
"Jadi gitu mas ceritanya,," Yulia akhirnya menceritakan pertemuannya dengan Dino tadi siang.
"Jadi kamu tadi kerumah sakit..Terus kenapa kamu gak mampir untuk menemui mas Yul.." Faisal terkejut saat mendengar istrinya ngidam rujak yang ada di depan rumah sakit tempat dia bekerja.
"Aku gak mau mengganggu pekerjaan mas Faisal, Yuli tau mas pasti lagi sibuk kan?" Yulia memberi alasan yang tepat, agar Faisal tidak marah lagi.
"Iya memang mas lagi sibuk hari ini.. Gara-gara Dino gak masuk hari ini." Faisal jadi curiga jangan-jangan Dino sedang ada masalah dengan Angel, mengingat ucapannya tadi.
"Iya mas, tapi kenapa mas Dino gak masuk kerja hari ini.. Padahal mas Dino tadi ada di area rumah sakit? Yulia bertanya kepada Faisal alasan Dino tidak masuk kerja, padahal dino sudah ada didepan rumah sakit tadi siang.
"Mas gak tahu Yul.. Gak ada konfirmasi yang jelas dari rumah sakit alasan Dino gak masuk hari ini". Faisal mencoba menerka alasan Dino tidak masuk kerja hari ini, karena jelas-jelas dia sudah di area rumah sakit, tempat dia bekerja.
Mereka saat ini sedang ada dalam perjalanan pulang ke rumah. Faisal memilih untuk mengajak pulang istrinya, karena dia sudah lelah untuk melanjutkan jalan-jalannya hari ini. Faisal juga khawatir keadaan Yulia. Dia tidak mau kalau istrinya akan kelelahan.
Akhirnya mereka sampai di rumah juga, Faisal langsung turun dan membukakan pintu mobil istrinya. Setelah itu mengambil belanjaan di jok belum mobilnya.
"Mas mau makan apa? Tadi kan belum sempat makan di cafe tadi.." Tanya Yulia saat mereka sudah ada didalam rumah.
"Nanti aja, kita sholat dulu ya.." Faisal dan Yulia segera ke kamar untuk sholat Dzuhur bersama.
++++++++++++++
Ditempat lain..
"Gue harus ke rumah Felisa nih,, buat ngabarin dia kalau motornya udah dibetulin.." Gumam Dino lirih..
Dino langsung mengendarai mobilnya menuju ke rumah Felisa..
"Moga aja masih ingat jalannya.." sambil mendengarkan musik di mobilnya, Dino sesekali membayangkan jika dia menjadi suaminya Yulia. Dino akan memberikan seluruh hatinya untuk Yulia, tidak setengah-setengah seperti Faisal..
"Brengsek... kenapa gue terus mikirin Yulia sih.." Umpatnya.
__ADS_1
Sembari mengingat-ingat jalan menuju rumah Felisa, akhirnya Dino sampai di depan rumah Felisa. Kebetulan Felisa ada didepan rumahnya, jadi Dino langsung turun menghampiri Felisa.
Felisa terkejut saat Dino datang kerumahnya, bahkan dia tidak ingat kalau motornya saat ini sedang ada di bengkel.
"Assalamualaikum Felisa.." Dino langsung mengucapkan salam..
"Waalaikumusalam mas Dino.. Ada apa ya... Kok tumben kesini.." Jawab Felisa, lalu mempersilahkan Dino untuk masuk ke dalam rumahnya.
"Disini aja Fel.." Dino langsung duduk di kursi teras rumah Felisa. Rumah Felisa memang masih asri, masih banyak pepohonan di sana. Jadi, suasananya bikin adem..
"Fel.. Aku kesini mau memberi tahu kalau motor kamu sudah diperbaiki, orang bengkel minta no handphone kamu, agar mereka bisa menghubungi kamu sebelum mereka mengantar kerumah ini" Dino menjelaskan maksud tujuannya dia datang kerumah Felisa..
"Ya ampun.. aku sampai gak ingat, kalau motor aku ada di bengkel... Oh iya mas ini no handphone aku.." Felisa mengambil handphone nya lalu menyebutkan no handphone nya pada Dino, Dino langsung mencatat dan menyimpannya di handphonenya.
"Ya udah nanti, aku hubungi pihak bengkel ya..Dan memberikan no handphone mu pada mereka.." ujar Dino sambil melihat sekeliling rumah Felisa..
"Tunggu ya mas.. Aku buatin minum dulu ." Felisa langsung berjalan menuju ke dapur untuk membuatkan tamunya teh es teh manis, cocok sama udaranya yang panas.
