faisal yang ada di kantong celananya. Dino bingung harus menjawab telepon Faisal atau tidak. Rupanya yang menelpon adalah istrinya Faisal. Akhirnya Dino tidak menjawab panggilan Yulia. Dino merasa kasihan pada Yulia, karena sahabat nya belum bisa mencintai Yulia. Dino hendak pergi ke kamar mandi, harus terhenti karena sekarang giliran ponselnya yang berdering. Dilihat nya nomer yang menelponnya, tampak nama Rio yang tertera dilayar ponselnya. Segera Dino menjawab panggilan Rio.


"Iya Yo.. ada apa.." Dino mulai berbicara


"Lo dimana tiba-tiba ngilang. pergi gak bilang-bilang?" Rio terus mencecar pertanyaan kepada Dino.


"Gue pulang Yo.. Faisal mabuk sampai gak sadarkan diri. jadi gue bawa pulang kerumah gue.." jelas Rio.


"Apa Faisal mabuk..?" Rio terkejut..


"hmmm" dijawab deheman oleh Dino.


"Seterpukul itu kah dia, sampai-sampai mabuk kayak gitu.." Rio mulai prihatin dengan keadaan Faisal


"Tunggu..tunggu.. Lo tau masalah nya Faisal Yo?" Dino tampak Bingung dengan ucapan Rio.


" Iya.. Tadi Faisal bertemu dengan Weli..dan gue.." terang Rio .


Akhirnya Rio menceritakan semuanya kepada Dino. tentang apa yang terjadi dengan dia, Weli, dan Faisal. Rio Tidak menyangka kalau Faisal sangat terpukul dengan kejadian tadi. Jauh di dalam lubuk hatinya yang terdalam, dia sangat-sangat merasa bersalah. Karena harus memisahkan dua insan yang saling mencintai. Namun keadaan yang harus memaksa dia melakukan itu.


Ditempat lain tampak seorang wanita yang mondar-mandir dengan wajah penuh kekhawatiran. Yulia yang masih menunggu suaminya diruang tamu, beberapa kali dia menghubungi nomor Faisal namun hasilnya nihil. Tidak ada jawaban. Dia juga tidak tahu harus menghubungi siapa lagi, dia bahkan tidak tahu teman dekat Faisal saat dirumah sakit.


" Kamu di mana sih mas,, kenapa gak pulang." pertanyaan itu yang selalu keluar dari mulutnya.


 


Pagi harinya, Dino yang sudah bersiap untuk pergi ke rumah sakit. Tampak kebingungan, karena Faisal belum juga sadar. Dino memeriksa Faisal, ternyata badan nya panas. Faisal demam, Dino berusaha membangunkan Faisal..


"Sal.. bangun.." Dino menggoyang-goyangkan badan Faisal.

__ADS_1


Faisal perlahan membuka matanya, dia mulai menatap keadaan yang ada sekitarnya.


" Din..gue dimana.." Faisal yang sudah mulai menguasai kesadarannya.


"Lo dirumah gue..badan Lo panas sal..Lo demam.." Dino yang memeriksa suhu tubuh Faisal. Dino sangat prihatin dengan keadaan Faisal.


" Ini minum obatnya dulu.." Dino memberikan Paracetamol dan segelas air putih kepada Faisal. Faisal langsung meminumnya, kepalanya juga masih sangat pusing. Untuk berdiri pun sepertinya belum bisa.


" Sekarang kamu mau gimana sal, apa aku antar saja kamu kerumah sakit.." Tanya dino yang sudah mulai bingung dengan keadaan Faisal.


"Antar gue pulang.. Yulia pasti khawatir karena gue gak pulang semalam" jawabnya lemah.


"Ya udah ayo.." Dino mulai memapah Faisal meninggalkan tempat tidurnya dan berjalan ke luar rumah.


Mobilnya pun sudah melaju membelah keramaian kota Jogja. Karena jam masuk kantor jadi agak sedikit macet..


