Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku

Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku
Melakukan tes DNA


__ADS_3

"Sekarang, tolong jelaskan pada saya, apa yang terjadi dengan Delia?" tanya Devan, saat mereka sudah ada di koridor rumah sakit.


"Saya yang mengajak Delia ke pantai itu, karena saya yakin Delia itu adalah istri saya."


"Apa!! kenapa anda sebegitu yakin, kalau Delia itu istri anda. Bukankah Anda sendiri yang mengatakan kepada, kalau istri anda sudah meninggal. Tapi, kenapa anda bilang Delia itu istri anda." Devan masih tidak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Faisal.


Faisal menjelaskan semuanya kecurigaannya selama ini. Tentang tas yang berisi KTP Delia, tentang sekilas ingat Delia yang sudah mulai kembali. Devan masih Bingung, apakah harus percaya atau tidak pada Faisal.


"Jadi saya mohon, batalkan pernikahan anda dengan istri saya." Faisal dengan tulus memohon, agar pernikahan Delia dan Devan tidak terjadi.


"Tunggu..tunggu, saya masih belum percaya seratus persen dengan ucapan anda. Bisa jadi, ini akal-akalan anda ingin merebut Delia dari tangan saya." Devan juga tidak mungkin mengabulkan permintaan Faisal dengan begitu mudahnya. Dia masih tidak yakin dengan apa yang diucapkan Faisal.


"Saya tidak mengada-ada, saya berkata jujur kepada anda. Saya kira, tidak ada kebetulan yang sempurna seperti ini. Allah mempertemukan kami kembali, kalau tidak merencanakannya. Jadi, pikirkan permintaan saya." Faisal masih berusaha untuk menyakinkan Devan untuk mempercayai ucapan nya.


"Tapi saya tidak bisa menggalakan pernikahan saya dengan Delia. karena orang tua kami sudah membuat kesepakatan." Devan sendiri juga tidak tahu, apa pilihannya menikah dengan Delia itu pilihan yang tepat. Devan merasa kalau selama ini, Delia tidak pernah mencintai nya.


"Maksud anda bicara seperti itu apa? kesepakatan?" Faisal meminta penjelasan pada Devan atas ucapannya.


"Mereka sudah sepakat untuk menjodohkan kami berdua. Awalnya, saya sangat senang menerima perjodohan itu. Tapi makin kesini saya bisa melihat, kalau Delia tidak pernah mencintai saya." Dengan anak menjelaskan awal mula perjodohan mereka.


"Apa anda Mencintai Delia?"


"Kenapa anda menanyakan itu?"


"Saya ingin mengetahui perasaan anda yang sebenarnya!"

__ADS_1


"Kalau saya Mencintai Delia, apa anda ikhlas memberikannya kepada saya!"


"Saya tidak akan pernah ikhlas, saya mohon gagalkan rencana pernikahan kalian."


"Saya akan coba bicarakan pada orang tua saya." Devan tahu apa yang dirasakan Faisal, jika benar Delia itu istrinya. Dia tidak mungkin menikahi seorang wanita yang sudah bersuami. Devan akan membantu Faisal, untuk mencoba membicarakannya pada orang tuanya. Cuma itu yang bisa dilakukan oleh Devan.


Devan dan Faisal kembali ke ruang tunggu. Delia beku sadar, Sisi masih setia menunggu bundanya. Selang beberapa saat, ponsel Devan berdering. Devan mengangkatnya, agak menjauh dari Faisal. Ternyata yang menelpon adalah Bu Sundari. Dia menanyakan keberadaan Delia, kenapa telponnya tidak aktif. Akhirnya Devan memberitahu keadaan Delia yang sebenarnya. Berita dari Devan membuat Bu Sundari dan pak Erlangga menjadi khawatir.


"Apa yang terjadi kepada Delia, Van?" tanya Bu Sundari pada Devan saat beliau sudah sampai di rumah sakit.


"Siapa anda? kenapa anda berada di sin" Bu Sundari menatap Faisal penuh tanya.


"Saya Faisal, saya suaminya wanita yang berbaring di sana." Faisal sudah tidak bisa mengontrol emosi nya lagi, saat berhadapan dengan Bu Sundari.


"Apa maksud anda berbicara seperti itu?"


