Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku

Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku
Pertengkaran


__ADS_3

"Mas,, mas Faisal ngapain disini" Yulia yang terbangun dari tidurnya, mencari suaminya, setelah menyusuri semua ruangan. Yulia menemukan Faisal sedang ada dihalaman depan rumahnya. Yulia melihat Faisal sedang membakar sesuatu, kemudian dia mendekati Faisal.


"Eh.. Yul.. Mas lagi bakar sampah, tadi kebetulan beres-beres ruang kerja, banyak file yang gak penting. Jadi, mas bakar aja, daripada buat sampah.." Jawab Faisal berbohong.


"Kenapa...eh tunggu kok itu kayak foto... foto siapa mas,," Yulia menunjuk tumpukan sampah yang hampir menjadi abu.


"Awas Yul,,," Faisal menarik tangan Yulia yang berusaha mengambil sisa foto yang sebagian sudah hangus terbakar.


"Tapi itu foto siapa mas..?" Tukas Yulia.


"Mas juga gak tahu Yul,,"


"Mas, udah deh ada yang mas sembunyikan, kan dari Yulia.."


" Nggak Yul, mas gak sedang menyembunyikan apapun dari kamu.."


"Sudahlah mas, mas tidak pernah mau jujur sama Yuli. Mas gak pernah menganggap Yuli ada, mas egois..." Yulia lalu pergi meninggalkan Faisal, hatinya sakit, dia tahu kalau Faisal sedang menyembunyikan sesuatu darinya.


Faisal segera menyusul Yulia, dipanggilnya Yulia, namun sepertinya Yulia benar-benar marah. Sehingga tak mengindahkan panggilan suaminya.


Tanpa terasa air mata Yulia mulai menetes, perasaan nya tak menentu. Ingin rasanya ia percaya kata-kata Faisal, namun logikanya berkata lain.


"Yul, dengerin mas.." Faisal sudah ada dihadapan Yulia.


"Percaya sama mas, mas gak lagi menyembunyikan apapun dari kamu. Mungkin itu tadi foto yang sudah usang. Jadi ikut terbakar dengan file-file mas.." Faisal masih saja menyembunyikan semuanya dari Yulia. Dia belum sanggup jika harus membongkar sekarang, melihat ekspresi Yulia saat ia bertanya tentang siapa mantan Faisal tadi, Faisal tidak berani untuk mengatakan kebenaran nya. Selama ini Yulia berteman baik dengan Weli, bahkan Yulia sering sekali memuji Weli. Jika, ia memberi tahu pada Yulia , mungkin hubungan pertemanan mereka tidak akan sama seperti itu lagi.


"Sudahlah mas, Yulia gak mau bahas ini lagi, Yulia lelah..." Yulia langsung pergi ke kamar.

__ADS_1


Faisal yang tak berhasil membujuk Yulia, akhirnya hanya bisa mendengus kesal. Dia juga bingung, harus berbuat apa sekarang. Dan malam ini pun, pertengkaran diantara mereka kembali terjadi.


Sejak awal Yulia memang sudah curiga, mengenai kotak yang ia temukan digudang, ditambah lagi kejadian tentang bakar membakar sampah tadi. Dia menjadi semakin yakin, jika memang ada sesuatu yang ditutup-tutupi oleh Faisal.


Mereka tidur dalam keadaan marah, Yulia yang biasanya memeluk Faisal. Kini dia tidur membelakangi Faisal. Faisal hanya bisa pasrah, atas kemarahan Yulia. Dan dia pun cuma bisa berharap, esok kemarahan Yulia bisa sedikit meredam.


++++++++++++


Ditempat lain.


Dino merasa hatinya gelisah, terlalu banyak beban pikirannya. Tentang kasus Yulia dan Felisa yang belum usai, ditambah lagi tentang perjodohan antara dirinya dan wanita pilihan orang tuanya. Dino sama sekali tidak menginginkan perjodohan itu, lebih baik ia menjomblo daripada harus menikah dengan gadis manja yang suka menghambur-hamburkan uang saja. Dino mencoba bernegosiasi pada orang tuanya, agar membatalkan perjodohan itu. Dan benar saja, orang tua Dino memberi satu syarat, jika dalam satu Minggu ini Dino mampu memperkenalkan wanita pujaannya pada orang tuanya, maka mereka akan membatalkan perjodohan itu. Tapi jika tidak, mau tidak mau, suka tidak suka, Dino harus menyetujui perjodohan itu. Dino pun dengan senang hati menerima syarat itu, meskipun dia juga harus berfikir keras. Siapa yang akan ia kenalkan pada orang tuanya, secara dia tidak punya banyak teman wanita, kecuali, Felisa.


