
Faisal POV..
Aku mengantar Yulia pulang, dia kelihatan lelah. Harusnya hari ini jadwal pemeriksaan kandungan Yulia, tapi dengan kejadian kecelakaan yang menimpa Weli, aku mengurungkan jadwal periksa kandungannya. Aku benar-benar tidak fokus, pikiranku masih berpusat pada keadaan Weli. Sejujurnya aku ingin tetap berada disisi Weli, namun keadaan memaksa aku untuk tidak egois.
Aku dan Yulia berjalan menuju parkiran mobil, Yulia dari tadi menanyakan kejadian yang menimpa Weli. Dia juga menanyakan kenapa aku sudah sekali ditelpon, aku tidak mungkin berkata jujur, kalau aku sengaja mematikan ponselku. Aku hanya berkata lowbat, ternyata itu alasan yang tepat. Yulia tak ada sedikitpun menaruh curiga padaku. Sesampainya di parkiran saat aku akan membuka pintu mobil, ternyata kuncinya tertinggal disaku celana ku yang tadi pagi aku pakai. Aku menitipkan pakaian ku pada OB untuk dibersihkan.
Aku berniat akan mengambilnya, aku menyuruh Yulia untuk menunggu disini saja. Aku takut dia akan kelelahan jika ikut aku ke dalam. Yulia pun hanya menurut saja. Dia mencari tempat duduk yang nyaman agar tidak terlalu lama berdiri, akhirnya dia duduk di bangku post satpam.
Aku kembali kedalam rumah sakit untuk mencari OB yang membersihkan pakaian ku tadi. Saat aku akan melintasi ruangan dokter Monica, aku melihat Rio masuk kedalam dengan tergesa-gesa. Aku penasaran apa yang terjadi Dengan Weli, akhirnya aku mengintip mereka. Kebetulan pintu ruangan dokter Monica tidak tertutup rapat. Jadi, aku bisa mendengar semua perbincangan mereka.
Aku begitu terkejut saat dokter Monica bilang, kalau Weli akan susah memiliki anak, emosiku mulai meluap lagi. Gara-gara Rio Weli akan menderita. Dia pasti akan sedih dan merasa tidak berguna, kalau dia tahu kenyataan yang menimpa dia. Ingin rasanya aku menghajar Rio ditempat itu juga, namun emosiku masih bisa aku kontrol. Aku harus bicara dengan Rio.
Rio akhirnya keluar juga dari ruangan dokter Monica, aku langsung menghampiri nya dan mengajaknya ketempat yang sepi. Aku sudah tidak tahan ingin menghajarnya..
__ADS_1
"Brengsek kamu.. gara-gara kamu Weli tidak akan bisa punya anak..." Bughhhh satu pukulan melayang ke sudut bibir Rio. Rio tidak membalas pukulanku, dia seakan pasrah, yang ada dalam pikirannya hanyalah, dia memang pantas mendapatkan pukulan dariku. Dia sudah lalai menjaga Weli, wanita yang dicintai aku dan Rio.
"Jangan katakan ini pada Weli.. aku mohon. Aku janji akan membuat dia bahagia, aku tidak akan pernah meninggalkan nya, dokter Monica berkata masih ada kemungkinan Weli memiliki anak, walau cuma lima persen.. Tapi aku yakin, Allah akan menggantikan anak aku yang sudah tiada.." Ujar Rio penuh keyakinan. Dia berfikir kemungkinan itu ada, jika Allah menghendaki. Yang dia pikirkan saat ini hanyalah kesembuhan Weli. Rio kemudian meninggalkan Faisal yang masih mematung di koridor rumah sakit.
Author POV...
Rio berjalan dengan langkah gontai, mengapa cobaan bertubi-tubi menghantam keluarga nya. Baru saja dia kehilangan bayinya, istrinya belum terbangun dari koma, sekarang harus mengetahui kenyataan bahwa Weli akan susah memiliki keturunan. Rio sadar karena keambisiusan nya membuat semua berubah seketika.
Rio tertunduk, dia bingung harus bicara apa pada mamanya, tidak mungkin dia mengatakan kebenaran nya. Mama Sindy pasti akan terpukul lagi jika mengetahui Weli tidak akan punya anak.
"Dokter Monica bilang.. kalau Weli untuk saat ini jangan dulu hamil lagi ma..." Dijawab bohong oleh Rio. Dengan dia mengatakan itu, mama Sindi tidak akan menyuruhnya cepat-cepat memiliki anak lagi. Jadi tidak akan membuat Weli sedih.
Saat mama Sindi dan Rio berbincang, suster Melsi yang menjaga Weli keluar dari ruangan Weli. Dia berjalan dengan langkah cepat menuju keruangan dokter Feri..
__ADS_1
"Apa yang terjadi pada Weli ma..." Rio langsung masuk kedalam ruangan Weli, disusul oleh mama Sindi dibelakang nya. Rio dan mama Sindi terkejut melihat apa yang terjadi. Rio meneteskan air matanya....
To be continued....
Udah aku penuhi ya janjiku semalam
Rate naik dan rangking juga naik..
ayo jangan bosan-bosan dukung author..
dengan cara like, komen, rate dan vote nya ya..
terimakasih.....
__ADS_1