Setelah selesai, Felisa kembali ke depan dengan membawa dua gelas es teh, dan brownis sisa jualannya tadi. Selain menjahit, Felisa juga membuat jajanan untuk dititipkan di warung mbak jumi, tetangganya.
"Hmmm enak brownies nya, kamu yang buat.." Dino mencicipi brownies buatan Felisa.
"Iya mas.. Felisa buat brownies ini untuk dijual lagi, biasanya Felisa jual lewat online, Tapi Felisa sedang banyak orderan jahit, jadi cuma buat sedikit untuk dititipkan di warung mbak Jumi" Jelas Felisa jujur.
"Maaf.. Orang tua kamu masih ada kan..?" tanya Dino pada Felisa, karena Dino mendengar Felisa Bekerja sendirian..
"Orang tua Felisa bercerai mas, Ibu sudah menikah lagi.. Sementara Bapak jarang pulang, pulang cuma sebentar, setelah itu pergi lagi. Jadi Feli harus mencari makan sendiri.." Terang Felisa membuat Dino bersimpati padanya. Dihidupnya yang masih muda, harus bekerja keras agar bisa bertahan hidup.
"Kamu udah kenal lama dengan Yulia?" Dino mengalihkan pembicaraan agar tidak membuat Felisa sedih..
"Belum mas, mungkin baru sekitar tiga bulanan. Kalau mas Dino udah lama ya sahabatan dengan suami Yulia?" Jawab Felisa, lalu bertanya balik pada Dino..
__ADS_1
"Sudah hampir 7 tahunan..." jawabnya singkat, Dino masih menikmati brownies nya..
"Berarti mas Dino tahu dong, siapa mantan pacar suaminya Yulia. Yang sampai saat ini masih dicintai suaminya Yulia. " Pertanyaan Felisa membuat Dino tersedak. Ternyata Yulia selama ini tahu, kalau Faisal masih mencintai mantan pacarnya. Yang tak lain adalah Weli.
"Uhughhkk"
"Diminum dulu mas..." Weli memberikan gelas berisi es teh kepada Dino..
"Sampai segitunya mas, kaget ya.. darimana aku tahu kisah mereka.." Felisa tersenyum mengejek Dino, Dino hanya tersenyum getir, karena Felisa bisa membaca pikirannya.
"Hehehe.. Aku gak bisa memberi tahu kepada mu Fel.. Aku takut akan membuat masalah dalam rumah tangga mereka. Apalagi aku melihat, sekarang Faisal udah mulai cinta sama Yulia. Jadi aku gak mau merusak kebahagiaan mereka, kalau aku membocorkan siapa mantan pacar Faisal pada kamu.." Dino masih setia untuk tidak membongkar siapa yang ada dalam masa lalu Faisal. Apalagi dia tahu, kalau Weli dan Yulia sudah pernah bertemu. Dan menjalin hubungan baik, jadi Dino tidak ingin merusak hubungan mereka.
"Aku sudah bisa menebaknya.. Mas Dino sana aja sama suami Yulia.." Sepertinya Felisa tidak puas dengan jawaban Dino. Awalnya dia berpikir akan mendapatkan informasi melalui Dino, tentang siapa masa lalu Faisal. Ternyata dia harus kecewa karena Dino juga bungkam.
"Mas.. itu.. ada cream disudut bibir mas Dino.." Felisa menunjuk sudut bibir Dino, untuk memberi tahu bahwa ada sisa makanan di sudut bibir Dino..
" Mana.." Dino berusaha mengelapnya dengan tangan nya. Tapi masih belum berhasil, dengan gemas akhirnya Felisa ingin membantu membersihkannya. Tapi tanpa sengaja tangan mereka berpegangan, mata mereka saling menatap.. Cukup lama mereka saling menatap, hingga Dino sadar..
"Maaf ya.." ucapnya malu..
"Feli yang minta maaf mas,,, udah lancang.." Felisa merasa tidak enak. Dia merutuki kebodohannya, kenapa dia berani melakukan itu. Secara tidak langsung Felisa kagum dengan ketampanan pria disampingnya..
Bersambung...
Maaf baru up ya..
2Hari ini ada pengajian dirumah jadi gak sempet pegang hp.
pagi tadi badan drop karena kecapekan..
Makasih yang sudah setia menunggu novel" suamiku tak pernah mencintaiku ðŸ˜ðŸ˜" up..
__ADS_1
Like komen dan vote nya...
jangan lupa..