Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku

Suamiku Tak Pernah Mencintai Ku
Rencana Bulan madu (part dua)


__ADS_3

"Sal, tolong, Bu Sundari Anfal!" Seru Devan di ambang pintu ruangan Yulia.


Faisal yang sedang memeluk Yulia dan Sisi, perlahan ia lepaskan.


"Kalian kok, apa yang terjadi? kamu sudah sadar Del?" Devan mendekat kearah Faisal, Sisi, dan Yulia.


"Yulia sudah sadar, dan sudang mengingat semuanya." Faisal menjelaskan keadaan Yulia yang sekarang.


"Syukurlah kalau begitu," ucap Devan tulus


"Saya ikut senang, karena pada akhirnya kamu bisa bersatu lagi dengan istri mu." Devan menepuk pundak Faisal, menandakan dia ikhlas menerima kenyataan yang ada.


"Terimakasih Van, kamu orang yang baik. Saya yakin kamu bisa mendapatkan wanita yang baik pula."Balas Faisal menepuk pundak Devan. Kini diantara mereka sudah saling bersahabat, Faisal menyadari kalau Devan adalah pria yang baik. Buktinya, dia mau membantu dia, untuk menggalakkan perjodohan itu. Tapi rencana Allah lebih indah, Yulia sudah bisa mengingat siapa dirinya.


"Om baik, Om baik jangan ambil bundanya Sisi lagi ya!" seru Sisi mendekat kearah Devan.


"Om baik janji, gak akan ambil Bundanya Sisi. Tapi, Sisi harus selalu jaga bundanya."Devan langsung menggendong Sisi. Devan memang sudah sayang dengan Sisi.


Devan sendiri sebenarnya sudah yakin, kalau Delia itu Yulia. Saat pertama kalinya bertemu dengan Yulia usai kecelakaan, dia melihat sosok yang berbeda dari Delia. meskipun hilang ingatan, tidak mungkin orang akan berubah seratus delapan puluh derajat dari yang sebelumnya. Kenyataan yang menjawab semua keraguannya.


"Sayang, mas tinggal dulu ya!" Faisal mencium kening Yulia, membuat Yulia tersipu malu.


"Mas ihh, malu ada Mas Devan disini' Yulia mencubit pinggang Faisal, karena bermesraan tidak tau tempat.


"Kamu istriku, kenapa mesti malu" sahut Faisal tersenyum gemas.


"Hmmm gak liat nih, ada jomblo dan Sisi" ejek Devan membuat mereka tertawa.

__ADS_1


Saking senangnya, Devan sendiri sampai lupa tujuannya masuk keruangan itu. Faisal dan Angga langsung bergegas ke ruangan Bu Sundari. Devan menceritakan kejadian yang dialami Bu Sundari sehingga beliau Anfal. Sedangkan Pak Erlangga sendiri tidak ada ditempat Bu Sundari Anfal. Dokter yang menangani Bu Sundari sudah selesai memeriksa. Devan dan Faisal mendekati dokter itu, dia ingin tahu apa yang terjadi pada Bu Sundari.


"Saya ingin bertemu anak saya" kata Bu Sundari memelas, saat Faisal dan Devan sudah berada di sana.


"Saya akan membawa Yulia kemari, Ibu istirahat saja disini." Rasa benci dari dalam hati Faisal hilang seketika saat melihat kondisi Bu Sundari saat ini. Faisal tahu perasaan Bu Sundari, sebagai orang tua, tidak ingin kehilangan anaknya. Tapi, Faisal juga tidak membenarkan perbuatan Bu Sundari.


Faisal meminta pada perawat, untuk menyiapkan kursi roda. Faisal akan membawa yukia untuk bertemu dengan Bu Sundari. Namun, kondisinya belum stabil, Faisal akan membawa Yulia dengan menggunakan kursi roda.


Faisal mendorong kursi roda yang membawa Yulia. Sisi pun juga ingin bertemu dengan Bu Sundari. Mereka sampai di ruangan Bu Sundari. Tubuhnya yang terkulai lemah tak berdaya di atas ranjang, membuat Yulia menangis.


"Mama...Mama kenapa bisa seperti ini?" Yulia memegangi tangan Bu Sundari. Meskipun Bu Sundari bukan Mama kandungnya, tapi selama hampir delapan bulan ini, Bu Sundari lah yang merawatnya.


"Anak.. Mama gak boleh sedih, Maafkan Mama ya, karena sudah memisahkan kami dengan suami dan anakmu..." ucap Bu Sundari penuh penyesalan.


