
Pagi itu dikediaman Faisal, seperti pagi-pagi biasanya. Yulia menyiapkan bekal sarapan untuk anak dan suaminya. Pagi itu, Faisal terlihat berbeda dari biasanya. Karena begadang semalaman, matanya terlihat sayu. Faisal akhir-akhir ini tidak tidur dengan nyenyak, sering terbangun tengah malam, setelah itu tidak bisa tidur lagi.
"Mas, kelihatan kusut banget. Mas Faisal tidak bisa tidur lagi semalam?" Tanya Yulia memperhatikan suaminya.
"Hmmm.." Faisal hanya berdehem.
"Ayah, nanti Sisi mau main ke time zone yah, Ayah yang anterin..." Rengek Sisi
Teman-teman disekolah nya memamerkan permainan time zone yang lagi ngetrend di mall-mall saat ini.
"Sayang,, ayah capek, nanti main sama bunda aja yah..." Yulia mengalihkan perhatian Sisi pada Faisal. Sisi memang sangat dekat dengan Ayahnya. Selain bekerja, kemanapun ia pergi, Sisi tidak mau ditinggal Faisal.
"Tapi, Sisi maunya sama Ayah, Ayah....."Sisi merengek, karena Faisal mengabaikan nya.
"Iya sayang, nanti Ayah antar, sudah jangan nangis lagi ya... Sini anak Ayah..." Faisal membujuk Sisi yang sudah mulai menangis.
"Ayah janji...." Sisi mengacungkan jari kelingkingnya, disambut oleh Faisal.
"Janji..." Mereka melanjutkan sarapannya yang tertunda gara-gara Sisi menangis.
"Sayang, kamu berangkat duluan, mas belakangan. Kepala mas terasa berat.." Keluh Faisal sembari memegangi pelipis nya.
"Iya mas, hari ini Yulia mau mampir ke toko kue Bundanya Lala. Hari ini kan Felisa ulang tahun, aku rencananya mau kasih kejutan ke dia." Terang Yulia dengan rencana kegiatan hari ini.
"Iya.."
Usai membereskan meja makan, Yulia berangkat mengantar sisi kesekolah. Kemudian ia pergi ke toko kue, untuk mengambil kue pesanannya. Faisal berangkat ke rumah sakit agak sedikit terlambat, kepalanya sakit, akibat kurang tidur.
Sesampainya di butik, Yulia langsung menemui Felisa yang sedang memberi arahan pada karyawan nya. Hari ini putri Felisa, tidak ikut bundanya ke butik. Pagi sekali di ambil oleh mertuanya.
"Sha.. mana Bilqis, kok gak diajak..?"
__ADS_1
"Iya dibawa neneknya, tadi pagi dijemput Yul.."
Yulia menghampiri Felisa..
"Met milad ya sayang..." Yulia memeluk Felisa..
"Hmmm makasih... muachhh" Mereka saling berpelukan.
"Kemarin aku bertemu dengan mbak Weli, sekarang kurusan Yul.. Aku kasihan dengan dia..." Felisa bercerita tentang pertemuan nya dengan Weli.
Dino memang sering bertemu dengan Rio dan Weli, mereka sering berkumpul dibandingkan dengan Faisal. Faisal memang jarang berkumpul dengan Rio dan Weli. Dia sedikit menutup diri untuk sekedar ngobrol dengan mereka berdua.
Saat Faisal mulai merebahkan tubuhnya di ranjang, terdengar suara deringan ponselnya. Dengan malas dia mengangkat nya..
📞 "Iya Din.."
📞 " Kok belum dateng.."
📞 " Kenapa, kesini sekarang.. Ada pasien kecelakaan satu bus, kita kualahan.. cepat kesini ya...
Dino mengakhiri telponnya. Kepala Faisal masih sangat berat, dengan malas dia bangkit dari tempat tidur nya. Dia harus segera berangkat ke rumah sakit sekarang. Diambilnya jas dan tas kerja nya, Faisal mencari kunci mobilnya. Setelah mendapatkannya, Faisal bergegas menuju ke parkiran untuk mengambil mobilnya. Faisal mengendarai mobilnya dengan tidak fokus, matanya berkunang-kunang. Sesekali Faisal mengerem mendadak. Sepertinya keputusannya untuk berangkat ke rumah sakit, bukanlah keputusan yang tepat. Namun demi tugasnya, Faisal tetap melajukan mobilnya. Setelah beberapa saat, mata Faisal kembali berkunang-kunang, pandangan nya mulai kabur, dan brukk...Sebuah truk container menabrak mobil Faisal.
