Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku

Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku
Kejutan kecil


__ADS_3

Tepat pukul 08.00, Sisi berangkat ke Kampus. Gak ada yang aneh hari ini, sama seperti hari biasanya. Dia diantar oleh supir Kakeknya. Saat mereka berhenti di parkiran kampus, bersamaan dengan Ilham yang baru saja menghentikan motornya di parkiran, Khusus motor. Sisi keluar dari mobilnya, sementara supirnya kembali ke rumah pak Erlangga untuk mengantar Bu Sundari ke butik langganannya.


Saat Ilham melintas di lobi kampus semua mahasiswa di sana tunduk hormat pada pria itu. Ada yang menyapanya, ada juga yang tersenyum ramah pada pria itu. Sisi yang melihat kejadian itu, tampak bingung. Kenapa semua mahasiswa di sana seperti sudah sangat mengenal lama dengan Ilham. Padahal ini baru pertama kalinya dia melihat Ilham berada di kampus itu, selama kurang lebih dua Minggu kuliah di sana. Tapi, Sisi gak begitu menghiraukan hal itu. Dia lebih memilih untuk masuk ke kelasnya. Karena pagi itu, dia ada kelas pagi. Dan dosennya sedikit galak. Jadi, dia tidak mau terlambat hanya karena memikirkan sikap manis mahasiswa pada Ilham.


Jam pertama pelajaran Sisi berjalan dengan lancar. Bahkan dia di puji oleh dosennya karena dia bisa menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Dosennya itu. Memasuki jam kedua. Suara riuh dari teman-temannya membuat jiwa penasarannya meronta.


"Eh, tahu nggak. Hari ini bakal ada dosen pengganti Mr. Kelvin loh. Dan kalian tahu nggak siapa dosen penggantinya," ucap salah satu mahasiswi yang ada di kelas itu. Dan disambut antusias oleh mahasiswa lainnya.


"Siapa? Siapa? Kasih tahu dong!" sahut mahasiswi lainnya.


"Hmmm kasih tahu nggak, ya!!" Mereka menjadi penasaran dengan dosen pengganti yang dimaksud oleh mahasiswi itu. Sampai-sampai dia begitu antusias dan senang sekali dengan berita itu.


Hingga seorang pria berpostur tinggi datang dari balik pintu. Pria bule itu menyapa mahasiswa dan mahasiswi yang ada di kelas itu. Pria itu adalah Mr. Kevin, dosen yang akan pindah tugas ke USA dan yang akan di gantikan oleh dosen yang di gandrungi mahasiswi di kampus itu.


"Hello, semua! Saya akan sampaikan pada kalian, bahwasanya saya tidak bisa melanjutkan mengajar di kampus ini..." Suara riuh kembali terdengar di dalam ruang kelas itu. Betapa tidak, Mr. Kevin adalah salah satu dosen idola mereka. Jadi, banyak mahasiswi yang patah hati karena harus ditinggal oleh dosennya itu.

__ADS_1


"Tolong dengarkan saya dulu," ucapnya menjeda kalimatnya. Karena suara riuh dari mahasiswa nya sangat mengganggu dirinya. Setelah semuanya sudah mulai tenang. Dia kembali melanjutkan kalimatnya. "Tapi kalian tidak usah khawatir. Karena akan ada dosen pengganti saya yang jauh berkompeten di banding saya. Beliau adalah..." Hening, semua telinga mendengar apa yang akan disampaikan oleh Mr. Kevin. "Dia adalah, Mr. Ilham. Silahkan masuk Mr. Ilham."


Sekarang giliran mata mereka yang tertuju kearah pintu. Menunggu dosen pengganti itu keluar. Tapi tidak dengan Sisi. Bagi dia, itu tidak penting. Siapapun dosennya, dia akan terima dengan baik. Selagi bisa menyampaikan ilmunya dengan baik. Bahkan wanita itu hanya menyibukkan dengan pena dan bukunya tanpa menoleh ke arah pintu.


Dan saat dosen pengganti itu masuk. Suara riuh kembali terdengar. Mereka memuji dosen itu. Dengan wibawanya dia masuk kedalam ruang kelas itu. Tak lupa, senyum yang bisa mematikan setiap orang yang melihatnya ia pancarkan. Bahkan para mahasiswi disana tidak berkedip melihat pria itu. Betapa tidak, baru pertama melihatnya saja. Mereka sudah suka dengan dosen itu. Sisi, dia masih tidak menghiraukan teman-temannya. Dia masih sibuk dengan aktivitasnya. Hingga suara dari dosen itu, perlahan menarik dirinya untuk melihat kearah kedepan.