"Mama, Yulia sudah maafin Mama. Tapi mama harus sembuh."Yulia menghapus air mata Bu Sundari.


"Mama tetap Mamanya Yulia, walaupun Mama bukan orang tua kandung Yulia. Yulia akan tetap menyayangi Mama. Mama jangan sedih lagi ya, mama harus cepat sembuh. Agar kita bisa berkumpul bersama lagi." Yulia mencoba menenangkan Bu Sundari. Walau bagaimanapun Bu Sundari adalah kakak kandung dari papanya, Yulia tidak mungkin bisa membenci wanita itu.


"Eyang, Eyang jangan nangis ya? Sisi yang temenin Eyang nanti. Sisi sayang kok sama Eyang."


"Sini cucu Eyang, Eyang sayang Sisi. Sisi mau kan maafin Eyang?" Bu Sundari mencoba meraih tangan Sisi, Sisi kemudian mendekat. Di dekapnya Bu Sundari penuh kasih. Sisi tidak pernah sakit hati pada ibu Sundari.


"Terimakasih ya cucuEyang." Bu Sundari bisa tersenyum lega, karena Yulia, Faisal dan Sisi sudah mau memaafkannya.


"Papa kemana, Ma? tanya Yulia.


"Tadi Papa mu lagi bertemu dengan klien nya di cafe bintang. Tapi sampai sekarang, Papa mu belum bisa dihubungi," jawab Bu Sundari menceritakan keberadaan pak Erlangga.

__ADS_1


"Assalamualaikum Ma, Mama kenapa?" Pak Erlangga yang baru masuk langsung mendekat kearah istrinya.


"Mama sih! susah dibilangin, jangan banyak pikiran. Jadinya seperti ini kan?"


Bu Sundari tiba-tiba pingsan, saat kembali dari kantin. Bu Sundari ditolong orang-orang yang berada disana. Dokter langsung menanganinya, dan memberi tahu Devan lewat ponsel Bu Sundari.


Satu Minggu kemudian...


Hari ini Faisal akan membawa Yulia untuk bulan madu yang kedua. Setelah kepulangan nya dari rumah sakit, Faisal sama sekali belum menyentuh Yulia. Bukan tak ingin, tapi dia ingin melakukan nya dengan suasana yang baru. Apalagi setelah kejadian demi kejadian yang mereka lalui. Faisal ingin membuat kenangan yang indah bersama Yulia dan menghapus kenangan yang lalu.


Kini hati Faisal sepenuhnya milik Yulia, tak ada satupun ruang untuk wanita lain. Faisal sudah belajar dari pengalaman nya, bahwa pasangan yang sekarang ada bersamanya itulah jodoh yang dipilihkan Allah untukmu.


Apapun bentuk dan rupanya, siapapun dia, cintai dan kasihi dengan sepenuh hati. Jangan sampai Allah mengambilnya dari kamu. Karena tidak semua orang memiliki kesempatan kedua, ketiga. Maka, jangan pernah sia-siakan seseorang yang sudah berjuang dari awal, sehingga membuat mu menjadi seseorang yang berharga.


Orang tua kandung Yulia, Felisa, Dino dan semua keluarganya sudah mengetahui kabar Yulia masih hidup. Mereka sangat senang, apalagi pak Sukamto dan Bu Siti. Bu Siti dan pak Sukamto langsung sujud syukur, ketika di beritahu kalau Yulia masih hidup. Bukan cuma itu aja, hubungan antara pak Sukamto dan Bu Sundari juga semakin membaik. Mereka berjanji akan menyanyangi Yulia bersama-sama.


Faisal menitipkan Sisi, kerumahnya Felisa. Dia ingin menghabiskan waktu berdua dengan Yulia. Awalnya Sisi tidak mau, tapi setelah Faisal memberitahu akan memberikan dia adik, Sisi bahkan sangat berantusias untuk mengizinkan Ayah dan Bundanya untuk pergi berduaan.


Pagi itu Faisal dan Yulia sudah bersiap-siap. Dengan koper yang ada ditangannya Faisal, Faisal berjalan menuju mobilnya. Yulia hanya mengikuti dari belakangnya. Mereka akan pergi ke bandara, mereka akan bulan madu ke Bali. Tempat yang diidam-idamkan oleh Yulia selama ini. Saat Faisal dan Yulia akan naik ke mobil, ada seseorang yang memanggil Yulia.


"Yulia"


To be continued...


Besok dilanjut lagi ya...


Pasti pada mikir ya.. wah jangan-jangan mau tamat nih..

__ADS_1


Tenang aja, masih panjang kok ceritanya...


__ADS_2