Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku

Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku
Suamiku tak pernah mencintaiku


__ADS_3

Pagi ini, Faisal sudah mulai akan bekerja kembali. Kondisi nya sudah lebih baik. Sementara Yulia, dia berencana mau mengajak Sisi pergi dari rumah nya. Setelah seminggu bersama Faisal, sikap Faisal masih sama. Bahkan saat Yulia bersikap dingin padanya, bukannya meminta maaf dan menanyakan apa yang terjadi, Faisal malah ikut-ikutan mendiamkan Yulia.


Yulia sudah tidak tahan dengan sikapnya Faisal, yang semakin hari semakin membuat hatinya terluka. Malam itu, Yulia sengaja tidur seranjang dengan Faisal. Sebelum dia pergi, Yulia ingin memberikan kesan terakhir untuk Faisal. Faisal juga minta jatah batin pada Yulia, dengan terpaksa Yulia melayani Faisal.


Entah kenapa, malam itu, dirasakan oleh Yulia, malam terakhir nya bersama Faisal. Yulia sempat meminta maaf kepada Faisal, atas segala kekurangannya selama dia menjadi istri Faisal. Tanpa menaruh curiga, Faisal hanya menanggapi nya dengan santai.


Faisal sudah pergi ke rumah sakit, setengah jam yang lalu. Yulia membereskan barang-barang nya, dan barang-barang Sisi. Dia juga sudah memesan tiket pesawat penerbangan Jakarta-Jogjakarta. Yulia mengambil penerbangan kedua, yaitu pukul sebelas siang. Artinya masih ada waktu tiga jam lagi untuk bersiap-siap.


"Bunda, kita mau kemana sih?" Sisi selalu bertanya pada Yulia, akan mengajaknya pergi kemana.


"Kita akan ke rumah buyut, di Lampung." Jawab Yulia sembari memasukkan pakaian nya di koper.


"Tapi, kenapa Ayah tidak ikut bunda?" Tanyanya Sisi lagi.


"Ayah kan kerja sayang, udah lama Ayah gak kerja, jadi Ayah gak ikut sama kita." Yulia sengaja tidak memberitahu hal yang sebenarnya pada Sisi. Dia takut, Sisi tidak akan mau di ajak, jika dia tahu tujuan Yulia pergi dari rumah, untuk menghindari Faisal.


Usai memasukkan pakaian dan perlengkapan nya, Yulia langsung memesan taksi online untuk mengantarnya ke bandara. Yulia juga sudah bicara pada Felisa, masalah butik, ia serahkan semuanya pada Felisa. Yulia rencananya, akan mempromosikan baju-bajunya di sosial media. Dia tidak punya pilihan lain, Faisal sudah di beri waktu satu Minggu untuk menjelaskan semuanya. Namun, Faisal tidak peka, jika kemarahan Yulia ada hubungannya dengan masa lalu Faisal. Entah tidak peka, atau tidak peduli. Yulia sudah capek, dia ingin menenangkan pikiran dan hatinya.


Tepat pukul sebelas pas, Yulia terbang dari Jogjakarta ke Jakarta. Nanti setelah tiba di Jakarta, Yulia berencana akan naik kapal laut. Dia ingin mencoba suasana baru, sembari memandang lautan lepas disana.


"Kita naik kapal laut ya bunda?" Celoteh Sisi saat mereka tiba di pelabuhan Merak.

__ADS_1


"Iya sayang, Sisi suka?" Yulia menggandeng Sisi memasuki kapal yang akan dia dan Susi naiki.


"Suka dong bunda, tapi, Ayah gak ikut sama kita?" Wajah Sisi seketika berubah murung. Dia masih saja teringat dengan Faisal, Ayahnya.


"Nanti Ayah nyusul kita kan, Bunda?" Wajahnya kembali ceria lagi, saat dia ingat Yulia mengatakan kalau Faisal akan menyusul nya ke Lampung.


Yulia hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Anaknya, dia merasa bersalah, karena masalah nya dengan Faisal, berimbas pada Putri kecilnya.


Yulia memandangi lautan lepas, burung-burung terbang bebas di awan. Kisah cinta nya dengan Faisal begitu memilukan. Selama hidup bersama Faisal, Yulia tidak pernah ada dihatinya Faisal. "Suamiku tak pernah mencintaiku," itu yang selalu terlintas dipikiran Yulia. Air mata yang ia tahan, akhirnya terlepas dari matanya, dan jatuh ke pipi Yulia.