"Assalamualaikum, dan selamat pagi semuanya!" seru pria itu pada semua yang ada di ruang kelas itu.


Sisi, sedikit terkejut dengan apa yang ia lihat. Dosen yang di maksud dengan Mr. Kevin adalah Ilham. Tetangganya, pria yang selama ini mengusik pikirannya. Pria yang sangat di kagumi oleh Sisi berdiri di depan ruang kelas itu. Dengan suara lemah lembutnya Ilham memperkenalkan diri pada mahasiswa dan mahasiswinya. Dan yang membuat suasana berbeda dari biasanya. Jika dosen yang selama ini memberikan ilmunya di depan. Banyak mahasiswa yang tidak memperhatikannya. Tapi tidak dengan dosen ini. Bahkan tidak ada satu suara pun terdengar dari ruangan itu. Mereka fokus menatap Ilham yang dengan karismanya berdiri di depan. Tak hanya mahasiswi yang menggandrungi pria itu, mahasiswa pun begitu tertegun dengan cara Ilham menyampaikan informasi pada mereka.


Ilham menatap biasa gadis itu, tapi tidak dengan Sisi. Gadis itu terlihat gugup, bahkan tidak berani menatap wajah Ilham. Suaranya saja terdengar bergetar, sehingga membuat pria itu sedikit menyunggingkan senyumnya. "Gak usah, gerogi!" Sapaan terakhir Ilham semakin membuat wanita itu bergidik merinding. Sisi kembali duduk di kursinya. Dan pertemuan awal Ilham di kelas itu berakhir hanya dengan saling kenal satu dengan yang lainnya. Ilham memang belum menyampaikan materi apa yang akan dia ajarkan pada mahasiswanya.


Di tempat lain.


Selama kurang lebih satu bulan setelah kejadian itu. Hanif sedikit berubah sikap pada Bundanya. Yang awalnya pria itu begitu hangat pada Bundanya, sekarang terlihat sedikit dingin. Bahkan kebiasaannya saat weekend, dia lakukan dengan bundanya di ruang tengah. Tapi tidak dengan akhir-akhir ini. Itu Hanif lakukan karena Bu Tari selaku membujuk Hanif untuk kembali dengan Sisi. Tapi, pria itu selalu menolaknya.

__ADS_1


Hingga sore itu, Bu Tari sedang membuka ponselnya. Tiba-tiba, dia melihat video klarifikasi dari warga. Kalau Sisi dan Iqbal memang tidak berbuat mesum di rumah kosong itu. Di dalam video itu juga, mereka menyertakan bukti, surat tes dari dokter itu.


Setelah melihat video itu, Bu Tari hanya bisa mengelus dada. Ternyata apa yang dia kira itu benar. Hanif telah melakukan kesalahan dengan tidak mendengar dulu penjelasan dari Sisi. Bu Tari berfikir, dia akan memberitahu anaknya tentang video klarifikasi itu.


Kebetulan Hanif yang baru saja pulang dari kerja, muncul dengan mobil panther nya. Pria itu turun setelah memarkirkan mobilnya di garasi mobil. Setelah itu berjalan mendekat kearah pintu utama. Dan kebetulan bundanya sedang duduk di teras. Bu Tari langsung bangkit dari tempat duduknya untuk menunjukkan video itu pada anaknya. Baru saja dia mau melangkah, Hanif sudah lebih dulu bersikap ketus padanya.


"Bun, Hanif gak mau berdebat dengan Bunda. Hanif capek!" seru pria itu tidak menghiraukan Bu Tari. Bu Tari berusaha menyusul dengan memanggil namanya.


"Nif, kamu harus lihat video ini!" ujar Bu Tari yang mengekor di belakang putranya.


"Sudahlah Bun, Hanif capek!!!" Sedikit keras Hanif berbicara sehingga Bu Tari sedikit tersinggung dan menghentikan langkahnya untuk menyusul putranya. Wanita itu hanya bisa mengelus dada, dengan sikap anaknya yang jauh berubah.


"Kamu akan menyesal, jika kutahu kebenaran ini!!!" gumamnya memilih kembali ke teras.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2