Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku

Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku
Takut kehilangan kamu...


__ADS_3

Pagi itu, Faisal mengantar Yulia ke butik. Setelah mereka mengantar Sisi ke sekolah. Faisal mulai over protective pada Yulia, kemana Yulia pergi, harus dia yang mengantar.


Faisal memang tidak terlalu sibuk, jadi sedikit santai. Faisal mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang membelah kota Jogja. Sesekali dia melirik istrinya yang duduk di samping kemudi.


"Kenapa sih, Mas!" seru Yulia


"Kamu cantik Yul, Mas makin cinta sama kamu!" goda Faisal membuat Yulia tersipu malu.


"Udah deh Mas, gak usah gombal gitu deh!"


*************


Akhirnya mereka sampai juga di butik, Faisal menghentikan mobilnya. Yulia akan beranjak turun, tapi di cegah oleh Faisal. Faisal turun dari mobilnya dan membukakan pintu mobil Yulia. "Silahkan tuan putri," goda Faisal, sembari membungkukkan tubuhnya.


"Mas Faisal, apaan sih!" Yulia kemudian turun, dan meraih tangan Faisal, stelah itu mencium punggung tangannya.


"Yulia masuk dulu ya, Mas!" seru Yulia berjalan masuk ke butiknya.


Saat Yulia sudah ada di teras butik, ada seseorang yang menyapa dirinya.


"Yulia," sapa Angga berjalan mendekat ke arah Yulia.


"Angga, ngapain disini?" tanya Yulia saat Angga sudah ada dihadapannya.


Faisal yang melihat dari kejauhan Yulia sedang berbincang-bincang dengan Angga, bergegas menghampiri mereka.


"Ngapain kamu disini!" ketus Faisal melirik sinis Angga.


"Ini butik kamu Yul? wah kebetulan banget ya, saya buka cafe di samping situ," jawab Angga menunjuk cafe disamping butik Yulia.


Dokter Faisal, kok belum berangkat ke rumah sakit?" sambung Angga tersenyum ramah pada Faisal.


"Yul, udah sana masuk! ingat jaga mata, jaga hati!" ujar Faisal menarik Yulia menjauh dari Angga.


Angga hanya tersenyum melihat tingkah Faisal yang terlihat cemburu padanya. Sementara Yulia merasa tidak enak karena meninggalkan Angga tanpa pamit.


Setelah memastikan Yulia masuk kedalam butiknya, Faisal kembali ke mobilnya dan berangkat ke rumah sakit. Pikiran Faisal merasa tidak nyaman, ada rasa ketakutan dalam hati Faisal. Karena Angga membuka cafe dekat dengan butik Yulia. Faisal sempat berfikir, kalau itu adalah akal-akalan Angga supaya bisa dekat dengan Yulia.


Sampai di rumah sakit Faisal langsung keruangannya. Sebelum memulai pekerjaannya, Faisal menghubungi Yulia.

__ADS_1


Faisal mengambil ponselnya dari dalam saku jasnya, kemudian menelpon Yulia.


"Assalamualaikum Yul, kamu lagi apa?" ucap Faisal membuka suara.


"Waalaikumussalam Mas, Yulia lagi gambar baju yang bakal launching di butik Yulia!" jawab Yulia sembari menggoreskan pensilnya di kertas putih yang ada di meja.


"Ada apa Mas? Mas udah sampai di rumah sakit, kan?" Yulia merasa aneh, tidak seperti biasanya Faisal bersikap seperti itu. Baru juga berpisah udah menghubungi dia lagi.


'Udah kok, ya udah Mas lanjut kerja dulu, assalamualaikum!" Faisal menutup ponselnya.


"Waalaikumussalam" jawab Yulia mengerutkan keningnya. "ada apa dengan Mas Faisal ya" batin Yulia.


Faisal benar-benar tidak fokus dalam bekerja. Dia kepikiran Yulia terus, dia takut kalau Angga mendekati istrinya. Beberapa kali Faisal menghela nafasnya kasar, gundah gulana dengan pikirannya sendiri. Faisal juga sering menelpon Yulia, dengan menanyakan hal yang tidak jelas.


Siang harinya, saat jam makan siang tiba. Faisal memutuskan untuk pergi menemui Yulia, dia benar-benar tidak tenang. Faisal membeli beberapa makanan terlebih dahulu, sebelum menuju ke butik Yulia.


Kebetulan jarak rumah sakit tempat Faisal bekerja dengan butik Yulia tidak terlalu jauh. Hanya memakan waktu sepuluh menit saja, Faisal sudah sampai di butik Yulia.