Setelah tiga jam mengapung ke lautan lepas, Yulia sampai juga di pelabuhan Bakauheni. Tepat pukul setengah enam sore. Yulia mencari travel yang ia pesan tadi. Berbekal handphone, akhirnya Yulia menemukan travelnya. Dari pelabuhan Bakauheni ke tempat tinggal neneknya Yulia, memakan waktu kurang lebih satu setengah jam. Yulia juga sudah mengabari paman dan bibinya. Yulia akan tinggal sementara di rumah neneknya yang sudah lama tidak kosong. Neneknya sudah lama meninggal, saat Yulia baru menikah dengan Faisal. Sementara paman dan bibinya, tinggal bersebelahan dengan rumah almarhumah neneknya Yulia.


Di daerah Lampung timur, desa labuhan ratu satu kecamatan way Jepara. Tempat tujuan Yulia saat ini, Rumah bercat warna hijau muda itulah tempat tinggal Yulia saat ini. Paman dan Bibinya menyambut kedatangan keponakan nya itu.


"Waalaikumussalam ndok, ya Allah udah lama gak kesini, Bulek kangen ndok, ini putrimu ndok." Bik Ndari, kemudian memeluk Yulia, dan menciumi Sisi.


"Iya Bulek" Yulia sudah duduk di ruang tamu rumah Bulek Ndari.


"Kemana nak Faisal kok gak ikut ndok?" Tanya Paklek Wira mencari-cari keberadaan Faisal.


"Masih kerja paklek" Jawab Yulia sekenanya.

__ADS_1


Paman dan Bibi nya Yulia sama sekali tidak menaruh curiga, akan kedatangan nya Yulia di sana. Yulia sebelumnya memberitahu, kalau dia akan mengembangkan usahanya di sana. Dia akan mencari distributor yang mau diajak kerja sama dengan butiknya di Jogja. Sepertinya, alasan itu sangat tepat untuk Yulia bisa dengan nyaman tinggal di sana.


Ditempat lain


Pukul lima sore lebih lima belas menit, Faisal sampai dirumahnya. Faisal langsung masuk ke rumahnya, karena pintu gerbang dan pintu utama nya tidak dikunci. Faisal mencari Yulia dan Sisi, tempat yang pertama didatangi adalah dapur. Didapur Faisal tidak menemukan Yulia, Faisal berjalan lagi menuju kamar Sisi. Dikamar Sisi pun Faisal tidak menemukan keberadaan Yulia dan anaknya. Faisal mulai khawatir, kemudian dia ke kamar nya. Setelah sampai di kamar, Faisal tak juga menemukan Yulia dan Sisi.


Lelah mencari ke seluruh sudut rumah nya, akhirnya Faisal duduk di ranjang tempat tidurnya. Dia membuka ponselnya, untuk menghubungi Yulia. Namun sayang sekali, ponsel Yulia diluar jangkauan. Faisal mulai panik, di telponnya Felisa, dia pikir, Yulia masih di butiknya. Beberapa kali menelpon Felisa, namun tidak ada yang mengangkat. Darahnya seperti naik ke kepala nya, Faisal tidak bisa berfikir lagi dengan jernih. Yang ada dalam pikirannya saat ini, Yulia pergi kemana.


Faisal meletakkan tasnya di meja, ia melihat ada secarik kertas. Ternyata itu surat dari Yulia. Yulia menuliskan surat itu tadi malam, sebelum ia ke kamar Faisal. Diambilnya surat itu, dibuka oleh Faisal.


"Mas Faisal yang selalu Yulia cintai.


Selama menikah dengan mas Faisal, Yulia menjadi wanita yang sangat bahagia. Mas Faisal memperlakukan Yulia, dengan sangat baik. Terimakasih ya mas, atas perhatian dan kasih sayang yang mas Faisal, berikan pada Yulia selama ini."


"Maaf jika selama ini Yulia, belum bisa jadi istri yang baik untuk mas Faisal. Sejujurnya, Yulia selalu berusaha untuk bisa menjadi yang terbaik untuk mas Faisal. Tapi ternyata Yulia tidak bisa, Yulia tidak seperti wanita yang selama ini ada dalam hati dan pikiran mas Faisal. Bahkan dia mampu menguasai seluruh hatinya mas Faisal, tanpa sedikitpun menyisakan tempat untuk Yulia. Dia begitu hebat, sampai-sampai keberadaan Yulia, tidak berarti untuk mas Faisal."


"Yulia pergi mas, sengaja Yulia bawa Sisi, agar mas Faisal tahu, seberapa penting keberadaan kami dihatinya mas Faisal."


Peluk kasih dari


Istri dan Anak mu

__ADS_1


Yulia


__ADS_2