
Saat Yulia sedang akan membuka kotak yang berukiran bunga-bunga itu, suara Mama Siti mengejutkan dia.
"Yulia... Assalamualaikum nak, kamu dimana..?" Yulia menutup kembali kotak itu, lalu bergegas menemui Mamanya.
"Iya Ma...waalaikumussalam.." Jawab Yulia seraya mencium punggung tangan Mama Siti.
"Yul.., Mama denger kamu hamil lagi ya..?" Tanya Mama Siti antusias, beliau mendapat kabar dari Faisal saat beliau menelpon Faisal tadi.
"Alhamdulillah Ma, masih diberi kepercayaan sama Allah.." Yulia mengelus perutnya. Mereka sudah duduk di sofa ruang tamu.
"Yul.., kamu harus menjaga kehamilan mu kali ini, jangan kamu izinkan nak Faisal, keluar kota lagi, ibu takut terjadi apa-apa lagi dengan anak kamu.." Mama Siti tampak khawatir, jika mengingat kejadian yang merenggut nyawa putra pertama Yulia dan Faisal.
"Iya Ma, Yulia akan jaga calon bayi Yulia.." Yulia senang karena masih memiliki orang tua lengkap. Jadi, dua bisa berbagi cerita tentang apapun termasuk cara merawat bayi pada Mama Siti.
Ditempat lain,
Sebuah sedan berwarna putih melaju kencang membelah jalanan kota Jogja. Hari ini adalah hari yang menyebalkan bagi pengemudi mobil sedan itu. Beberapa kali ia mengumpat kasar, karena rencananya selalu gagal. Wanita cantik yang memakai celana hijab, dan blazer warna peach akan menemui seseorang untuk melancarkan rencana selanjutnya.
Setelah menemui orang suruhannya, wanita itu kembali ke rumah sakit. Namun saat ia akan memarkirkan kendaraan nya, ia tak sengaja menyerempet Felisa, hingga membuat Felisa terjatuh..
"Aduh..!!!!" Felisa sudah terkulai di lantai parkiran, saat ia melihat mobil yang menyerempet nya itu. Felisa, jadi ingat kejadian tiga bulan lalu, saat dia dan Yulia terserempet. Ia memperhatikan mobil tersebut, Felisa yakin betul, kalau mobil itu yang menyerempet nya dengan Yulia waktu itu. Karena pelek roda mobil itu sama, dan yang membuat dia yakin lagi, sekilas ia melihat ujung plat no mobil itu.
Felisa berdiri perlahan, betis, dan sikunya terluka. Dengan menahan sakit, Felisa berjalan menuju ke rumah sakit untuk menemui Dino. Ya, karena hari ini Dino meminta Felisa untuk dibuatkan brownis ketan hitam, buatan Felisa.
Felisa berjalan menuju keruangan Dino, kebetulan Dino lagu senggang. Pasien hari ini tidak banyak seperti hari biasanya. Felisa mengetuk pintu ruangan Dino..
Tok..tok..tok..
__ADS_1
"Masuk.." ujar Dino saat ia mendengar suara ketukan pintu.
"Assalamualaikum mas Dino," Felisa membuka pintu ruangan Dino lalu menyapa. Dino yang sedang berkutik dengan ponsel, seketika berhenti dan melihat kearah Felisa.
"Waalaikumussalam Sha...sini duduk.." Dino mempersilahkan Felisa duduk, kedatangan Felisa membuat mood Dino seketika berubah. Akhir-akhir ini Dino sedang bingung, karena orang tuanya mulai mengusik kehidupannya. Mereka mengetahui kalau Angel sudah memutuskan pertunangan nya dengan Dino. Lantas membuat orang tua Dino tidak bisa tinggal diam, Dino akan dijodohkan dengan anak teman rekan kerja ayahnya. Dino berusaha menolak perjodohan itu, namun Ayah Dino mengancam, akan mengirimnya ke luar negeri.