Semua orang yang melihat kejadian tabrakan itu, menghampiri mobil Faisal. Sementara truk container itu langsung diamankan polisi. Kebetulan jarak kecelakaan itu tidak jauh dari post polisi. Seseorang membuka paksa mobil Faisal, darah sudah bercucuran disana. Faisal sudah tak sadarkan diri, sebuah mobil ambulance langsung tiba untuk membawa Faisal ke rumah sakit. Kebetulan rumah sakit yang dekat dari kejadian tabrakan itu, ialah rumah sakit tempat Faisal bekerja. Dengan cepat ambulance membawa Faisal ke rumah sakit. Saat sudah tiba disana, beberapa perawat dan ranjang dorongnya sudah menyambut Faisal. Kebetulan Dino yang menangani Faisal, dia syok saat melihat, sahabatnya terkulai dengan darah di tubuhnya. Dino sebisa mungkin memberi pertolongan, dan bukan cuma Dino yang menangani Faisal, Dokter Derald pun ikut membantu menangani Faisal.
Seorang pria paruh baya mengamankan ponsel Faisal, dilihatnya kontak di ponselnya. Kebetulan ponsel Faisal tidak diberi kata sandi. Jadi dengan mudah di otak Atik oleh pria paruh baya itu. Dicarinya panggilan yang sering berinteraksi dengan Faisal. Tertulis disana nama istriku, artinya nomor Yulia. Dengan ragu-ragu pria paruh baya itu menekan tombol telpon dari nomor Yulia. Setelah nada tersambung..
📞 "Assalamualaikum, Apa ini dengan istrinya bapak Faisal..."
📞 " Iya dengan saya sendiri, ini dengan siapa ya, kok handphone suami saya ada ditangan bapak.."
📞 " Saya dengan bapak Kerman, orang yang menolong bapak Faisal, saat tabrakan tadi..
__ADS_1
Deg.. Jantung Yulia seakan berhenti berpompa, darahnya mengalir deras. Pikiran nya melayang, mendengar berita suaminya. Dengan lemas Yulia masih melanjutkan telponnya..
📞 " Sekarang suaminya saya dimana pak?"
Air mata nya sudah tak mampu lagi ia bendung, rasa tak percaya saat mendengar berita Faisal kecelakaan.
📞 " Di rumah sakit Zahra Medica Bu.."
Yulia segera menutup telponnya, dengan air mata yang terus mengalir diambilnya kontak motor yang terletak dimeja. Yulia langsung keluar dari ruang kerjanya. Felisa yang melihat Yulia menangis, dengan segera ia menghampiri Yulia.
'Ada apa Yul..." Yulia langsung memeluk Felisa, ia butuh tempat bersandar saat ini.
"Mas Faisal...huhuhu.. mas Faisal... dia kecelakaan... huhuhu.." Dengan terbata Yulia memberi tahu Felisa. Felisa pun ikut syok mendengar berita kecelakaan yang menimpa Faisal.
"Apa,, sekarang dirawat dimana...?"
"Di rumah sakit tempat mas Faisal bekerja..."
"Biar aku antar kamu Yul, jangan nyetir sendiri.." Felisa memutuskan untuk mengantarkan Yulia, dia tidak tega jika membiarkan Yulia mengendarai motornya sendiri. Felisa mengendarai motornya dengan kencang, hatinya ikut sakit dengan apa yang menimpa Yulia. Sesampainya di rumah sakit, Felisa tak ikut masuk kedalam. Dia harus menjemput Sisi, disekolah nya.
Yulia masuk ke dalam rumah sakit dengan tergesa-gesa, dicarinya handphone nya. Yulia mengabari kedua orang tuanya, kemudian memberi tahu mertuanya atas apa yang menimpa Faisal. Setelah sampai ditunggu UGD, Yulia hanya bisa menunggu dokter yang menangani Faisal keluar. Hati dan pikirannya kacau, dengan lemas ia duduk diruang tunggu. Diingatnya kejadian tadi pagi, saat Faisal sarapan. Yulia tidak memiliki firasat apapun mengenai kejadian kecelakaan yang menimpa suaminya. Beberapa kali pandangan nya tertuju ke pintu UGD, berharap ada kabar baik dari dokter yang menangani Faisal. Selang beberapa saat kemudian, orang tua Yulia datang. Mama Siti langsung memeluk Yulia, memberi kekuatan pada putrinya. Agar kuat menghadapi musibah yang menimpa suaminya. Sementara pak Sukamto, beliau duduk disebelah kiri Yulia, sama halnya dengan Mama Siti, Pak Sukamto pun menenangkan Yulia. Dokter Gerald dan Dino pun keluar dari ruang UGD. Yulia, pak Sukamto, Mama Siti langsung menghampiri mereka berdua..
"Bagaimana dengan keadaan Mas Faisal...hiks...hiks.."
To be continued..
Dipart berikutnya bakal terbongkar rahasia yang selama ini disimpan oleh Faisal...
Siap-siap Ya... bakal nangis berjamaah...
Jangan lupa like, komen, votenya..
__ADS_1
Terimakasih..