Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku

Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku
33. Malunya aku....


__ADS_3

Ketukan pintu menghilangkan konsentrasi mereka, sehingga membuat Faisal mempercepat permainannya, dan segera menuntaskan hasrat mereka. Setelah tuntas menyalurkan hasrat mereka,Faisal mengecup kening istrinya, dan buru-buru memakai celana boxser nya. Karena terburu-buru Faisal sampai lupa tidak memakai baju. Ketukan pintu itu berasal dari luar kamarnya, sementara Faisal membukakan pintu kamarnya, Yulia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Mereka seperti seorang maling yang sedang tertangkap basah sedang mencuri'. Faisal membuka pintu.


Ceklek..


Betapa terkejutnya Faisal melihat siapa yang datang berkunjung kerumahnya. Tampak seorang wanita paruh baya berdiri di depan nya..


"Ibu..." sapa Faisal terkejut..


"Kalian ini ngapain aja,, dari tadi di telpon gak ada satupun yang mengangkat. Di ketuk pintu depan beberapa kali gak ada yang nyaut..." Ibu Sari langsung ngomel-ngomel melihat putranya didepan..


"Astaghfirullah.. kalian...ya ampun Sall..ini masih sore" ibu Sari makin geram melihat keadaan putra dan kamar yang masih berantakan. Faisal hanya tersenyum getir Karena malu..


"Ya udah bersihkan badan mu dulu, ibu dan bapak tunggu dibawah..Ada Bu Siti dan pak Sukamto juga dibawah.." Ibu langsung meninggalkan putranya yang masih syok mendengar perkataan ibunya. Ternyata bukan cuma orang tua Faisal yang datang, orang tua Yulia pun ada disitu. Faisal benar-benar malu dengan kejadian tadi. Faisal langsung menuju ke kamar mandi, namun pintu kamar mandi masih tertutup. Yulia belum selesai mandi nya.


Disisi lain tampak Pak Sukamto, Bu Siti, dan Pak Hermawan, duduk di ruang tamu. Ibu Sari yang baru saja turun dari kamar Faisal ikut bergabung dengan mereka bertiga.


"Gimana mbak yuu, apa Faisal dan Yulia ada di kamar..?" Tanya Bu Siti.


"Iya dek.. mereka lagi..." Ucap Bu Dari sambil menyatukan kedua telunjuknya, sebagai tanda jika Faisal sedang Ea.. Ea...., disambut tawa oleh ketiganya.


"Ya ampun mereka nih emang ya.. Kayak pengantin baru aja.." Ibu Siti gemas.


"Ya biarin dong ma..." Pak Sukamto ikut bicara, Beliau senang jika rumah tangga putrinya terlihat harmonis.


"Iya.. Namanya juga masih muda.. Jadi jiwa **** nya masih menggebu..." Pak Hermawan tersenyum melirik istrinya, disambut cubitan Bu Sari..


"Kamu nih.. Pak... godain Ibu.." Ibu Sari gemes melihat suaminya yang sudah berumur masih genit, apalagi di depan besan..


"Ya Sudah kita kedapur dulu yuk mbak yuu.. Bikin minum, nungguin anak-anak ntar lama.." Mama Siti dan Ibu Sari menuju dapur untuk membuat minuman.


Faisal dan Yulia turun kebawah bersama, Yulia tak cukup berani jika harus turun duluan menemui kedua orang tuanya dan mertuanya. Jadi dia menunggu Faisal mandi terlebih dahulu.


"Pak..Pah.. mana Ibu.." Yulia dan Faisal bergantian menyalami Pak Sukamto dan Pak Hermawan.


"Didapur Yul.." Jawab Pak Sukamto.

__ADS_1


"Ya udah Yulia Kedapur dulu ya.." Yulia menyusul Ibu mertua dan Mamanya.


Didapur terlihat Ibu Sari dan Mama Siti sudah selesai membuat minuman, Yulia menghampiri mereka berdua. Yulia menyalami keduanya, dan juga memeluknya. Mereka bertiga kembali ke ruang tamu, ikut gabung dengan para lelaki hebat.. 😁😁


Yulia meletakkan teh dan beberapa potong kue yang dibuat tadi siang. Yulia duduk disebelah Ibu mertua nya, Ibu mertuanya merangkul Yulia. Beliau begitu bahagia memiliki menantu seperti Yulia, selain cantik, Solehah, dia juga dewasa.


"Gimana kandungan mu nak..." Ibu Sari mengelus perut datar menantunya.


"Alhamdulillah baik Bu.. Dedek bayinya sehat kok.." Yulia tersenyum bahagia karena mertuanya begitu perhatian dan welcome terhadap dia.


"Udah masuk Minggu keberepa sekarang Yul.." Tanya Mama Siti sambil menikmati kue bolu buatan anaknya.


"Minggu ke lima ma.."Jawab Yulia.


"Kenapa kamu gak beli rumah aja sih Sal.." Usul pak Hermawan pada putranya.


"Nggak pak, belum cukup uangnya.." dijawab jujur oleh Faisal.


