Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku

Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku
Empat puluh tiga...


__ADS_3

Dino memang mencintai Yulia, namun dia tak seegois itu ingin merebut Yulia dari Faisal. Kebahagiaan Yulia adalah prioritas utama baginya. Dino tahu Yulia sangat mencintai Faisal, dan Faisal pun sepertinya sudah mulai mencintai Yulia. Yang terjadi kepada mereka adalah kesalahpahaman, sehingga Yulia begitu marah pada Faisal.


Dino mengatur pertemuan Faisal dan Yulia di cafe dekat rumah Yulia, mengingat keadaannya masih belum sembuh pasca operasi Caesar waktu itu. Dino menyuruh Felisa untuk membuat janji dengan Yulia dicafe itu, agar Yulia mau datang. Jika Faisal sendiri yang menyusun pertemuan itu, akan sangat mustahil untuk Yulia datang menemuinya.


"Sall.. Lo lagi sibuk gak hari ini..." Tanya Dino saat jam makan siang dirumah sakit.


"Sepertinya tidak.. kenapa.."


"Ada yang ingin gue sampaikan ke Lo... tapi Lo janji, setelah ini jangan buat Yulia sedih lagi Ok..." Dino menepuk pundak Faisal, dia tahu sahabatnya itu sangat tersiksa dengan kepergian Yulia.


"Gue janji...Gue gak akan buat Yulia sedih lagi.."Faisal mengingat kesalahannya pad Yulia..


"Lo harus tau ini Sallll...Yulia begitu marah sama Lo... karena ada yang mengirim foto Lo sama perempuan lain, pas malam kejadian Yulia jatuh dari tangga.." Dino mulai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada Yulia, sehingga dia begitu marah pada suaminya.


"APA.... Siapa yang tega fitnah gue... Gue ngerasa gak punya musuh selama ini..." Faisal tidak menyangka, ada orang yang tega mengusik rumah tangga nya. Awalnya dia berfikir Dino lah yang akan menjadi ancaman baginya untuk berpisah dengan Yulia. Ternyata itu salah, justru Dino mau membantu menyelesaikan kesalahpahaman ini.


"Nanti gue bantu selidiki, yang paling penting sekarang adalah Yulia pulang kerumah Lo.. Gue gak tega liat Lo kayak mumi kek gitu..."Ejek Dini menaikkan sudut bibirnya.


"Ahh rese Lo.. Gue benar-benar gak bisa kayak gini terus,, udah berulang kali gue hubungi Yulia, namun mama Siti yang mengangkat nya, gue datang kerumah orang tuanya, Yulia tetep gak mau nemuin gue... Ahggg" Faisal mengingat-ingat perjuangan nya mendapatkan maaf dari Yulia..


"Mangkanya istri tu... dicintai.. bukan malah Lo sakiti kayak gitu..."


"Tunggu tunggu ... gue gak pernah nyakitin Yulia, gue memperlakukan dia dengan baik..."

__ADS_1


"Lo mau pura-pura ilang ingatan, Lo pikir Yulia gak tersakiti, kalau tahu suaminya belum mencintainya... dan sekarang Lo bilang Lo gak pernah nyakitin istri Lo.... Lo sehat gak Sih Sal... heran gue punya otak.. gak buat mikir..." Dino kesal dengan Faisal, dia masih mengelak, padahal sudah jelas-jelas dia menyakiti Yulia secara batinnya..


"Iya gue yang salah...." Faisal menunduk, Setelah kejadian yang menimpa dia dan Yulia. Faisal tidak pernah lagi memikirkan Weli, pikirannya dipenuhi oleh Yulia.


"Nanti jam tiga sore Lo tunggu Yulia dicafe dekat rumah orang tuanya Yulia.. Lo tahu kan.. cafe sahabat...." Dino memberi tahu tempat janjian Faisal dan Yulia..


"Iya gue tau.."


"Ingat ya Sall, gue cuma bisa bantu lo kayak gini, selebihnya Lo sendiri yang usaha.. Dan satu lagi.. kalau Yulia sudah memaafkan lo, jangan buat dia kecewa lagi... Ngerti gak Lo..." Dino gemes,, liat Faisal selama ini. Sudah jelas ada seorang wanita yang tulus disampingnya, malah sibuk mikirin mantan pacarnya....


Felisa menghubungi Yulia paket nomor handphone papanya, karena ponselnya masih dirumah kontrakan nya. Jadi mereka sulit untuk komunikasi. Yulia jika butuh teman curhat, dia meminjam handphone papanya untuk menghubungi Felisa. Felisa memberitahu, jika ia ingin bertemu dengan Yulia dicafe sahabat..


"Kenapa harus keluar rumah sih Fel..."


"Hmmm aku pengen aja ngobrol Ama kamu sambil makan-makan gitu.."


"Bosen lah Yul.. makan dirumah kamu.. sekali-kali cari suasana baru biar gak stress, lagian gak jauh juga kan dari rumah kamu..."


"Ya udah deh, tapi aku izin mama, papa ku dulu ya, takutnya mereka khawatir.."


"Iya... pasti diizinin deh sama mama..."


Yulia menyetujui permintaan Felisa, yang ingin ketemuan dicafe sahabat. Tidak ada rasa curiga pada Yulia. Mungkin emang bener, dia butuh suasana baru untuk sekedar merilekskan pikiran nya. Selama ini terlalu banyak masalah yang dia hadapi.

__ADS_1


+++++++++++++++++


Jam sudah menunjukkan pukul dua sore, Faisal sudah siap untuk berangkat ke cafe sahabat untuk menemui istrinya. Padahal masih ada waktu satu jam lagi, namun Faisal sudah tidak sabar ingin bertemu sosok yang satu Minggu ini menari dalam pikirannya.


Faisal sudah sampai dicafe sahabat, masih ada waktu tiga puluh menit lagi. Dia gelisah, seperti seorang ABG yang menunggu kekasihnya untuk bertemu. Sesekali diliriknya jam tangannya, waktu seakan lambat bagi Faisal. Dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Yulia...


Dikediaman Yulia..


Saat Yulia sudah bersiap berangkat ke cafe sahabat, Ibu Sari dan pak Sukamto sudah rapih. Mereka akan menghadiri undangan pernikahan tetangga kompleks perumahan mereka.


"Yul... mama pergi dulu ya sama papa.. kamu jangan kemana-mana.. Nanti bakal ada orang kesini.. Kurir dari toko tempat mama belanja.." ucap Bu Siti pada Yulia, sekarang Yulia bingung harus bagaimana.. sementara dia sudah terlanjur janji pada Felisa mau ketemuan.


"Iya ma... tapi Yulia pinjem handphone dulu ya pa..."


"Kamu mau nelpon siapa nak..." tanya pak Sukamto...


"Tadi Yulia ada janji sama Felisa, mau ketemuan di cafe depan pa.."


"Ya udah kamu kesana aja, kasian nak Felisa nunggu kamu disana..."


"Nggak usah pa... nanti biar Yulia suruh Felisa kesini aja pa..."


Yulia beberapa kali menghubungi Felisa tapi gak aktif nomor handphone Felisa..

__ADS_1


Akhirnya Yulia hanya mengirim pesan untuk Felisa..


"Fell.. maaf ya aku gak bisa Dateng, kamu kerumah aja ya...🙏🙏🙏🙏😍"


__ADS_2