Faisal langsung masuk ke dalam, kebetulan Sisi, Bilqis, Yulia dan Felisa sedang akan makan siang. Yulia selalu membawa bekal dari rumah, begitu juga dengan Felisa. Jadi mereka bisa bertukar makanan. Lega hatinya Faisal saat melihat Yulia dengan yang lainnya. Dia sempat berfikir kalau si Angga sedang pedekate pada Yulia.


"Assalamualaikum." Faisal langsung ikut gabung bersama Yulia dan lainnya.


"Kita makan bareng Yuk." Faisal meletakkan makanan yang ia bawa di meja.


"Cie... ada yang lagi bucin nih kayaknya!" goda Felisa menyenggol lengan Yulia.


"Apaan sih Fel," sahut Yulia tersenyum.


Mereka makan bersama sembari ngobrol kecil untuk mencairkan suasana. Seperti yang di bilang Felisa, Faisal memang sedang bucin pada Yulia. Tak ingin jauh-jauh dari Yulia. Apalagi ada Angga, yang dikira bakal jadi benalu di hubungan mereka.


Faisal kembali ke rumah sakit, setelah sholat Dzuhur berjamaah dengan yang lainnya. Dia bisa melanjutkan pekerjaannya dengan sedikit lebih tenang.


"Yul, kamu merasa ada yang aneh nggak?" tanya Felisa saat mereka sedang berdua di ruangan Yulia.


"Aneh kenapa Fel?" tanya Yulis balik.


"Beberapa hari ini, kayaknya ada yang buntuti kamu deh!" jawab Felisa.


"Masa sih Fel!" ucap Yulia tak percaya.

__ADS_1


"Iya, kamu ingat gak, waktu aku antar kamu pulang? ada seseorang yang buntuti kita. Tapi, pas kamu udah turun, orang itu tidak buntuti aku," terang Felisa, yang menaruh curiga akhir-akhir ini.


Felisa beberapa kali mengamati di depan butiknya ada orang yang mencurigakan. Tapi ada yang membuat dia yakin, saat dia mengantar Yulia pulang. Mereka seperti sedang di buntuti oleh seseorang. Awalnya Felisa menganggap itu cuma kebetulan.


Tapi pas Yulia menjemput anak-anak tadi, dia melihat ada seseorang yang membuntuti Yulia. Kebetulan saat itu, Felisa ada di teras butik. Jadi dia bisa sangat jelas melihat orang-orang itu.


"Kayaknya kamu harus waspada deh! aku takut nanti kalau terjadi sesuatu pada kamu."


"Kok aku jadi takut ya Sha, apa tujuan mereka menyelakai aku? padahal aku gak pernah merasa punya musuh," ujar Yulia menjadi takut dengan kabar yang disampaikan oleh Felisa.


Di tempat lain.


Seorang wanita sedang menelpon seseorang dengan nada memerintah. "Kali ini jangan sampai gagal," perintahnya pada orang di seberang telpon.


Dia tersenyum licik saat intruksinya di dengar oleh orang suruhannya. "Kali ini gue harus berhasil, membuat wanita itu masuk ke neraka," gumamnya seraya mengeratkan giginya.


"Lo sudah merebut laki-laki yang gue cintai. Jadi, Lo harus rasakan akibatnya!" ucapnya seraya menunjuk selembar foto.


"Brengsek.... aghrhhh" racaunya saat mengingat kejadian delapan tahun yang lalu. Saat seorang wanita yang menyuapi makanan pada seorang pria yang terbaring lemah di kasur..


"Agrhhhhhhhhh aku benci kamu Yulia... tunggu saja, malaikat maut yang akan menjemput ajalmu. Kali ini kamu tidak akan bisa lolos lagi.. Agrhhhhhhhhh." Wanita itu membanting benda yang ada di hadapannya.


Pyarrrr, bruhggh


Apapun benda yang ada dihadapannya tidak bisa lolos dari amukan wanita. Wanita cantik, tapi berhati busuk. Menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya.


"Dasar wanita jalang ...Lo sudah berani merebut Faisal dari gue.. hahahaha.... Faisal, Faisal, lo akan jadi milik gue selamanya..."


to be continued...


Konflik segera di mulai...


Siapkan mental kalian, untuk menghadapi konflik kali ini...


Akan terbongkar siapa yang sudah mencelakai Yulia...


Maaf, telat up...


Mohon dimengerti 😍😍😍🤭

__ADS_1


__ADS_2