"Biar Bapak yang beliin rumah untuk kalian, sebagai kado pernikahan kalian kemaren." Pak Hermawan cukup banyak uang untuk sekedar membelikan rumah untuk Faisal dan Yulia. Beliau termasuk petani yang berhasil di tempat tinggalnya. Kebun sawit dan kebun karetnya luas. Sehingga kehidupan mereka terbilang cukup berada.


"Biarkan nak Faisal mandiri mas Her.." Imbuh pak Sukamto. Beliau senang melihat menantunya yang pekerja keras, bukan penikmat harta orang tuanya. Akhirnya pak Hermawan pun menghargai keputusan putranya. Beliau justru bangga, memiliki putra yang mandiri seperti Faisal.


Malam itu mereka ngobrol sampai hampir larut, saking asyiknya jadi gak kerasa kalau waktu sudah semakin larut. Mama Siti dan Pak Sukamto pamit pulang, sementara Pak Hermawan beserta istrinya menginap di rumah kontrakan Faisal dan Yulia.


Siang itu Faisal akan mengajak Yulia jalan-jalan ke Mall, selama menikah mereka belum pernah jalan ke Mall. Sementara Bu Sari dan Pak Hermawan memilih untuk jalan-jalan ke tempat wisata yang ada di kota Jogja.


Sampai di Mall, Faisal dan Yulia menuju ke salah satu toko yang menjual baju muslim. Faisal memilih gamis yang cocok untuk Yulia, mengingat keadaannya yang sedang mengandung sekarang. Setelah mendapatkan apa yang diinginkan, Faisal melihat-lihat jilbab instan yang sering dipakai oleh Yulia. Kemudian dia juga mengambil beberapa jilbab untuk istrinya. Setelah membayar semua belanjaannya, perut mereka sudah terasa lapar. Akhirnya mereka memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu.


Memilih restoran yang cukup femiliar, Faisal sering kesini dulu bersama Weli. Akhirnya dia memilih restoran itu untuk tempat makan siang mereka. Mereka duduk kemudian memesan makanan. Selang beberapa menit, makanan mereka datang. Saat sedang menikmati makanan mereka, Dino menghampiri Faisal dan Yulia.


"Sall.. Yul.. Disini juga ." Dino langsung duduk di bangku yang kosong dimeja Faisal dan Yulia.


"Hmmm" Faisal hanya berdehem, entah kenapa akhir-akhir ini dia gak suka kalau harus ketemu Dino..(Belum-belum udah kesel aja sama Dino, mas Faisal nya. Apalagi setelah denger kalau Yulia dan Dino pernah ketemu. Sempat ngantar kerumahnya pula).


"Ehh mas Dino, sini gabung aja.. mana pacarnya mas.." Yulia menawarkan Dino untuk gabung bersama dia dan Faisal. Dino langsung setuju dong, secara tadi malam dia gak bisa tidar gegara terbanyang terus senyumnya Yulia.

__ADS_1


" Pacarnya diambil orang, Yul...itu aku minta no handphone Felisa ya, motornya udah dibenerin sama bengkel. Mereka mau ngantar belum tahu alamat nya." Dino sebenarnya mau kerumah Faisal tadinya, mau minta no sahabatnya Yulia. Tapi malah ketemu disitu, jadi gak perlu ke rumah Faisal.


"Tunggu.. kalian pernah ketemu.. " Faisal masih bingung dengan apa yang dibicarakan Dino. Belum sempat dijawab oleh Yulia, Faisal sudah..


"Kenapa kamu gak bilang ke mas Yul, kalau kalian ketemuan..Ada urusan apa kamu menemui istriku .." Faisal kemudian menatap Dino tajam.


" Jangan salah sangka dulu dong mas.. Yulia bisa jelasin semuanya.." Yulia sudah takut dengan kemarahan suaminya..


"Ayo kita pulang..." Faisal langsung mengajak Yulia pergi dari restoran itu.. Dino hanya menggelengkan kepalanya, melihat kelakuan Faisal..


"Mas..tunggu dong jalannya jangan cepet-cepet dong.." Yulia kualahan mengimbangi langkah kaki Faisal..


"Kenapa kamu gak ngomong sih Yul, kalau kamu ketemu Dino..." Emosi Faisal surut saat Yulia mengeluh sakit perutnya karena harus jalan cepat-cepat.


"Kapan Yulia mau cerita mas, mas pulang kerja langsung minta EA..EA.. Belum selesai EA.. EA.. Ibu datang. Gak sempet cerita mas..". Yulia menceritakan kejadian semalam untuk mengingat kan Faisal..


"Ya udah ayo kita pulang.." Faisal jadi malu kalau mengingat kejadian semalam..


Happy reading 😍😍😍😍


Segini dulu aja ya....


Mungkin part nya masih ngebosenin ya...


Tunggu aja, bakal ada perang dunia


Antara Faisal dan Yulia...


jangan pernah bosen ya mampir ke cerita


suamiku tidak pernah mencintaiku 😭😭


like, komen dan vote nya jangan lupa...


makasih 🙏😘

__ADS_1


__ADS_2