
Di kediaman Dino.
Sisi yang baru nyampe di rumah Dino, tiba-tiba minta pulang. Dia merengek ingin pulang sekarang, dia ingin ikut bundanya. Felisa sudah melakukan cara agar Sisi tetap berada di rumahnya. Tapi Sisi tetap bersikeras untuk menemui Bundanya. Alih-alih kebingungan, akhirnya di antar kembali ke rumah Faisal. Saat mau di antar oleh Dino, tukang odong-odong lewat. Sisi meminta pada Dino untuk naik odong-odong dulu, baru setelah itu dia mau pulang. Dino menuruti permintaan Sisi, di panggilnya tukang odong-odong itu oleh Dino, lalu Sisi dan Bilqis dengan penuh semangat naik odong-odong nya.
Setelah mendapat izin dari sang suami, Yulia melajukan motornya ke rumah orangtuanya. Yulia dapat telpon dari Mama Siti, untuk datang kerumahnya. Karena ada saudara jauh yang ingin bertemu dengan Yulia. Awalnya mama Siti akan membawa tamunya itu datang langsung ke rumah Yulia. Namun, dia menolak nya. Katanya ingin memberi kejutan pada Yulia.
Dengan kecepatan sedang, Yulia sampai ke rumah orangtuanya. Di sana sudah di sambut oleh orang tuanya dan tamu yang dimaksud. Yulia begitu syok, saat melihat tamu yang datang. Beliau sangat mirip dengan Yulia, dari wajahnya, perawakan, dan semuanya, mirip dengan Yulia. Yulia sempat bingung saat pertama kali melihat tamunya itu. Pak Sukamto, menceritakan semuanya pada Yulia.
Dia adalah Delia Rachmawati, saudara kembar Yulia. Dia di angkat anak oleh kakak kandung Pak Sukamto.
Dulu saat Yulia dan Delia lahir, Pak Sukamto tidak punya cukup uang untuk menebus mereka di rumah sakit. Beliau bingung, pekerjaan nya yang cuma sebagai buruh tani, tidak bisa mengumpulkan banyak uang untuk persiapan melahirkan. Datang kakak kandungnya pak Sukamto, mereka sudah lama tidak memiliki keturunan. Jadi salah satu bayi kembar itu, diangkat oleh mereka. Delia, bayi yang diangkat oleh kakak kandung Pak Sukamto. Awalnya pak Sukamto menolak, namun tidak ada pilihan lagi. Jadi diberikan salah satu bayinya pada kakaknya. Beliau juga kasihan, sudah hampir sepuluh tahun mereka belum dikaruniai seorang anak.
Yulia begitu syok mendengar cerita papanya. Dia baru pertama kalinya bertemu dengan Delia. Karena selama ini, Delia dan orang tua angkatnya tinggal di luar negeri. Sekarang pulang lagi ke Indonesia, untuk meneruskan usahanya disini.
Delia sangat beda dengan Yulia, dia sedikit lebih tomboi dari Yulia. Sikapnya juga cuek, dan juga keras kepala. Yulia tak pernah menyangka, kalau dia memiliki saudara kembar. Mereka saling berbagi cerita tentang kehidupan mereka masing-masing. Delia belum menikah, dia masih senang dengan statusnya yang sekarang. Dia tidak mau pusing memikirkan rumah tangga, terlalu ribet, katanya. Yulia menceritakan semuanya pada Delia, tentang rumah tangganya. Dan itu membuat Delia tertarik untuk masuk kedalam kehidupan Yulia. Yulia juga menunjukkan foto Faisal dan Sisi.
__ADS_1
Delia bahkan mempunyai ide gila, dia ingin bertukar peran pada Yulia. Sangking penasarannya sama Faisal, dia meminta Yulia untuk mewujudkan ide gilanya itu. Awalnya Yulia menolak, tapi terus dibujuk oleh Delia.
Mereka bertukar peran, Yulia jadi Delia, Delia jadi Yulia. Yulia merasa tidak nyaman dengan pakaian yang ia kenakan. Awalnya dia protes, namun Delia menyuruh Yulia untuk menambahkan jilbabnya di penampilannya yang sekarang. Yulia meminta pada Delia hanya satu hari saja bertukar peran pada Delia. Dia tidak mau membohongi keluarganya. Delia pun menyetujuinya, dia juga janji tidak akan macam-macam pada Faisal.