Setelah pertunangan nya gagal dengan Angel, hati Dino sudah terkunci. Ia tak pernah tertarik dengan wanita manapun, awalnya Dino mengira, kalau dia mencintai istri dari sahabat nya. Ternyata dia salah, Dino hanya bersimpati melihat ketulusan Yulia yang mencintai Faisal sedalam itu. Bahkan Yulia rela bertahan saat Yulia tahu perasaan Faisal yang sebenarnya.
Dan sekarang Dino harus dipaksa memilih untuk belajar mencintai wanita yang akan dijodohkan orang tuanya. Dino sama sekali tidak berminat. Saat pikiran nya kacau, hanya Felisa lah yang mampu membuat dia bersemangat lagi. Mungkinkah perasaan Dino ke Felisa itu cinta. Hanya takdir lah yang bisa menjawabnya.
"Mas Dino, ada yang ingin aku sampaikan..!" Felisa sudah duduk dihadapan Dino, ia menatap secara intens ke arah Dino.
"Apa ada masalah Sha...?"
"Mas, mas Dino ingat gak, kejadian tiga bulan lalu, saat aku dan Yulia keserempet..?" Felia mulai bercerita, Dino mendengarkan apa yang disampaikan oleh Felisa dengan seksama.
"Terus kamu tahu siapa orangnya?" Tanya Dino menyelidik.
"Nggak mas, karena orangnya gak turun-turun dari mobil, jadi Felisa langsung kesini aja.." Jawab Felisa menunduk.
"Ayo ikut aku...!" Dino menarik tangan Felisa untuk mengikutinya, Felisa berjalan mengekor dibelakang Dino. Dia juga tidak tahu mau dibawa kemana oleh Dino.
"Mana mobilnya Sha.." Ujar Dino saat mereka sampai diparkiran rumah sakit. Felisa mengamati satu per satu mobil yang berjejer diparkiran rumah sakit itu. Felisha bingung, kenapa mobil itu tidak ada di sana, padahal dia sangat yakin kalau mobil itu ada disitu.
"Mana Sha mobilnya...?" Dino bertanya lagi pada Felisa, Felisa masih diam. Dia bingung harus bilang bagaimana ke Dino. Kalau ternyata mobilnya sudah tidak ada disitu.
"Mobilnya sudah tidak ada mas,," jawab Felisa lemah, padahal dia sangat yakin kalau mobil itu terparkir disana.
__ADS_1
"Berarti orangnya menyadari kalau kamu pernah di serempetnya." Dino tambah yakin, kalau orang yang dimaksud Felisa memang berniat jahat pada Yulia.
"Sekarang kita cek cctv diparkiran ini...Ayo ikut aku..!" Mereka berdua berjalan menuju ruang Cctv, untuk mengecek Cctv yang mengarah ke parkiran. Dino yakin, ia akan menemukan pelakunya.
"Pak Burhan tolong cek cctv diparkiran dua puluh menit yang lalu...!" Perintah Dino pada seorang operasional Cctv di rumah sakit itu.
Pak Burhan mengecek Cctv kearah parkiran, sesuai yang diminta Dino.
"Maaf Pak, ternyata videonya sudah dihapus.." Ujar pak Burhan yang masih berkutik di laptop nya..
"Apa.. dihapus...!!" Dino terkejut saat ia kalah cepat dengan pelakunya, Dino berfikir pelakunya adalah orang yang cerdik. Sehingga bisa secara detail memainkan rencananya.
"Selain anda siapa lagi yang bertugas disini..?" Tanya Dino lagi.
"Surya Pak.."Jawab pak Burhan singkat, Dino yakin Surya lah yang menghapus rekaman Cctv itu, pasti Surya disuruh seseorang untuk melakukan itu.
"Tolong panggilkan dia sekarang,,!" Dino memerintah lagi pak Burhan untuk mencari Surya. Pegawai operasional Cctv, rekan psk Burhan.
To be continued...
Wah bakal terungkap nih,, dalang dari orang yang akan mencelakai Yulia...
kira-kira siapa ya?
like, komen, vote nya jangan lupa dong..
Makin lama makin sepi hehehe...
__ADS_1