Awalnya Dino tidak yakin akan meminta bantuan Felisa, untuk membantu masalahnya. Namun siapa lagi yang akan ia mintai tolong. Akhirnya Dino menghubungi Felisa, mengajak Felisa bertemu. Dino mengajak Felisa bertemu disebuah cafe dekat butik Felisa.


"Sha..." Dino hampiri Felisa, Dino tidak mengenali Felisa. Penampilan Felisa yang tak seperti biasanya, Felisa mengenakan gamis senada dengan hijab syar'i nya tersenyum manis ke arah Dino.


"Ini beneran kamu Sha..."Dino masih tak percaya, dengan apa yang ia lihat sekarang. Felisa memang terlihat lebih cantik jika mengenakan hijab. Wajahnya terasa teduh, untuk orang yang melihatnya.


"Iya mas, ini Felisa.."


"Kamu terlihat lebih cantik,," Puji Dino, Felisa hanya tersipu malu.


"Mas, ada apa malam-malam begini ngajak ketemuan..?"


"Sha.. sebenarnya saya cuma mau minta bantuan ke kamu..."


"Apa mas..."

__ADS_1


"Mau gak kamu jadi pacar aku.."Felisa syok dengan apa yang ia dengar.


"Maksudnya kamu mau gak bantu sku , untuk pura-pura jadi pacar aku" Sambung Dino, wajah Felisa seketika berubah.


"Buat apa mas,,?" Tanya Felisa pada Dino.


Kemudian dini menceritakan semuanya pada Felisa, tentang perjodohan yang dilakukan orang tuanya, tentang syarat yang diberikan orang tua Dino. Dan tentang rencananya yang akan mengenalkan dia pada orangtuanya sebagai kekasihnya.


"Tapi kenapa harus Felisa mas, masih banyak kok teman mas Dino yang lainnya..." Felisa masih tidak percaya, kenapa harus dia yang dipilih Dino untuk jadi pacar pura-pura nya Dino.


"Ya,,cuma kamu yang srek di hati aku Sha.."Secara tidak langsung Dino mengatakan kalau Felisa lah yang layak menjadi pasangan nya.


"Maaf mas, Felisa gak bisa ngelakuin itu ke orang tua mas Dino.. Secara tidak langsung mas sudah membohongi mereka, dan sesuatu yang diawali dengan kebohongan akan tidak baik kedepannya. Contohnya, rumah tangga mas Faisal dan Yulia, Felisa tidak ingin nasibnya sama dengan Yulia.." Tolak Felisa tegas.


"Iya aku tahu, tapi Sha.. aku mohon kali ini saja bantu aku..." Tutur Dino memelas.


"Maaf mas, untuk kali ini Felisa tidak bisa membantu mas Dino.. Felisa permisi.." Felisa berdiri, saat akan meninggalkan tempat duduknya ditahan oleh Dino.


"Sha.. Mungkin kamu tidak percaya dengan apa yang aku akan katakan.. aku mohon berikan aku kesempatan untuk bisa lebih mengenal kamu..Untuk bisa lebih dekat lagi dengan kamu.. Jujur, aku tidak bisa lagi membohongi perasaan aku ke kamu.. Sebenarnya aku sayang kamu.. Sha.. aku cinta..."Dino mengungkapkan perasaan nya pada Felisa, Felisa hanya tercengang. Ia tak percaya dengan apa yang diucapkan Dino padanya. Bagaimana mungkin perasaan nya berubah secepat itu, belum lama Dino menginginkan Felisa untuk pura-pura jadi pacar nya. Dan sekarang Dino menyatakan cinta padanya.


"Maaf mas, saya gak mau mas membohongi saya lagi...permisi..." Felisa melangkahkan kakinya dengan cepat, perasaannya bercampur aduk. Harusnya ia bahagia, karena orang yang ia cintai menyatakan cintanya padanya. Namun hatinya terluka, ia tidak percaya kalau Dino mencintainya. Dino hanya akan memanfaatkan nya saja, itu yang ada dalam pikiran Felisa..


To be continued...


Like, komen, vote nya jangan lupa....


Salam hangat dari author 😍😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2