Mereka berdua keluar dari kamar Yulia, mama Siti pun tidak tahu, kalau anak-anaknya sudah bertukar peran. Sepertinya rencana mereka berhasil, penyamaran yang sempurna.
Faisal yang lupa membeli burket bunga untuk Yulia, dia memutuskan untuk membelinya sekarang. Setelah membeli bunga itu, Faisal akan menyusul Yulia.
Faisal melintasi jalan raya, agar bisa sampai ke toko bunga yang dimaksud. Faisal harus terhenti, ketika banyak kerumunan orang, yang membuat kemacetan di sana. Faisa turun dari mobil, untuk melihat apa yang terjadi. Ternyata ada kecelakaan beruntun. Mobil truk pengangkut barang menabrak sebuah mobil BMW seri 5, dan sebuah motor Meti. Faisal mencoba untuk mendekat lagi, karena dari kejauhan dia mengenali motor matic yang tergeletak di aspal.
"Astaghfirullahalladzim Yulia!" seru Faisal mendekati seorang wanita yang terkapar bersimbah darah di jalan. Dengan gemetaran, Faisal meraih tubuh wanita itu.
"Mas, saya minta tolong. Bawakan mobil saya menuju rumah sakit Zahra Medica," ujar Faisal memberikan kunci mobilnya pada pemuda itu. Perlahan diletakan tubuh Yulia dipangkuan nya, dengan perasaan tak menentu Faisal mencoba untuk tetap tenang
Mobil Faisal putar balik menuju rumah saki Zahra Medica, rumah sakit yang dekat dari tempat kejadian.
__ADS_1
Sementara di tempat kejadian kecelakaan itu, seorang penumpang mobil BMW seri 5, terkapar di bangku penumpang. Dengan bantuan orang-orang yang berada disitu, akhirnya korban bisa diisolasi. Sementara supirnya mobilnya meninggal di tempat. Setelah ambulance datang, korban langsung dibawa ke rumah sakit yang sama dengan Faisal tadi. Supir truk itu diamankan oleh polisi, kondisinya juga tak baik-baik saja. Kakinya patah, dan kepalanya sedikit mengeluarkan darah.
Di dalam mobil Faisal, terus berusaha membuat wanita itu tersadar. "Yul, bangun sayang, bangun, huhuhu" racau nya terus. "Kenapa kamu tega Yul, jangan pergi lagi dari ku,"
"Yul, kumohon bangunlah. Hari ini ulang tahun pernikahan kita kan? aku sudah menyiapkan kejutan untukmu. Aku mohon bangunlah sayang. Huhuhu" tangisnya pecah.
Perlahan gadis itu membuka matanya, yang dilihat pertama kali adalah Faisal yang sedang menangis. Gadis itu tersenyum kearah Faisal," Yul, kamu sadar sayang, bertahan lah, kamu pasti akan selamat" Gadis itu hanya diam, dia berusaha untuk mengucapkan sesuatu, tapi terasanya sulit untuk keluar. "Yul, aku mencintaimu, aku mencintaimu" kata itu lolos dari bibir Faisal. Kata yang seharusnya dia ucapkan nanti malam, begitu saja lolos dia ucapkan.
"Aku mencintaimu, jadi kumohon bertahanlah demi aku," Faisal terus mengajak bicara gadis itu, agar tetap sadar. "Kita akan mengurus Sisi, sampai dia dewasa nanti, sampai dia menikah dan punya anak. Hehehe, kita akan menjadi nenek dan kakek. Oh iya, kita juga bisa buat anak lagi, yang banyak. Agar kamu gak kesepian, jika Sisi sekolah." Faisal bicara apa saja yang ada dipikirannya, dia ingin mengungkapkan perasaannya selama ini.
"Maafkan aku Yul, aku baru bisa mengatakannya padamu. Sudah sejak lama perasaanku ada untuk mu. Tapi betapa bodohnya aku, yang tak pernah mengatakannya padamu.." Faisal memukul-mukul kepala nya.
Dengan berat wanita itu berusaha untuk mengatakan sesuatu, "Maa...aaf kan..a..ku..a..ku..bu..." Belum selesai ia berbicara matanya sudah tertutup lagi dan tak sadarkan diri.
"Yul,, bangun Yul, bangun..Agrhhhhhhhhh"
__ADS_1
To be continued..
Lanjut bab kedua siang nanti ya...