"Maksudnya apa ini, kenapa anda mempunyai pemikiran yang seperti itu. Dia Delia bukan Yulia. Yulia sudah meninggal, saat kecil tujuh bulan yang lalu," kilah Bu Sundari dengan sedikit gugup. Dia tidak habis pikir, kalau akan bertemu dengan Faisal. Orang yang sengaja ia hindari.


"Ma! ini ada apa kok ribut begini. Apa yang kalian bicarakan, Yulia kenapa laki-laki itu menyebut Delia dengan Yulia." Pak Erlangga akhirnya ikut bicara. Beliau sama sekali tidak tahu kebohongan istrinya.


"Dia hanya mengaku-ngaku saja Pah. Mungkin dia belum terima kalau istrinya sudah meninggal. Mangkanya ngaku-ngaku anak kita sebagai istrinya." ujar Bu Sundari berbohong pada suaminya.


"Sudahlah Bu, anda tidak usah mengelak lagi. Benar kan dia itu Yulia?"


"Apa buktinya, kalau dia Yulia. kamu tidak punya bukti kan? jadi simpan saja halusinasi kamu." elak Bu Sundari.

__ADS_1


"Bukti, saya punya buktinya. Tas milik Delia, berada di rumah saya. Waktu kecelakaan itu, tas itu ada di dekat jenazah Yulia. Tapi KTP nya bukan milik Yulia melainkan Delia. Bukankah itu sudah cukup untuk sebuah bukti?" Setelah mendengar ucapan Faisal, Bu Sundari terlihat pucat. Dia sudah tidak bisa berkilah lagi.


"Dan itu artinya, tas milik Yulia ada di rumah anda. Saya tidak tahu, kenapa mereka bisa bertukar tempat seperti itu. Yang jelas sekarang saya mohon kembalikan istri saya " sambung Faisal lagi.


"Apa itu benar Ma?" Setelah mendengarkan penjelasan Faisal, pak Erlangga mulai memahami apa yang terjadi.


"Dia bohong pa! itu hanya alasan dia saja, agar bisa merebut putri kita. Tas yang diberikan oleh perawat waktu Delia kecelakaan itu, sama persis dengan tasnya Delia. Tas itu yang dia bawa sebelum kecelakaan itu terjadi.KTP nya juga, KTP Delia." Bu Sundari masih saja berkilah. Dia masih berusaha untuk membuat semua orang percaya padanya.


"Ok, kalau itu belum bisa membuktikan ucapan saya. Kita lakukan tes DNA dengan anak saya. Kalau hasilnya positif, berarti ucapan saya benar. Tapi, kalau hasilnya negatif saya janji tidak akan menggangu keluarga anda lagi." Faisal akhirnya membuat kesepakatan, dia sudah tidak punya pilihan lagi. Semoga ini adalah langkah yang tepat untuk membuktikan kebohongan Bu Sundari.


"Ok, saya terima kesempatan ini." Bu Sundari sepertinya masih belum menyerah. Dia menyetujui kesepakatan yang di ajukan oleh Faisal.


Sementara Delia belum sadar dari pingsannya. Dia masih terkapar di ranjang rumah sakit. Sisi pun dengan setia masih tetap menunggu Bundanya. Anak itu tidak tahu apa yang terjadi pada kedua orangtuanya. Yang Sisi tahu, dia bisa bersama dengan bundanya lagi. Bu Sundari masuk keruangan Delia, dia melihat Sisi berada disamping ranjang Delia.


Bu Sundari membiarkan Sisi tetap berada disitu. Setelah berkonsultasi pada dokter yang menangani Delia, Faisal berencana akan melakukan tes DNA pada Sisi dan Delia. Dia sudah tidak sabar menunggu hasilnya.


Setelah dikiranya aman oleh dokter, Faisal meminta agar segera dilakukan test DNA itu.


Suster yang berjaga mengambil sampel darah Sisi dan Delia. Kemudian membawanya ke lab. Ternyata tes DNA tidak langsung keluar hasilnya, mereka harus menunggu beberapa hari, baru tahu hasilnya. Faisal hanya bisa pasrah dengan hasil tes DNA itu. Tapi dia juga yakin, kalau fellingnya itu tidak salah.


To be continued...


Ya Allah, hari ini ngedrop banget badannya.


Maaf kalau tidak maksimal isi ceritanya.

__ADS_1


Gak bisa fokus..


__ADS_2