Akhirnya sampai juga didepan rumah Faisal. Yulia yang mendengar suara mobil di halaman rumahnya, langsung bergegas untuk menengoknya. Dia berharap itu mobil suaminya, dan perasaan lega bersarang di hatinya setelah mendapati mobil suaminya sudah terparkir di halaman rumahnya.


Namun seketika perasaan yang tadinya bahagia, berubah menjadi kekhawatiran setelah dia melihat Faisal yang dipapah oleh seorang pria.


Dino yang memapah Faisal bingung harus menjawab apa.


" iya mbak, Faisal sakit.. dia sedikit demam.." dijawab Dino sambil tersenyum kecut.


" Tolong bawa kan ke kamar ya mas.." Yulia segera memberi petunjuk letak kamarnya. Sementara Faisal hanya diam tak bersuara.


Setelah merebahkan tubuh Faisal, Dino bergegas Pamit karena harus bekerja.


"Mbak Yulia, ini obat nya Faisal.. Dia belum sempat makan apa-apa,.." Dino memberikan beberapa obat kepada Yulia.


Yulia dan Dino keluar kamar meninggalkan Faisal sendiri.


"Mas.. sebenarnya apa yang terjadi..? kenapa mas Faisal tidak pulang semalaman?" Yulia mencecar pertanyaan kepada Dino. Dan Dino hanya tersenyum getir, karena dia bingung harus bagaimana.

__ADS_1


"Faisal ada seminar dihotel *****, pulang kemalaman. jadi dia menginap di hotel tersebut." jawab Doni, dia merasa bersalah karena telah membohongi Yulia.


"ya sudah mas terimakasih sudah mengantar mas Faisal pulang." ucap yulia yang ditanggapi senyuman oleh Dino.


"Yulia ini benar-benar tulus mencintai Faisal, tapi kenapa malah disia-siakan oleh Faisal" ucap Dino dalam hati.


Setelah kepergian Dino, Yulia ke kamarnya untuk mengompres Faisal. Dia meletakkan kompresan di dahi Faisal. Yulia membuka baju Faisal, untuk mengelap tubuhnya. Ketika Yulia hendak meletakkan pakaian Faisal ke kamar mandi, Yulia mencium bau alkohol di bajunya. Dia mulai curiga tentang kebenaran Faisal tidak pulang kerumah. Setelah mengganti pakaian Faisal, Yulia ke dapur untuk membuat kan bubur Faisal.


Bubur yang di buat oleh Yulia sudah tertata di mangkuk. Dia segera kembali menuju kamarnya. Dilihatnya Faisal masih memejamkan matanya. Yulia takut akan membangun kan Faisal. Akhirnya dia menunggu sampai Faisal bangun. Dan benar saja Faisal mulai bangun dari tidurnya..


" Mas.. mas sudah bangun.." Yulia langsung duduk mendekati suaminya.


"Yul.. maafkan aku..sudah membuat mu khawatir.." ujar Faisal terbata-bata..


"Sudah mas, gak usah dibahas lagi. yang paling penting mas sudah pulang dalam keadaan selamat.." Yulia tersenyum.


" Sekarang mas makan dulu ya, biar Yulia suapin" Yulia menyendokan bubur ke mulut suaminya.


" Mas..mas yang nganter mas Faisal tadi siapa??" tanya Yulia sambil menyuapi Faisal


"Itu Dino.. sahabat mas, rekan kerja juga dirumah sakit.." Dijawab Faisal.


" Oh.. jadi mas tadi tuh mas Dino.. sahabat mas dan mbak Weli ya.." Yulia tampak senang karena dia bertemu dengan sahabat suaminya.


"Iya.." Faisal hanya menjawab singkat pertanyaan Yulia. Dan tidak berniat membahasnya lagi.


Bersambung...


Aku usahakan setiap hari update..


buat readers yang baik.. minta dukungan ya..


terimakasih 😘

__ADS_1


salam manis dari author..


__ADS_2